Pernikahan Dingin Dokter Ethan

Pernikahan Dingin Dokter Ethan
Bab 30 Cerita Ains!


__ADS_3


Selesai berkonsultasi, Ainsley mengingat ucapan ibu mertuanya dan itu yang dirinya pikirkan dan membuatnya sangat sedih sekali. Ains belum berani bicara pada Ethan karena masih jam kerja.


Sesampainya di tempat kos, Ains menangis sejadi-jadinya. Dia terus kepikiran ucapan ibu mertuanya yang hendak menikahkan Ethan dengan wanita lain. Ini membuat mental Ainsley tidak aman bahkan semakin membuatnya down. Ains terlanjur sakit hati dan tidak bisa mengontrol emosinya sampai ia mencoba untuk melukai tangannya sendiri dengan pisau namun ia cegah karena pasti Ethan akan khawatir.


Lantas ia lebih memilih untuk menggigit semua kukunya sampai rusak sambil mengeluarkan air mata yang begitu menyesakkan di dada. Tangisan Ains membuat dirinya sendiri kelelahan dan pada akhirnya tertidur.


Ethan pulang sore, ia membawa martabak manis dan telur untuk istrinya tercinta. Dia langsung masuk begitu saja dan melihat Ainsley meringkuk di tempat tidur. Karena ini sudah sore Ethan lantas membangunkannya.


"Sayang, bangun! Sudah jam 5. Kenapa bumil satu ini malas-malasan sekali?" tanya Ethan sembari mengecup pipi Ains.


Pipi Ainsley nampak basah, Ethan membalikkan tubuh Ainsley yang miring. Air mata masih menempel membasahi wajah gadis manis tersebut bahkan masih sesegukan.


"Ains? Kenapa? Bangun!"


Ethan menepuk-nepuk pipi Ainsley sampai wanita itu terbangun, Ains melanjutkan tangisannya membuat Ethan bingung dan panik.


"Ibu..."


"Ada apa dengan ibu?"


Ainsley hanya bisa sesegukan sembari menutup matanya, berjam-jam dia menangis sampai membuat matanya sembab begitu parah. Ethan masih menunggu penjelasan dari Ainsley sampai wanita itu benar-benar siap untuk bercerita. Pasti ini ulah ibunya sampai membuat Ains seperti ini.


"Ada apa? Coba cerita!" ucap Ethan.


"Ains ingin pulang ke Rusia saja. Aina mau tinggal di sana. Ains tidak mau di sini," jelas Ainsley.


"Ains, kamu sudah janji untuk mau ikut tinggal bersamaku di sini karena pekerjaanku saja ada di Jakarta. Bukannya ini kampung halamanmu, seharusnya kamu senang bisa tinggal di sini."


Ains menggelengkan kepalanya, mata Ethan menatap kuku Nilam yang rusak bahkan kulit jemarinya mengelupas mengeluarkan darah. Ains jarang seperti ini jika tidak terjadi sesuatu yang berat.


"Apa ibuku datang ke sini? Beliau bilang apa padamu?"


Ains masih tidak mau mengaku, dia tidak enak dengan Ethan jika ibunya sangat jahat pada Ains bahkan hendak menikahkan Ethan lagi dengan wanita lain.


"Ainsley, ceritalah! Jika kamu diam maka aku tidak tahu masalahnya apa dan tidak bisa memberi solusi. Tanganmu sampai begini parahnya. Sebentar! Biar aku ambilkan obat merah."

__ADS_1


Ethan mengambil obat merah di kotak obat, dia lalu mengobati jemari Ains yang rusak akibat digigit sangat kuat untuk meluapkan emosinya. Ains memahami jika kondisi Ainsley tidak stabil setelah ditinggal oleh Darren, tiap malam pun Ains selalu mengigau nama Darren.


"Ayo cerita sambil aku obati!"


"Ibu bilang jika kamu mau dinikahkan lagi dengan wanita lain. Ibu bilang poligigi," jelas Ains membuat Ethan tidak paham.


"Poligigi? Poligami maksudmu?"


Ainsley mengangguk. "Iya, poligami. Mas Ethan katanya mau menikahi Dokter Stella."


Ethan menghela nafas panjang, entah apa lagi tujuan sang ibu mengatakan itu pada Ainsley. Ibunya memang belum bisa move on tentang Ains yang sudah mengecewakan keluarganya.


"Seorang dokter tidak boleh berpoligami. Aku memegang prinsip itu," jelas Ethan.


"Tapi kalo diam-diam 'kan bisa," jawab Ainsley.


"Tidak, Ains. Istriku cukup kamu saja. Kamu tak perlu menghiraukan ucapan ibu."


Ains lalu memantabkan diri untuk membahas uang yang hendak dipinjam ibu termasuk sertifikat rumah Ethan. Ini yang menarik, sebenarnya Ethan punya rumah atau tidak?


"Hutang apa lagi? Kemarin aku sudah meminjamkannya uang dan malah belum dikembalikan. Lama-lama aku muak dengan ibu," jawab Ethan.


Ethan hendak menelpon beliau namun Ainsley mencegahnya, dia tidak ingin ada keributan setelah ini dan membuatnya semakin dibenci oleh ibu mertuanya.


"Ibu juga mau pinjam uang milik Kak Darren sebesar 500 juta tapi aku gak bolehin karena itu bukan uangku Ibu malah marah-marah bahkan tidak menganggapku menantunya dan tidak boleh datang ke rumahnya lagi. Itu uang Kak Darren untuk bangun rumah serta untuk dia menikah. Aku bahkan gak berani memakainya," jelas Ains.


Ethan malah tidak tahu pasal itu, dia meminta Ains menunjukan semua tabungan Darren yang dipegang Ainsley. Ains menunjukkan semuanya termasuk emas milik sang kakak. Ethan malah khawatir jika Ainsley memegang semua ini malah dimanfaatkan oleh orang lain.


"Kamu tidak bilang jika memegang uang dan emas sebanyak ini? Jika tiba-tiba dirampok bagaimana?"


"Lalu harus dikemanakan? Kan uangnya juga disimpan di bank."


"Lalu uang sebanyak ini mau digunakan apa? Darren tidak bilang apa-apa?"


Ains berpikir sejenak, sebenarnya untuk membangun rumah dan juga untuk pernikahan Darren. Ainsley malah hendak memberikan uang itu pada mantan kekasih Darren yang hendak dinikahi. Segitu polosnya Ains sampai membuat Ethan sangat heran.


"Ini uang Darren dan tidak ada sangkut pautnya dengan mantan pacarnya. Semua uang ini adalah hakmu karena keluarga Darren hanya kamu saja. Kamu harus simpan uang ini baik-baik dan aku salut pada pendirianmu karena tidak mau memberikan pada ibuku."

__ADS_1


"Tapi Kak Darren bilang jika semua uang ini bukan milik kami semua namun sebagian milik anak yatim piatu juga. Aku mau kasih ke mereka dulu supaya Kak Darren tenang dan senang di sana."


Ethan paham, ia akan membantu Ainsley memujudkan keinginan mendiang kakaknya tapi saat ini yang terpenting adalah mental Ains yang tadi sempat jatuh karena ulah ibu Ethan.


"Ini sudah sore, kita mandi dulu lalu makan. Nanti malam kita bertemu dengan ibu, kita tanya apa maksudnya bilang seperti itu padamu."


"Mas Ethan, sebenarnya Mas Ethan punya rumah gak sih? Ibu bilang jika rumah Mas Dirgam sebenarnya adalah rumah untuk Dokter Stella. Apa benar? Soalnya ibu bilang seperti itu."


Ethan menggelengkan kepalanya, dia menjelaskan jika rumah itu adalah miliknya sendiri untuk ditinggali dengan istrinya kelak. Ainsley lah yang beruntung mendapatkan hati Ethan dan bisa menikah dengannya.


"Jika ada waktu kita bisa berkunjung bersama di rumahku. Sebentar lagi pasti juga jadi itu rumah. Sabar ya!" pinta Ethan.


Mereka pun memutuskan untuk mandi bersama-sama, jangan ditanya melakukan apa saja karena mereka adalah pengantin baru. Ethan juga sudah berkonsultasi dengan Dokter Azam mengenai berhubungan **** saat tengah hamil muda. Dokter Azam menganjurkan jangan terlalu sering dan ganas karena rawan keguguran.


Mereka menyiram tubuh satu sama lain dan memakai sabun supaya lebih bersih. Perasaan Ainsley semakin membaik tatkala Ethan ada bersamanya. Sempat terpikir untuk kabur tapi apalah daya ia tak mungkin meninggalkan orang baik seperti Ethan. Ethan ada dibelakang Ains sambil menyusuri punggung mulus istrinya tersebut.


"Kamu tak perlu memikirkan hal lain karena aku akan terus ada untukmu. Keluargaku bukanlah penghalang dan kita bisa meminta restu mereka pelan-pelan."


Ainsley hanya mengangguk saja, dia memandang wajah Ethan dengan lekat lalu pria tampan itu menggigit bibir Ains dengan lembut. Ains mengikuti arah permainan Ethan sampai terbuai jauh ke dalam sana.


***


Malam hari.


Ethan tidak jadi ke rumah ibunya karena Ains tidak mau memperpanjang masalah namun Ethan esok akan menemui ibunya dan mempertanyakannya langsung.


Ains sudah terlelap sejak tadi karena mungkin saja kelelahan sementara Ethan hanya asyik bermain ponsel saja. Tiba-tiba Stella mengirimnya pesan sebuah permintaan maaf jika sudah menyakiti perasaan Ethan.


Stella:


[Ethan, semua ini terjadi begitu saja. Aku harus menikah dengannya karena paksaan orang tuaku. Aku juga tidak setuju dengan pernikahan ini namun aku harus menikah dengannya. Ethan, aku tahu kamu menikahi Ainsley hanya untuk membuatku cemburu 'kan? Aku tahu kamu masih cinta padaku dan bisa dilihat dari sorot matamu saat menatapku. Ethan, besok sepulang bekerja kita ke cafe favorit kita dulu ya? Aku ingin bernostalgia denganmu dan jangan sampai pasangan kita tahu.]


Tanpa berpikir panjang Ethan langsung memblokir nomor Stella.


...****************...


Hai Reader's! Stella gak tahu diri banget ya?...

__ADS_1


__ADS_2