
.......
...^^^.^^^...
.......
...TELAH LAHIR BUAH HATI DARI PASANGAN...
...Ainsley & Ethan ...
...Selasa, 08 November 2022 ...
...18.56 WIB...
Happy Reading!!!
Jangan lupa like, vote, hadiah, ini bab bonus ya buat hari ini.
.
.
.
6 bulan kemudian.
Hari pasca melahirkan sudah ditentukan dan bertepatan dengan hari ini, Ethan sudah menyiapkan berbagai peralatan yang diperlukan oleh sang istri selama di rumah sakit. Saat hamil besar pun tubuh Ainsley tidak berubah sama sekali, dia tetap kurus dengan perut yang membesar ke depan. Ainsley harus melakukan operasi caesar karena memiliki pinggul yang kecil sehingga tak memungkinkan untuk melahirkan normal.
"Ains, ayo berangkat ke rumah sakit!" ajak Ethan.
Ainsley menelan ludah, dia takut yang namanya operasi tapi mau tidak mau dia harus melakukannya. Ethan membawa tas di punggungnya sambil menggandeng sang istri turun dari apartemen. Mereka naik mobil milik mereka sendiri karena Ainsley membeli mobil murah menggunakan uang Darren. Mobil sangat penting untuk transportasi suaminya yang setiap hari berangkat bekerja. Ainsley kasian jika Ethan terus-terusan naik bus menuju ke rumah sakit.
"Mas, perutku berasa kencang sekali," ucap Ainsley sambil masuk ke dalam lift.
"Karena bayinya juga semakin besar. Kamu yang sabar ya, sebentar lagi bayi kita akan keluar," jawab Ethan.
Setelah sampai parkiran, mereka masuk ke dalam mobil. Benar saja perut Ainsley sudah keras sekali bahkan saat dibuat duduk sangat tidak nyaman. Ethan sudah ada di depan kemudi, dia menjalankan mobilnya sampai ke rumah sakit.
__ADS_1
"Sudah ada tanda kontraksi apa belum?" tanya Ethan.
Ainsley menggelengkan kepala.
"Tapi apa benar jika anak kita perempuan?" tanya Ainsley.
"Beberapa kali melakukan USG memang menunjukkan jenis kelamin perempuan."
Ainsley mengelus perutnya, dia tersenyum kecil karena anaknya adalah perempuan. Dia bisa mendadani putrinya serta mengajaknya memasak bersama sedangkan Ethan malah berdoa supaya laki-laki namun jika memang perempuan ia akan menerimanya dengan ikhlas.
Sesampainya di rumah sakit, mereka diarahkan suster masuk ke ruang operasi. Jantung Ethan berdegup dengan kencang tatkala ini pertama kalinya menemani sang istri untuk melahirkan. Mereka tinggal jauh dari orang tua maka mereka sebisa mungkin akan mengurus bayi mereka dengan baik secara otodidak.
Rencananya keluarga Ethan hendak datang kemari namun belum ada waktu yang tepat karena biaya tentu saja sangat besar dalam sekali perjalanan saja tapi ayah akan mengusahakan akan ke Rusia untuk mengunjungi cucu pertamanya.
Mereka sudah ada di ruang operasi dan hari ini Ethan mengambil cuti, dia mendapat cuti selama seminggu untuk mengurus bayinya. Tangan Ainsley mengenggam tangannya dengan erat, wajahnya menunjukkan ketakutannya.
"Mas Ethan, jika sampai Ains kenapa-napa..."
"Kamu dan bayi kita akan selamat semua. Jangan berpikiran yang aneh-aneh!"
Ainsley mencoba untuk berpikiran positif namun tetap saja takut, ia malah memikirkan Darren yang setelah operasi malah beberapa hari kemudian tidak bisa tertolong. Ainsley berkeringat dan Ethan dengan cepat mengelap keringatnya.
Di sisi lain.
Azam melamar Elina tiga bulan yang lalu di depan orang tuanya, Azam sangat serius pada Elina dan ingin menikahinya. Kemungkinan mereka akan menikah bulan depan dan sebelumnya Elina akan di bawa ke Kalimantan menemui orang tua Azam.
Suara mobil Azam terdengar, Elina melompat dari sofa lalu menghampirinya. Azam datang membawa banyak makanan dan tentunya pakaian bayi. Mereka akan ke Moskow bersama-sama untuk menjenguk keponakan mereka.
"Banyak banget?" tanya Elina.
"Iya, yang lain titipan teman-teman Ethan juga," jawab Azam.
Azam masuk ke dalam rumah, Elina tak menyangka akan menikah dengan mantan dokter kandungannya. Azam juga menerima Elina apa adanya dan tidak pernah mau membahas masa lalu calon istrinya. Azam duduk di sofa sementara Elina membuatkannya minuman.
"Teh seperti biasa 'kan?" tanya Elina.
"Iya, gulanya sedikit saja," jawab Azam.
Elina lekas membuatkannya lalu setelah itu memberikan pada Azam. Wajah Azam sangat tampan dengan otot dada yang menyembul jika memakai pakaian yang sedikit ketat. Azam duduk di samping pria tersebut dan memberikan contoh undangan pernikahan sebagai referensi.
"Kamu pilih saja yang paling kamu suka, aku nurut saja ," ucap Azam.
__ADS_1
"Tidak bisa dong. Kita harus sama-sama memilih karena ini adalah pernikahan kita," jawab Elina.
Mereka memilih bersama-sama lalu melihat ada yang menarik, Azam suka dengan desan satu ini apalagi Elina. Mereka menyimpan gambar tersebut dan akan membandingkan jika tahu ada desain yang sama bagusnya.
"Aku tidak sabar bertemu dengan keponakanku. Kira-kira wajahnya mirip siapa? Berani taruhan?" tanya Elina.
"Pasti mirip dengan ayah dan ibunya," jawab Azam.
Elina mencubit perut Azam dan dia malah meneruskan menggoda Azam sampai ayah datang dari luar. Elina langsung menjauh dari Azam sambil menelan ludahnya kasar.
"Azam datang?" tanya ayah berbasa-basi.
Azam bangun dari duduknya lalu mengecup tangan calon ayah mertuanya.
"Yasudah, ayah masuk ke dalam kamar dulu."
Setelah ayah masuk ke dalam kamar, Elina menghela nafasnya kasar. Untung saja sang ayah tidak marah dan tidak salah paham kepadanya. Kini mereka saling diam karena bingung mau membicarakan apa.
"Aku pulang dulu, ya?" ucap Azam.
"Jangan! Aku masih kangen kamu," jawab Elina.
Sonia yang lewat di depan mereka hanya memutar bola mata jengah. Elina sangat bucin pada Azam dan setiap hari bercerita tentang Azam tentang ini dan itu sampai Sonia merasa bosan.
***
Tangisan bayi menggema di ruangan operasi, Ains meneteskan air matanya saat mendengar suara anaknya untuk pertama kali. Jenis kelaminnya memang perempuan dan sangat cantik sekali. Ethan menyaksikan perjuangan sang istri selama di dalam ruangan ini sampai bayi mereka keluar dari perut sang ibu.
"Mas, putri kita."
"Dia sangat cantik sepertimu."
Ainsley menyusuinya sesuai arahan dokter, dia merasa geli saat putrinya sedang menyusu. Rasa bahagianya mencuat dan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
Beberapa saat kemudian setelah semuanya selesai, Ainsley dibawa ke ruang inap karena kondisinya sudah membaik. Bayinya masih di bawa suster untuk dimandikan. Ethan juga harus mengurus yang lain seperti ari-arinya. Di sana mereka tidak ada keluarga jadi memang harus mandiri.
Sebelumnya Ethan mengabari keluarganya jika Ainsley melahirkan bayi perempuan yang cantik. Mereka sangat antusias dan berjanji akan segera menjenguk mereka. Ethan juga mengirim foto bayinya ke mereka dan respon mereka tak kalah bahagia dari Ethan.
Setelah mengurus semuanya, Ethan kembali ke ruangan Ainsley. Dia melihat putrinya sudah ada di dalam ruangan bersama sang ibu. Dia terlelap dengan wajah imutnya.
"Mas mau menamai putri kita siapa?" tanya Ainsley.
__ADS_1
"Aurelle Azza Crystalline, semoga kamu juga suka dengan nama pemberian mas," jawab Ethan.
...****************...