Pernikahan Dingin Dokter Ethan

Pernikahan Dingin Dokter Ethan
Bab 43 Menengok Bayi


__ADS_3


Hai Hai Hai...


Apa kabar semua? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya, jangan lupa dukung penulis dengan like, fav,vote, hadiah, dan komentar!!!


Happy Reading ❤️


...----------------...


Malam hari yang dingin, Ethan tidur di sebelah Azam yang sudah terlelap. Sejak tadi pun pandangannya masih melihat ke arah ponselnya. Betapa rindunya Ethan sampai dia tidak sanggup untuk tidur dengan tenang, dia terus mengirim pesan beruntun pada sang istri tapi tidak ada balasan.


"Ains, kamu sedang apa di sana?" tanya Ethan.


Di sisi lain.


Ains, sang istri kesal dengan jaringan di desa kecil ini, gara-gara itu semua ia tidak bisa memberi kabar pada Ethan. Ainsley duduk di teras dengan merasakan dingin yang menyerang tubuhnya, Azura mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah namun dia tidak mau sebelum mendapat sinyal.


"Kamu bisa mengabarinya besok, sekarang masuk saja karena hawa semakin dingin dan akan membuat kamu sakit," ucap Azura.


"Mas Ethan pasti di sana khawatir," ucap Ainsley.


"Dia pasti bisa menunggu kabar darimu. Ayo masuk ke dalam dulu!"


Ainsley masuk ke dalam kamar tersebut, dia terus khawatir pada Ethan dan yakin jika sang suami di sana tidak enak. Setiap hari mereka berkomunikasi dan baru hari ini mereka tidak berkomunikasi. Ainsley merebahkan dirinya di atas tempat tidur yang hangat, dia menarik selimut sampai ke dadanya lalu memperhatikan langit-langit kamar.


"Yang penting kamu sudah mengabari Jasmine 'kan?" tanya Azura.


"Jasmine tau kok aku di sini," jawab Ainsley.


"Pasti Jasmine memberi tahu suamimu. Sudah kamu tidur saja!" pinta Azura.


Mendengar semua itu menjadi Ainsley agak lega, dia lalu bisa tidur dengan nyenyak di malam yang sudah sunyi tersebut. Di sisi lain Ethan masih sibuk memainkan ponselnya, dia berkirim pesan pada temannya yang ada di sana jika apartemen Ains kosong dan tidak ada orang di dalam. Ethan semakin panik saja, ia takut istrinya sampai kenapa-napa.


Kling...


Jasmine mengirim pesan pada Ethan, dia meminta maaf baru membalas pesan Ethan. Dirinya juga mengabarkan jika Ainsley berada di rumah Azura yang terdekat di sebuah desa di utara kota Moscow. Kemungkinan di sana tidak ada sinyal dan membuat Ainsley tidak bisa mengabari Ethan. Pria itu bisa mengehela nafas lega karena sudah mendapat kabar tersebut.

__ADS_1


Keesokan harinya.


Azam membangunkan Ethan karena hari sudah pagi dan mereka harus berangkat ke rumah sakit. Untung saja Ethan membawa pakaian kerjanya jadi bisa langsung mandi. Mereka memutuskan untuk berangkat bersama-sama ke rumah sakit dan sialnya ban mobil Ethan kempes sehingga harus merepotkan Azam lagi.


Di dalam mobil, Ethan memainkan ponselnya dan Ains belum membalas pesannya sama sekali.


Kemungkinan Ains-nya belum pulang dan belum bisa membalas pesannya. Dia juga mendapat rentetan pesan dari Ayah, beliau meminta maaf pada Ethan namun dokter tampan tersebut tidak mau menggubrisnya.


"Mau cari sarapan dulu?" tanya Azam.


"Boleh," jawab Ethan.


Azam menghentikan mobilnya di sebuah warung yang tak jauh dari rumah sakit, mereka masuk ke dalam sana dan rupanya ada Elina yang juga membeli sarapan. Elina memeluk Ethan dengan erat dan meminta sang kakak untuk pulang ke rumah.


"Kak, pulanglah! Kakak menginap di mana tadi malam?" tanya Elina.


"Di rumah teman," jawab Ethan sambil melepaskan pelukan Elina.


Elina memperhatikan Azam, Azam tersenyum manis seolah menyapanya dan dibalas dengan senyuman juga oleh Elina. Mereka lantas makan bersama-sama, Elina bercerita hendak berangkat menemui kliennnya namun malah dia ingin makan di sini. Elina adalah tipe orang yang cerewet dan Ethan kebalikannya jadi Elina terus berbicara saat makan sementara Ethan hanya menjadi pendengar yang baik.


"Begitulah, aku pun juga merasa lelah," ucap Elina.


"Oh ya bagaimana dengan Kak Ains? Sudah mengabari kakak?"


Ethan menggelengkan kepalanya. "Belum, tapi aku sudah tahu di mana dia berada dan aku sudah lega."


Pucuk dicinta ulam pun tiba, Ainsley—sang isteri menelponnya membuat Ethan sangat girang. Ethan keluar dari warung tersebut dan menerima telpon dari Ainsley.


"Halo, Ains? Kamu di mana saja?" tanya Ethan sangat senang sekali.


"Mas, aku kemarin ada di rumah Azura? Ingat Kak Azur 'kan? Dia suster di rumah sakit tempat kalian bekerja." jawab Ains.


"lya tahu. Kenapa tidak mengabariku sebelumnya? Jasmine saja mengabari mas saat malam. Seharian mas mikirin kamu," ucap Ethan.


"Maaf, Mas. Aku yang salah karena membuat Mas Ethan khawatir.


Mereka lalu berbincang seperti biasa, rasa rindu mereka sangat menggebu-gebu bahkan mendengar suara saja sudah membuat mereka ingin bertemu. Ethan akan mengusahakan untuk ke Rusia secepatnya demi Ains.

__ADS_1


Di sisi lain.


Azam dan Elina terdiam menikmati makanan masing-masing, mereka tentu saja sangat canggung. Untung saja Ethan cepat datang dan menyaksikan kecanggungan mereka. Jika Elina tidak hamil pasti ia comblangkan dengan Azam namun masalahnya Elina sedang hamil dan tidak mungkin Ethan menjodohkan mereka.


"Kak, bayarin ya? Klienku sudah sampai," ucap Elina.


"Oke, hati-hati."


***


2 minggu kemudian.


Ethan sudah mengurus surat pengunduran dirinya walau memerlukan waktu yang cukup lama. Dia saat ini masih bekerja dan akan benar-benar berhenti lusa. Untung saja ada dokter penggantinya sehingga rumah sakit tidak mengulur waktu dalam pengunduran dirinya.


Berbagai dokumen sudah dia persiapkan dengan baik, selama ini juga dia tak pulang ke rumah orang tuanya karena sudah malas dengan sang Ayah. Ayah terus mengajak Ethan untuk bertemu namun sang anak tidak mau dan justru menghindar.


Ethan mengirim pesan pada Ains supaya mempersiapkan diri dengan kedatangannya lusa dan dia juga menyuruh Ains untuk menguatkan staminanya karena Ethan akan meminta jatah yang selama ini tidak ia dapatkan.


Ethan : Kamu tidak boleh loyo saat aku sudah sampai di sana. Aku ingin 5 ronde.


Ainsley : Beneran mau ke sini? Gak bohong?


Ethan : Tentu saja, aku juga rindu dengan anakku yang ada di perutmu dan aku akan mengunjunginya.


Ainsley : Caranya gimana? Kan bayi kita masih di dalam perut.


Ethan : Kamu terlalu polos istriku, jika sudah bertemu aku akan memberitahu cara bertemu dengan bayi kita lebih tepatnya aku yang akan bertemu dengan bayi kita. Mas kerja dulu ya.


Ainsley menggaruk kepalanya, dia lalu bertanya pada Jasmine bagaimana cara Ethan akan bertemu dengan bayinya yang masih di dalam perut. Jasmine tersenyum kecil, dia sangat gemas dengan pertanyaan sahabatnya yang sangat kocak serta random tersebut.


"Kamu dan Ethan itu suami istri lalu pastinya kalian akan melakukan hubungan seksual. Maksud Ethan seperti itu cara bertemu dengan anak kalian," ucap Jasmine.


"Lalu gimana cara bertemu dengan anakku yang ada di dalam perut?" tanya Ains masih tidak paham.


Jasmine menepuk jidatnya sendiri karena Ainsley masih tak paham juga.


...****************...

__ADS_1


Lah, Ains Ains ...Kok polos banget ya?


__ADS_2