Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 21


__ADS_3

Daffa sudah hampir sampai di rumah sakit terdekat. saat sudah sampai, Daffa mengendong Kania dan membawa nya masuk ke dalam rumah sakit.


" dokter, perawat, tolong " teriak Daffa meminta tolong.


beberapa perawat yang mendengar teriakkan Daffa segera menghampiri nya.


" kenapa mas?! " tanya salah seorang perawat kepada Daffa


" tolong, dia tertabrak " balas Daffa


" sus, tolong bawakan brankar! " perintah perawat tadi.


" baik " balas beberapa perawat pergi mengambil brankar


para perawat kembali dengan membawa brankar. Daffa dengan segera menaruh Kania di atas brankar. setelah posisi nya sudah benar, barulah brankar tersebut di dorong.


" tolong selamatkan Nia ku " mohon Daffa saat hendak masuk ke dalam ruang ICU kepada dokter yang akan menangani Kania.


" baik, kami akan mengusahakan nya. sementara menunggu, tolong isi formulir pasien nya " suruh dokter tersebut.


" baiklah " balas Daffa lemas.


Daffa berjalan melewati lorong rumah sakit menuju tempat pendaftaran formulir pasien. setelah mengisi formulir pendaftaran, Daffa berjalan kembali menuju ruang dimana Kania berada.


kriingg... kriingg...


suara ponsel Daffa berbunyi, menandakan ada panggilan masuk ke dalam ponsel nya. Daffa mengeluarkan ponsel nya, ia mendapatkan panggilan telpon dari mamah nya. Daffa menarik tombol berwarna hijau ke atas dan mengucapkan salam.


" assalamu'alaikum mah "


" waalaikumsalam, Daffa kamu di mana? kenapa belum pulang juga? ini sudah hampir maghrib sayang " ucap Kirana dari balik telpon


" Daffa lagi di rumah sakit mah... " balas Daffa dengan lemas


" rumah sakit?! siapa yang sakit? kamu? atau Nia? " tanya Kirana cemas


" bukan Daffa, tapi Nia " balas Daffa yang mengingat kejadian tadi dan Daffa langsung menangis


" bilang sama mamah! Nia kenapa


Daffa?!! " teriak Kirana dari balik telpon


" Nia... Nia... " ucap Daffa makin terisak


" jawab Daffa!!! " desak Kirana


" Nia kecelakaan mah... gara gara Daffa " balas Daffa menyalakan diri nya


" astaghfirullah... kenapa bisa? mamah dan yang lain akan kesana. kirim alamat rumah sakit nya! " suruh Kirana


" iya mah... " balas Daffa masih dengan tangis nya


" ya udah kamu jaga diri kamu baik-baik. mamah dan yang lain akan kesana. assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam " balas Daffa seraya menutup panggilan nya.


....................


kedua keluarga sedang berlari di dalam rumah sakit menuju resepsionis.


" permisi mba, pasien kecelakaan bernama Kania Fellyta sekarang ada dimana ya?! " tanya Husein dengan cemas

__ADS_1


" pasien sudah dipindahkan ke ruang perawatan yang berada di lantai 2 ruang nomor 74 " balas nya


" makasih mba "


setelah mendapat jawaban, mereka segera menuju tempat tersebut.


saat sudah sampai di depan ruangan, keluar dokter muda dari dalam ruang tersebut. dokter yang heran segera bertanya


" maaf, bapak ibu siapa? dan mau apa? " tanya dokter muda tersebut


" Angga... " ucap Revan terkejut. dokter tersebut tak asing dengan suara orang yang memanggil nya dan mencari orang yang memanggil nya. Revan maju ke depan untuk memastikan bahwa dia adalah Angga, teman semasa SMA nya.


" wah Revan... apa kabar bro " sapa nya kepada Revan seraya merangkul pundak nya.


" baik, Alhamdulillah. lu sendiri? " tanya Revan balik


" seperti yang lu lihat, gua juga baik baik aja. oh ya ngomong ngomong lu ada urusan apa datang kemari " tanya Angga


" apakah nama pasien di dalam adalah Kania Fellyta? " tanya Revan memastikan


" iya, ada apa memangnya? " tanya nya balik. Fira dan Husein yang mendengar nya segera masuk. lalu akan disusul oleh Kirana, Fahriz dan keluarganya yang lain.


" mohon maaf pak, bu, pasien belum sadarkan diri. karena takut pasien tidak bisa beristirahat total, jadi jika ingin menjenguk, bapak dan ibu bisa bergantian dengan yang di


dalam " cegah dokter Angga kepada Kirana dan Fahriz yang berada di depan.


" oh gitu ya dok? baiklah kita gantian masuk nya " suruh Fahriz


" terima kasih karena sudah mengerti " ucap Angga berterima kasih


" Van, memangnya yang di dalam itu


siapa? " tanya Angga


" Ya ampun, itu Nia? udah besar ya... semoga cepet sembuh buat adek lu ya " ucap Angga


" ya iyalah masa adek gua gak besar


besar " gerutu Revan


" and thanks ya... ternyata lu yang nanganin adek gua "


" iya, santai bro. ngomong ngomong, anak cowok yang di dalam itu siapa? " tanya Angga


" ah... itu... " balas Revan bingung harus bicara apa.


" udah, ke ruangan gua aja " ucap Angga menepuk pundak Revan


" ah... iya " balas Revan mengikuti nya dari belakang.


di dalam ruangan dokter Angga


" dah, cerita aja. gua lagi gak ada pasien, jadi gak bakal ada yang dengar " ucap Angga


" orang itu siapa? " tanya Angga


" cowok nya Nia... "


" oh pacar nya, kenapa gak bilang langsung aja sih? tapi kenapa adek lu boleh pacaran? setau gua, orang tua lu gak pernah ngizinin pacaran. dulu sewaktu SMA aja, banyak cewek cewek yang ngejar lu, tapi semua nya lu tolak karena perintah orang tua lu " ucap Angga mengingat masa lalu mereka.


" Angga, bukan pacar yang gua maksud, dia suami nya " ucap Revan membenarkan

__ADS_1


" hah!!! yang bener lu? adek lu udah nikah? bukan nya dia masih sekolah ya? " ucap Angga terkejut


" iya, memang masih sekolah " ucap Revan


" terus kok udah nikah? adek lu hamil


duluan? " tanya Angga


" ngaco lu, adek gua gak pernah kayak


gitu " elak Revan


" terus? "


" adek gua di jodohin sama ayah gua " ucap Revan jujur


" kalau di jodohin kan bisa nanti nanti nikah nya, kenapa langsung di nikahin? kenapa gak nunggu adek lu lulus sekolah? " tanya Angga masih bingung


" entahlah, gua gak tau. orang tua cowok itu yang mendesak Nia untuk segera menikah dengan anak mereka " balas Revan seadanya kerena memang Revan tidak di beritahu kebenaran nya.


" ya udah, jenguk sana adek lu! " suruh Angga


" ya, gua cabut ya bro " pamit Revan dan di balas anggukan oleh dokter Angga setelah itu baru Revan keluar ruangan Angga


....................


2 hari kemudian


pagi hari di sekolah SMA AULIA SCHOOL


" Nia kemana ya? gak ada kabar. terakhir kali ketemu Nia waktu di mall " murung Indah. sebenarnya, Kania kecelakaan belum ada yang mengetahui nya di sekolah kecuali Daffa. mungkin Daffa ataupun keluarga nya lupa untuk meminta izin ke sekolah apa alasan Kania tidak masuk ke sekolah selama dua hari.


" dan dia di bawa pergi sama orang asing. udah kita cari ke seluruh mall juga gak ada. sebenarnya siapa sih yang bawa Nia


pergi? " lanjut Aina


" Ya Allah, di manapun Nia berada semoga dia dalam keadaan baik baik saja " ucap Kiara berdoa


" aamiin... " ucap teman teman Kania serempak


teman teman Kania tampak tak ada yang bersemangat selama dua hari terakhir karena ketidak hadiran Kania di sekolah nya. entah apa yang selalu Kania lakukan kepada teman teman nya sehingga tanpa kehadiran nya Kania membuat semua teman nya murung.


jam setengah 9 pagi, para KM(Ketua Murid) kelas 12 disuruh berkumpul ke ruang guru untuk membahas acara perpisahan yang akan dilaksanakan setelah UN selesai. para ketua kelas di berikan formulir untuk dibagikan kembali kepada murid murid untuk meminta pendapat dari mereka tempat yang bagus untuk mengadakan perpisahan. jika sekolah yang memutuskan, takutnya murid murid tidak suka jadi nya murid sendiri lah yang memutuskan akan pergi kemana.


saat Daffa sudah duduk di bangku, Rayhan baru saja memasuki ruangan nya.


" kok Rayhan? Nia kemana? " tanya bu Dian selaku wakil kepala sekolah yang hubungan nya dengan Kania lumayan dekat karena kepintaran nya dan juga kebaikan nya kepada semua orang.


" iya bu. Nia tidak ada kabar selama dua hari ini. entah kemana, di hubungi juga tidak aktif ponsel nya "


" terakhir waktu hari minggu melihat nya, saya makan bersama dia dan teman teman nya di sebuah restoran di mall. belum selesai dia menghabiskan makanan nya, dia di tarik paksa oleh orang asing. lalu setelah itu tak ada kabar nya lagi " ucap Rayhan panjang lebar


" keluarga nya gak menghubungi? " tanya bu Dian


" oh iya, lupa ngasih kabar Nia " batin Daffa


" belum bu " balas Rayhan


" ya udah kalau gitu. nih, bagikan formulir ini kepada murid kelas kalian ya... " suruh bu Dian seraya membagikan setumpuk kertas putih kepada seluruh ketua kelas 12.


.....................

__ADS_1


yakin gak mau nge- vote nih???🤔


__ADS_2