Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 28


__ADS_3

hari senin pagi Kania bangun dari tidur nya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mandi dan selesai mandi ia sholat. selesai sholat Kania menuju dapur untuk membuat sarapan.


Daffa keluar dari kamar nya yang masih menggunakan pakaian tidur nya menuju dapur. Daffa duduk di meja makan memperhatikan Kania yang sedang menaruh makanan yang sudah matang di atas piring saji. Kania berjalan menghampiri meja makan untuk menaruh masakan yang telah ia masak. tapi Kania di kejutkan oleh Daffa yang masih memakai pakaian tidur nya.


" kak, lu belum mandi? " tanya Kania


" gua baru bangun langsung sholat. pas mau mandi gua nyium wangi masakan lu, jadi nya gua turun deh untuk makan "


" kalau gitu lu belum boleh makan " cegah Kania


" gua laper "


" tapi lu belum mandi "


" nanti aja, sekarang gua laper "


" tapi gak boleh "


" dek! " kesal Daffa


" apa? "


" gua laper "


" mandi dulu baru boleh makan " jelas Kania


" tapi udah jam 6 lewat. ntar gua gak keburu untuk makan "


" keburu kok. dah sana mandi dulu " suruh Kania


" iya-iya... " balas Daffa pasrah


akhir nya Daffa mandi karena paksaan Kania padahal diri nya ingin makan terlebih dahulu. Kania memasukkan masakan nya ke dalam kotak bekal untuk Daffa nanti nya agar ia bisa makan di perjalanan menuju sekolah nya karena Kania tau kalau Daffa tidak akan keburu jika makan di rumah. dan sisa makanan nya ia berikan kepada mbak Jum, mang Redo dan mang Edi untuk ikut sarapan.


" mau ngapain kak? " tanya Kania yang melihat Daffa sudah rapih berjalan menuju meja makan


" mau makan lah, gua laper " balas Daffa tak tahan


" udah jam 06.20 kak, ntar terlambat " suruh Kania


" tapi gua laper " rengek Daffa


" ya udah makan aja " balas Kania seraya tersenyum karena kotak makan nya ada di dalam tas sekolah nya.


Daffa menghampiri meja makan dan membuka tudung saji. alangkah terkejut nya Daffa karena masakan yang Kania masak telag habis.


" Nia... " teriak Daffa kepada Kania


" apa... " balas Kania ikutan teriak karena jarak antara diri nya yang berada di ruang tamu untuk memakai sepatu sekolah nya dengan Daffa yang berada di ruang makan.


" mana makanan buat gua? " tanya Daffa menghampiri Kania


" udah habis tadi gua Kasih ke mbak Jum, mang Redo dan mang Edi " balas Kania yang tetap memakai sepatu nya.


" lu tau gua laper? "


" tau "

__ADS_1


" terus kenapa di habisin? "


" gak apa apa biar gak mubazir. udahlah gua mau berangkat cepet ambil tas lu "


" tapi gua laper Nia... " rengek Daffa


" cepet kak ntar terlambat " suruh Kania mengalihkan pembicaraan


Daffa dengan kesal berjalan mengambil tas nya lalu mencari kunci mobil nya. Daffa mencari kemana mana tapi tak menemukan juga kunci mobil nya yang ia temukan hanya kunci mobil Kania. Daffa pun mengambil kunci mobil Kania seraya berjalan menuju garasi apakah mobil Kania masih terparkir di dalam garasi. dan benar dugaan Daffa kalau mobil Kania masih terparkir di dalam garasi. kalau begitu Kania lah yang mengambil kunci mobil nya Daffa.


Daffa berjalan kembali menuju halaman rumah nya melewati pintu keluar yang ada di garasi mobil. Daffa mendengar suara mobil menyala dan ia menghampiri sumber suara tersebut. Daffa menemukan mobil nya yang sudah siap untuk di jalan kan.


" cepet masuk! " suruh Kania yang seraya membuka kaca mobil belakang


" ngapain lu naik mobil gua? "


" udah cepet masuk! "


" gak mau. naik mobil sendiri sana! " usir Daffa


" oh gak mau. ya udah mang ayo jalan " suruh Kania kepada mang Redo yang sudah siap di bangku kemudi


" eh jangan. ini mobil gua! "


" ya udah cepet masuk keburu telat. ini hari senin kalau terlambat di hukum hormat bendera selama satu jam pelajaran "


" gua tau "


" ayo cepet masuk "


" ya udah gua masuk! " pasrah Daffa seraya membuka pintu mobil depan.


" terserah lu aja lah! " balas Daffa kesal dan lebih baik menurut daripada memperpanjang masalah. saat Daffa membuka pintu mobil bagian belakang, dengan segera Kania menggeserkan tubuh nya agar Daffa bisa duduk di sebelah nya.


" ayo jalan mang " suruh Kania kepada Daffa


" iya non " balas mang Redo seraya menjalankan mobil nya


" nih " ucap Kania memberikan kotak bekal dari dalam tas nya kepada Daffa


" apa itu? " tanya Daffa enggan menerima nya.


" lu laper kan? "


" laper pake banget "


" ya udah di ambil " suruh Kania dan Daffa menerima nya. saat di buka Daffa tampak senang karena masih ada makanan padahal niat nya ingin membeli nya di kantin sekolah.


" kata nya udah habis? " tanya Daffa


" udah di makan aja " suruh Kania seraya mengambil ponsel nya lalu ia memainkan nya. Daffa membalas dengan anggukan kepala nya.


baru separuh perjalanan menuju sekolah Daffa-Kania, tiba tiba mobil nya berhenti.


" kok berhenti mang? " tanya Kania sedangkan Daffa masih berkutat pada makanan nya.


" bentar ya non, den " pamit mang Redo untuk melihat apa yang menyebabkan mobil nya berhenti.

__ADS_1


" ban mobil nya ke tusuk paku den " ucap mang Redo yang baru saja mengecek keadaan mobil


" sebentar lagi masuk " Daffa mengecek jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 06.40 yang artinya 20 menit lagi gerbang sekolah mereka akan tutup.


" gimana nih? " tanya Kania


" naik angkutan umum aja "


" ya udah "


" mang, kita naik angkutan umum aja. ntar Daffa hubungi orang untuk mengangkut mobil ini. mang Redo tungguin aja ya " suruh Daffa


" oke. maaf ya "


" bukan salah mang Redo kok " balas Kania


akhirnya Daffa-Kania berangkat menuju sekolah menggunakan angkutan umum. Daffa dan Kania duduk di angkutan umum dan saling bersebrangan. tak lama ada bapak bapak masuk ke dalam angkutan umum tersebut dan langsung duduk di sebelah Kania. tak lama bapak bapak yang baru masuk tadi menggeserkan tubuh nya ke arah Kania. Kania pun ikut menggeserkan tubuh nya untuk menjaga jarak dari bapak tersebut. tapi bapak bapak itu semakin menggeserkan tubuh nya hingga Kania terpojok di ujung angkutan umum. Daffa yang berada di depan Kania menjadi kesal karena tingkah bapak bapak itu.


" Nia sini " suruh Daffa seraya menepuk nepukkan tempat kosong yang berada di sebelah nya.


" gak bisa " balas Kania yang memang posisi nya sudah terpojok.


" sini " Daffa menarik tangan Kania pelan


" kan udah di bilang gak bisa ngapain maksa! duduk disini juga gak apa apa " ucap bapak bapak yang memojokkan Kania


" oh gak bisa ya pak? " tanya Daffa


" gak bisa lah " balas bapak bapak itu


" ya udah kalau gak bisa saya aja yang pindah tempat " ucap Daffa seraya memindahkan duduk nya di sebelah Kania. akan tetapi bapak bapak itu tetap saja tidak mau pindah dari tempat nya. karena bapak itu tidak mau memberikan tempat juga akhirnya Daffa menduduki bapak bapak itu. bapak itu pun mengalah dan memberikan tempat agar Daffa bisa duduk. Kania yang melihat kelakuan Daffa menduduki bapak bapak itu menjadi sedikit tertawa.


" pak berhenti di sekolah depan ya pak " ucap Daffa kepada supir angkutan umum yang ia dan Kania naiki. orang orang yang ada di dalam angkutan umum melirik ke arah Daffa dengan tatapan aneh karena yang sekolah di situ adalah anak dari kalangan atas yang rata rata mempunyai kendaraan pribadi. sedangkan Daffa? sekarang ia menaiki angkutan umum maka dari itu kebanyakan orang menatap nya dengan tatapan aneh akan tetapi Daffa tidak mempedulikan nya.


" siap " balas supir angkutan umum tersebut. tak lama angkutan umum itu berhenti. Daffa dan Kania keluar dari dalam angkutan umum itu.


Daffa mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dan memberikan nya kepada supir angkutan umum itu seraya berkata " dua orang pak "


supir angkutan umum itu terdiam membuat Daffa heran. " kenapa pak? kurang ya? " tanya Daffa


" nggak dek, malah kebanyakan. saya belum ada uang kembalian dek. gak ada uang recehan aja? " tanya supir angkutan umum


" gak ada, itu yang paling kecil. ya udah buat bapak nya aja " balas Daffa


" beneran dek? " tanya supir angkutan umum tersebut untuk memastikan. Daffa mengangguk seraya tersenyum kepada supir angkutan umum itu.


" makasih ya " ucap supir angkutan umum itu seraya menjalankan kembali angkutan umum nya.


" kak " panggil Kania. Daffa menoleh ke arah Kania.


" salim " ucap Kania seraya mengulurkan tangan nya. Daffa yang bingung dengan sikap Kania menurut saja dan memberikan tangan nya. Kania menyalimi Daffa dan...


cup


Kania mencium pipi kanan Daffa.


" mumpung gak ada orang. makasih untuk yang tadi ya " ucap Kania tersenyum manis seraya mendahului Daffa untuk masuk ke dalam gedung sekolah.

__ADS_1


Daffa mematung saat Kania mencium pipi nya. Daffa memegang pipi nya yang dicium oleh Kania seraya tersenyum. tak menyangka kalau Kania akan mencium nya. entah apa ini nama nya, yang jelas saat ini Daffa merasakan detak jantung nya yang sedang berpacu sangat cepat dari biasa nya.


__ADS_2