
" Mas, jangan ngambek dong... " pinta Kania karena Daffa dari tadi mendiami nya.
Setelah teman teman Kania pulang, Kania menunggu Daffa yang akan pulang dari kuliah nya. Kemudian saat Daffa pulang, dia melewati Kania begitu saja dan langsung masuk ke dalam kamar. Kania menghampiri Daffa untuk mengajak nya makan malam, saat itu Daffa keluar dan makan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
" Mas... " rayu Kania. Lagi lagi Daffa mendiami nya.
" Mas, itu kan bukan salah aku. Aku gak nyuruh mereka untuk kesini, kok "
" Iya, kayak jailangkung " gerutu Daffa.
" Mas, ih... Jangan kayak gitu. Mereka temen aku, tau " ucap Kania tak terima.
" ..... " Daffa tak menjawab kembali. Kania kesal dengan sikap Daffa yang mendiami nya dari tadi.
" *Kalo di bolehin, dia masih marah, gak, ya?" batin Kania.
" Ih... Tapi malu " Kania membatin kembali seraya menutup wajah nya dengan telapak tangan nya.
" Gak papa, lah... Udah nikah, kok " batin Kania kembali seraya berjalan menuju Kamar mandi*.
Tak lama Kania memberanikan diri untuk keluar dari dalam kamar mandi tanpa menggunakan kerudung dan hanya menggunakan t-shirt berlengan pendek beserta hot pants. Pakaian tidur nya yang selalu ia kenakan sebelum menikah dengan Daffa.
" Mas... " panggil Kania pelan. Kania menunduk dalam dalam karena malu.
Daffa tak menoleh ataupun menggubris panggilan dari Kania. Daffa tetap fokus pada laptop yang berada di depan nya.
" Mas, kalo gak nengok aku ganti lagi, ya?! " ancam Kania. Daffa pun menurut dan menoleh ke arah Kania.
Daffa terpaku melihat Kania pertama kali tak menggunakan kerudung nya. Rambut lurus nan panjang yang menjuntai ke bawah, rapih dan wangi yang menyeruak indra penciuman Daffa. Daffa sangat terpesona dengan penampilan baru Kania.
Daffa tersadar lalu buru buru ia membalikkan kepala nya kembali. " Ngapain, kamu? Sana pake baju yang kayak biasa! " suruh Daffa tak menatap Kania.
" Kenapa? Kamu gak mau? Ya udah " Kania berbalik dan berniat mengganti baju nya.
Tangan Kania di tahan oleh Daffa. " Apa lagi? Kamu gak mau, kan? " tanya Kania.
" Boleh? " izin Daffa.
Kania menunduk. " Mas, ih. Aku udah berani-in pake baju ini di depan kamu, tapi kamu pake izin segala " kesal Kania.
Daffa tersenyum. " Makasih, sayang "
Malam itu, Kania memberikan sepenuh nya hak Daffa.
__________
SEBULAN KEMUDIAN.
__ADS_1
Seperti biasa, pagi hari Kania melakukan aktivitas rumah nya yang di bantu oleh Mbak Jum. Sedangkan Daffa, ia di suruh oleh Papah nya untuk membantu beberapa pekerjaan di perusahaan utama milik keluarga nya dan akan kuliah siang hari.
Ting... tong...
Bel rumah Daffa-Kania di tekan dari luar, menandakan ada yang datang bertamu ke rumah mereka.
" Sebentar ya, non, saya buka-kan pintu nya" ucap Mbak Jum hendak menuju pintu.
" Gak usah, Mbak, Nia aja yang buka "
" Iya, non "
Kania berjalan menuju pintu masuk rumah mereka. Kania terkejut saat membuka pintu nya.
" Ayah, Mas Revan " ucap Kania terkejut.
" Ayo masuk, Yah, Mas " suruh Kania.
" Gak usah, dek. Ayo kita pergi " tolak Revan seraya menahan tangan Kania yang hendak masuk ke dalam rumahnya.
" Pergi? Kemana? "
" Nia, ayo ikut Ayah " sekarang Husein menyuruh nya.
" Kemana, sih, Yah, Mas? " tanya Kania semakin heran.
" Ya udah, Nia izin sama Mas Daffa dulu " ucap Kania.
" Ayah udah bilang ke Daffa tadi " ucap Husein berbohong.
" Ya udah, Nia ambil hoodie sama hp Nia, dulu. Tunggu ya "
" Gak usah, Nia. Jangan bawa apa apa. Ayo ikut kita! " desak Revan.
" Kenapa sih? " Kania makin tak mengerti.
" Ayo, dek, cepet " Revan menarik tangan Kania menuju mobil yang mereka bawa.
" Mau kemana, sih, Yah? Kok buru buru banget? " tanya Kania makin di buat heran dengan sikap kedua nya.
" ..... " tak ada yang menjawab pertanyaan Kania.
Tak lama mobil yang mereka bawa berhenti di perusahaan keluarga Kania.
" Ayah, kenapa kita kesini? " tanya Kania.
" Ikut aja " suruh Revan.
__ADS_1
Kania menurut. Kania terus mengikuti sang Ayah dan Revan berjalan memasuki perusahaan keluarga nya. Tepat di belakang mereka terdapat banyak bodyguard berpakaian serba hitam yang membuat Kania semakin heran serta takut. Banyak orang orang menunduk hormat kepada mereka.
" Yah, kenapa ada mereka? " tanya Kania pelan kepada Ayah nya. Lagi lagi Ayah nya tak menjawab pertanyaan Kania.
Tepat saat mereka berada di gedung paling atas, di depan mereka terdapat Fahriz dengan beberapa bodyguard di belakang nya.
" Papah... " ucap Kania sedikit terkejut karena melihat mertua nya berada di depan nya saat ini.
" Husein, kemarikan dia. Sekarang dia milik Daffa, milik keluarga ku!! " teriak Fahriz.
" Tahan mereka, jangan sampai mereka membawa Nia " suruh Husein kepada para bodyguard.
" Maksud Ayah apa-an,sih? Kok di tahan? "
" Nia, ayo kesini. Daffa nyari-in kamu " ajak Fahriz.
" Kata nya udah izin? " tanya Kania.
" Belum Nia, mereka bohong "
" Fahriz, ku ingat kan jangan pernah mempermainkan putri ku! Pergi kau dari hadapan ku!! " teriak Husein.
" Maksudnya apa, Yah? " Kania tak mengerti.
" Bawa adik mu ke dalam helikopter. Ayah akan menyusul setelah berbicara pada nya" suruh Husein.
" Iya, Yah. Ayo dek " Tahan menarik tangan Kania dan memasukkan nya ke dalam helikopter milik keluarga mereka.
" Tunggu. Maksud nya apa? Aku gak ngerti, tolong jelasin ke aku "
" Akan Mas ceritakan nanti " ucap Revan. Revan dan Kania memasuki helikopter.
" Fahriz, ingat ini. Kau beserta keluarga mu tak akan pernah menemukan keluarga ku kembali. Cukup sampai sini permainan yang selama ini kau buat. Keluarga ku tak akan menemui keluarga kalian kembali. CAMKAN ITU!!! " peringat Husein.
" Tidak, aku pasti akan mencari nya. Permainan ku belum selesai. Dan ingat, aku tak akan melepaskan keluarga kalian apalagi Kania dengan mudah. Akan ku cari kalian sampai ke ujung dunia sekalipun!!! " ancam Fahriz.
" Terserah aku mau berkata seperti apa, yang jelas, aku tak akan membiarkan itu terjadi untuk yang kedua kali nya " ucap Husein meninggalkan Fahriz yang di ikat oleh beberapa bodyguard nya.
" HUSEIN!!! " teriak Fahriz kesal.
" Biarkan saja. Ayo berangkat " suruh Husein. Helikopter itu pun terbang sesuai arahan nya.
__________
**KENAPA ALUR NYA AKU CEPETIN? SOALNYA MAU AKU SELESAI-IN NOVEL INI ATAU LEBIH TEPAT NYA AKU BIKIN "THE END"
SIAP2 RAHASIA NYA BENTAR LAGI KE BONGKAR~
__ADS_1
TINGGAL JEJAK TEMAN2😁😉**