
"Assalamualaikum Mah, Daffa dateng" ucap Daffa setelah sampai di dalam ruangan Kirana.
Mendengar suara panggilan dari anak semata wayangnya, Kirana perlahan membuka matanya dan mencari sosok yang ia rindukan selama tiga bulan ini.
"Daffa ...." Lirih Kirana dengan tangisnya.
"Syuut .... Mamah jangan nangis ya? Daffa bakal disini terus sama Mamah 'kok" ucap Daffa memeluk erat tubuh Kirana.
"Maaf-in Daffa karena baru jenguk Mamah. Daffa gak tau kalau Mamah sakit. Maaf-in Daffa, Mah ...." Lirih Daffa.
"Kamu gak salah, sayang. Yang kamu lakukan itu udah benar. Papah kamu tega melakukan semua itu kepada kamu dan Kania, bahkan Mamah tak pernah tau tentang rencana itu" balas Kirana mengusap pelan pipi Daffa.
"Mamah gak tau?!" tanya Daffa terkejut. Kirana menggeleng sebagai jawaban.
"Emm .... Ya udah, sekarang Mamah makan, ya? Biar gak sakit lagi, gak enak kalau kayak gini terus 'kan?" Ucap Daffa seraya mengambil makanan di atas nakas yang belum disentuh sama sekali.
"Nia dimana, Daffa?" ucap Kirana.
"Ni-nia belum ketemu sama Daffa. Daffa udah lacak dia di seluruh Indonesia bahkan luar negeri, tapi percuma, Daffa gak nemu sama sekali jejak Nia" balas Daffa menunduk.
"Mamah makan, ya? Kalau Mamah udah sembuh kita akan cari Nia sama-sama dan akan tinggal bersama lagi, ya?" bujuk Daffa.
"Mamah mau masti-in menantu Mamah dalam keadaan baik-baik saja sekarang. Bawa Mamah untuk menemui Kania, Daffa" pinta Kirana.
"Iya Mah, iya. Tapi Mamah harus sembuh dulu, oke? Mamah makan, ya?" Ucap Daffa. Akhirnya Kirana pasrah dan mengangguk mengiyakan permintaan Daffa.
"Kamu harus bawa menantu Mamah kembali, janji?" Tanya Kirana di sela-sela makannya.
"Iya Mah, pasti"
Fahriz tersenyum melihat keduanya dari balik jendela kaca ruangan tersebut. Ia merasa bodoh dengan perilakunya yang membuat keluarganya marah kepadanya.
__________
Dua bulan sudah berlalu, kondisi Kirana sudah benar-benar pulih kembali, ia dapat melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Daffa juga sudah pindah kerja di perusahaan keluarganya kembali. Ia pun masih sama, yaitu mencari keberadaan Kania. Orang orang suruhan Fahriz-pun sudah di sebar ke seluruh dunia untuk mencari keberadaan Kania.
"Bagaimana, Pah? Orang suruhan Papah udah nemu Nia?" Tanya Daffa kepada Papahnya.
"Belum. Keluarga Kania sangat pandai menghapus jejak mereka sampai orang suruhan Papah sekalipun gak bisa nemu keberadaan mereka" balas Fahriz seadanya.
__ADS_1
Huft ....
Daffa menghela nafasnya, karena bingung harus pakai cara apalagi untuk mencari keberadaan Kania.
"Ya udah Pah, makasih. Kalau gitu Daffa mau berangkat kuliah dulu, ya? Assalamualaikum" pamit Daffa.
"Iya, Waalaikumsalam" balas Fahriz. Daffa berjalan meninggalkan perusahaan keluarganya dan berjalan menuju parkiran mobil untuk mengendarai mobilnya menuju kampus tempat ia kuliah.
Sesampainya di kampus Daffa langsung berjalan ke arah kelas mata kuliah nya hari ini.
"Daffa!" panggil seseorang.
Daffa berhenti berjalan dan kemudian berbalik mencari keberadaan orang yang memanggilnya.
"Kenapa Ga?" tanya Daffa kepada orang yang memanggilnya, ia adalah Arga.
"Lu ada waktu?" Tanya Arga.
"Gak ada. Waktu gue mepet banget, nih .... Sorry ya. Habis ini gue ketemuan ama lu, dah. Gue duluan ya" ucap Daffa meninggalkan Arga sendirian di koridor kampus.
"Oke. Di taman belakang kampus, ya?!" Teriak Arga.
"Iya ...." Daffa membalasnya dengan teriakkan juga.
__________
"Assalamualaikum, Ga. Maaf lama ya" ucap Daffa menghampiri Arga yang sudah lebih dahulu sampai di taman belakang kampusnya.
"Waalaikumsalam. Gak papa, santai aja, baru sebentar 'kok" balas Arga.
"Apa yang mau lu omongin?"
"Oh iya. Lu udah buka website perusahaan keluarga Kania?" tanya Arga yang ikut membantu mencari keberadaan Kania atas permintaan dari Daffa.
"Belum. Terakhir kali gue buka, gak aktif websitenya" balas Daffa seadanya.
"Kapan?"
"Udah lama"
"Belum buka lagi?"
__ADS_1
"Belum"
"Nih liat, beberapa hari yang lalu gue nemu website lain yang namanya gak beda jauh dari nama perusahaan keluarga Kania" ucap Arga seraya mengeluarkan laptopnya dan membuka salah satu website.
"Website itu baru mulai aktif dari pas Kania dibawa pergi oleh keluarganya. Perusahaan itu juga dari Indonesia, tapi paling aktif dicabang luar negeri, lebih tepatnya di Amsterdam-Belanda. Coba lu cek kesana, siapa tau ada" usul Arga.
"Gimana?" lanjut Arga bertanya.
"Gak ada salahnya juga kalo gue coba cari kesana. Ya udah, makasih ya, lu usah repot-repot mau bantu gue" ucap Daffa.
"Santai aja Fa, lu kayak gak kenal gue aja" balas Arga.
"Makasih ya. Gue cabut duluan, langsung mau terbang kesana besok. Assalamualaikum" pamit Daffa bersemangat.
"Iya, Waalaikumsalam"
Di perjalanan menuju rumah kedua orang tuanya, Daffa tak henti henti tersenyum membayangkan kalau ia akan bertemu dengan Kania kembali.
"Assalamualaikum, Mah, Pah" ucap Daffa memasuki rumah kedua orang tuanya.
"Waalaikumsalam"
"Besok Daffa mau ke Belanda. Daffa yang bakal cari Nia langsung kesana" ucap Daffa begitu antusias.
"Kamu yakin dia ada disana?" tanya Fahriz.
"Temen Daffa yang udah cari tau dan Daffa yang akan memastikan langsung kesana" ucap Daffa.
"Terserah kamu, Daffa. Yang penting hati-hati di jalan, ya. Mamah tunggu kabar baik dari kamu" ucap Kirana menyetujui.
"Ya udah, terserah kamu" Fahriz ikut menyetujui.
"Terima kasih Mah, Pah"
__________
Seperti yang ia katakan kemari malam, siang ini Daffa terbang menuju Amsterdam-Belanda untuk mencari keberadaan Kania dengan beberapa arahan dari Fahriz dan di kawal oleh dua orang bodyguard di belakangnya.
"Aku datang, Nia-ku sayang" gumam Daffa saat ia baru menaiki pesawat yang ia tumpangi.
__________
__ADS_1
Sekalian mampir di novel baru aku yaa .... Judulnya "My Love Defense"
Makasih.