
Hari jum'at sore, Daffa menyiapkan segala perlengkapannya. Daffa akan pergi untuk mendatangi acara sekolahnya yaitu LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) selama dua hari, yaitu sabtu dan minggu. Daffa akan menginap disana selama dua hari. Walaupun acara itu sebenarnya untuk para junior, tapi senior juga diwajibkan untuk hadir bertujuan untuk memberikan arahan kepada para juniornya.
"Kak kamu mau berangkat sendiri besok?" Tanya Kania kepada Daffa.
"Iya, karena hari ini lu akan gua antar ke rumah Ayah dan Bunda"
"Maksud Nia, kakak juga menginap di rumah Ayah dan Bunda aja daripada nantinya sendirian disini. Kalau telat bangun gimana?" Tanya Kania. Memang Kania tidak ikut ke dalam acara itu dikarenakan acara itu khusus anak organisasi tertentu yang ada di sekolahnya seperti Daffa yang mengikuti Paskibra. Di sekolahnya, Kania hanya mengikuti ekstrakurikuler sains IPA dan sains Matematika karena itu pelajaran yang sangat ia suka. Kania tidak ingin ikut kegiatan yang menurutnya berat atau besar tanggung jawabnya untuk dijalankan.
" Emm ...." Daffa tampak berfikir.
"Besok pas mau kumpul Nia ikut biar mobilnya Nia yang bawa pulang daripada mobilnya harus menginap di sekolah" jelas Kania.
"Oh iya. Ya udah kalau gitu gua akan ikuti rencana lu" balas Daffa lalu Kania tersenyum.
"Kalau gitu Nia masuk ke dalam kamar sana untuk menyiapkan baju yang akan di kenakan di rumah Ayah dan Bunda nantinya" suruh Daffa.
"Baju Nia ada banyak disana. Gak dibawa semua sama Nia"
"Oh. terus lu udah siap?"
"Udah"
"Ayo langsung berangkat" ajak Daffa seraya mengambil kunci mobilnya.
" Naik mobil kamu?" tanya Kania melihat tangan Daffa'
"Iya"
"Sekali kali pakai mobil Nia dong" cemberut Kania.
"Ya udah naik mobil lu" Daffa menuruti Kania. Setelah itu Kania tersenyum
"Oke ayo" ajak Kania lalu Daffa mengikutinya dari belakang.
Ini adalah kali pertama Daffa menaiki mobil sport milik Kania berwarna putih tapi, bukan berarti Daffa yang akan menjadi penumpangnya. Daffa yang tetap mengemudikan mobil milik Kania. Daffa yang menyetir dan Kania duduk sebelah Daffa.
Sesampainya di rumah orang tuanya Kania, mereka disambut dengan hangat oleh orang orang yang ada di dalam rumah itu. Kania dan Daffa langsung berjalan menuju kamar Kania. Daffa menaruh beberapa pakaian yang ia bawa ke dalam lemari Kania yang masih kosong. Tanpa pamit kepada Daffa, Kania pergi keluar kamar begitu saja.
"Dek" panggil Daffa kepada Kania tapi tidak ada balasan sama sekali dari Kania.
"Dek."
"Nia" panggil Daffa seraya memutar tubuhnya. Saat itu juga Daffa dibuat bingung oleh Kania karena sudah tidak ada di dalam kamar tersebut, padahal dari tadi Daffa merasa Kania masih di dalam kamar itu.
"*K*apan dia pergi? Kok gak bilang bilang sih!" Batin Daffa kesal.
Daffa memutuskan pergi dari dalam kamar Kania walaupun pakaiannya belum tartata rapih dan benar.
Daffa memutari rumah mertuanya berkali-kali dan tetap saja hasilnya nihil, ia tidak menemukan Kania dimana-mana. Daffa memutuskan untuk bertanya kepada mertuanya yang kebetulan ada di ruang keluarga dan sedang menonton televisi.
"Bun" panggil Daffa dan Al-Fira menoleh ke sumber suara yang memanggilnya.
"Kenapa Daffa?"
"Nia ada dimana Bun? Aku dari tadi cari nggak ketemu-ketemu"
"Mungkin ia sedang berada di tempat favoritnya" balas Al-Fira.
"Dimana itu? Aku udah muter-muter ke semua tempat tapi gak ada"
"Beneran?"
"Iya"
"Coba ikut Bunda" ajak Al-Fira seraya berjalan di depan mendahului Daffa. Daffa mengikuti langkah Al-Fira dari belakang. Daffa mengikuti langkah mertuanya sampai menuju tempat yang Daffa belum pernah menghampirinya sama sekali.
"Tempat apa ini Bun?" Tanya Daffa memulai percakapan.
"Kamu belum tau kan?" Al-Fira bertanya balik. Daffa menggeleng karena memang baru kali ini dia datang ke tempat itu.
__ADS_1
"Masuk aja. Nia pasti ada di dalam" suruh Al-Fira kepada Daffa.
"Oke" balas Daffa seraya memegang knop pintu dan membukanya.
"Nia" panggil Daffa saat sudah membuka pintunya. Yang di panggil pun menoleh ke arah orang yang memanggilnya.
"Eh, kak Daffa" balas Kania seraya berdiri dari duduknya.
"Betul kan kata bunda. Kalau gitu bunda balik lagi ya" ucap Al-Fira meninggalkan mereka berdua.
"Kok kak Daffa kesini?"
"Gua nyari-in lu kemana mana gak ketemu. Tau taunya disini lagi main sama kucing" ucap Daffa sinis seraya masuk ke dalam kamar kucing Kania dan menutup kembali pintunya.
Memang kamar kucing Kania berada di tempat yang mana orang susah untuk mencarinya atau lebih tepatnya rahasia. Bahkan Daffa sekalipun baru tau akan tempat itu karena Daffa tidak pernah masuk ke dalam kamar kucing Kania selama ini.
"Hehehe, maaf kak" balas Kania menyengir.
"Kok gak bilang sih kalau mau pergi " ucap Daffa
"Lupa. Nia udah kangen banget sama Dania. Kasian dia masih bayi udah ditinggal" balas Kania memelas.
"Dania?" tanya Daffa menaikkan satu alisnya.
"Iya"
"Dimana?" TanyaDaffa kembali.
"Papah gak tau?"
"Papah? Siapa yang dipanggil Papah?" Tanya Daffa makin dibuat tak mengerti.
"Kak Daffa kok gitu sih?!" Ucap Kania merajuk.
"Lu mau ngomong apaan sih? Yang jelas kalau ngomong" suruh Daffa kesal.
"Ini loh Dania" ucap Kania seraya mengangkat anak kucingnya ke arah Daffa.
"Ya kamu"
"Hah?! Kenapa gua?"
"Papah gak inget? Ini aku yang mau ditabrak sama mobil Papah waktu itu" balas Kania dengan gaya bicara anak kecil seraya memainkan Dania-kucingnya.
Daffa menaikkan satu alisnya karena makin tak mengerti dengan sifat kekanak kanakannya Kania.
" ya terus? "
" ih... kak Daffa kok makin nyebelin sih " Kania merajuk seraya mengerucutkan bibir nya.
" kucing ini nama nya Dania. Nia yang nama-in kucing nya, karena kucing ini Nia ambil waktu kak Daffa mau nabrak Nia dan itu pertama kali nya Nia ketemu sama kak Daffa. karena itu nama kucing ini Dania. singkatan dari Daffa-Kania " jelas Kania panjang lebar. Daffa langsung teringat dengan catatan yang pernah Kania tulis dan di baca oleh nya. Daffa mendekat ke arah Kania dan duduk di sebelah nya.
" oh, jadi kucing ini anak kita? " tanya Daffa dengan senyum licik nya
" bisa di bilang kayak gitu. Nama nya aja Dania. Daffa papah nya dan Kania mamah nya " jelas Kania
" emm... " Daffa mengangguk mengerti dengan senyum licik nya
" kak "
" apa? "
" Nia bawa satu ya untuk di rumah kita " izin Kania
" apa nya? "
" kucing nya "
" yang mana? "
__ADS_1
" yang ini " balas Kania seraya mengangkat kucing yang ia ingin bawa
" siapa itu? " pancing Daffa
" ini Dania "
" Dania siapa? " Daffa terus memancing Kania agar ia marah
" Dania itu nama kucing ini " balas Kania yang sudah mulai emosi
" gak boleh "
" kenapa? " seketika Kania memelas
"Kan ini anak kita" lanjut Kania.
"Gua gak inget kapan gua punya anak"
"Kak Daffa ...."
"Apa?"
"*P*lease " mohon Kania.
"Tapi kita masih sekolah"
"Apa hubungannya?" Tanya Kania tak mengerti.
"Ini siapa?" Tunjuk Daffa kepada kucing Kania.
"Dania"
"Dania itu siapa?"
"Anak kita"
"Tapi gua gak mau"
"Kenapa? Tapi Nia mau"
"Kita masih sekolah"
"Ya terus apa hubungan nya?!" Tanya Kania kesal.
"Lu mau ngurus nya?"
"Mau lah, kan Nia itu Mamahnya"
Daffa melihat Kania dalam dalam dan berkata "Beneran?" Kania mengangguk.
Daffa mendekat dan tiba tiba mencium Kania dalam dalam. Kania membelalakkan matanya terkejut bukan main saat Daffa yang tiba tiba menciumnya. Ini pertama kali untuk keduanya. Dengan cepat Kania mendorong tubuh Daffa saat Daffa mencoba membuka bajunya.
"Kak Daffa ngapain?!" Tanya Kania sedikit berteriak seraya memegang bajunya.
"Tadi katanya apa?" Daffa bertanya balik.
Kania mengingat ucapan yang sebelumnya ia ucap kan "Ih kak Daffa mesum!!! Bukan itu maksud Nia!!!" Teriak Kania seraya pergi meninggalkan Daffa yang masih di dalam kamar kucing milik Kania. Daffa melihat kepergian Kania seraya tertawa menertawakan sikap Kania.
Satu kata dalam batin Daffa setelah kejadian tadi "*Ma*nis "
----------
MAU UPDATE TIAP HARI GAK???
KALAU MAU JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK UNTUK AUTHOR.
CARANYA???
LIKE DAN KOMEN SEBANYAK BANYAK NYA TIAP BAB DAN JUGA JANGAN LUPA VOTE NYA. SETELAH ITU BARU AUTHOR AKAN UPDATE TIAP HARI.
__ADS_1
GIMANA? SETUJU GAK UPDATE TIAP HARI???