Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 40


__ADS_3

**PENTING!!!


JANGAN DI IKUTI!!!


ADA BEBERAPA ADEGAN KASAR. HARAP PEMBACA PANDAI MENYIKAPI NYA🙏


SELAMAT MEMBACA


_________________•⭐•...•⭐**•_________________


" Sekarang gua tau apa yang kurang dari gua. Gua tau, gua dan dia berbeda di harta. Daffa anak dari pengusaha nomor satu di negara ini sedangkan gua? harta yang gua punya gak ada apa apa nya di banding harta milik Daffa. Dasar cewek m*tre!!! "


Bugh!


" Jaga ucapan lu, Rafka!!! " Daffa emosi mendengar wanita nya di hina seperti itu.


" Udah mas, biarin aja! " suruh Kania.


" Mas?! siapa? orang brengs*k ini?! "


" Gua brengs*k? "


" Iya, elu!! berani sama cewek!! "


" Terus apa bedanya gua sama lu. Sama sama brengs*k!!! " Daffa menggeleng heran dengan Rafka.


" Mas, udah ayo kita pergi. Luka kamu harus di obati " ajak Kania.


" Daffa itu siapa lo, Kania!! " teriak Rafka tak terima melihat Daffa di perlakukan demikian di depan mata nya.


" Daffa? Dia itu... " ucap Kania terpotong.


" Dia tetangga gua!! " potong Daffa.


Kania terkejut, ia menatap heran Daffa


" Mas? " tanya Kania pelan.


Daffa hanya membalas nya dengan senyuman manis nya kepada Kania, walaupun yang ia lakukan dengan sangat dipaksakan karena sakit di bagian ujung bibir nya yang berdarah.


" Tetangga doang kan?! " Rafka tersenyum sinis.


Kania membalasnya dengan tatapan membunuh nya.


" Nia, maaf-in gua. Gua khilaf. Mau kan lu jadi pacar gua? " tanya Rafka selembut mungkin.


" Masih tanya kayak gitu? gak ngaca lu! bahkan gua ogah deket deket sama lu! " balas Kania seraya menjauh dari Rafka.


" Nia!!! lu gak bisa kayak gitu ke gua!!! " teriak Rafka tak terima.


" Gua gak peduli, lu udah nyakitin cowok gua sampe kayak gini! "


" Gua juga luka, kayak dia. Bahkan banyakan luka gua di banding dia! dia yang mulai duluan! "


" Mas, kita pulang yah! " ajak Kania kepada Daffa.


Kania masa bodo, tidak mempedulikan Rafka yang marah marah sendiri. Rafka yang merasa terabaikan pun langsung menarik pergelangan tangan Kania secara paksa sehingga Kania langsung tertarik ke arah Rafka.


" Nia, jauhi cowok itu! " bentak Rafka

__ADS_1


" Bukan urusan lo! " Kania menatap Rafka dengan tatapan membunuh nya tanpa takut sekali pun. Kania menarik kembali tangan yang di cengkram oleh Rafka.


" Lu berubah Nia, demi tetangga doang lu berubah sampe kayak gini! "


" Lu juga berubah Rafka! lu gak sadar?! demi cinta lu sampe kayak gini?!! "


" Itu karena lo!! "


" Gua gak mau tau! pokok nya mulai sekarang, lu itu punya gua! " lanjut Rafka


" Gak, gua gak mau! " tolak Kania cepat


Daffa menarik kerah baju Rafka " Punya lo, lo bilang?! " Daffa yang dari tadi diam pun akhirnya kesal dan berniat kembali menghajar nya karena sembarang ngomong.


Rafka menatap Daffa tanpa rasa takut " Iya! lagian gua ingetin ya, lu itu cuma tetangga nya, gak lebih. Jadi lo diem jangan ikut campur urusan yang gak ada hubungan nya sama lo!!! " peringat Rafka.


" Gua kasih tau ke lo, biar lo inget! Kania Fellyta, dia punya gua dan gak ada yang boleh merebut nya dari gua! "


" Kalo lo mau dia, lewati mayat gua dulu!!! " lanjut Daffa mantap.


Rafka menepis tangan Daffa yang ada di kerah baju sekolah nya yang kotor. " oh gua ngerti. Lo tetangga nya, karena lo bodyguard nya Nia "


" Hahahah... gitu aja pake tinju tinjuan " lanjut Rafka tertawa.


Daffa menatap nya dengan tatapan tak benci " Gua bodyguard nya?! bener juga sih, tapi bodyguard selama nya " lanjut Daffa tersenyum sinis.


" Udah mas, ngapain masih di sembunyi sembunyi-in. Orang kayak dia harus tau, biar gak ganggu lagi " ucap Kania kepada Daffa.


Daffa tersenyum ke arah Kania, menarik Kania ke dalam pelukan nya. " Boleh SAYANG? " tanya Daffa sengaja mengencangkan kata sayang nya di depan Rafka.


" Apa apaan sih lo! jangan sentuh sentuh Nia!!! " ucap Rafka yang marah melihat nya.


" Nia, lo gak marah? tadi, gua pegang tangan lo doang, lo sampe di tarik tarik balik tuh tangan! giliran di peluk diem doang. Jaga harga diri lo Nia, kalo lo kayak gitu lo gak beda jauh sama cewek mur*han tau gak?!! " peringat Rafka


Bugh!


Bugh!


" Udah mas! " suruh Kania seraya menarik lengan Daffa yang hendak meninju Rafka kembali. Daffa menurut.


" Lu bilang apa tadi?! istri?! gua gak salah denger?! gak lucu tau gak?!! "


" Terserah lu percaya atau nggak, gua gak peduli, tapi emang itu kenyataan nya " Daffa membalas Rafka dengan santai nya.


" Nggak, gak mungkin. Kita masih sekolah, gak mungkin udah nikah! gila aja lo! "


" Serah lu mau ngomong apa, emang bener kok gua udah nikah " ucap Kania dengan santai nya memberitau Rafka.


" Nggak, apa buktinya?! " tanya Rafka menatap sinis.


Daffa meronggoh saku baju nya dan mengambil ponsel nya. Ia membuka galery dan berniat menunjukkan nya kepada Rafka.


" Nih " Daffa menunjukkan foto pernikahan nya kepada Rafka. Foto itu di ambil oleh orang suruhan papah nya Daffa.


" Editan lo keren juga " puji Rafka kepada Daffa. Ia masih tidak percaya.


" Gua gak pernah ngedit kayak ginian. Gila lo! "


" Apa buktinya?! " Rafka menantang.

__ADS_1


Daffa tersenyum sinis. Ia menggeser layar ponsel nya dan menunjukkan foto selanjutnya " Nih foto buku nikah gue sama Nia "


" Kenapa lu mau sama cowok brengs*k ini Kania! " bentak Rafka.


" Bukan urusan lo! " Daffa yang menjawab nya.


Kania hanya tersenyum bangga kepada Daffa karena ia punya banyak cara untuk membuktikan pernikahan nya kepada Rafka.


" Orang tua lo setuju? "


" Iya lah, bodoh! " bentak Daffa


" Gua gak tanya ke lo 4NJ*NG! "


" Iya. Orang tua mas Daffa sama orang tua gua yang rencanain. Mau lu apa, hah?!! " balas Kania dengan nada tinggi nya.


Rafka menepuk nepukkan tangan nya " Owh, kasian, korban perjodohan Siti Nurbaya. Masih ada ya, jaman sekarang kayak begini. Hahaha... " Rafka tertawa kencang.


" Gua tau lu gak bahagia, Nia. Semua itu karena rencana licik para orang tua kalian. Orang tua lu m*tre banget, ya Nia?!! " hina Rafka kepada orang tua Kania.


Plaak!


Kania melayangkan tamparan nya ke pipi Rafka.


" Keterlaluan lo, Rafka! "


" Lo boleh hina gua. Hina gua aja, jangan orang tua gua di bawa bawa. Terserah lo mau bilang gua m*tre, bilang gua mur*han, gua gak peduli. Tapi jangan pernah hina orang tua gua. Asal lo tau, gua sebagai anak nya gak terima di gini-in!! " lanjut Kania seraya menyeka air mata nya.


Kania berjongkok lemas. Ia menutup kepala nya menggunakan kedua telapak tangan nya. Sesak. Sedih. Kesal. Bercampur aduk perasaan Kania saat ini. Bagaimana tidak? orang tua nya di hina seperti ini.


" Kurang ajar lo! " umpat Daffa


*Bugh!


Bugh*!


" Lo gak berhak ikut campur Rafka! "


Daffa menghampiri Kania dan memeluk nya. " Nia, bukan kamu doang yang sedih, sayang. Aku juga, bagaimana pun itu juga orang tua aku " ucap Daffa.


" Bangun sayang. Jangan kayak gini. Jangan lemah di hadapan musuh. Ada aku yang akan selalu menemani mu " ucap Daffa memberikan semangat.


Kania mendoangak menatap Daffa dan setelah nya tersenyum manis. Ia menyeka air mata nya yang sedari tadi keluar dari pelupuk matanya.


" Iya. Makasih mas " balas Kania.


" Sungguh menjijikkan. Wanita murahan yang memberikan begitu saja tubuh nya pada pria hidung belang " hina Rafka kembali seraya bergidik geli.


Daffa menatap Rafka. Tatapan benci yang ia berikan kepada Rafka.


" Bentar sayang " bisik Daffa di telinga Kania. Kania mengangguk.


Daffa berdiri " Jijik? dia istri gua, bahkan gua berhak atas semua tubuh nya. Iri bilang gan!! "


" belom puas lo udah babak belur begitu. Masih kurang?! " Daffa menatap remeh kepada Rafka.


" Hahaha... bodoh! " Rafka tertawa membuat Daffa dan Kania mengerutkan kening nya.


" Karena lo udah ngebongkar rahasia kalian, maka gua juga akan memberi tau yang lain. Termasuk kepala sekolah beserta guru guru yang lain. Hahaha... " Rafka tertawa puas dan setelah nya ia pergi meninggalkan Daffa-Kania disana.

__ADS_1


" Gimana nih, mas?! "


__________


__ADS_2