Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 29


__ADS_3

pulang sekolah


Kania berjalan keluar sekolah bersama teman teman nya. saat sedang berjalan di koridor sekolah, ponsel Kania berdering. Kania mengeluarkan ponsel nya dan terdapat nama Daffa yang tertera di layar ponsel nya.


" kalian duluan aja " suruh Kania kepada teman teman nya


" kenapa emang nya? " tanya Aina


" gak apa apa, duluan aja. ada yang ketinggalan soal nya " ucap Kania beralasan.


" ya udah kita tungguin " ucap Nesya dan diangguki yang lain


" gak usah. gak apa apa kok "


" ini ada telpon dari Daffa " ucap Kania berbisik kepada teman nya


" owh... " teman teman Kania serempak


" ya udah kita cabut duluan ya " pamit Nesya mewakili yang lain dan di balas anggukan oleh Kania.


Kania berjalan menuju tempat yang sudah sepi agar ia bisa mengangkat telpon dari Daffa.


" halo, assalamualaikum. kok bales nya lama sih? " tanya Daffa dari dalam ponsel


" waalaikumsalam. tadi nyari tempat yang sepi dulu. kenapa kok telpon? "


" lu mau pulang? "


" iya lah, kan emang sudah waktunya pulang sekolah "


" naik apa? "


" tadi nya sih mau bareng temen temen. tapi gak jadi gara gara lu telpon gua "


" oh. kalau mau pulang jangan sendiri kalau naik angkutan umum ya! kalau sendiri pesan g-car aja biar aman "


" gak ada aplikasi nya " balas Kania cuek


" Download lah... "


" nggak bisa, paket internet gua udah mau habis. gak kuat kalau untuk download "


" ya udah tungguin gua ya! "


" emang nya sekarang lu lagi apa? "


" lagi mau kumpul buat ngebahas apa aja yang akan di bawa saat sertijab "


" memangnya kapan lu penurunan


jabatan? "


" dua minggu sebelum UN "


" oh. kenapa gak di umumin di grup aja? "


" takut ada yang gak paham "


" tapi kalau gua nungguin elu, gua nunggu dimana? "


" deket ruang paskibra aja "


" ih gak mau, ntar banyak yang kepo kenapa gua ada di deket ruang paskibra "


" ya udah di gerbang keluar aja "


" gak mau. disitu sepi terus juga panas "


" di taman aja "


" masa siang hari bolong gini suruh ke taman? yang ada gua gosong nanti "


" ya udah terserah lu aja. tapi habis itu bilang kalau lu ada di mana. biar gua gampang nyari nya "

__ADS_1


" iya. emmm... kak "


" apa? "


" lama gak? "


" nggak, paling cuma lima belas menit karena hari ini gak ada jadwal latihan "


" ya udah kalau gak lama gua ke mini market depan sekolah aja, sekalian mau ada yang gua beli "


" ya udah terserah elu. hati hati ya "


" iya. assalamualaikum "


" waalaikumsalam "


Kania mematikan panggilan nya seraya berjalan menuju mini market depan sekolah mereka. Kania memasuki mini market dan mengambil keranjang mini agar belanjaan nya bisa taruh di dalam nya. Kania mengambil banyak cemilan untuk stok rumah nya setelah itu membayar belanjaan nya. Kania keluar dari dalam mini market dan duduk di bangku yang tersedia di depan mini market itu seraya menunggu Daffa.


" masih lama ya? " Kania berbicara sendiri seraya melihat jam tangan yang menempel di tangan kiri nya.


Kania berjalan ke arah tukang jus buah untuk membeli jus nya, karena merasa dirinya haus.


" pak, jus alpukat nya satu ya " ucap Kania kepada tukang jus buah tersebut.


" dua pak " tiba tiba seorang datang dan ikut memesan menu yang sama dengan Kania. Kania menoleh ke orang yang ada di sebelah nya. lalu Kania tersenyum ke arah orang itu


" jadi pesen nya satu atau dua? " tanya tukang jus buah tersebut


" dua pak " balas orang itu.


" kenapa Rafka belum pulang? " tanya Kania kepada orang itu yang tak lain adalah Rafka.


" gua lihat lu sendirian disini jadi gua nyamperin lu " balas Rafka. Kania memanggut mengerti


" oh iya, temen temen lu gak bareng lu? " lanjut Rafka


" udah pulang duluan tadi "


" lu kenapa gak pulang? "


" nunggu siapa? " ulang Rafka


" nu... nunggu temen, iya temen. karena di suruh pulang bareng "


" oh... gua temenin lu ya. temen lu belum dateng kan? "


" be-lum sih... "


" nih dek minum nya udah jadi " ucap tukang jus tadi.


" ah iya. berapa pak? " tanya Kania


" dua jadi enam belas ribu total nya "


" biar gua aja yang bayar " sela Rafka menghentikan Kania yang ingin membayar nya.


" gak usah, gak apa apa kok " balas Kania


" apaan sih kayak orang asing aja. udah gua aja yang bayar. Nih pak, kembalian nya buat bapak aja " ucap Rafka seraya memberikan selembar uang dua puluh ribu.


" makasih ya dek, semoga langgeng sampe ke jenjang yang serius ya dek " ucap tukang jus buah tersebut


" Aamiin... " balas Rafka


" eh enggak pak... " ucap Kania di sela Rafka


" udah biarin aja. yuk duduk " ajak Rafka


" ah... iya " ucap Kania menurut


Kania dan Rafka duduk bersebrangan di depan mini market tadi. Kania mendadak jadi canggung karena ucapan penjual jus buah tadi.


Kania memikirkan banyak cara agar bisa pergi dari hadapan Rafka. Kania takut Daffa akan melihat nya dan akan salah paham lagi. bagaimanapun Kania tidak mau itu terjadi lagi.

__ADS_1


" ka... gua mau masuk dulu ya, ada yang pengen gua beli " ucap Kania beralasan agar bisa pergi dari Rafka.


" beli apa? kayak nya belanjaan lu udah banyak banget deh " balas Rafka yang melihat kantong plastik besar di tangan Kania


" itu, gua baru inget ada yang kelupaan, jadi mau masuk lagi "


" ya udah gua temenin ya " balas Rafka yang hendak beranjak dari duduk nya.


" eh gak usah. lu disini aja. gak lama kok " suruh Kania


" gak apa apa "


" beneran cuma sebentar kok. lu disini aja " suruh Kania


" ya udah " pasrah Rafka akhir nya.


" gua masuk ya " pamit Kania


" hmm... "


Kania memasuki kembali mini market itu dan mencari beberapa makanan agar bisa ia buat alasan nanti nya kepada Rafka.


" oh iya sekalian beli pulsa biar bisa di tukar ke paket data internet " batin Kania seraya berjalan menuju kasir.


" nih mbak, sekalian beli pulsa ya "


" beli berapa kak pulsa nya? "


" yang lima puluh ribu aja nomor ponsel nya 08XX XXXX XXXX "


" total nya tujuh puluh empat ribu, kak " ucap mbak mbak kasir tersebut. Kania memberikan selembar uang seratus ribu.


setelah mendapatkan kembalian nya, Kania masih berdiri di tempat dan membuka ponsel nya. Kania membuka pesan yang baru saja masuk ke dalam ponsel nya.


Daffa: dek gua udah selesai. lu masih di depan mini market kan?


Kania: iya


Daffa: oke gua kesana


Kania: jangan. gua aja yang nyamperin lu dan lu tunggu di gerbang sekolah aja


Daffa: kenapa?


Kania: gak apa apa kok. tunggu gua ya


Daffa: oke


Kania keluar dari dalam mini market dan langsung berjalan begitu saja melewati orang yang sedang bersama nya tadi.


" Nia mau kemana? " tanya Rafka


" oh iya, Rafka masih di sini. kok aku bisa lupa ya " batin Kania


" ah itu, temen gua udah keluar. gua pamit duluan ya " pamit Kania


" temen lu yang mana? Nesya? Aina? Indah? atau Kiara? " tanya Rafka


" itu tetangga dekat rumah " balas Kania berbohong


" cewek atau cowok? "


" ah, dia udah lama nungguin gua. gua duluan ya, assalamualaikum " pamit Kania langsung pergi begitu saja tanpa menunggu balasan dari Rafka.


" waalaikumsalam " balas Rafka melihat Kania yang sudah pergi begutu saja dengan tatapan heran.


Kania kembali ke sekolah nya dan menunggu Daffa di gerbang sekolah nya. Tak lama Daffa keluar dengan menggunakan hoodie berwarna abu abu dan menenteng tas di pundak nya. siapapun yang melihat nya apalagi kaum Hawa pasti akan meleleh melihat nya. untung nya saat itu sekolah sudah sepi sehingga membuat Daffa leluasa menemui bahkan berbicara kepada Kania.


" udah nunggu lama ya? " tanya Daffa yang baru datang kepada Kania


" nggak kok, baru aja " balas Kania jujur


" yuk pulang " ajak Daffa dan Kania menurut.

__ADS_1


Daffa dan Kania pulang bersama dengan menggunakan aplikasi g-car milik Daffa.


" sedang apa mereka? " tanpa mereka sadari ternyata ada seseorang yang mengawasi mereka dari jarak jauh


__ADS_2