Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 32


__ADS_3

Pagi ini, pagi yang sangat penting untuk seorang Daffa Arian. Hari ini ia akan memberikan jabatan nya kepada penerus nya. Hari ini Daffa akan Sertijab (serah terima jabatan) dan memberikan nya kepada junior nya. Setelah itu, tugas nya hanyalah fokus pada hari kelulusan nya di setelah ini. Begitu juga dengan organisasi-organisasi lain nya, semua kelas 12 yang menjabat akan berhenti dan di gantikan oleh kelas 11.


Sebenarnya, sungguh Daffa tak rela jabatan nya di berikan kepada orang lain. Tapi, aturan tetaplah aturan yang harus di ikuti oleh semua orang yang bersangkutan.


" Kak! "


" kak, dimakan makanan nya " suruh Kania sehingga dapat membuyarkan lamunan nya.


" oh iya "


" mikirin apaan sih? "


" nggak kok, gak mikir apa apa " balas Daffa mengelak


" bohong. Nia tau pasti ada masalah. Ayo cerita, apa masalah nya? Nia siap kok dengerin "


Daffa tersenyum kepada Kania " beneran? " Kania mengangguk mengiyakan ucapan Daffa. Daffa menarik nafas dalam dalam dan membuang nya dengan kasar


" aku gak rela untuk nyerahin ini " Daffa mulai bercerita seraya memegang pin kebanggaan anak paskibra yang berada di kerah baju nya. Sejak kemarin, Daffa-Kania setuju mengganti panggilan nya dari lu-gua menjadi aku-kamu.


" pertama kali masuk SMA, hari dimana sekolah mengadakan demo organisasi dan ekstrakurikuler untuk murid baru, aku udah tertarik dengan organisasi ini dan berniat mengikuti nya... "


" sampai kelas 11 saat LDKS, aku seneng banget karena di kasih tau bahwa aku yang akan menggantikan jabatan sebagai ketua Paskibra dan bahkan sampai tak rela ku lepaskan begitu saja " lanjut Daffa dengan tatapan kosong nya lurus ke depan.


" kak, memang aku gak pernah berada di posisi kakak seperti ini, tapi aku cuma mau kasih tau kalau setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Semua yang kita punya gak selama nya akan abadi bersama kita. Yang perlu kita lakukan adalah lepas dan ikhlas kan lalu berdoa supaya mendapatkan pengganti yang lebih baik dari itu "


Ucapan Kania mampu menyentil hati Daffa. Yang di katakan Kania itu benar. Apalagi hanya untuk jabatan atau kekuasaan kecil di masa SMA-nya yang tidak akan mengubah hidup nya. Jadi, untuk apa dirinya bersedih kalau di depan masih ada rintangan yang lebih sulit lagi.

__ADS_1


Daffa tersenyum " makasih honey. Kamu benar, jika aku terus menjabat sebagai ketua Paskibra maka siapa yang akan membiayai keperluan keluarga kecil kita? aku gak mau terus terusan bergantung kepada orang tua kita " ucap Daffa seraya menyatukan kening nya dengan kening Kania hingga membuat hidung mancung mereka juga saling bersentuhan.


----------


Di Sekolah


Saat ini para siswa siswi sedang upacara pengibaran bendera yang rutin di laksanakan setiap hari senin kalau cuaca sedang mendukung. Keheningan tercipta dari para siswa siswi yang berbaris, hanya suara petugas upacara-lah yang terdengar karena menggunakan mic agar suara nya terdengar oleh setiap orang yang mengikuti upacara.


Kali ini Daffa tidak berada di barisan pengibar bendera ataupun barisan para pelajar yang mengikuti jalan nya upacara. Daffa beserta siswa siswi organisasi lain nya, berada di belakang barisan para pelajar yang mengikuti upacara. Tapi bukan bergabung dalam barisan itu, melainkan membuat barisan baru sesuai dengan organisasi nya.


Daffa berbaris paling depan sebagai ketua dari organisasi yang di ikuti nya dan dua rekan yang berada di belakang nya ikut berbaris di barisan Daffa. Dan tepat di sebrang Daffa juga ada yang berbaris. Mereka adalah anak kelas 11 yang akan menggantikan posisi Daffa beserta rekan Daffa lain nya.


Upacara telah selesai, kini mic yang di pakai petugas upacara tadi di berikan kepada kepala sekolah SMA AULIA SCHOOL. Pak Setiawan-kepala sekolah SMA AULIA SCHOOL menyampaikan beberapa amanat sebelum di lakukan nya Sertijab para organisasi. Tak lama Pak Setiawan pun mulai mengarahkan anak organisasi untuk memulai serah terima jabatan nya. Daffa yang status nya masih ketua sekaligus termasuk dalam pasukan baris berbaris pun mulai mengikuti arahan dari kepala sekolah.


" PIMPINAN, PASUKAN, SAYA AMBIL ALIH. SIAP GERAK " dengan lantang dan tegas nya Daffa mengarahkan semua anggota organisasi agar mengikuti apa yang ia perintahkan. Semua murid organisasi pun mengikuti nya.


Nesya menyenggol pinggang Kania yang berada di sebelah nya dengan sikut nya, karena Kania ketua kelas jadi ia berdiri paling depan dan Nesya berada di samping nya berkata " laki lu keren Nia. Suami istri sama sama bisa jadi pusat perhatian semua orang karena tampan dan cantik nya " bisik Nesya


" bisa-an aja " balas Kania seraya tersenyum


" langkah, tegak, maju, jalan " perintah Daffa dengan suara yang di kecil kan. Setelah mendapatkan aba aba dari Daffa, semua barisan kelas 12 berjalan dengan kaki yang di hentakkan sehingga menghasilkan bunyi yang kompak dari masing masing sepatu yang mereka pakai. Barisan kelas 12 paling depan berjalan seraya membawa bendera dari masing masing lambang organisasi mereka ikuti.


" berhenti... gerak! " perintah Daffa saat mereka sudah hampir sampai di depan anak organisasi kelas 11. 1... 2... 3... mereka berhenti serempak.


" hormat, gerak! " anak organisasi Paskibra kelas 11 mengatur barisan kelas 11 yang lain untuk hormat kepada senior nya. Dengan kompak mereka mengangkat tangan nya untuk hormat. Anak kelas 12 membalas nya lalu di turunkan kembali tangan mereka.


" tegak, gerak! " suruh anak paskibra kelas 11 yang tadi kepada organisasi kelas 11 yang lain.

__ADS_1


" JABATAN, SAYA PERCAYAKAN DAN SAYA SERAHKAN, KEPADA KAMU " sekarang Rayhan yang sebagai ketua OSIS yang berbicara dengan lantang nya seraya memberikan bendera yang berada di tangan nya dan diberikan kepada kelas 11. Setelah Rayhan, ketua organisasi yang lain mengikuti nya. Daffa memberikan kepada anak kelas 11 organisasi nya. Lalu Rafka selaku ketua organisasi Pramuka ikut melakukan nya dan semua organisasi lain nya juga mengikuti apa yang Rayhan lakukan.


Mata Daffa memerah karena menahan agar air mata nya tak jatuh dari pelupuk mata nya. Ada pula kelas 12 yang seperti Daffa, yaitu ingin menagis tak rela. Begitu juga kelas 11, ada yang mata nya memerah bahkan ada yang menangis terharu.


Kania yang berada di depan barisan terus memperhatikan Daffa. Melihat pertama kali Daffa yang menahan tangis nya membuat Kania seakan akan ikut merasakan apa yang saat ini Daffa rasakan. Ingin Kania menghampiri Daffa dan memeluknya untuk memberi nya ketegaran. Mungkin ini sangat lebay hanya untuk pelepasan jabatan, tapi diantara kalian yang pernah mengalami nya pasti merasakan hal yang sama.


" Terima Kasih! " balas anak organisasi kelas 11 serempak.


Setelah itu anak organisasi kelas 12 pergi meninggalkan lapangan setelah tugas nya selesai. Anak organisasi kelas 11 yang sekarang sudah resmi menjabat sebagai ketua organisasi pun mengibarkan bendera lambang organisasi mereka dengan bangga nya.


Dari balik barisan Daffa tersenyum melihat bendera organisasi yang ia ikuti di kibar kan.


Tak lama barisan peserta upacara di bubarkan. Para penggemar Daffa berbondong bondong berlarian ke arah Daffa. Banyak dari mereka membawa sapu tangan, minum bahkan ada yang mengipas ngipas kan Daffa.


" Daffa sayang, kenapa mata nya merah? " tanya salah seorang penggemar Daffa seraya mengelap keringat yang ada di kening Daffa.


" jangan sedih, beb "


" Daffa lu gerah ya? sini gua kipasin "


Daffa menolak semua yang di lakukan oleh penggemar nya dan mencoba keluar dari dalam dekapan mereka tapi yang ia lakukan hanyalah sia sia karena jumlah mereka yang sangat banyak.


Dari jauh Kania melihat Daffa miris. Walaupun Kania sudah tau berapa banyak nya penggemar Daffa, tapi entah kenapa hati nya seperti di iris iris, tak rela milik nya di dekati oleh orang lain. Awal nya ia hanya ingin melihat Daffa tapi ia urungkan setelah melihat kejadian itu.


Sebelum Kania pergi, ia tersenyum kecut menatap Daffa dan setelah itu ia pergi dari tempat itu. Daffa yang memang tinggi dapat melihat jelas Kania yang tersenyum ke arah nya, tapi bukan senyum manis yang ia tunjukkan melainkan senyum ke kecewaan.


" Nia... " gumam Daffa pelan. Tiba tiba kesabaran nya Daffa telah habis untuk menghadapi para penggemar nya " pergi kalian semua!!! " teriak Daffa dengan emosi yang menggebu gebu.

__ADS_1


__ADS_2