
" Nia, tolong kamu absen-in teman teman kamu. Kita akan berangkat sebentar lagi, takutnya ada yang tertinggal " suruh Bu Anis kepada Kania seraya memberikan buku absensi siswa kelas 12 IPA 3-yaitu kelas yang di tempati oleh Kania dan murid lainnya.
Mereka akan mengikuti acara yang sudah turun temurun di sekolah itu, yaitu perpisahan kelas 12. Saat ini Kania berada di dalam bus yang sekolah mereka sewa. Bus yang membawa seluruh murid kelas 12 menuju bandara Soekarno-Hatta. Tujuan mereka adalah pulau Bali. Tepat nya mereka akan mengunjungi beberapa tempat, yaitu Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bukit Campuhan, Nusa Lembongan dan yang terakhir tempat pembelanjaan oleh oleh khas Bali.
" Iya, Bu " balas Kania menyetujui perintah dari Bu Anis. Bu Anis adalah wali kelas 12 IPA 3. Kania menerima buku absensi siswa kelas nya dan mulai mengabsen nya satu persatu.
" Ini Bu, sudah saya absen semua. Udah lengkap " ucap Kania setelah mengabsen seluruh murid yang ada di dalam bus tersebut seraya memberikan kembali buku absensi siswa kepada Pak Imam.
" Iya, terima kasih, Kania. Silahkan duduk kembali ke tempat duduk mu. Bus ini akan segera jalan setelah semua bus siap untuk berangkat " titah Bu Anis.
" Iya, Bu " balas Kania seraya duduk kembali di tempat nya.
Kania duduk bersebelahan dengan Indah. Kania duduk dan di samping nya terdapat kaca jendela bus. Aina, Nesya dan Kiara duduk bertiga yang secara tak langsung bersebelahan dengan Indah. Hanya terpisah oleh jalan untuk lalu lalang di dalam bus itu.
Kania mengeluarkan ponsel nya dan mengirimkan pesan singkat ke Daffa.
" Nia, mau gak? " tanya Indah yang sedang memakan snak nya.
Karena terlalu asik dengan ponsel nya, Kania tak mendengar apa yang Indah katakan.
" Nia, lu mau, gak? " ulang Indah. Tapi Kania benar benar tak menggubris nya sama sekali. Karena tak dapat jawaban dari Kania, Indah menawarkan makanan nya kepada teman nya yang lain.
" Nia, mau gak? Keburu abis " Indah kembali menawarkan snak nya kepada Kania setelah ia menawarkan kepada teman teman nya.
" Hmm? " Kania berdehem tapi tetap fokus pada layar ponsel nya.
" Astaghfirullah " Indah ber-istighfar karena sikap Kania.
" Nia! " Indah mengencangkan volume suara nya karena kesal dengan Kania.
" Kenapa Indah...? " balas Kania seraya melepaskan ponsel dari genggaman nya dan beralih menatap Indah yang berada di sampingnya.
" Ish, nyebelin banget sih! " gerutu Indah.
" Sabar, Ndah. Mungkin si Nia lagi chat-an sama mas kakak nya " ucap Nesya dengan sedikit meledek Kania.
Kania melirik tajam ke arah Nesya. Nesya, Aina dan Kiara yang awalnya tertawa jadi mendadak diam karena takut mendapat tatapan tajam dari Kania.
" Hehehe... maap Nia " ucap Nesya seraya tersenyum kikuk.
Kania mengangkat jari telunjuknya dan ia taruh di depan bibir mungil nya, pertanda Nesya di suruh diam. Nesya mengangguk patuh.
" Maaf Ndah... Tadi kamu ngomong apa? " tanya Kania dengan selembut mungkin.
Indah bergidik merinding gara gara Kania mengatakan 'kamu' kepada nya. " Ish, ngomongnya kayak biasa aja kali! " kesal Indah.
" Tapi kamu mau maaf-in aku kan? " tanya Kania. Ia sengaja berbicara menggunakan 'aku dan kamu' agar Indah cepat melunak.
__ADS_1
" Iya iya, gua maaf-in. Dah, ngomongnya kayak biasa aja! Jangan kayak gitu lagi! " suruh Indah.
" Siap, neng manis " balas Kania seraya mengangkat tangan kanannya dan ia taruh di atas alis, membentuk hormat.
" Ya ampun, ada adeknya kang Dede ikut " sambar Nesya kembali. Kang Dede adalah penjual minuman dingin di kantin sekolah mereka. Kang Dede selalu berkata 'siap neng manis' kepada pembelinya yang cewek. Itupun sebagai candaan dari nya.
" Dodol! "
" Enak tuh "
" Tau ah "
__________
" Murid murid, tolong saya minta perhatian nya " Suruh Pak Rusdi dengan menggunakan microphone. Pak Rusdi-salah satu guru yang mengajar kelas 12.
Tiba tiba suara murid murid yang bising menjadi tak terdengar. Meski para murid tak ada yang berbicara, karena posisi mereka berada di bandara tetap saja ramai, tapi tak seramai sebelumnya.
" Oke. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh "
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " balas murid murid serempak.
" Dengarkan baik baik Demi kelancaran acara perpisahan kalian, ada beberapa aturan yang harus di taati " Pak Rusdi mulai membuka topik penting dari pembicaraan nya.
" Baik, sampai sini ada pertanyaan? " tanya Pak Rusdi setelah membicarakan hal penting kepada semua murid nya.
Hening. Tak ada yang menjawab pertanyaan dari Pak Rusdi. " Saya ulangi. Sampai sini ada yang mau bertanya? " ulang Pak Rusdi.
" Oke. Kalau begitu kalian tunggu disini, jangan kemana mana, jika ada yang mau pergi ke toilet harus memberikan izin terlebih dahulu kepada wali kelas atau ketua kelas masing masing. Mengerti? "
" Iya, Pak " balas semua murid serempak.
" Ingat, kita akan masuk ke dalam pesawat 30 menit lagi. Kalau ada yang mau menghubungi keluarga, sekarang, jangan pas udah di dalam pesawat masih bermain ponsel " suruh Pak Rusdi kembali.
" Iya, Pak "
" Ya udah, itu aja yang pengen bapak sampaikan. Kurang, lebih nya perkataan bapak, bapak mohon maaf. Billahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmarullahi wabarakatuh " Pak Rusdi menutup pembicaraan nya.
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh "
Puk...
Pundak Kania di tepuk dari belakang. Kania membalikkan badannya.
" Kok kesini? Emang boleh? " tanya Kania.
" Aku kangen " orang itu berbisik ke arah Kania.
__ADS_1
Kania menyunggingkan senyum tipis nya.
" Bisaan aja, kamu, mas " balas Kania. Daffa-orang yang menepuk pundak Kania.
" Mau peluk " pinta Daffa dengan manja.
Kania membelalakkan mata nya. Terkejut dengan permintaan yang keluar dari mulut Daffa. Bagaimana tidak? Saat ini mereka sedang berada di tempat umum, dan Daffa dengan santai nya berkata seperti itu.
" Mas,ih. Sana balik, nanti si KM di cari sama anak kelas nya " suruh Kania.
" Kamu kan juga KM "
" Tapi aku di sini aja dari tadi. Kamu malah keluyuran "
" Iya, aku keluyuran, tapi anak kelas aku anteng tuh... Lagi pada duduk sambil main hp " Ucap Daffa seraya menunjuk siswa siswi yang berasal dari kelas nya.
" Kalau kamu, kamu nya anteng tapi anak kelas nya yang keluyuran. Pada asik selvi, lupa apa yang tadi Pak Rusdi bilang " lanjut Daffa seraya menunjuk siswa siswi yang berasal dari kelas Kania.
Kania mengikuti arah yang di tunjuk oleh Daffa. Memang benar apa yang dikatakan oleh Daffa, anak kelas Kania pada keluyuran, tak bisa di atur. Kania yang melihatnya langsung mengehela nafas kasar. Daffa tertawa melihat nya.
Kania mendelik tak suka. " Kok ketawa, sih?" tanya Kania tak terima di tertawakan oleh Daffa.
" Gak papa, lucu aja "
" Ya udah, kamu balik sana! Aku mau ngurus anak anak dulu " usir Kania.
" Anak kita? " Ledek Daffa seraya mengkedip kedip kan matanya.
" Ih bukan. Anak kelas aku! "
Daffa kembali tertawa dibuat nya.
" Dah sana kamu balik. Aku mau ngurus mereka " suruh Kania.
" Nanti aja. Males jalan "
" Mas Daffa jangan kayak gitu, dong! Nanti aku di marahin sama guru gara gara gak di atur anak kelas nya. Mau? "
" Ya udah, deh, aku ngalah. Kasian Bunda marah marah terus, nanti anak kita ngira kalau kamu itu nenek nenek, lagi " ledek Daffa di telinga Kania.
Mata Kania membulat sempurna. Tangan nya bersiap untuk mencubit sekeras kerasnya Daffa. Belum sempat di bibir oleh Kania, Daffa sudah lebih dulu kabur dari Kania. Kania hanya mendengus kesal sekaligus malu di buat oleh Daffa.
Daffa dari kejauhan, tertawa melihat muka Kania memerah seperti tomat matang.
__________
**MAU GAK NANTI MALEM UP LAGI?
__ADS_1
LIKE DAN VOTE SE BANYAK2NYA.
KALO MAU, KOMEN, NTAR AUTHOR CEK YG UDH NGEVOTE SIAPA AJA**.