Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 33


__ADS_3

Para penggemar Daffa takut. Lagi lagi Daffa telah berubah, Daffa kembali menjadi Daffa yang dulu, yang sangat membenci akan kehadiran para penggemar nya. Secara perlahan para penggemar Daffa mundur teratur karena takut kepada nya.


Setelah tersisa beberapa orang dari mereka, Daffa segera berlari untuk mencari keberadaan Kania. Pertama Daffa mencari di kelas nya.


" assalamualaikum " Ucap Daffa memberi salam saat sudah berada di depan kelas Kania.


" waalaikumsalam " balas semua orang yang berada di dalam kelas serempak. Daffa mengedarkan pandangan nya untuk mencari Kania, tapi yang di cari tidak ada di dalam kelas nya. Yang ia lihat hanyalah keempat teman setia nya Kania, yaitu Nesya, Aina, Kiara dan Indah.


" sini bentar " suruh Daffa kepada teman teman Kania


" siapa? " tanya Indah


" siapa ajalah, terserah! " kesal Daffa


" Lu aja Ra, lu yang paling deket " suruh Aina kepada Kiara


" hmm... " balas Kiara seraya berjalan mendekati Daffa.


" Napa? " tanya Kiara males


" Nia kemana?! " tanya Daffa cemas


" lah?! mana gua tau. Tadi dia pergi mau temuin elu. Emang gak bareng elu? " tanya Kiara. Daffa membalas nya dengan menggelengkan kepala nya. " bentar gua tanya temen gua yang lain " Daffa mengangguk


" guys, ada yang tau Nia dimana? 'laki ' nya nyari-in tuh! " tanya Kiara di pelan kan saat mengatakan ' laki ' nya.


semua menggelengkan kepala nya membalas pertanyaan Kiara " Emang Nia gak sama Daffa? " tanya Aina dan Kiara menggeleng


" paling di toilet atau mau panggil guru " balas Nesya santai. Benar juga, kalau Kania tidak ada di kelas saat jam pelajaran, mungkin saja ia berada di ruang guru atau toilet pikir teman teman Kania. Karena Kania anak baik baik, tidak mungkin ia membolos.


Kiara menghampiri Daffa kembali " mungkin dia lagi di toilet atau di ruang guru untuk memanggil guru. Lagian jam pelajaran udah mau di mulai gak mungkin dia membolos, dia gak pernah kayak gitu. Misalnya Nia gak balik juga, gua sama yang lain akan bantu cari "


Benar juga, pikir Daffa " oke, thanks ya " Ucap Daffa dan langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Kiara.


Daffa memutuskan pergi ke toilet perempuan terlebih dahulu, karena jam pelajaran baru akan di mulai sekitar 15 menit lagi. Daffa menunggu di luar toilet karena itu toilet khusus perempuan.


Setelah menunggu selama 5 menit, tidak ada tanda tanda kedatangan Kania. Akhirnya Daffa memutuskan untuk bertanya kepada salah satu dari mereka " permisi, maaf mengganggu... " belum selesai bicara udah di selak oleh orang itu


" nggak ngegganggu kok kalau yang tanya itu gans " selak cewek itu seraya mengkedip kedip kan matanya centil.


Daffa memutar bola mata nya, males bertemu dengan orang seperti itu. Kalau tidak penting, Daffa gak akan bertanya " Di dalam ada orang gak? " tanya Daffa dingin


" gak ada! " balas teman nya si cewek yang tadi Daffa tanya. Terlihat dari penampilan nya, cewek itu tomboy sehingga tidak tertarik dengan Daffa.


" thanks " balas Daffa seraya pergi meninggalkan dua orang cewek tadi. Masih terdengar pertengkaran kecil dari dua orang cewek tadi " lu kenapa ngomong nya kayak gitu sih! dia pergi kan! " kesal cewek centil itu. " biarin dia pergi! ngapain coba dia di depan toilet cewek? mau ngintip?! " balas cewek tomboy tadi. Daffa yang masih mendengar nya hanya menggelengkan kepala nya.


triiing... triiing... triiing...


suara bel memulai pelajaran telah berbunyi sebelum Daffa menemukan Kania. Daffa yang sedang berjalan menuju ruang guru pun melihat kedatangan nya Rayhan-wakil ketua kelas di kelas 12 IPA 3, yaitu kelas yang di tempati Kania.


Daffa menghampiri Rayhan berniat ingin bertanya kenapa dia yang datang? dan bukan nya Kania. " Ray! " panggil Daffa sebelum Rayhan masuk ke dalam ruang guru.


Rayhan menoleh " hmm? " balas Rayhan menghadap Daffa.


" kok elu yang panggil guru? Nia kemana? "


Rayhan mengkerutkan kening nya " apa urusan lu?! "

__ADS_1


" jawab aja sih! " kesal Daffa


Rayhan mengangkat kedua bahu nya tak acuh terhadap Daffa dan masuk ke dalam ruang guru. Daffa segera mengikuti nya dari belakang. Daffa melakukan hal yang sama, yaitu memanggil guru sesuai mata pelajaran nya saat ini.


Rayhan terlebih dahulu keluar dari ruang guru. Daffa yang melihat segera pamit dengan guru yang ia panggil dan segera keluar dari ruang guru.


Daffa berlari mengejar Rayhan " Rayhan tunggu " yang di panggil pun membalikkan badan nya menghadap Daffa.


" apa?! "


" Nia dimana?! " tegas Daffa


" apa urusan lu? siapa elu, tanya tanya Nia dimana? " Rayhan berbalik tanya


" jawab Ray!!! " kesal Daffa berteriak


Rayhan memutar bola mata nya malas " kenapa gak tanya orang nya langsung?! " balas Rayhan malas


' bodoh! ' umpat Daffa. Ia tidak terpikirkan sampai kesana. Dengan segera Daffa mengambil ponsel nya yang berada di saku baju nya. Daffa mencari kontak Kania dan segera menghubungi nya.


tuut... tuut... tuut... maaf, nomor yang anda tuju sedang di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi...


Nomor Kania tidak aktif, yang menjawab hanyalah operator seluler.


Daffa melihat Rayhan yang sudah tidak ada di depan nya dan sedang berjalan santai menuju kelas nya.


Daffa kembali mengejar Rayhan " cepet kasih tau Nia ada di mana?!! " kesal Daffa saat Rayhan udah tergapai oleh nya.


" dia gak ngebales telpon dari elu?! " sinis Rayhan


Rayhan melipat kedua lengan nya menyilang " buat apa?! "


" Nia gak bilang dia kemana sama gua. Dia cuma nyuruh gua yang ganti-in manggil guru nya " sambung Rayhan


" kemari-in hp lu! " ulang Daffa ditekan


" ck, Nih... " Rayhan memberikan ponsel nya kepada Daffa. Daffa dengan segera mengambil nya dan mencari kontak Kania. Daffa menemukan kontak Kania dan segera membuka percakapan mereka.


Kania: Assalamualaikum, Ray


Rayhan: Waalaikumsalam, kenapa?


Kania: Nanti yang panggil guru lu aja ya. Gua lagi masih ada urusan


Rayhan: iya. BTW urusan apa?


Kania: bukan apa apa kok. Gak penting


Rayhan: oh, ya udah. Ntar gua yang panggil


Kania: thanks ya


Rayhan: iya


Hanya sampai situ percakapan mereka. Daffa kesal karena Kania tidak memberi tau dimana dia berada. Tapi di sisi lain, Daffa senag bahwa Kania tidak mengumbar umbar masalah mereka.


Daffa mengembalikan ponsel milik Rayhan " dia gak ngomong apa apa kan selain itu? " tanya Rayhan seraya mengangkat satu alis nya.

__ADS_1


" nggak. Thanks " balas Daffa seraya meninggalkan Rayhan dan berjalan lemas seperti orang tak berdaya.


Daffa memutuskan kembali ke kelas karena jam pelajaran sudah di mulai dan sebentar lagi guru pelajaran akan naik ke kelas Daffa.


Setelah sampai di kelas Daffa berjalan menghampiri tempat duduk nya.


puk! pundak Daffa di tepuk " nape lu? lemes amat " tanya Arga


" nggak! "


" gara gara habis Sertijab tadi. Dia kan udah gak ngejabat apa apa lagi! tenang Daf, bukan lu doang, gua juga udah gak ada jabatan nya lagi " ucap Kevin


" lebay " ucap Arga dan Rendi serentak dan tertawa. Daffa memincing kan mata nya, menatap sinis ke dua teman nya.


Arga dan Rendi langsung terdiam. Ngeri akan tatapan yang Daffa berikan.


Daffa menaruh kepala nya di atas meja yang bertumpu pada kedua tangan yang di lipat.


tiing... suara pesan masuk ke dalam ponsel Daffa. Dengan segera Daffa mengecek nya. Pesan yang masuk itu dari Nesya-temen Kania. Daffa membuka pesan nya.


Nesya: Nih orang nya udah ada ke kelas


Daffa: Dari mana dia?


Nesya: Gak tau. Dia bilang gak dari mana mana. Tapi mata nya agak sedikit sembab sih kalau kata gua


Daffa: Nia habis nangis?


Nesya: Kayak nya. Lu apa-in temen gua?!


Daffa: Gua kesana sekarang


Nesya: Ngaco lu! Nanti aja istirahat! kan jam pelajaran udah mulai!


Daffa: iyeee


Daffa menurut. Muka nya kembali semangat. Mood nya sudah berubah, tidak seperti sebelum nya.


Randi memperhatikan Daffa yang mood nya langsung berubah " Gila nih orang " gumam Rendi pelan seraya bergidik ngeri. Walaupun pelan, pendengaran Daffa sangat tajam sehingga Daffa masih mendengar jelas apa yang di katakan oleh Rendi.


Daffa memberikan tatapan membunuh kepada Rendi. Rendi hanya menyengir tak berdosa.


Lalu Daffa tak mementingkan ucapan Rendi.Saat ini, batin Daffa sangat tidak sabar untuk menemui Kania sampai ia senyum senyum sendiri. Rendi yang melihat hanya membatin kalau Daffa bener benar sudah gila.


----------


**UNTUK MINGGU INI MUNGKIN AUTHOR GAK BISA UPDATE KAYAK MINGGU SEBELUMNYA🙏🙏


TUGAS SEKOLAH AUTHOR UDAH TELALU BANYAK YANG NUMPUK😅😭😭 JADI TOLONG DI MAKLUMI...


KALAU TUGAS NYA UDAH BENER BENER SELESAI, AUTHOR AKAN SECEPAT NYA UPDATE LAGI😁


KALAU UDAH MULAI LUPA SAMA ALUR CERITA NYA, ULANG AJA BEBERAPA BAB BIAR MUDENG SAMA KELANJUTAN CERITA NYA... OKE👌😉


YANG UDAH MAU NGERTI-IN AUTHOR


' *THANKIES ' 😉😆***

__ADS_1


__ADS_2