Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 39


__ADS_3

Hari senin, Daffa dan Kania kembali masuk ke sekolah seperti biasanya, bedanya adalah sekarang mereka hanya mengumpulkan nilai mereka yang kurang lengkap agar bisa membantu memperbaiki nilai nya.


Semua kelas 12 berbeda jam sekolah mereka. Yang biasanya sampai jam 14.00, kini hanya sampai jam 11.00 karena hanya mengumpulkan tugas yang kurang lengkap dan tidak belajar seperti biasa. Istirahat nya juga hanya istirahat pertama, tidak ada istirahat kedua.


" Nia, nih tugas gua dah selesai. Taro dimana buku nya? " tanya teman yang sekelas dengan Kania.


" Taro di meja paling depan. Sekalian nunggu yang lain, ntar gua yang kumpulin ke ruang guru " balas Kania. Lalu teman nya yang bertanya tadi mengangguk mematuhi.


Kania maju ke depan kelas dan memukul beberapa kali meja dengan penghapus papan tulis yang membuat perhatian murid murid yang ada di kelas itu.


" Yang hari ini disuruh kumpulin tugas dari Bu Nina, buku nya kumpulin di depan sini! Ditunggu sampe bel istirahat! " ucap Kania menginterupsi murid kelas nya dengan suara tegas nya.


" Iya... " balas murid murid kelas nya serempak.


__________


Triiing... triiing... triiing...


Suara bel istirahat berbunyi. Sesuai dengan yang dikatakan Kania kepada murid kelasnya sebelumnya, ia yang akan mengumpulkan tugas murid murid kelas nya kepada Bu Nina.


" Yang udah selesai tugas nya, kumpulin disini. Yang belum selesai nanti kumpulin sendiri! " ucap Kania yang sudah memegang tumpukan buku teman teman nya.


" Nia tunggu, gua dikit lagi selesai " teriak salah satu teman kelas nya.


" Iya Nia, bentar lagi " mohon teman teman kelas nya.


" Oke. Lima menit lagi ya... " balas Kania memberikan waktu longgar kepada teman kelas nya.


" Iya... "


Mendengar ucapan Kania, teman teman nya dengan cepat menyelesaikan tugas mereka agar yang mengumpulkan hanya lah Kania. Bu Nina adalah guru killer yang sangat di takuti oleh banyak murid sekolah itu.


" Nia, mau ke kantin ga? " tanya Nesya yang sudah siap ke kantin dengan yang lain nya.


" Iya, gua ke kantin nanti. Kalian duluan aja, gua masih nunggu yang mau ngumpulin tugas " balas Kania.


" Ya udah kita tunggu-in " ucap Aina yang di angguki yang lain.


" Beneran? gua mau ngumpulin tugas ke Bu Nina loh " tanya Kania meyakinkan teman teman nya. Karena mereka juga tak berani berhadapan langsung dengan Bu Nina.


" Sebenernya mau temenin sih, tapi kalau ke ruang guru untuk nemuin Bu Nina, gua gak jadi deh. Gua gak berani deket guru killer yang satu itu " ucap Indah bergidik ngeri.


" Gua juga gak jadi deh. Bukan nya gak mau nunggu elu, tapi karena lu mau ke guru itu, gak jadi deh " tambah Kiara.


" Maap ya Nia, gua juga "


" Iya gak apa apa. Biasa aja kali " balas Kania


" Lagian emang lu gak takut sama tuh guru? " tanya Indah


" Ya enggak lah. Ngapain takut kalau gak punya salah "


" hehe, iya sih. Gak tau, gua takut aja gitu kalau deket guru killer " ucap Indah dan di angguki yang lain.


" Ya udah gak apa apa. Kalian mau ngobrol aja nih? gak jadi ke kantin? "


" Jadi kok. Ya udah kita duluan ya " pamit teman Kania. Kania mengangguk mengiyakan ucapan mereka.


5 menit berlalu. Kania sudah mengumpulkan semua tugas teman kelas nya. Sekarang ia akan memberikan nya kepada Bu Nina.


Kania berjalan sendiri di sepanjang koridor sekolah seraya membawa beberapa tumpukkan buku di tangan nya.


" Nia! " panggil seseorang kepada Kania.


Kania yang merasa di panggil pun menoleh mencari orang yang memanggil nya.

__ADS_1


" Kenapa? " tanya Kania kepada orang yang memanggil nya barusan.


" Bisa ikut gua gak? ada yang mau gua bicarain sama elu " ajak orang itu dengan wajah yang sangat gembira.


" Bentar ya Rafka, gua mau ngumpulin ini dulu ke Bu Nina " ucap Kania kepada orang yang memanggil nya tadi.


" Sini gua bantu " tawar Rafka


Kania menggeleng " Makasih, tapi gua gak apa apa kok. Lu tunggu gua aja, sebentar lagi kok "


" Beneran? "


" Iya. Ya udah ya, gua mau ngumpulin ini "


" Iya. Eh tunggu " panggil Rafka kembali menghentikan Kania.


Kania berbalik menghadap Rafka " Kenapa lagi? " tanya Kania.


" Temuin gua di belakang sekolah, dan jangan ajak temen lu " suruh Rafka.


Kania mengerutkan kening nya " Emang kenapa kalau gua ajak temen gua? "


" Pokok nya jangan. Inget ya, gua tunggu di belakang sekolah! " ucap Rafka yang langsung meninggalkan Kania begitu saja.


__________


Setelah mengumpulkan buku teman teman nyaa, Kania berniat pergi menuju belakang sekolah sesuai dengan apa yang Rafka suruh.


Kania berjalan sendiri menuju belakang sekolah. Tapi, tanpa Kania sadari, ada orang yang mengikuti nya dari belakang.


Kania sampai di belakang sekolah dan orang yang mengikuti nya secara diam diam itu bersembunyi di balik pohon besar yang rindang berniat untuk mendengarkan apa yang akan mereka bicarakan.


" Rafka, maaf ya gua agak lama " panggil Kania kepada Rafka yang sedang memunggungi nya.


Rafka berbalik dan memberikan senyum terbaik nya kepada Kania. " Gak apa apa kok. Sampai seribu tahun lama nya, gua juga akan tetap setia menunggu lu " balas Rafka


Rafka tertawa melihat reaksi Kania lalu setelah itu ia menarik kedua pergelangan tangan Kania. Kania kaget bukan main saat Rafka yang tiba tiba saja menggenggam tangan nya.


" Nia, sekarang kita udah mau lulus. Sesuai dengan ucapan gua waktu itu. Mau gak lu jadi pacar gua? " tanya Rafka bersungguh sungguh dengan ucapan nya.


Kania mencoba memberontak agar bisa melepaskan tangan nya, tapi percuma, tenaga cowok itu lebih kuat di banding diri nya " Maaf Rafka, gua gak bisa terima cinta lu "


Rafka lemas mendengar jawabannya " Kenapa? kita kan sudah mau lulus " tanya Rafka meminta penjelasan


" Sampai kapan pun gua gak akan terima lu, Rafka. Gua gak bisa "


" Apa alasan nya? bukan kah lu pernah bilang sama gua, kalau lu juga suka sama gua. Tapi lu menolak gua karena alasan nya orang tua lu gak ngebolehin pacaran selama sekolah, karena itu bisa mengganggu kegiatan sekolah, iya kan?! " tanya Rafka mulai emosi dan makin mengeratkan genggaman nya pada tangan Kania yang menyebabkan Kania meringis kesakitan.


" Aauuww... lepas Rafka! sakit! " ucap Kania meringis kesakitan.


" Lu harus jawab pertanyaan gua! " bentak Rafka.


" Itu dulu Rafka, perasaan gua ke lu udah berubah, udah gak sama kayak dulu! tapi walaupun gua masih suka dengan lu, kita gak akan bisa bersatu! " jelas Kania yang sudah mulai terisak karena tangan nya makin di genggaman dengan erat tanpa celah.


" Kenapa?! apa karena cowok lain!! " Rafka berteriak dan semakin mengencangkan genggaman nya.


" Aauww... hiks... lepas! sakit! "


Bugh!


Sebuah tinjuan dengan mulus mengenai pipi sebelah kanan Rafka.


" Lepas bodoh! lu nyakitin dia!! "


Bugh!

__ADS_1


Satu bogeman kembali lagi mendarat ke pipi kiri Rafka.


Bugh!


Rafka membalas nya juga dengan tinjuan nya.


" Ngapain lu ikut campur ANJ*NG!!! " ucap Rafka setelah meninju wajah orang itu.


" Daffa, Rafka, udah berhenti!! " ucap Kania menangis histeris melihat suami nya terluka karena nya. Daffa adalah orang yang dari tadi mengikuti Kania diam diam karena mendengar pembicaraan antara Kania dan Rafka. Tak ada murid murid yang melihat pertengkaran ini, karena terjadi di belakang sekolah.


" Mas, udah lepas. Ayo kita balik " ajak Kania menghampiri Daffa. Tapi tak ada yang peduli, mereka masih tetap saling meninju satu sama lain.


" Minggir lu! " usir Rafka dengan emosi yang menggebu gebu seraya mendorong tubuh Kania hingga tersungkur ke tanah.


Daffa menoleh ke arah Kania. Dengan sangat emosi, Daffa kembali memberikan Rafka tinjuan nya karena telah mendorong Kania hingga tersungkur ke tanah.


Bugh!


Satu tinjuan lagi yang amat sangat keras dari Daffa mendarat di pipi Rafka yang sudah terlihat luka lebam akibat pertarungan mereka dan membuat Rafka terpental agak jauh.


Dengan cepat Daffa menghampiri Kania berniat menolong nya. Daffa membantu Kania berdiri.


" Kamu gak apa apa dek? " tanya Daffa khawatir.


" Aku yang harus nya tanya-in itu ke kamu mas! wajah kamu sudah sangat lebam " balas Kania menangis melihat wajah suami nya banyak luka lebam.


" Maaf " ucap Kania kembali dan masih menangis memeluk suami nya.


Daffa melepaskan pelukan mereka " Hei, aku gak apa apa. Jangan nangis, ya? " suruh Daffa.


" Owh, jadi itu alasan lu nolak gua Nia! gara gara cowok itu " ucap Rafka yang sudah berdiri kembali


" Kalau iya, kenapa?! " Kania balas dengan tatapan menantang.


" Bagus " Rafka menepuk tangannya.


" Jadi yang selama ini gua lihat adalah benar. Gua beberapa kali lihat lu berdua dengan orang ini " lanjut Rafka.


" Kapan lu lihat?! " tanya Kania dengan amarah nya.


" Itu gak penting. Yang ingin gua tau, apa hubungan lu dan cowok ini! "


" Apa urusan lu! " kini Daffa yang berbicara.


" Diam B*NGS*T!!! gua gak nanya lu! " Rafka emosi.


" Hubungan gua dan Daffa? lu mau tau?! hubungan kita ini spesial dan gak ada yang bisa memisahkan kita, kecuali Allah berkehendak lain " ucap Kania mantap


" Lu punya hubungan dengan orang itu?! Tapi kenapa lu milih cowok brengs*k ini di banding gua. Apa ke kelebihan dia yang gua gak punya?! Jawab Nia!!! " teriak Rafka


" Asal lu inget Kania Fellyta! Daffa Arian adalah orang yang menyuruh para fans nya untuk mencelakai lu! " ucap Rafka mengingatkan.


" Gua gak peduli! itu adalah Daffa yang dulu. Daffa yang sekarang berbeda " balas Kania menatap lekat wajah tampan suami nya yang tertutup oleh luka lebam di wajah nya.


Rafka terkekeh mendengar ucapan Kania


" Sekarang gua tau apa yang kurang dari gua. Gua tau, gua dan dia berbeda di harta. Daffa anak dari pengusaha nomor satu di negara ini sedangkan gua? harta yang gua punya gak ada apa apa nya di banding harta milik Daffa. Dasar cewek m*tre!!! "


Bugh!


" Jaga ucapan lu, Rafka!!! "


________


**SIAPA NIH YANG TEBAKAN NYA BENER KALAU RAFKA YANG SERING MELIHAT DAFFA-KANIA BERDUA???😉😉

__ADS_1


DI TUNGGU TERUS YA, LANJUTAN NYA😁😁


JANGAN LUPA DI LIKE DAN VOTE NYA UNTUK AUTHOR YA😆**


__ADS_2