Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 47


__ADS_3

" Ah... Capek... " ucap Indah mengeluh.


Bruuk...


Indah menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.


" Gua juga " Nesya dan Kiara ikut menjatuhkan dirinya ke atas ranjang masing.


" Jangan bobo dulu, kata Pak Rusdi. Sholat isya abis itu kita keluar untuk makan malam" suruh Kania.


" Tau, nih! Bersihin diri dulu sana! " Aina ikut menimpali.


Setelah mendarat di salah satu bandara yang terdapat di Bali, mereka langsung di bawa ke villa untuk beristirahat dan menyiapkan tenaga untuk hari esok. Villa luas dan megah. Seperti asrama, karena satu kamarnya terdapat 5 tempat tidur.


" Untung sama sekolahan kamarnya di atur. Cewek sama cewek, terus cowok sama cowok " ucap Indah.


" Kenapa emangnya? Lagian gak mungkin juga tidurnya di gabung " balas Aina yang sedang menyiapkan pakaian ganti untuk mandi.


" Iya, gak mungkin, tapi mungkin aja buat yang ono " ucap Indah seraya melirik ke arah Kania.


" Oh iya... Dan untungnya tempat tidurnya banyak, kalau nggak mereka berdua doang disini " sahut Nesya.


" Emang kenapa? " balas Kania yang mengerti maksud dari arah pembicaraan temannya.


" Ya ampun... Jiwa jomblo ku bisa meronta " ledek Nesya.


Ucapan Nesya kompak membuat mereka semua tertawa. " Bisaan aja, lu, Sya " ucap Kiara ikut bergabung.


" Ya udah, lu minta ke ortu lu biar kayak gua " suruh Kania seraya menaik turunkan alis mata nya.


" Jeh... Kagak lah, gua mau ngejar cita cita dulu " balas Nesya.


" Oh ya, Nia, lu gimana? " tanya Kiara.


" Gimana, apanya? "


" Lu kuliah? "


" Iya, Nia. Lu ntar kuliah, gak? " tanya Aina.


" Kuliah lah. Emang kenapa? "


" Boleh sama mas kakak, lu? " Nesya bertanya. Yang Nesya maksud adalah Daffa.


" Boleh. Pernah tanya ke dia terus dia bilang boleh boleh aja "

__ADS_1


" Yess... Kita satu kampus, ya, nanti " usul Indah.


" Gak ah, gua bosen sama lu " ledek Kiara.


" Jangan misah, dong... Gak seru nanti! " rengek Indah.


" Iya iya, zheyeeng " Kiara menyetujui.


" Gitu dong... "


__________


" Sesuai dengan urutan jadwal, pagi ini tujuan wisata kita adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK). Jadi, setelah sarapan siapkan barang seperlunya untuk di bawa ke sana. Mengerti?" Pak Imam memberi arahan. Pak Imam-salah satu guru yang mengajar kelas 12.


" Ngerti, Pak " balas murid murid serempak.


" Oke, bubar. Kembali ke kamar masing masing dan siapkan barang barang kalian " Suruh Pak Imam.


" Iya, Pak " setelah menjawab, murid murid bubar dari barisan mereka menuju kamar masing masing.


Daffa memasuki kamarnya bersama dengan Arga, Kevin, Rendi beserta Zaidan memasuki kamarnya. Zaidan-teman sekelas 12 IPA 1, kelas Daffa. Hubungan mereka dengan Zaidan tidak terlalu dekat, tapi tidak terlalu canggung saat bersama karena Zaidan adalah orang asik yang selalu welcome kepada siapa aja.


" Daffa " Rendi mendekati Daffa yang berada di sebelah ranjang nya.


Rendi mendekat ke telinga Daffa " Kalau lo mau, gue bisa bantu lo buat bulan madu sama bini lo " bisik Rendi.


Daffa terkejut sekaligus merinding karena Rendi berbicara tepat di samping telinga nya.


" Gimana? Mau gak? " Rendi menaik turunkan alis mata nya.


" Apa-an sih, lo! " ketus Daffa.


" Dih, ide cemerlang malah di buang. Sayang tau kalau di sia sia-in. Kesempatan emas buat ngasih gue keponakan " Rendi mendekati telinga Daffa kembali.


" Apa-an sih, lo. Itu urusan gue, lo diem aja. Lagian kalo gue punya anak, anak gue juga ogah kalo om nya kayak lo " balas Daffa.


" Justru anak lo bakal bangga nanti nya, punya om se tampan gue " Rendi bersedekap dada.


" Ngomong apa-an, nih? Ghibah-in gue ya? Sampe bisik bisik kayak gitu " Zaidan menghampiri Daffa dan Rendi.


" Jeh... Kagak lah, ke pede-an lo " balas Rendi. Sedangkan Daffa acuh dengan pertanyaan dari Zaidan.


" Ya kali aja, begitu "


" Lo tanya kayak gitu di depan Daffa? Yang bener aja, lo. Daffa paling anti ngomongin orang. Tapi kalau Rendi, mah, sering " ucap Kevin yang dari tadi hanya memperhatikan ketiga nya.

__ADS_1


" Oh iya, bener juga, lo. Kalau Daffa gak mungkin, tapi kalau Rendi sangat memungkinkan " ledek Zaidan.


" Eh, sue, lo " balas Rendi tak terima. Daffa hanya mengulas senyum nya.


" Udah pada kelar beresin barang nya? Di tinggal bus, nangis darah lo pada " ucap Arga yang dari tadi diam dan tetap memasukkan barang nya.


" Ya kagak mungkin, lah... Gue cowok asli, kagak mungkin lebay " elak Rendi.


" Oh, masa sih? Yang waktu SMP masih ngompol di celana gara gara dapet nilai 25 itu siapa, ya? " ledek Kevin mengingat ingat kejadian sewaktu mereka SMP. Semua tertawa mendengar cerita dari Kevin kecuali Rendi.


" Oh iya, gue juga inget. Waktu lagi study tour kelas 8, dia ke pisah dari rombongan sekolah terus sampe nangis terngompol ngompol. Padahal ke pisah dari satu ruangan doang" gabung Arga.


" Masa? Si Rendi? Dah gede loh, itu dah SMP" tanya Zaidan tak percaya.


" Iya. Gak nyangka kan lo " balas Kevin.


" Ah, bac*t lo, pada. Apa beda nya gue sama lo pada? Ngomongin orang juga! " kesal Rendi tak terima.


" Beda nya, tuh, kalo lo ngomongin di belakang orang nya alias ghibah, kalo gue di depan orang nya langsung " balas Kevin.


" Julid banget lo! Lagi pun itu dulu, sekarang udah kagak gitu lagi " Rendi mendengus kesal.


" Biarin, gue ini " Kevin acuh.


" Berisik lo, sana beresin barang barang lo, gak ada guna nya lo pada kayak gitu " Daffa akhirnya bersuara.


" Lu sahabat terbaik gue, Daf " ucap Rendi tersenyum seraya merentangkan kedua tangan nya, berniat memeluk Daffa.


Daffa menghindar " Pergi lo, gila. Gue kagak homo, asal lo tau " ketus Daffa.


" Oke, kalau gitu gue siapin bulan madu lo " bisik Rendi.


" Jangan ikut campur, atau gue... "


" Jangan dong babang " balas Rendi seraya mencolek colek tangan Daffa.


" Pergi lo "


" Idih najis, geli gue liat nya. Huek mau muntah gue " Arga, Kevin dan Zaidan bergidik ngeri melihat nya.


" Apa lo? Mau? "


" Kagak! "


__________

__ADS_1


__ADS_2