Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 56


__ADS_3

Kania menggeleng kan kepala nya.


" Nggak. Gak mungkin. Ini pasti bohong "


" Ayah, bilang kalau ini cuma bohongan. Bilang ke Nia kalau kalian lagi nge-prank. Bilang Ayah, bilang!!! " ucap Kania tak percaya.


Husein diam tak menjawab. " Bunda, bilang ke Nia kalau ini bohongan Bunda!! Mas Revan, ini bohong 'kan? Kak, Kak Dinda bilang sama Nia, ini pasti bohong 'kan? " Kania beralih bertanya kepada Al-Fira, Revan dan setelah nya Dinda.


" Kenapa gak ada yang mau jawab?! " teriak Kania frustasi.


" Gak, ini pasti bohong. Ini cuma mimpi. Ya, ini cuma mimpi " Kania meyakinkan diri sendiri.


" Nia, ini gak bohong. Mereka sudah merencanakan nya matang matang, Nia! " balas Revan seraya memeluk erat tubuh sang adik yang rapuh.


Kania ambruk dari pelukan Revan ke bawah.


" Kenapa? Kenapa harus Nia? Nia punya salah apa ke mereka? " tanya Kania. ia menangis meraung raung setelah mendapatkan kabar yang mengejutkan dari keluarga nya.


Flashback on.


" Ayah, kita mau kemana? " tanya Kania.


" Kita akan ke rumah Mas " balas Revan.


" Rumah Mas Revan? London? " Revan mengangguk sebagai jawaban.


" Ngapain? "


" Nanti kita ceritakan " putus Revan.


Tak lama helikopter yang mereka naiki berhenti di bandara terdekat.


" Yah, Mas, Nia belum izin ke Mas Daffa. Kasian nanti dia nyari-in Nia "


" Nanti aja " ucap Husein. Setelah nya mereka masuk ke dalam pesawat dengan tujuan utama London-Inggris.


Di perjalanan Kania bungkam seribu bahasa. Ia masih tak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi hingga tak sadar ia tertidur di dalam pesawat.


" Dek bangun " Revan menggoyang goyang kan tubuh Kania yang tertidur pulas di dalam pesawat.


" Emh... Apaan sih? " tanya Kania dengan mata yang masih terpejam.


" Kita udah sampe. Ayo turun " ajak Revan. Seketika mata Kania melebar mendengar ucapan Revan. Dia baru ingat kalau ia di bawa ke London oleh Ayah dan Mas nya.


" Ayo?! " ajak Revan sekali lagi.

__ADS_1


" I-iya " Kania menurut. Ia mengikuti Revan dari belakang.


Husein, Revan dan Kania berjalan menuruni pesawat dan masuk ke dalam mobil sewa-an nya meninggalkan bandara.


" Ayah, kenapa Nia di bawa kesini? " tanya Kania terus menerus.


" Nanti Ayah cerita-in " putus Husein. Tak ada pembicaraan lagi setelah itu.


Tak lama mobil yang mereka tumpangi sudah berada di kediaman Revan. Disana ada Al-Fira-sang Bunda dan Dinda-Kakak ipar nya yang menyambut kedatangan mereka.


" Bunda juga disini? " tanya Kania yang melihat Bunda nya juga berada di London seraya menyalimi tangan Al-Fira dan Dinda.


" Iya "


" Kenapa Nia juga di suruh kesini? "


" Kita akan menceritakan nya di dalam " ucap Al-Fira seraya mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah Revan.


" Aunty... " teriak Rena dari dalam dan berhambur ke dalam pelukan Kania.


" Rena... " balas Kania.


" Sayang, bawa Rena untuk tidur. Ini sudah malam " suruh sang suami.


" Iya, Mas. Rena cantik, bobo yuk, udah malem, besok baru main sama aunty Nia" ajak Dinda kepada anak nya.


" Besok pagi aja, ya? Rena main sama Aunty besok, biar lama kita main nya, ya? " Kania memberi pengertian.


" Ya udah, deh " Rena menurut seraya masuk ke dalam kamar nya.


" Kita bicarakan di ruang keluarga, ya? Takut Rena denger nanti " usul Dinda yang di angguki oleh yang lain.


" Nia, kamu harus janji sama Bunda untuk tidak berhubungan lagi dengan keluarga suami kamu " pinta Al-Fira.


" Kenapa Bun? "


" Kamu janji sama Bunda, Nia. Bunda sayang sama Nia " ucap Al-Fira bergetar.


" Gak. Nia gak bisa Bunda. Apa alasan nya?" tolak Kania cepat.


" Dia sudah merencanakan nya matang matang, Nia " ucap Revan.


" Rencana? Rencana apa Mas? " Kania tak mengerti.


" Mereka mempermainkan kamu Nia " Revan. tetap memberikan penjelasan.

__ADS_1


" Mempermainkan aku? Apa maksudnya Mas?"


" Fahriz, dia merencanakan pernikahan kalian sudah dari lama. Sejak kamu lulus SMP " Husein membuka suara.


" Nggak Ayah, ini cuma kebetulan doang " tolak Kania tak terima.


" Kania, dengerin Ayah dan yang lain bercerita! " suruh Husein. Kania diam tak menjawab.


" Sejak lulus SMP, Fahriz sudah merencanakan semua nya. Saat kamu di tolak masuk ke SMA Negeri padahal nilai kamu tinggi, itu dia yang melakukan nya. Fahriz menyogok orang dalam untuk membuat mu tidak di terima di SMA Negeri pilihan mu. Dan dia pula yang mengalihkan mu untuk masuk ke dalam sekolah milik keluarga nya "


" Dan tentang perusahaan Ayah yang hampir bangkrut, itu juga ulah nya. Fahriz menyuruh beberapa karyawan Ayah untuk menghancurkan perlahan perusahaan keluarga kita. Dan di saat beberapa cabang perusahaan kita gagal, saat itu lah Fahriz datang menghampiri Ayah untuk menawarkan kesempatan ini. Ayah terbuai dengan tawaran nya dan meminta mu untuk menerima nya. Ini juga salah Ayah. Maaf in Ayah, Nia " ucap Husein menyatukan kedua telapak tangan nya ke arah Kania.


" Ayah, jangan kayak gini, Yah. Ini mungkin cuma kebetulan, Yah. Apa untung nya Papah seperti ini? " Kania menolak kenyataan nya.


" Fahriz di beri wasiat oleh almarhum kedua orang tua nya. Sebenarnya ini perjodohan dari kalian waktu bayi. Orang tua Ayah dan Fahriz saling mengenal. Fahriz di suruh menjodohkan anak nya dengan kamu dan Ayah menolak keras permintaan mereka "


" Ayah hanya ingin anak anak Ayah hidup dengan pilihan nya masing masing. Waktu itu pula, Ayah dan Fahriz telah sepakat membatalkan perjodohan kalian. Maka dari itu Fahriz pergi memutuskan kontak dengan Ayah. Tapi Fahriz kembali dan menawarkan perjodohan itu kembali, jika tidak, ia tak akan mendapatkan sepersen pun harta almarhum kedua orang tua nya" Husein melanjutkan cerita nya.


" Apa kau pernah di minta keturunan oleh nya? " tanya Husein memastikan. Kania mengangguk.


" Dan Ayah benar lagi. Jika kau telah melahirkan keturunan mereka, dia akan mengambil nya dari mu, menceraikan mu dan kamu gak bakal boleh ketemu oleh anak mu. Itu yang dikatakan oleh pengacara mereka" jelas Husein.


Flashback Off.


Kania menangis meratapi takdir nya.


" Nggak Yah. Mas Daffa udah baik banget sama Nia. Dia gak bakal cerai kan Nia. Nia yakin itu " Kania berusaha menolak kenyataan.


" Nia... Masih banyak cowok yang layak sama kamu. Keluarga mereka jahat, licik, gak pantes buat kamu, apalagi untuk kamu tangisi seperti ini " ucap Al-Fira menguatkan Kania.


" Nggak Bunda, nggak. Nia cuma mau sama Mas Daffa, gak mau sama yang lain, Bunda. Mereka selalu sayang sama Nia, Bunda "


" Nia, jangan kayak gitu... " ucap Al-Fira terpotong.


" Terus Nia harus kayak gimana Bunda?! Nia sayang sama Mas Daffa. Mas Daffa pasti udah nyari-in Nia "


" Nggak Nia. Udah cukup. Jangan tangisi mereka lagi. Sudah malam, ayo tidur. Besok kita harus pindah secepat nya dari sini. Orang suruhan Fahriz pasti melacak keberadaan kita dengan cepat. Ayah akan menghapus seluruh jejak kita nanti " ucap Husein.


" Nggak Yah, gak bisa " tolak Kania.


" Dinda, tolong bawa Nia ke kamar " suruh Revan.


" Ayo Nia " ajak Dinda.


" Nggak mau, Kak. Nia mau nya Mas Daffa " tolak Kania.

__ADS_1


" Besok lagi ya. Sekarang kamu tidur " rayu Dinda seraya mengajak Kania memasuki kamar tidur nya.


" Nia mau mas Daffa " Kania bergumam kecil seraya memasuki kamar. Di kamar akhirnya Kania tertidur karena kelelahan menangis.


__ADS_2