Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 45


__ADS_3

" Udah belum? " tanya Daffa.


" Apa nya? " Kania bertanya balik.


" Barang barang kamu masih ada di kamar sebelah? "


" Nggak. Ini yang terakhir "


" Alhamdulillah " ucap Daffa seraya menjatuhkan diri ke ranjang nya. Kania tersenyum melihat nya.


Kania memasukkan barang terakhir yang di pegang nya ke dalam lemari baju yang masih kosong.


" Akhirnya selesai " ucap Kania seraya duduk di sofa dan menyandarkan kepada nya di sandaran sofa.


" Kok di situ? Di sini dong " ajak Daffa seraya menepuk nepuk ranjang yang ia tiduri.


" Nggak papa, Nia di sini aja. Kalau di atas kasur nanti Nia ke tiduran " tolak halus Kania.


" Ya udah, aku aja yang ke situ " ucap Daffa seraya bangun dari tidur nya dan hendak menghampiri Kania.


Kania takut, ia gugup saat ini. Bagaimana kalau Daffa meminta hak nya sebagai suami? Kania belum siap.


" Ni-Nia ma-mau mandi dulu " ucap Kania beralasan seraya berdiri dan menghampiri lemari untuk mengambil handuk di dalam lemari.


" Kamu belum mandi? " tanya Daffa seraya menaikkan satu alis nya.


" U-dah tapi badan Nia berasa lengket soalnya keringetan tadi pas beresin barang barang Nia " balas Kania.


" Ya udah. Kita mandi bareng ya? " ajak Daffa seraya tersenyum jahil.


" Apaan sih, mas? Malu tau " tolak Kania.


" Kenapa? "


" Maaf mas, Nia belum bisa "


" Ya udah, gak papa. Kayak nya kamu belum terima aku sepenuh nya. Aku bahkan selalu melihat kamu mengenakan kerudung dan tak pernah melepaskan nya meskipun di depan ku " balas Daffa kecewa.


" Maaf mas. Nia gak bermaksud kayak gitu. Nia gak terbiasa melepas kerudung karena dari kecil Nia di suruh sama Bunda untuk selalu mengenakan kerudung di manapun itu berada "


" Gak papa, aku ngerti "


Kania tampak sangat bersalah kepada Daffa. Seharusnya ia tak menolak Daffa karena surga nya sekarang adalah atas ridho dari suami nya yaitu Daffa.


" Mas, kalau mau In Syaa Allah Nia siap " balas Kania pada akhirnya.


" Nggak. Nggak usah, aku gak mau paksa kamu kalau memang kamu belum siap. Aku akan menunggu sampai saat nya kau benar benar siap "


" Beneran? " Kania memastikan. Daffa mengangguk.


" Maafin Nia, mas. Tapi Nia akan berusaha "


" Akan ku tunggu. Kamu gak jadi mandi? " Daffa mengalihkan topik pembicaraan.


" Ya udah, Nia mandi dulu " balas Kania seraya masuk ke dalam kamar mandi dan membawa baju ganti nya ke dalam kamar mandi.


__________


Ting... tong...


Suara bel rumah di tekan.


" Iya, sebentar " balas orang dari dalam.

__ADS_1


Pintu di buka. Nampak tiga orang pria remaja berdiri di depan pintu masuk.


" Assalamualaikum " ucap ketiga nya.


" Waalaikumsalam. Maaf. Nyari siapa, ya? " tanya orang yang membukakan pintu.


" Saya cari pemilik rumah ini. Ada? " balas satu orang di antara ketiga nya.


" Den Daffa sama non Nia? " tanya orang itu.


" Mereka tinggal satu rumah? "


" Iya "


Nampak ketiga nya terkejut setelah mendapatkan jawaban.


" Mau saya panggilan? " tawar orang itu.


" Boleh, bi " balas nya.


" Panggil aja mbak Jum. Den Daffa sama non Nia juga panggil saya dengan panggilan itu " suruh orang itu yang tak lain adalah mbak Jum-ART yang bekerja di rumah Daffa dan Kania.


" Iya mbak Jum.Tolong ya "


" Iya " balas mbak Jum seraya pergi dan berjalan menuju kamar Daffa dan Kania.


" Eh maaf, kalian siapa ya, kalau boleh tau? " mbak Jum kembali lagi ke depan pintu.


" Saya Arga, dia Kevin dan ini Rendi. Bilang aja temen nya dateng " ucap orang itu memperkenalkan diri. Mereka sahabat Daffa.


" Oh iya. Di tunggu, ya. Silahkan tunggu dan duduk dulu di sini, ya " suruh mbak Jum.


" Iya mbak " balas ketiga nya serempak.


Beberapa menit kemudian, Daffa beserta Kania turun dari kamar mereka dan berjalan menuju pintu masuk rumah mereka karena kata mbak Jum bilang ada tamu yang mencari mereka.


Arga, Kevin beserta Rendi terkejut. Bukan karena Daffa, melainkan orang yang berada di belakang Daffa. Siapa lagi kalau bukan Kania. Mereka terkejut sampai tak berkedip.


Daffa mengikuti arah pandang ketiga nya. Ternyata mereka menatap Kania sedangkan Kania menunduk. " Mau di sini aja? Atau pulang?! " ketus Daffa karena kesal Kania-nya di tatap oleh ketiga nya.


" Dih, ada akhlak lu begitu? Tamu dateng di suruh masuk 'kek, ini mah malah di suruh pulang " sindir Rendi.


" Ngapain ke sini? " Daffa masa bodo dengan ucapan Rendi.


" Ayo masuk dulu " suruh Kania.


" Gak usah, di sini aja " balas Daffa.


" Mas... Gak baik loh, kayak gitu " Kania mengingatkan.


" Iya iya sayang " balas Daffa seraya mencium kening Kania, menunjukkan ke romantisan mereka.


" Mas " ucap Kania pelan. Ia malu saat ini. Bagaimana bisa Daffa melakukan hal seperti itu di depan teman teman nya.


Teman teman nya Daffa di buat terkejut oleh Daffa.


" Iya dek. Ayo masuk " ajak Daffa seraya memegang erat tangan Kania. Sahabat Daffa di buat bingung oleh Daffa. Sebenernya Kania itu siapa Daffa? Tadi Daffa bilang 'sayang' dan setelah nya 'dek' yang bener apa? ketiga nya di buat bingung oleh perkataan Daffa.


Mereka di ajak masuk menuju ruang tamu oleh Daffa dan Kania.


" Sebentar, ya. Aku mau ambil cemilan sama minum nya dulu " pamit Kania seraya beranjak dari duduk nya.


" Gak usah, dek. Biarin aja mereka " balas Daffa.

__ADS_1


" Mas Daffa kenapa, sih? Gak boleh kayak gitu, mereka itu tamu kita. Udah aku ambilin dulu. Ngobrol duluan aja " ucap Kania yang langsung beranjak dari duduk nya dan meninggalkan mereka berempat di ruang tamu.


" Ngapain kalian? " tanya Daffa to the point.


" Siapa dia? " tanya Arga langsung.


" Siapa? " Daffa bertanya balik.


" Kania " kini Kevin yang berbicara.


" Kalian tau "


" Pacar lo? " Rendi menduga duga.


" Iya. Tapi yang halal " balas Daffa santai.


" Maksudnya? " tanya Rendi.


" Istri lo? " Arga tepat sasaran.


" Menurut lo? "


" Yang bener, Daf! " Kevin sedikit emosi.


" Lu napa, Vin? Kok emosi? Gua dah bener kok. Emang gua keliatan bo'ong? "


" Jadi bener? " tanya Arga


" Ya begitu lah... "


" Kenapa bisa? " Kevin bertanya.


" Gua kayak lagi di interogasi, tau gak?! " Daffa kesal.


" Ya udah. Cerita aja " suruh Rendi yang dari tadi hanya berdiam diri.


" Jangan bilang ke siapa siapa sebelum gua dan Nia lulus " suruh Daffa.


" Lo kenal kita Fa " ucap Kevin.


" Oke "


" Nih. Sambil di makan cemilan nya " Kania datang membawa cemilan dan di belakang nya ada mbak Jum yang membantu nya membawakan minuman. Kania dan mbak Jum menaruh nya di atas meja. Kania ikut duduk sedangkan mbak Jum kembali mengerjakan pekerjaan nya.


" Makasih " balas sahabat Daffa.


" Makasih sayang " balas Daffa seraya mengecup pipi Kania.


" Mas "


Daffa tersenyum " Mas ceritain ya " izin Daffa. Kania hanya mengangguk.


Daffa mulai bercerita dari awal. Tapi tidak tentang alasan mengapa mereka bisa menikah. Daffa hanya memberi alasan bahwa mereka memang telah di jodohkan dari lama.


" Kalau gitu gua juga mau di jodohin terus dapet yang kayak gini " celetuk Rendi saat Daffa sudah selesai menceritakan nya. Lalu ia mendapat hadiah jitakkan di kening nya dari Daffa.


" Nia punya gue " kesal Daffa.


" Kan gua bilang kayak istri lo. Bukan berarti istri lo yang gua ambil. Gua gak bakal jadi pebinor, kok. Sensi amat dah " ucap Rendi seraya mengusap pelan keningnya.


" Bodo "


__________

__ADS_1


MAAF YA BARU UP 🙏


DARI TADI NOVELTOON NYA AGAK ERROR JADI BARU BISA UP 😣


__ADS_2