
hari sabtu pagi, tepat nya jam setengah sembilan pagi, Daffa tengah bersiap dengan barang barang yang akan di bawa oleh nya untuk datang ke acara LDKS dari sekolah nya.
" udah siap kak? " tanya Kania yang baru saja masuk ke dalam kamar nya dan melihat Daffa dengan kemeja navy yang lengan nya di gulung hingga sikut dan celana panjang jeans dengan warna yang hitam pekat. Tangan nya di gunakan untuk menyisir poni rambut nya ke samping kanan hingga penampilan nya sangat mempesona sampai sampai Kania di buat tercengang oleh penampilan nya.
" udah. ayo " ajak Daffa
" kok gak pake baju olahraga? "
" itu untuk acara nanti siang "
" oh. Acara nya mulai jam berapa? "
" kumpul di sekolah nya jam 10 "
" ya udah cepetan, setengah jam lagi acara nya mulai loh " ucap Kania mengingatkan
" oh iya, kalau gitu ayo " ajak Daffa dan Kania mengangguk lalu mengikuti nya dari belakang.
" eh tunggu " ucap Daffa seraya berhenti memdadak sehingga Kania terbentur punggung Daffa
" aauw... "
" lu pake baju itu? "
" iya, emang kenapa? "
" lu mau laki laki lain pada ngelirik dan godain elu? " tanya Daffa sinis.
" ya enggak lah, kan Nia cuma anterin sampe gerbang sekolah. Nia gak bakal turun dari mobil " balas Kania mengelak
" ya udah kalau gitu hapus make up nya " suruh Daffa
" make up? Nia gak pernah pakai make up "
" bohong "
" kak Daffa gak percaya? emang pernah lihat Nia pakai make up? emang Nia punya? Nia cuma pakai bedak, itu aja bedak bayi "
" ya udah ayo " ajak Daffa yang melangkah terlebih dahulu meninggalkan Kania. Kania berlari kecil untuk mensejajarkan langkah nya dengan langkah Daffa.
" ayah, bunda, Daffa dan Nia pergi dulu ya " pamit Daffa seraya menyalimi kedua tangan mertua nya saat sudah sampai di ruang keluarga. Kania mengikuti apa yang Daffa lakukan, yaitu menyalimi kedua orang tua nya.
" iya, hati hati di jalan ya " ucap Al-Fira dan Husein mengingatkan
" iya bunda, ayah " balas Daffa dan Kania hampir serempak
Lalu Daffa dan Kania berjalan menuju pintu keluar. Husein dan Al-Fira mengantarkan anak beserta menantu nya hingga pintu keluar rumah yang di depan nya sudah terparkir mobil sport milik Kania.
" assalamualaikum ayah, bunda " pamit Daffa-Kania saat sudah berada di dalam mobil
" waalaikumsalam " balas Husein dan Al-Fira serempak
Kania menjalankan mobil nya dan meninggalkan halaman rumah orang tua nya. Kali ini Kania yang mengendarai mobil nya karena Kania benar benar tidak akan keluar dari dalam mobil untuk bertukar posisi nanti nya. Dan juga Daffa ingin tau bagaimana Kania membawa mobil.
" Sejak kapan lu belajar ngendarain mobil? " tanya Daffa memecah keheningan
" Tahun lalu, habis bikin SIM langsung di ajarin sama mas Revan sewaktu belum pindah ke London karena di tugaskan sama ayah untuk mengurus langsung cabang perusahaan ayah yang ada di sana "
" kalau elu? " Kania bertanya balik
" gua juga sama kayak elu. Tapi gua di ajarin sama papah karena gua anak tunggal "
" oh iya... by the way sepi gak jadi anak tunggal? "
" sepi sih, but that's not a problem "
__ADS_1
Selama perjalanan menuju sekolah nya, Daffa dan Kania bertukar cerita masa lalu mereka dan itu membuat mereka saling kenal satu sama lain. Banyak cerita dan pengalaman yang mereka ceritakan hingga tak sadar mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah mereka.
" thanks ya " ucap Daffa seraya memberikan kecupan di kening Kania. Kania pun sudah merasa terbiasa dengan sikap Daffa.
" Buat? " tanya Kania setelah menyalimi Daffa
" Apapun yang telah lu lakukan untuk gua. Oke gua keluar ya, hati hati di jalan. bye honey " pamit Daffa setelah itu dia benar benar sudah keluar dari dalam mobil Kania.
" honey? ya ampun... setiap hari makin manis aja sikap dia ke Nia " batin Kania berteriak. Karena sikap Daffa juga saat ini muka Kania bersemu untung nya tidak ada orang lain di dalam mobil nya.
Kania memutar mobil nya dan pergi meninggalkan sekolah nya.
" itu kan mobil Nia, habis ngapain Daffa? kenapa dia keluar dari dalam mobil Nia? sebenarnya hubungan mereka itu apaan sih? " ucap seseorang yang sama seperti waktu itu. Daffa dan Kania terlalu ceroboh hingga tidak menyadari ada orang yang memperhatikan mereka.
di tempat Daffa
" woi bro, di anter doi ya? gua perhati-in lu senyam senyum mulu abis keluar dari dalam mobil " ucap orang itu seraya merangkul pundak Daffa.
" apaan sih, Vin " ucap Daffa membalas perkataan Kevin seraya melepaskan tangan tangan Kevin yang ada di pundak nya. Kevin juga ada dalam acara ini karena dia salah satu bagian dari organisasi Paskibra, yaitu sebagai seketaris satu.
" santuy dong. Tapi bener kan? "
Daffa tersenyum " iya dong. Pacar gua selama nya "
" wadidaw, keren juga lu. Yakin mau setia? "
" Yakin dong... Hubungan yang halal gak bisa buat main main " balas Daffa enteng
" hah?! maksudnya? " tanya Kevin makin tak paham
" Ayo anak anak, kumpul. Kita akan absen sebelum berangkat " ucap pembina yang akan mengatur jalan nya acara LDKS dengan menggunakan mic.
" kepo lu. Ayo kumpul " balas Daffa seraya meninggalkan Kevin yang masih bingung dengan apa yang di katakan Daffa.
----------
HARI MINGGU
" Nia, ayo makan dulu " panggil Al-Fira
" iya bunda " balas Kania seraya turun dan berjalan menuju meja makan.
" kamu mau kemana pagi pagi udah rapih? " tanya Husein kepada anak nya yang sudah terlihat rapih.
" Mau jemput kak Daffa " balas Kania seraya duduk di bangku yang ada di meja makan.
" bukan nya nanti siang ya? " tanya Al-Fira seraya menaruh makanan yang ia masak di atas meja makan.
" iya "
" terus kamu mau kemana? " tanya Husein mengulangi
" mau jemput kak Daffa ayah... " balas Kania
" baru jam setengah tujuh Nia, Daffa pulang jam satu siang " jelas Husein
" ya gak apa apa. Dari pada telat jumput nya "
" Huduh... " ucap Al-Fira seraya menepuk jidat nya. " Masih lama sayang. Kalau mau kamu berangkat nya jam setengah satu " lanjut Al-Fira
" cuma di tinggal sehari, kangen nya kayak di tinggal sebulan " ucap Husein
" dua hari ayah... Daffa di sana dua hari, satu malam "
" iya-iya. Yuk makan aja lah " ajak Husein akhirnya. Al-Fira tertawa melihat kedua nya berdebat kecil.
__ADS_1
" ayah, bunda, Nia berangkat dulu ya " ucap Kania setelah selesai menghabiskan makanan nya
" Nia ini masih pagi sayang. Kamu nunggu nya lama nanti " jelas Al-Fira
" gak apa apa, bun "
" Nia, bunda gak izinin " ucap Al-Fira tegas. Al-Fira merasa kasihan jika Kania akan menunggu lama nanti nya, Kania anak perempuan satu satu nya, Al-Fira akan sangat khawatir nanti nya.
" iya bunda " balas Kania menurut karena ia tau bunda nya saat ini tidak sedang main main.
" bagus "
jam setengah satu
" ayah, bunda, Nia berangkat ya " pamit Kania seraya menyalimi kedua orang tua nya
" iya, hati hati ya sayang " balas Al-Fira mengingatkan
" iya bunda. assalamualaikum "
" waalaikumsalam " balas Husein dan Al-Fira serempak
Saat ini Kania benar benar tidak sabar. Entah kenapa dia sangat kangen dengan Daffa jika tak melihat nya sehari saja.
Saat sudah sampai, Kania memarkirkan mobil nya di dekat gerbang sekolah nya. Hanya menunggu beberapa menit lagi Daffa akan sampai di sekolah nya. Waktu yang di tempuh dari rumah orang tua nya Kania hingga sekolah sekitar dua puluh menit jika menggunakan kendaraan pribadi.
Tak lama menunggu, akhirnya datang dua buah busway yang di gunakan untuk membawa murid murid LDKS. Kania yang melihat dari dalam mobil pun tak sabar ingin menemui Daffa dan langsung ingin menghampiri nya. Tetapi ia urungkan niat nya itu, karena bisa saja murid murid banyak yang melihat nya.
Begitu juga dengan Daffa, dia juga sama seperti Kania. Setelah busway yang di tumpangi nya berhenti, dengan segera ia turun dan langsung ingin pergi dari kerumunan. Tak lama ia berhenti karena ia lupa harus mengatur barisan organisasi nya dan mengabsen setiap anggota nya. Karena itu adalah tugas seorang ketua, karena Daffa masih menjabat sebagai ketua Paskibra dan akan Sertijab hari senin.
Setelah mengatur dan mengabsen organisasi nya, Daffa segera meninggalkan nya dan berjalan menuju mobil Kania yang sudah terparkir dari tadi. Daffa masuk ke dalam mobil Kania dan langsung di sambut dengan pelukan dari Kania. Daffa mematung sebentar dan setelah itu ia membalas pelukan nya.
" Kangen banget ya? " ledek Daffa dan seketika Kania melepaskan pelukan nya.
" e... enggak kok "
Daffa tersenyum " jalan jalan dulu yuk "
" emang gak capek? "
Daffa menggeleng " lelah dan letih ku hilang seketika ketika honey memelukku "
" ih gombal "
" beneran honey " balas Daffa seraya membelai puncak kepala Kania yang tertutup dengan kerudung. " langsung jalan yuk. Biar aku yang ngendarain " ajak Daffa seraya keluar dari dalam mobil dan mengitari mobil.
" kok ngomong nya udah ganti? sejak kapan dia ganti jadi aku-kamu? " batin Kania dan setelah itu Kania pindah posisi nya dari dalam mobil.
Daffa-Kania pergi ke restoran yang ada di dalam mall terlebih dahulu untuk mengisi perut mereka. Setelah makan, Daffa-Kania berjalan menuju tempat bermain yang ada di dalam mall itu. Daffa mengisi dua kartu bermain itu sebanyak dua ratus ribu, jadi total nya empat ratus ribu.
" kak, ayo kita challenge banyak banyakan total mainan yang di dapat. Yang kalah harus nurut-in apa yang di suruh oleh yang menang. Gimana? setuju gak? " ajak Kania menantang
" ayo, siapa takut " balas Daffa menerima tantangan dari Kania
" kalau gitu dari mesin capit dulu lalu setelah itu mesin tiket "
Hari itu mereka bersenang senang bersama hingga sore hari. Sebenarnya mereka belum mau pulang, tapi Kania di telpon oleh bunda nya agar cepat pulang karena sudah sore hari. Akhirnya Kania mengalah dan setuju untuk menyelesaikan permainan mereka dan pulang.
" Kenapa Kania tampak sangat akrab banget sama Daffa? bukan nya Daffa sering mengganggu Kania lewat para penggemar nya? sebenarnya apa hubungan mereka berdua? " dan lagi lagi orang yang sama telah membuntuti Daffa-Kania
----------
**ADA YG BISA NEBAK SIAPA YANG SELALU NGEBUNTUTI DAFFA-KANIA?
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA😊😊**
__ADS_1