Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 38


__ADS_3

Daffa berjalan menuju parkiran. Saat sudah sampai di depan mobil nya, Daffa melihat Kania yang sudah menunggu nya seraya memainkan ponsel nya.


" Maaf ya, mas jadi nyuruh kamu nunggu " ucap Daffa saat sudah berada di depan Kania seraya mencium puncak kepala Kania.


" Gak apa apa mas, kita impas. Mas tadi tunggu Nia, sekarang Nia yang tunggu-in mas, sama kan? " balas Kania seraya tersenyum


" Iya. Ya udah kita masuk yuk. Kita mampir ke restoran dulu untuk makan malam " ajak Daffa


" Kenapa gak disini aja mas? "


" Ada pengganggu "


" Siapa? "


" Kamu tau temen temen nya mas? "


" Kayak nya tau "


" Iya, itu mereka lagi disini, jadi mas mau ajak kamu ke tempat lain " ucap Daffa seraya memasukkan barang belanjaan nya ke dalam bagasi mobil nya.


" Mereka lihat Nia gak? " tanya Kania khawatir dan ikut membantu Daffa memasukkan barang belanjaan nya.


" lihat. Tapi kayak nya gak lihat muka nya, soalnya mereka nanya ke mas mulu. Kata mereka, itu siapa? "


" Terus mas jawab apa? "


" Mas bilang itu pacar mas "


" Pacar? "


" Iya. Kamu kan pacar halal aku, sayang... " ucap Daffa dan mengecup kembali puncak kepala Kania yang terbalut dengan kerudung yang selalu ia kenakan.


" Dah kamu masuk duluan aja, nih kunci nya. Mas yang lanjutin aja " suruh Daffa seraya memberikan kunci mobil nya agar Kania bisa masuk ke dalam mobil sekalian untuk di panaskan mobil nya agar siap dipakai saat Daffa sudah masuk ke dalam mobil.


" Mas gak apa apa Nia tinggal? "


" Iya sayang... mau mas cium lagi? " ledek Daffa


" Ih mas, inget kata mamah gak boleh, ini tempat umum! " peringat Kania


" Kan lagi gak ada orang, honey "


" Sama aja "


" Berarti di rumah boleh kan? "


" Ih mas, sini kunci nya, ntar gak selesai selesai "


Daffa tersenyum " Nih " Daffa memberikan kunci mobil nya kepada Kania. Kania menerima nya dan langsung masuk ke dalam mobil.


" Woy Daffa! " suara orang meneriaki nama Daffa.


Daffa memutar bola matanya malas. Ia tau siapa pemilik suara ini. Daffa masa bodo dan tetap memasukkan belanjaan nya ke dalam bagasi mobil nya.


" Lu budeg ya?! "


" Berisik! "


" Oh iya, cewek lu kok mau asal di cium aja sama lu? " tanya Kevin


" Aneh lu! dia kan cowok nya " tunjuk Rendi.


" Tapi tetep gak boleh. Bersentuhan kulit dengan yang bukan mahram nya juga termasuk zina loh! " peringat Arga


" Gua tau " balas Daffa

__ADS_1


" Terus? tadi lu ngapain sama pacar lu? " tanya Kevin


" Cium kening nya " balas Daffa santai


" Itu sama aja lu berzina Daffa! " omel Arga


" Asal lu tau, gua gak zina! " balas Daffa tak terima


" Gua dan yang lain nya lihat lu cium kening cewek! " ucap Rendi naik satu pitam suara nya.


" Iya emang " balas Daffa seraya menutup bagasi nya.


" Terus? " tanya Arga, Kevin dan Rendi bingung di buat nya.


Daffa berjalan menuju tempat kemudi mobil nya " Pacar gua "


" Geser honey " suruh Daffa kepada Kania yang duduk di kemudi karena sedang memanaskan mobil nya. Kania mengangguk dan hendak turun untuk mengganti posisi duduk nya di sebelah kursi kemudi.


" Dari situ aja " Daffa menyuruh Kania untuk pindah dari dalam saja, dan Kania menurut.


" Woi Daffa, kita belum selesai tanya nya! " panggil Rendi


" Yang tadi? " tanya Daffa yang kepala nya sedikit di keluarkan dari balik kaca mobil nya.


" Iya "


" Gua mau kasih tau, tapi setelah ini gak ada yang tanya lagi " tawar Daffa


" Oke " balas mereka serempak


" Dia pacar gua, tapi yang halal " ucap Daffa seraya menjalankan mobil nya meninggalkan teman teman nya yang masih bingung dengan ucapan Daffa.


" Maksudnya pacar tapi halal, apa? " tanya Rendi tak mengerti


" Apa ya? " Kevin bertanya pada dirinya sendiri.


" Berarti, maksudnya itu... " ucap Rendi berhenti karena takut salah bicara.


" Daffa udah punya istri?!!! " mereka kaget serempak.


__________


Pukul 20.30 WIB Daffa dan Kania sudah balik ke rumah mereka setelah makan malam di restoran Padang sesuai dengan permintaan Kania.


" Assalamualaikum " ucap Daffa-Kania serempak


Pintu rumah di buka " Waalaikumsalam, eh den Daffa sama non Nia udah pulang " balas mbak Jum


" Iya mbak " balas Kania


" Oh iya mbak, ini buat mbak Jum " ucap Kania seraya memberikan bungkusan besar berisikan makanan.


" Gak usah repot repot non, mbak bisa bikin makan malam sendiri kalau mbak laper " tolak halus mbak Jum.


" Nggak repot kok mbak, tadi sekalian aku sama mas Daffa lagi disitu, jadi sekalian aja beli buat yang di rumah. Di terima ya mbak " ucap Kania meyakinkan.


" Iya mbak, terima aja " kini Daffa yang bersuara.


" Gak apa apa den? non? "


" Gak apa mbak. Nanti makan nya sekalian sama mang Redo dan mang Edi ya " suruh Kania.


" Iya non, gak mungkin mbak makan sebanyak ini " balas mbak Jum seraya menerima bungkusan yang di berikan oleh Daffa dan Kania.


" Ya udah, kita masuk ya mbak, mau istirahat dulu " pamit Kania dan di angguki oleh mbak Jum.

__ADS_1


" Makasih ya den, non " ucap mbak Jum


" Iya mbak " balas Daffa dan Kania serempak.


" Kalau gitu kita masuk duluan ya mbak " Daffa dan Kania berjalan menuju kamar mereka masing masing yang bersebelahan.


___________


Hari Jum'at pagi, Daffa dan Kania kembali keluar rumah. Tujuan mereka kali ini adalah kerumah orang tua nya Kania.


Seperti kemarin, Daffa dan Kania keluar rumah, tapi sekarang mereka menggunakan Pajero sport putih - milik Kania.


Mang Redo yang membuka gerbang kali ini, dan seperti kemarin, Daffa dan Kania mengucapkan terima kasih sebelum mereka benar benar keluar rumah mereka.


__________


Dirumah orang tua nya Kania, mereka berdua sudah sampai. Saat mengucapkan salam, yang buka adalah Dinda-kakak ipar nya Kania yang kebetulan juga datang ke rumah kedua orang tua nya Kania.


" Assalamualaikum " ucap Daffa dan Kania serempak


" Waalaikumsalam, iya tunggu sebentar " balas orang dari dalam rumah. Tak lama pintu rumah terbuka.


" Kak Dinda... " ucap Kania yang langsung berhambur memeluk tubuh Dinda.


" Adek... " balas Dinda yang juga membalas memeluk Kania yang sudah lebih dulu memeluknya.


Dinda melepaskan pelukan nya " Masuk dulu dek, ngobrol nya di lanjutin di dalam. Ayo Nia, Daffa ya? " Tanya Dinda. Daffa mengangguk seraya tersenyum.


" Ya udah, ayo masuk. Pasti Rena seneng banget ketemu aunty kesayangan nya " ajak Dinda. Daffa dan Kania mengangguk mengiyakan perkataan Dinda.


" Bunda, mas Revan, Rena... ada yang dateng nih " panggil Dinda saat sudah memasuki rumah.


Al-Fira dan Revan menghampiri Dinda yang berada di ruang tamu.


" Eh Nia, Daffa, gak bilang kalau mau dateng ke sini " ucap Al-Fira


" Emang harus ya? " tanya Kania. Mengingat kemarin sewaktu ke rumah mertua nya juga berkata seperti itu.


" Enggak juga sih... ini kan juga masih rumah kamu " balas Al-Fira


Daffa dan Kania menyalimi Al-Fira setelah itu Revan dan yang terakhir Dinda, tapi Daffa hanya menautkan kedua tangan nya di depan dada, tanda bahwa laki laki dan perempuan yang bukan mahram tidak boleh saling bersentuhan.


" Nih bun, tadi mumpung searah " ucap Kania memberikan buah tangan kepada orang tua nya. Al-Fira langsung menerima tanpa berkata apa apa, mungkin karena kepada anak nya sendiri jadi tidak sungkan sungkan mengambil, tapi itu tidak jadi masalah untuk Daffa-Kania.


" Bunda saji-in dulu " ucap Al-Fira yang hendak pergi meuju dapur.


" Gak usah bun, biar Dinda aja yang saji-in " ucap Dinda yang menahan kepergian mertua nya menuju dapur.


" Gak apa apa, bunda aja. Rena nyari-in


nanti " balas Al-Fira mengingatkan.


" Udah gak apa apa " ucap Al-Fira kembali karena dari sorot tatapan sang menantu yang menyiaratkan dia saja yang menyajikan nya. Al-Fira langsung menuju dapur meninggalkan yang lain nya di ruang tamu.


" Ayo ke ruang keluarga aja " ajak Revan dan di angguki yang lain.


Saat sudah sampai di ruang keluarga, mereka duduk bersama di sofa yang ada disana.


" Kak, Rena dimana? " tanya Kania pada Dinda.


" Ada di kamar kucing kamu " balas Revan yang memang tadi bermain bersama Rena.


" Kamu samperin mah, bilang ke Rena kalau aunty kesayangan nya datang " suruh Revan kepada Dinda, yang di suruh pun mengangguk mengiyakan perintah suami nya dan pergi menuju kamar kucing.


" Mas kapan kesini nya? " tanya Kania kepada Revan.

__ADS_1


" Lusa mas sampe sini, tapi ke rumah mertua mas dulu soalnya Dinda yang minta "


Mereka bertiga hanya berbasa basi. Entah kenapa hubungan antara kakak dan adik ini menjadi agak canggung dan sedangkan Daffa hanya menyimak lalu sekali kali ia ikut bergabung dengan topik pembicaraan mereka. Sampai datang nya Al-Fira, Dinda dan Rena, barulah kecanggungan itu perlahan menghilang.


__ADS_2