Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 26


__ADS_3

sesuai dengan ucapan Daffa, hari ini Kania di antar oleh nya menuju rumah orang tua nya Kania karena jika ia sendiri di dalam rumah itu ia akan bosan nanti nya.


Daffa mengantarkan Kania hanya sampai depan gerbang rumah orang tua nya Kania saja karena paksaan dari Kania. alasan nya karena takut Daffa bisa terlambat untuk masuk sekolah.


tok... tok... tok...


Kania mengetuk pintu rumah orang tua nya saat sudah sampai di depan pintu masuk.


" iya, tunggu sebentar... " ucap seorang dari dalam rumah dengan sedikit berteriak.


ceklek...


pintu masuk rumah orang tua Kania di buka


" eh dek Nia "


" assalamualaikum bik Maya " ucap Kania memberi salam kepada orang yang membukakan pintu nya, yaitu bik Maya


" waalaikumsalam. ayo masuk dek " balas bik Maya seraya menggeserkan tubuh nya agar Kania bisa masuk ke dalam rumah orang tua nya.


" makasih bik "


" iya dek. sebentar, bibik panggilkan orang tua mu ya... " pamit bik Maya


" iya bik " balas Kania seraya menghempaskan tubuh nya di atas sofa.


" Nia, kamu kesini gak bilang bunda " ucap Fira yang baru saja keluar dari dalam kamar nya karena di panggil bik Maya


" emang harus bilang ya? " tanya Kania seraya menyalimi tangan bunda nya


" nggak juga sih. tumben kesini. kamu gak sekolah Nia? "


" Nia mau sekolah, tapi sama Kak Daffa dilarang karena hari ini ada upacara penaikan bendera, kata nya takut Nia kelelahan bun. padahal kalau Nia kelelahan kan Nia bisa ke UKS iya kan bun? " adu Kania kepada bunda nya


" nggak apa apa lah. lebih baik kan nurutin perkataan suami " balas Fira mengingatkan


" iya sih... "


" ya udah, kamu udah sarapan belum? kalau belum ayo kita sarapan bareng " ajak Fira


" tadi di rumah baru makan roti sama susu sih... tapi Nia udah kenyang kok "


" berarti kamu belum minum obat kan? " tanya Fira dan Kania membalas nya dengan menggelengkan kepala nya


" kalau gitu kamu harus makan nasi " paksa Fira


" iya bunda... " balas Kania malas. Al-Fira hanya menggeleng melihat kelakuan anak bungsu nya yang kadang seperti anak kecil. seketika Fira merasa bersalah kepada anak bungsu nya yang semestinya sekarang masih bisa bermain bebas bersama remaja lain nya.


cup


Fira mencium kening Kania seraya memeluknya.


" kenapa bun? " tanya Kania heran

__ADS_1


" gak apa apa, bunda hanya kangen sama anak bungsu bunda " balas Fira seraya melepaskan pelukan nya dan mencubit pipi Kania yang agak tirus.


" bunda... " rengek Kania ketika pipi nya di cubit oleh bunda nya. Al-Fira tertawa melihat putri nya merengek.


" udah yuk makan " ajak Al-Fira. Kania mengangguk


....................


sore hari


" kok kak Daffa gak jemput jemput Nia ya bun? " tanya Kania kepada bunda nya karena seharus nya pulang sekolah itu jam 2 siang, sedangkan saat ini sudah jam 5 sore.


" bunda gak tau sayang. coba chat dia, kalau gak di balas telpon saja " suruh Fira. Kania mengangguk dan berfikir kenapa tidak dari tadi saja dia menghubungi Daffa. Kania mengambil ponsel nya yang ia letakkan di atas meja yang berada di depan nya.


Kania: assalamualaikum, kak


Kania mengechat Daffa terlebih dahulu jika Daffa tidak membalas juga ia akan menelponnya.


lima menit berlalu, tapi Daffa tak kunjung membalas nya. lima belas menit pun berlalu dan Daffa belum juga membaca chat dari Kania apalagi di balas. akhirnya setelah tiga puluh menit berlalu Kania mencoba hubungi Daffa.


tuut... tuut... tuut... maaf nomor yang ada tuju sedang berada di luar jangkauan. cobalah beberapa saat lagi. hanya suara operator lah yang menjawab panggilan Kania.


Kania mendengus sebal karena panggilan nya tidak di balas oleh Daffa. Kania mencoba menghubungi Daffa berkali kali dan tetap saja Daffa tidak menjawab nya.


Kania tetap menunggu Daffa hingga adzan maghrib tiba. Kania segera berjalan menuju tempat wudhu untuk berwudhu dan segera menunaikan kewajiban nya. setelah sholat maghrib, Kania menyempatkan diri untuk membaca kitab suci Al-Qur'an seraya menunggu Daffa menjemput nya.


setelah selesai membaca kitab suci Al-Qur'an, Kania melipat mukena nya dan berjalan keluar kamar untuk memastikan bahwa Daffa sudah datang atau belum. saat sampai di ruang tamu, Kania tak menemukan siapa siapa.


sedikit kesal kepada Daffa yang tak mengabari nya apa apa, Kania memilih masuk ke kamar kucing nya dan bermain bersama para kucing nya.


Kania membuka ponsel nya untuk melihat apakah Daffa sudah menghubungi nya atau belum. saat di buka ponsel nya ternyata tidak ada pesan apapun dari Daffa.


" kak Daffa lama banget sih! " kesal Kania pada akhirnya. Kania menjatuhkan diri di kasur besar milik nya.


Kania memejamkan mata nya. baru sebentar memejamkan mata nya Kania mendengar suara mobil memasuki halaman rumah nya. dengan segera Kania bangkit dari tidur nya dan berlalu menuju balkon kamar nya untuk melihat siapa yang datang.


Dan benar dugaan Kania, yang datang adalah mobil sport berwarna hitam milik Daffa. dengan sedikit senyum yang terukir di bibir, Kania berjalan menghampiri kaca untuk membetulkan kerudung yang ia kenakan. setelah kerudung yang ia kenakan sudah rapih, barulah Kania berjalan keluar kamar nya dan menuruni anak tangga satu persatu.


dilihat nya Daffa sudah duduk di sofa ruang tamu bersama dengan bunda nya. Kania berjalan menghampiri mereka.


" kok baru dateng? " tanya Kania kepada Daffa


Daffa menoleh ke sumber suara dan melihat Kania yang sedang berjalan menghampiri nya.


" maaf. tadi ngelatih dekel (adek kelas) dulu sepulang sekolah " balas Daffa menjelaskan. Kania mengangguk mengerti karena tugas Daffa sebagai seorang ketua Paskibra.


" ayo makan malam dulu, setelah itu baru boleh pulang " suruh Fira


" ya udah, ayo. Kak Daffa belum pernah nyobain masakan bunda kan? " ajak Kania


" belum " balas Daffa seraya menggelengkan kepala nya


" pasti kak Daffa suka. ayo kak, bun " ajak Kania yang sudah pergi menuju meja makan duluan. lalu disusul oleh Daffa dan Al-Fira.

__ADS_1


" eh tunggu " ucap Kania menghentikan Daffa yang hendak duduk di kursi makan.


" kan belum cuci tangan, cuci kaki, cuci muka dan ganti baju "


" oke... " balas Daffa


" eh tunggu " cegah Kania kembali


" apalagi? "


" mau kemana? " tanya Kania


" cuci tangan, cuci kaki dan cuci muka " balas Daffa mengulang perkataan Kania


" emang tau dimana tempatnya? " tanya Kania seraya melipat kedua lengan nya.


" nggak sih... " Daffa menggeleng karena memang sebelum nya Daffa tidak pernah menginap di rumah kedua orang tua nya Kania.


Kania mengajak Daffa menuju kamar nya agar bisa membersihkan diri. Daffa keluar dari dalam kamar mandi dengan muka, tangan dan kaki nya yang basah.


" kok gak ganti baju? " tanya Kania


" gua gak ada baju disini "


" iya juga sih... oh iya, sebentar ya tunggu disini " ucap Kania keluar dari dalam kamar nya.


tak lama Kania masuk kembali ke kamar nya dengan membawa beberapa kain di tangan nya.


" nih " Kania menyerahkan kain yang tadi ada di tangan nya.


" apa itu? "


" pakaian mas Revan sewaktu SMA nya " balas Kania


" nih pake ya. gua tunggu di bawah. jangan lama lama loh... "


" hmm... "


tak berapa lama Daffa turun menuju meja makan dengan menggunakan pakaian lama Revan yang di berikan oleh Kania tadi.


Fira dan Kania melongo melihat penampilan Daffa. Daffa yang merasa di lihat dengan tatapan yang tidak biasa segera memalingkan muka nya.


" kenapa? aneh ya? " tanya Daffa memberanikan diri


" pakaian Revan ya? "


" iya bunda " balas Kania


" bagus, cocok di pakai sama kamu " puji Fira


" iya, cocok kok " balas Kania antusias


" makasih "

__ADS_1


setelah itu mereka menghabiskan makan malam bersama dengan cerita dan tawa. setelah makan malam tak lama Daffa dan Kania pulang ke rumah mereka. Al-Fira sempat memaksa mereka untuk menginap di rumah nya, tapi Daffa dan Kania menolak dengan halus dan beralasan tentang sekolah. alhasil Al-Fira mengalah dan membiarkan mereka pulang.


__ADS_2