
Kania menatap pucat Daffa " Gimana nih, mas?! " tanya Kania khawatir.
Daffa tersenyum " Tenang, sayang. Semua nya telah di atur oleh papah "
Kania mengerutkan kening nya karena tak mengerti apa yang di maksud Daffa " Maksudnya apa mas? "
" Papah sudah bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru guru sekolah ini, jadi tak perlu khawatir "
" Kok bisa? "
Daffa ingin menceritakan kejadian yang sebenarnya, tapi baru sebentar bercerita, Daffa mengeram kesakitan di bagian ujung bibir nya yang robek dan mengeluarkan darah segar di ujung bibir nya.
" Udah mas, lain kali aja. Jangan di paksain, nanti tambah parah. Kita pulang aja ya, lagian free class, kita gak belajar lagi. Kita pulang ya " ajak Kania. Daffa mengangguk.
" Ya udah, mas tunggu disini ya, aku aja yang jalan untuk ambil tas kamu dan tas aku " suruh Kania.
" Terserah kamu, sayang. Nanti aku kirim pesan ke temen kelas aku, biar temen temen aku langsung kasih tas nya ke kamu " ucap Daffa pelan karena bibir nya yang sakit.
Kania mengangguk dan berjalan meninggalkan Daffa yang disuruh tunggu di tempat.
Kania berjalan menuju kelas nya terlebih dahulu, baru setelah nya ia akan ke kelas Daffa untuk mengambil tas nya.
Kania sudah berdiri di depan kelas Daffa. Kania mengetuk pintu kelas sebanyak tiga kali dan setelah nya salam. Setelah seisi kelas membalas salam dari Kania, ada salah satu dari mereka yang menghampiri nya.
" Eh Nia. Nyari siapa? " tanya anak cowok di kelas itu yang memang mengenal Kania meski Kania tak mengenalnya.
Kania tersenyum kikuk karena bingung dengan cowok di depan nya " Bisa tolong ambilkan tas sekolah Daffa, gak? " pinta Kania.
" Bisa. Tapi buat apa? " tanya cowok itu memastikan.
" Tadi Daffa suruh ambil tas nya, karena tiba tiba dia ada urusan mendadak " Kania beralasan.
" Oke " dengan mudah nya cowok itu percaya dan langsung berjalan menuju meja Daffa.
Cowok itu berhenti di depan meja Daffa dan hendak mengambil tas Daffa. Belum di ambil oleh nya, tangan cowok itu di tepis oleh salah satu sahabat Daffa yang sedang duduk di situ.
" Mau apa lo?! " tanya Kevin yang sedang duduk di sebelah bangku Daffa.
" Mau ambil tas Daffa "
" Iya buat apa maksudnya?! " tanya Arga menimpali.
" Tuh, Nia di suruh sama Daffa untuk nganterin tas nya ke Daffa " balas nya seraya menunjuk Kania yang sedang berdiri menunggu di depan pintu.
" Biar kita aja yang kasih " ucap Rendi
" Modus, lo! " ucap cowok itu.
" Lo kali yang modus. Lagian ini tas temen gua " balas Rendi tak mau kalah.
Cowok itu berjalan menuju meja nya. " Nia, tas nya ada di mereka, ya! gua gak di bolehin ambil sama mereka " ucap cowok itu berteriak setelah ia duduk di bangku nya.
" Apa sih, lo! " hardik Kevin yang sudah memegang tas nya Daffa di tangan nya dan di belakang nya ada Arga dan Rendi.
" Siapa lo?! " tanya Kevin dingin.
" Gua Nia " balas Kania dengan polos nya.
__ADS_1
" Lo yang di suruh Daffa? Daffa nya kemana? kenapa gak dia aja yang ambil? " Arga memberikan banyak pertanyaan sekaligus.
" Iya, gua yang di suruh Daffa. Daffa nya ada di parkiran, dia nyuruh gua karena kebetulan ada yang mau di ambil " balas Kania sedikit berbohong.
" Tadi Daffa udah kirim pesan ke salah satu teman nya " lanjut Kania.
" Oh, gua udah dapet chat nya. Ya udah, n
ini tas nya " ucap Kevin seraya memberikan tas nya kepada Kania.
Kania tersenyum " Makasih ya " ucap Kania menerima tas nya dan setelah itu pergi menuju belakang sekolah.
" Kita ikutin dia. Dia beneran kasih ke Daffa atau enggak " suruh Arga. Rendi dan Kevin mengangguk setuju.
Ketiga sahabat nya Daffa tak akan pernah main main kalau dengan orang asing bagi mereka. Mereka akan menjadi orang yang datar dan dingin dengan orang asing. Tapi jika mereka sudah kumpu bersama, ke konyolan mereka akan datang kembali, kecuali Daffa yang sangat malas menanggapi tingkah konyol mereka.
Arga, Kevin dan Rendi berjalan sedikit mengendap-ngendap karena ia membuntuti Kania. Seperti sebelumnya, Daffa mengikuti Kania tapi Kania tak tau sama sekali kebaradaan nya, begitu pula dengan sahabat nya Daffa yang mengikuti Kania tapi Kania tak mengetahui ada yang mengikuti. Lebih tepat nya, gak peka terhadap sekitar.
Kania berjalan menuju belakang sekolah yang di sana ada Daffa yang menunggu nya.
" Mas, lama ya? " tanya Kania kepada Daffa saat sudah berada di belakang sekolah.
Daffa tersenyum dan menggeleng membalas pertanyaan Kania. Kania menghampiri Daffa lebih dekat.
" Ayo bangun mas, kita pulang " ajak Kania.
Kania membantu memberdirikan Daffa dengan menarik kedua lengan Daffa.
Saat Daffa sudah berdiri, Kania sudah berjalan terlebih dahulu.
" Ya ampun, manja banget sih. Ya udah, ayo sini " balas Kania tersenyum.
Daffa berjalan mendekati Kania lalu ia merentangkan tangan nya dan langsung memeluk Kania.
" Ngapain, mas? " tanya Kania heran.
" Gendong aku dong "
" Hah?! gimana caranya, mas? ke balik kali, mas yang gendong aku " Kania menggeleng heran dengan tingkah manja suami nya.
" Astagfirullah "
Tiba tiba, keluar tiga orang dari balik tembok besar. Mereka adalah Arga, Kevin dan Rendi.
Daffa reflek melepaskan pelukan nya dari Kania. Daffa dan Kania tertangkap basah oleh sahabat nya Daffa. Walaupun mereka bisa di percaya, tetap saja Daffa takut jika mereka di beri tau yang sebenarnya dan mereka tak bisa pegang janji.
" Daffa, inget batasan lo. Lo cuma berdua disini, peluk pelukan lagi " peringat Arga.
" Tau, ngapain lo disini? terus muka lo kenapa Fa? " lanjut Kevin.
" Gua baru tau disini ada lebah beserta sarang nya. Balik yuk, takut di sengat lebah, nanti ke gantengan gua berkorang kayak yang ono " ucap Rendi seraya menunjuk Daffa.
" Gak usah bercanda! " tegas Arga dan Kevin serempak.
" ya maap " balas Rendi menciut.
" Daffa, jawab! " suruh Kevin.
__ADS_1
" Semua nya, maaf ya, mas Daffa muka nya udah bonyok kayak gini. Kalau mau tau dateng aja ke rumah kita, tapi jangan besok ataupun lusa depan, nanti kalau mas Daffa udah sembuh baru boleh dateng... "
" Tunggu. Maksudnya apa? rumah kita? " tanya Arga mengoreksi perkataan Kania.
" Kalian tinggal serumah? " lanjut Arga.
" Iya. Kalau mau tau, dateng aja, tapi gak bisa sekarang. Kasian mas Daffa, udah ya, kita pulang, assalamualaikum " pamit Kania langsung meninggalkan sahabat Daffa yang masih mencerna perkataan Kania.
Kania dan Daffa sudah meninggalkan mereka. Daffa dan Kania hanya membawa satu mobil menuju rumah nya dan yang satu lagi masih tertinggal disana. Saat sudah sampai rumah nanti, Kania akan meminta tolong pada mang Redo atau mang Edi untuk mengambil mobil nya yang ia tinggal di sekolah.
Saat ini Kania lah yang mengendarai mobil nya Daffa. Kania tidak membiarkan Daffa banyak gerak, jadi nya Kania lah yang membawa mobil Daffa.
Aneh nya, walaupun belum waktunya untuk pulang, Daffa dan Kania di perbolehkan untuk pulang duluan dan sedangkan murid lain yang meminta untuk pulang malah tidak di perbolehkan oleh pihak sekolah.
Singkat perjalanan, Daffa dan Kania telah sampai di rumah mereka. Kania memencet klakson mobil agar satpam rumah nya membukakan gerbang untuk nya. Mang Redo yang sedang berjaga di pos segera berlari lari kecil untuk membukakan gerbang.
" Makasih mang " ucap Kania kepada mang Redo yang membukakan gerbang untuk nya. Mang Redo mengangguk.
Kania menjalankan mobil nya memasuki rumah mereka. Saat mereka masuk dan memarkirkan mobil nya, Daffa dan Kania terkejut melihat ada dua buah mobil lain di parkir di tempat itu.
" Mobil siapa itu mas? " tanya Kania yang tak mengenali mobil itu.
Daffa mengerutkan kening nya, merasa kenal dengan pemilik mobil itu. Ah iya, Daffa mengenalnya. Itu adalah mobil milik Verrel-sepupu Daffa dan mobil milik orang tua nya. Tapi, kenapa Verrel kesini? itulah yang ada di pikiran Daffa saat ini.
" Mas?! " panggil Kania kepada Daffa yang dari tadi hanya diam tak menjawab pertanyaan nya.
" Ah, kenapa? " Daffa bertanya balik.
" Itu mobil siapa? " ulang Kania.
" Itu mobil mobil mamah, papah dan Verrel " jujur Daffa.
Kania memberhentikan mobil nya lalu menatap Daffa " Verrel siapa? ngapain dia ke sini? "
Oh iya, Kania baru dua kali bertemu dengan Verrel-sepupu Daffa. Yang pertama kali saat pernikahan nya dan yang kedua hari di mana Kania mengalami kecelakaan. Maka dari itu Kania tak mengingat nya betul, tapi mungkin kalau langsung bertemu langsung dengan nya Kania akan mengingatnya.
" Sepupu aku. Dia ngapain ke sini ya sama mamah dan papah? " Daffa bertanya balik.
Kania mengangkat bahu nya, tak tau dengan tujuan mereka datang ke sini secara bersamaan.
" Apa jangan jangan, mereka mau... " ucap Daffa terkejut mengingat perkataan mereka waktu itu.
__________
**APA YANG MAU KEDUA ORANG TUA DAFFA DAN VERREL LAKUKAN YA?
DI TUNGGU UPDATE NYA MINGGU DEPAN YA😉😓
KENAPA MINGGU DEPAN? 😧
AUTHOR MASIH SEKOLAH, JADI BESOK SAMPAI MINGGU DEPAN AUTHOR AKAN MENGIKUTI UJIAN ONLINE 😰😭
KARENA TAKUT MENGGANGGU KONSENTRASI, AUTHOR AKAN HIATUS SAMPAI MINGGU DEPAN.
MAAFKAN AUTHOR YA🙏🙏😅
TERIMA KASIH😉😊**
__ADS_1