Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 35


__ADS_3

Minggu ini, di sekolah SMA AULIA SCHOOL sedang menghadapi UN untuk menentukan antara lulus dan tidak nya mereka. Mereka berjuang untuk menentukan masa depan mereka, termasuk pasangan yang satu ini, yaitu Daffa-Kania.


Pasangan Daffa-Kania tidak sulit menghadapi ujian ini, karena mereka dari jauh jauh hari bahkan mereka selalu belajar untuk menghadapi ujian ujian ini dengan sangat mudah.


Seminggu berlalu. Ujian Nasional telah di selesaikan oleh murid murid SMA AULIA SCHOOL. Di antara mereka ada yang sedih karena mengkhawatirkan hasil ujian mereka, ada yang senang akhirnya ujian berlalu dan adapula yang terlalu percaya diri dengan hasil ujian nya.


Berbeda dengan dua orang ini, mereka tampak sangat biasa biasa saja dengan ujian yang baru saja mereka lewati. Mereka tidak menemukan kesulitan sama sekali saat menghadapi UN tersebut, karena bagi mereka itu sangat mudah. Maka dari itu mereka selalu di pilih untuk mengikuti lomba olimpiade yang ada di sekolah itu. Dan aneh nya, mereka tak pernah bertemu sama sekali selama mengikuti lomba olimpiade tersebut. Siapa lagi kalau bukan Daffa-Kania yang selalu di gemari banyak orang karena kelebihan yang mereka punya.


" akhirnya kelar juga nih ujian. Guys, kita refreshing yuk " ajak Indah


" kemana? " tanya Kania, Nesya, Aina dan Kiara serempak


" widih kompak... " ucap Indah seraya menepuk nepuk tangan nya.


" nanti gua kabarin lagi. Bye, gua duluan ya. Gua ada acara keluarga. Assalamualaikum " lanjut Indah


" Waalaikumsalam " balas semua serempak


" hati hati ya... " teriak Kania


" haduh... tuh orang yang ngajak, dia juga yang cabut duluan. Heran gua " ucap Nesya seraya menepuk jidat nya dan di susul ketawa oleh yang lain.


-----


hari sabtu


" kak, eh, ma-as " panggil Kania kepada Daffa terbata bata dengan panggilan baru nya.


Daffa menoleh ke arah Kania " kenapa honey? " seraya tersenyum kepada Kania


" aku boleh gak jalan bareng temen temen aku? "


" kemana? "


" gak tau. Nanti kumpul ke rumah Indah dulu. Dia gak ngasih tau-in mau kemana "


" bilang ke mereka kamu boleh pergi... " ucap Daffa terpotong karena Kania mengatakan


" Alhamdulillah "


" tapi... " lanjut Daffa


" ada tapi nya? "


" iya "


" apa? "


" aku ikut juga "

__ADS_1


" ikut? "


" iya. Aku juga mau ikut pergi jalan jalan. Masa aku di tinggal di rumah sendiri "


" aku tanya dulu yang lain dulu "


" oke. Tapi kalau aku gak boleh ikut, kamu juga gak boleh ke sana. Biar aku yang ajak kamu jalan jalan "


" oke " balas Kania seraya menyatukan jari telunjuk nya dan jari jempol membentuk huruf ' O '


Kania mengirimkan pesan kepada teman teman nya untuk meminta pendapat mereka. Akhirnya Kania di perbolehkan oleh teman teman nya, karena kalau Kania tidak ada di antara mereka, tidak akan terasa menyenangkan.


" boleh kak, eh mas " ucap Kania kepada Daffa


" kapan? "


" Nanti sore "


" oh... "


" mas yakin? "


" kenapa? "


" disana cuma ada cewek, gak ada cowok nya. Mau? "


" ya udah. Siap siap-in barang barang nya sana " suruh Kania


" barang barang? buat apa? "


" gak tau. Katanya kita menginap di sana selama tiga hari. Mumpung minggu depan kita libur "


" oh. Kalau gitu kamu yang siap-in, sekalian kamu siap-in barang kamu "


" kalau gak cocok? "


" gak apa apa. Lagian semua barang yang kamu pilih itu selalu cocok buat aku "


" ya udah "


Kania pergi meninggalkan Daffa yang sedang duduk di sofa ruang keluarga untuk menyiapkan barang barang yang akan mereka bawa nanti nya.


-----


Sore hari, di rumah Indah. Semua sudah pada datang. Ternyata Indah sudah menyewa mini bus untuk mereka berangkat menuju puncak. Ya, tujuan mereka adalah puncak gunung.


Saat masuk, Daffa dan Kania duduk bersebelahan karena permintaan Daffa. Kania menurut karena jika tidak, Daffa kasian karena ia akan duduk sendiri.


Lama di perjalanan menuju puncak sehingga membuat Daffa, Kania beserta teman Kania yang lain nya tertidur di dalam mobil mini bus tersebut karena berhubung sudah malam hari. Yang tidak tidur hanya Kiara dan supir mini bus tersebut. Sedangkan sopir mini bus tersebut belum juga istirahat karena belum menemukan rest area.

__ADS_1


Posisi Kiara yang duduk nya di depan nya Daffa-Kania dan di sebelah nya ada Aina. Sedangkan Nesya dan Indah berbaring di dalam mobil mini bus itu dengan ber-alaskan senderan kursi yang di lurus kan dan di gabung kan dengan kursi yang lain nya menjadi satu. Nesya dan Indah sudah menyiapkan semua nya dengan matang, sehingga mereka tidur di dalam mini bus menggunakan bantal, guling dan selimut.


Kiara yang merasa bosan karena perjalanan nya sangat sunyi, tidak ada candaan seperti biasa nya seperti saat mereka berjalan jalan, karena semua orang tidur kecuali pak supir nya. Kiara menoleh ke samping kiri nya, terdapat Aina yang tertidur pulas dan kepala nya bersender ke jendela kaca mobil. Lalu Kiara menoleh ke samping kanan nya dan melihat Nesya dan Indah yang juga sedang tidur dengan nyenyak nya. Lalu Kiara membalikkan badan nya untuk melihat Kania. Kiara terkejut bukan main melihat Kania, sampai sampai ia menutup mulut nya.


" Harus di foto ini " gumam Kiara pelan agar yang lain tidak terbangun karena nya.


Kiara mengambil kamera nya dan dengan segera Kiara memotret posisi tidur Kania dan Daffa. Memang sengaja Kiara membawa kamera kesayangan nya untuk mengabdikan momen ini di dalam kamera kesayangan nya.


Cekrek!


Bunyi suara kamera Kiara. Kiara membuka foto hasil jepretan nya. Tak dapat di pungkiri bahwa setiap foto yang ia ambil selalu bagus hasil nya. Dia tersenyum tak sabar ingin menunjukkan nya kepada yang lain.


" Kirim ke grup aja kali ya? " tanya Kiara pada diri sendiri. Setelah itu Kiara memutuskan untuk mengirimkan nya di grup mereka. Barulah setelah nya Kiara bisa tertidur dengan nyenyak nya karena tidak sabar menunggu mereka bangun dan melihat nya.


Baru satu jam Kiara tertidur, ternyata mobil mini bus itu berhenti di rest area untuk mengisi bahan bakar mobil mini bus nya, untuk istirahat dan untuk menunaikan sholat isya yang belum mereka kerjakan.


Kiara bangun dan mengambil mukena nya untuk ia pakai nanti di mushola rest area. Kiara dengan sangat keluar dari dalam mobil mini bus dengan sangat semangat karena tak sabar menunggu reaksi mereka ketika melihat kiriman foto nya di grup.


Setelah semua nya selesai sholat, mereka semua kembali ke dalam mini bus, tapi mobil mini bus itu tidak berjalan karena supir nya juga butuh istirahat. Dan di dalam mobil mini bus semua orang langsung kembali tertidur tanpa membuka ponsel mereka sekalipun. Kiara yang melihat nya sedikit kesal karena tidak ada yang mengecek ponsel mereka, akhirnya ia memutuskan untuk kembali tidur.


Hanya 1 setengah jam supir mobil mini bus itu tertidur dan setelah nya ia melanjutkan kembali perjalanan nya karena sebentar lagi mereka akan sampai di tempat tujuan.


Setelah dua jam berjalan dari rest area, mereka sudah sampai di villa milik orang tua nya Aina. Mereka masuk ke dalam villa dan di sambut hangat oleh para pelayan yang bekerja di sana.


" Selamat datang nona muda Aina Zahira Arsyila " sapa salah satu dari mereka dan sedangkan yang lain nya menunduk takut. Aina Zahira Arsyila adalaj nama panjang Aina.


" Terima kasih. Aku minta kalian biasa aja sama aku, kan gak ada orang tua aku. Lagian gak sopan kalau seperti ini " titah Aina


" baik nona muda " balas mereka serempak


Aina tersenyum " Apakah kamar untuk ku dan teman teman ku sudah siap mbak Alia? " tanya Aina kepada Alia-selaku ketua pimpinan yang akan mengatur pekerjaan semua bawahannya.


" sudah nona. Kamar nona ada di tempat seperti biasa nya. Untuk teman teman nya nona ada di samping kamar nona, lebih tepat nya di sebelah kiri ada dua kamar dan dua kamar lagi di sebelah kanan nya nona " balas nya cepat


" terima kasih " balas Aina dan diangguki oleh Alia. Aina dan yang lain nya hendak melangkah maju menuju kamar yang sudah di sediakan


" biar kami yang bawa barang nya nona dan teman teman nya nona " izin Alia dan di setujui oleh yang lain nya.


" makasih " ucap Aina beserta yang lain nya hampir serempak. Lalu di balas oleh anggukan mereka.


Lalu mereka semua masuk ke dalam kamar yang telah di siapkan. Hanya Daffa-Kania yang berdua di dalam kamar sedangkan yang lain nya sendiri.


Kiara membuka ponsel nya dan melihat pesan yang ia kirim. Terkirim tapi belum ada yang melihat pesan dari nya. Kiara menghela napas dengan kasar. Berarti ia akan menunggu besok pagi sampai semua nya melihat.


-----


HAY, ASSALAMUALAIKUM SEMUA NYA👋 😄


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN🙏😊 TAQOBBALLAHU MINNA WA MINKUM, SHIYAMANA WA SHIYAMANAKUM. AAMIIN😇😊

__ADS_1


__ADS_2