
Daffa-Kania beserta teman teman nya sudah pulang dari acara jalan jalan yang mereka buat.
Sekarang hari kamis, Daffa berniat mengunjungi kedua orang tua nya dan pasti nya Kania ikut dengan nya.
Daffa-Kania sudah berada di dalam mobil yang siap di jalan kan. Di buka gerbang rumah mereka oleh mang Edi setelah nya Daffa membuka kaca mobil nya untuk berterima kasih karena sudah di buka-kan gerbang nya. Sungguh Daffa yang dulu tidak pernah bersikap demikian, semenjak kehadiran Kania di dalam hidup nya, Daffa berubah drastis.
__________
Di rumah orang tua nya Daffa, Daffa-Kania berjalan beriringan seraya menggenggam kedua tangan mereka seakan tak mau lepas.
ting...tong...
Daffa menekan bel yang ada di sebelah nya. Pintu terbuka, dan Kirana lah yang membuka pintu nya.
" Assalamualaikum, mah " Ucap Daffa-Kania memberikan salam kepada Kirana.
" Waalaikumsalam, sayang... uh, mamah kangen banget " balas Kirana seraya memeluk erat menantu nya.
" Daffa enggak nih? " ledek Daffa
Kirana melepaskan pelukan nya dan berganti memeluk anak tunggal nya " ya kangen lah " balas nya kepada Daffa
Lalu Kirana melepaskan pelukan nya " ayo masuk, masa mau di sini terus? " tanya Kirana bercanda
" Enggak lah mah, ayo masuk " balas Daffa sedangkan Kania hanya mengangguk tersenyum.
Daffa-Kania masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang keluarga " Nih untuk mamah sama papah " ucap Kania seraya memberikan keranjang buah dan kue bolu kukus kepala Kirana.
" Ish, ngapain repot repot? udah kayak sama orang lain aja "
" Nggak repot kok mah, masih satu arah beli nya " Daffa yang membalas.
" Buat kalian aja di rumah " tolak Kirana
" Mamah... ambil aja. Gak apa apa kok " ucap Kania seraya membuka tangan mertua nya dan menaruh buah dan kue di atas nya.
Kirana tersenyum " Oke, mamah terima. Makasih ya. Mamah masuk dulu "
" Iya mah " balas Daffa-Kania serempak. Kirana pergi ke dapur, menyisakan Daffa-Kania berdua di ruang keluarga.
" Mas " panggil Kania
" Kenapa dek? " balas Daffa yang suka mengganti panggilan nya kepada Kania.
" Ganti lagi... " ucap Kania seraya mencubit gemas pipi Daffa.
" Kok ganti-an sih? harus nya yang cubit mas, bukan dedek " ucap Daffa seraya mencubit balik pipi Kania.
" Ih, Nia kan bukan adek nya mas " cemberut Kania.
Daffa berganti memeluk Kania dan memberikan kecupan yang banyak di wajah halus milik Kania " Iya istriku sayang " balas Daffa.
" Udah mas " ucap Kania menjauhkan wajah nya dari Daffa agar Daffa berhenti menciumnya.
" Gak bisa, masih kurang di sini " tolak Daffa seraya menyentuh bibir Kania.
Tanpa izin dari Kania, Daffa langsung menyerobot mencium bibir Kania. Daffa mendorong tubuh Kania perlahan.
" Ekheem... "
Daffa dan Kania terkejut, dengan cepat Daffa melepaskan ciuman nya dan langsung membenarkan posisi nya yang sebelumnya berada di atas Kania.
" Ma-mamah " ucap Daffa gelagapan, sedangkan Kania hanya menunduk malu.
Kirana hanya menggeleng gelengkan kepala nya, bingung ingin mengatakan apa.
Huft...
Kirana menghela nafas nya.
" Astagfirullah... Daffa, Kania kalian
ngapain! "
" Mah... it-itu ta-di Daffa cuma... " balas Daffa terbata bata.
" Kalian sebelumnya pernah kayak gitu? " tanya Kirana. Daffa mengangguk pelan sedangkan Kania masih menunduk malu.
" Harus nya mamah bilang dari awal. Ingat, kalian masih sekolah, harus bisa tahan Daffa " suruh Kirana.
__ADS_1
" Iya mah. Tapi Daffa belum ngapa ngapain mah, iya kan dek? "
Kania mengangguk pelan.
" Bagus. Untung papah kalian tidak melihat nya. Jangan di ulang lagi. Sabar, masih ada waktu sebulan lagi kalian akan lulus "
" Iya mah " dengan malu Daffa dan Kania mengangguk.
" Ya udah, ayo kita makan siang dulu " ajak Kirana yang sudah berjalan terlebih dahulu.
" Iya " balas Daffa dan Kania serempak
__________
Sore hari, Daffa dan Kania pamit ingin pulang ke rumah mereka.
" Mah, pah, Daffa sama Nia mau pulang ya " pamit Daffa kepada kedua orang tua nya saat sedang berada di sofa ruang tamu.
" kok pulang? kenapa gak nginep aja? " tanya Kirana
" Iya, nginep aja, kan besok masih libur " ucap Fahriz menyetujui ucapan Kirana.
" Daffa sama Nia sekalian mau belanja bahan dapur yang kurang, mah, pah " ucap Daffa menjelaskan
" Emang gak bisa besok aja nak? " tanya Kirana sedih.
" Maaf mah, pah, besok Daffa sama Nia juga mau mengunjungi rumah mertua nya Daffa " tolak Daffa
" Ya udah kalau kayak gitu. kalau libur kesini lagi ya " pinta Kirana
" Iya mah, pasti. Kalau gitu Daffa sama Nia pamit ya mah, pah, assalamualaikum " pamit Daffa seraya menyalimi tangan kedua orang tua nya dan di ikuti oleh Kania.
__________
Sesuai perkataan Daffa, kini sekarang mereka pergi menuju mall untuk berbelanja stok dapur mereka.
Daffa dan Kania berjalan menuju lantai paling atas di mall tersebut, dimana disana lah tempat menjual perlengkapan atau kebutuhan rumah tangga.
Setelah merasa kebutuhan dapur mereka sudah lengkap, kini mereka menuju mushola yang berada di mall itu untuk menunaikan kewajiban mereka terhadap Tuhan mereka, yaitu ibadah sholat maghrib. Daffa dan Kania berjalan bergandengan tangan sampai depan mushola dan setelah nya mereka harus berpisah karena pembatas yang memisahkan mereka antara akhwat (perempuan) dan ikhwan (laki-laki).
Selesai sholat, Daffa menunggu Kania di luar mushola, mungkin karena Kania harus melipat mukena terlebih dahulu jadi agak lama dan Daffa yang keluar terlebih dahulu.
" Mas, maaf, lama ya? " tanya Kania yang baru saja keluar dari dalam mushola dan langsung menghampiri Daffa.
" Emm... mas, aku ke toilet sebentar ya " izin Kania dan Daffa mengangguk setuju
" Ya udah, kalau gitu mas tunggu disana ya " ucap Daffa seraya menunjuk bangku panjang yang tak jauh dari mushola.
" Iya. Aku gak lama kok " ucap Kania seraya pergi menuju toilet wanita.
Daffa melihat punggung Kania yang berjalan menuju toilet wanita. Sambil menunggu, Daffa mengeluarkan ponsel nya dan memainkan nya.
Puuk...
Seseorang menepuk pundak Daffa. Yang di tepuk jadi menoleh.
" Eh, ngapain lu disini? bareng sama cewek lagi " ucap orang itu
" Kenapa emang nya? ini tempat umum kok, ya suka suka gua mau kemana " balas Daffa cuek
" Udah gak usah di jawab kalau yang tanya itu si Rendi, kagak kelar nanti nya "
" Apa-an sih Vin! gua gak ngomong sama lu! "
" Gua juga gak ngomong sama lu kali... ge-er banget jadi orang "
" Udah ish, jangan berdebat di tempat umum. Mau itu lu, Kevin ataupun Rendi sama aja "
Mereka adalah teman teman nya Daffa, yaitu Rendi, Kevin dan barusan yang berbicara adalah Arga.
" Lu pada kesini cuma bertiga? " tanya Daffa
" Keliatan nya? " Arga bertanya balik
" Oh. Gak ngajak gua? bener bener " tanya Daffa kembali seraya menggeleng gelengkan kepala nya.
" Ngajak lah... lu nya aja yang kagak pernah gabung lagi " balas Kevin malas.
" Emang iya? " Daffa membuka ponsel nya untuk melihat pesan dari grup dia dan teman teman nya.
__ADS_1
" Iya deh... " ucap Daffa cengar cengir.
" Gua pites juga lu! " kesal Rendi.
" Apa lu! " balas Daffa dingin yang membuat suasana nya berubah menjadi sedikit tegang walaupun tempat nya masih ramai pengunjung.
" Sans dong... by the way, lu jajan sebanyak ini? isi nya apa-an? " ucap Rendi.
" Eh iya bener juga. Truss cewek tadi siapa? " lanjut Kevin
" Kepo " balas Daffa seraya mendorong troley belanjaan nya ke tempat yang lebih dekat dengan toilet wanita.
" Jangan baper-an dong! mumpung lu disini, ayo bareng. Jarang jarang bisa kayak gini lagi " ajak Arga
" Gak usah, gua udah bareng yang lain " tolak Daffa
" Siapa? " tanya mereka bertiga serempak.
" Kepo " balas Daffa. Daffa membuka kembali ponsel nya dan menghubungi Kania.
Tak lama panggilan nya terhubung dengan Kania. " Halo, assalamualaikum " ucap Daffa memberi salam.
" Waalaikumsalam, sebentar ya mas, Nia belum masuk ke toilet. Ada beberapa toilet yang rusak, jadi nya harus meng-antre dulu "
" Iya, gak apa apa sayang. Mas tunggu di tempat lain ya, disini ada pengganggu " izin Daffa.
" Iya mas. Nanti kasih tau ya, mas ada dimana, biar Nia gak bingung cari nya "
" Pasti nya sayang. Ya udah mas tutup ya, assalamualaikum "
" Iya mas, waalaikumsalam " balas Kania di sebrang sana dan setelah mendapatkan jawaban salam, Daffa mematikan panggilan nya.
" Tadi lu bilang apa? sayang? mas? itu siapa " tanya Arga dan Kevin dengan ekspresi terkejut nya.
" Kan tadi udah gua bilang, si Daffa itu bareng cewek " balas Rendi.
" Emang " balas Daffa cuek.
" WHAT?!!! " teriak Arga, Kevin dan Rendi serempak.
" Berisik! "
" Lu punya pacar? " tanya Arga
" Iya "
" Sejak kapan? kok gak kasih tau?! " tanya Kevin
" Udah mau jalan empat bulan "
" Cantik gak orang nya? " sekarang Rendi yang bertanya.
" Ngapain sih?!! mau jadi wartawan?! tanya nya detail banget " balas Daffa seraya berlalu meninggalkan ketiga nya.
Namun bukan sahabat nya Daffa namanya kalau gampang menyerah. Mereka belum mendapatkan jawaban nya, jadi mereka kekeh mengikuti Daffa.
Daffa berhenti, berniat untuk menghubungi kembali Kania.
" Assalamualaikum, dek "
" Waalaikumsalam, mas dimana? Nia udah keluar dari dalem toilet wanita, tapi mas belum kasih tau posisi mas ada dimana? "
" Kamu langsung ke parkiran aja, tunggu mas disana "
" Ya udah, Nia kesana "
" Tunggu mas ya, assalamualaikum "
" Iya, waalaikumsalam "
Daffa mematikan panggilan nya dengan Kania dan langsung bergegas menuju parkiran. Sebenarnya Daffa ingin mengajak Kania makan malam bersama di restoran dalam mall tersebut, tapi karena ada 3 sahabat nya yang mengganggu nya, dia urungkan niat nya dan akan pindah ke restoran lain nya.
" Dah gua mau pulang, assalamualaikum " pamit Daffa kepada para sahabat nya.
" Yah kok pulang, mana bebeb sayang lu? " tanya Rendi
" Kalau salam tuh di jawab! " suruh Daffa
" Waalaikumsalam " balas sahabat konyol nya serempak.
__ADS_1
Setelah di jawab salam nya, Daffa berjalan menuju parkiran dimana mobil nya terparkir disana.
" Gak bisa di biarin, ayok kita ikutin dia " ajak Rendi dan di setujui oleh Arga dan Kevin yang memang juga penasaran.