Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 22


__ADS_3

triiiing... triiiing... triiing...


istirahat pertama tiba, para murid murid berhamburan menuju kantin sekolah secara bersamaan.


Arga, Kevin dan Rendi di buat bingung oleh Daffa karena belakangan ini dia sering melamun dan super cuek. jika di tanya oleh teman nya, Daffa hanya menjawab seadanya tanpa memperpanjang kan nya.


" Daffa, lu ada masalah? " tanya Kevin membuka suara


" iya, kalau ada masalah cerita aja, ngapain di umpet umpetin " lanjut Rendi


" nggak kok, gak ada masalah " balas Daffa yang masih fokus dengan lamunan nya.


" Bilang aja daf " suruh Arga


" gua bilang gak ada. gua balik duluan " pamit Daffa


" makanan lu belum habis daf! " panggil Arga


" buat lu aja " balas daffa cuek dan tetap berjalan menuju pintu keluar kantin.


" Daffa kenapa ya? " tanya Rendi dan di balas anggukan oleh Kevin dan Arga


....................


pulang sekolah, Daffa tidak pernah langsung pulang ke rumah nya, melainkan ke rumah sakit untuk melihat kabar Kania.


sesampai nya di rumah sakit, Daffa langsung memarkirkan mobil nya di parkiran mobil rumah sakit tersebut. setelah memarkirkan mobil nya, Daffa langsung masuk ke dalam rumah sakit. melewati lorong rumah sakit dan berhenti di depan lift yang masih tertutup. dan setelah terbuka dengan segera Daffa masuk dan menekan tombol angka 2 untuk berhenti di lantai 2.


Daffa keluar dari lift karena sudah sampai di lantai 2. Daffa dengan semangat berjalan ke arah kamar rawat Kania. Daffa memegang knop pintu untuk di buka pintu nya.


" assalamualaikum " ucap Daffa memberi salam kepada kedua orang tua nya


" waalaikumsalam " balas Kirana dan Fahriz serempak seraya menoleh ke arah Daffa.


" gimana keadaan Nia mah? " tanya Daffa seraya menyalimi kedua orang tua nya.


" alhamdulillah kata dokter dia semakin membaik " balas Kirana senang


" alhamdulillah. Nia, kapan bangun nya? gak capek apa tidur mulu? " panggil Daffa memohon


" doa kan dia supaya bisa seperti semula lagi ya " suruh Fahriz


" iya pah " balas Daffa


" oh iya mah, Nia blm izin selama dua hari di sekolah. Teman teman dan juga guru guru menanyakan tentang kabar nya, tapi gak ada satupun yang tau kecuali aku " ucap Daffa


" oh iya juga. mamah lupa. kamu tau nomor wali kelas nya Nia gak? " tanya Kirana


" tau, aku punya semua kontak guru kok. guru guru juga kenal sama aku " ucap Daffa bangga


" ya udah, minta nomor nya. kirimin ke mamah, biar mamah yang nge chat guru


nya " pinta Kirana


" iya mah... "


Daffa mengirimkan nomor Bu Nana karena dia adalah wali kelas nya Kania. Kirana save nomor guru nya Kania dan mulai mengirimkan pesan.


Kirana: assalamualaikum, saya orang tua nya Kania Fellyta

__ADS_1


Bu Nana: waalaikumsalam. mau tanya bu, kenapa Nia selama dua hari ini tidak masuk ya?


Kirana: maaf sebelumnya bu, saya lupa bilang kalau Nia mengalami kecelakaan dan hingga saat ini dia belum sadar. karena saya terlalu fokus kepada anak saya, jadi nya lupa untuk meminta izin kepada sekolah


Bu Nana: astagfirullah, jadi Nia kecelakaan bu? dirawat dimana sekarang? siapa tau teman teman nya bisa menjenguk nya.


Kirana: iya bu. Nia di rawat di rumah sakit XXX


Bu Nana: insya allah besok anak anak akan jenguk Nia selepas pulang sekolah bu. Semoga Nia cepat sadar dan bisa melakukan aktivitas nya kembali ya bu.


Kirana: aamiin...


setelah itu Kirana menyimpan kembali ponsel nya di atas meja yang terdapat di ruang rawat Kania.


" udah mah? " tanya Daffa


" udah barusan " balas Kirana yang fokus pandangan nya kepada Kania.


" ya udah, mamah sama papah istirahat aja, sekarang aku yang jaga Nia " suruh Daffa kepada kedua orang tua nya.


" mamah disini aja nungguin Nia sadar. kata dokter juga udah lebih baik dari yang sebelum nya " tolak Kirana


" ya udah, mamah sama papah duduk di sofa aja. kan lebih luas disana " tunjuk Daffa ke arah sofa yang ia maksud.


" iya " balas Kirana dan Fahriz serempak


malam hari


Daffa sedang duduk dan memegang ponsel nya. ia sedang belajar online karena sudah mendekati UN. lalu ia teringat akan formulir yang di berikan oleh Bu Dian tadi di sekolah. Daffa mengambil tas nya memgeluarkan formulir nya lalu memberikan nya kepada Kirana.


" apa ini? " tanya Kirana


" kenapa gak kamu aja yang isi? " tanya Kirana lagi


" mamah aja " balas Daffa


" yakin? ntar kamu gak suka sama tempat yang mamah pilih gimana? " tanya Kirana memastikan


" gak apa apa. Daffa suka pilihan mamah " balas Daffa


" tanya papah kamu aja nanti " suruh Kirana menunggu Fahriz pulang. Fahriz orang yang sangat sibuk, jadi ia tidak bisa terus menerus bersama keluarga nya.


" gak usah mah, ntar lupa " tolak Daffa


" ya udah, mamah yang isi " ucap Kirana seraya mulai mengisi Formulir yang di berikan oleh Daffa.


" nih, udah " ucap Kirana menyerah kan formulir yang sudah ia isi dan Daffa menerima nya.


Daffa memegang formulir yang sudah di isi oleh Kirana. Daffa melihat Kania lalu berjalan ke arah Kania dan berkata


" dek, kalau kamu mau kemana? " Daffa bertanya dengan tatapan sendu nya. Setelah Daffa menanyakan kepada Kania, dengan perlahan Kania membuka mata nya.


" kak... " panggil Kania pelan


" Nia... mah Nia udah bangun " Ucap Daffa berteriak senang. Kirana menghampiri nya


" Nia... akhirnya kamu sadar. Daffa cepet panggil dokter " suruh Kirana kepada Daffa


" iya mah " balas Daffa dan langsung berjalan menghampiri tombol yang ada di dinding untuk memanggil dokter. Tak lama dokter dateng bersama dengan perawat.

__ADS_1


" dok, tolong di periksa " suruh Kirana


" baik. permisi bu " balas dokter Angga lalu Kirana menggeser tubuh nya.


" alhamdulillah, kondisi Nia sudah sangat baik. mungkin beberapa hari lagi sudah di perbolehkan pulang " ucap dokter Angga menjelaskan keadaan Kania.


" alhamdulillah " balas Daffa dan Kirana hampir serempak


" nanti perawat akan datang kesini lagi untuk mengantarkan makanan sebelum dia meminum obat nya " suruh dokter Angga


" baiklah, terima kasih dok " balas Kirana setelah itu dokter beserta perawat keluar dari dalam ruang rawat Kania


Kirana kembali mendekat kepada Kania dan berkata " sayang... " panggil Kirana


" mah, Nia mau bunda " pinta Kania dengan suara nya yang lembut dan Daffa sangat rindu dengan suara itu, tanpa ia sadari Daffa tersenyum ke arah Kania


" iya sayang, bunda mu dan ayah mu akan segera kemari " balas Kirana. memang Fira dan Husein sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk bergantian menjaga Kania.


" makasih mah... " ucap Kania


" iya sayang... "


beberapa menit kemudian, kedua orang tua nya Kania datang. saat membuka pintu masuk, Fira terkejut lalu berhambur menghampiri Kania dan memeluk nya.


" Nia ku sudah sadar. Bunda sangat rindu sama kamu sayang. Tolong jangan kayak begini lagi ya... " ucap Fira seraya menangis


" iya bun, maafin Nia ya " Kania membalas pelukan dari bunda nya.


" ayah juga mau di peluk dong... " rengek Husein bercanda


" ayah... " ucap Kania lalu bergantian memeluk ayah nya.


" ayah, bunda, Daffa izin mau nganter mamah pulang sekalian karena sudah malam mamah butuh istirahat juga " izin Daffa seraya menyalimi kedua mertua nya.


" pulanglah... ini sudah malam, kau juga harus istirahat karena besok masih sekolah, jadi kamu tidak perlu balik lagi setelah mengantar mamah mu pulang " balas Husein menyetujui dan Fira mengangguk setuju.


" makasih yah, bun. kalau gitu Daffa pamit dulu ya. Nia, besok setelah pulang sekolah gua kesini lagi kok. assalamualaikum " pamit Daffa


" tunggu " ucap Fira memberhentikan langkah Daffa


" iya, kenapa bun? " tanya Daffa


" Nia belum salim ke kamu " ucap Fira kepada Daffa


" hah?! " ucap Daffa dan Kania terkejut secara bersamaan karena sebelumnya mereka tidak pernah sekalipun bersentuhan kulit secara sengaja apalagi bersalaman.


" ha-rus ya bun? " tanya Kania memastikan


" iya lah, gimana sih kamu. ayo Daffa, samperin Nia biar dia bisa menyalimi


kamu " suruh Fira


" i-iya bun " balaz Daffa terbata bata seraya menghampiri Kania yang berada di atas ranjang rumah sakit.


Daffa memberikan tangan nya di depan Kania. Kania dengan pelan dan bergemetar takut menarik tangan Daffa dan langsung menyalimi nya.


" udah bun, Daffa pulang ya " ucap Daffa


" cium sekalian dong kening nya Nia. bunda mau lihat dong "

__ADS_1


" hah?!! " ucap Kania dan Daffa terkejut


__ADS_2