Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 70 [END]


__ADS_3

Setelah pesawat lepas landas, mereka semua langsung pergi menuju kediaman Husein dan Al-Fira yang berada di Indonesia.


Husein mengatakan bahwa pihak kepolisian juga sedang dalam perjalanan menuju kediaman Husein dan Al-Fira.


Kania terus menerus meyakinkan Husein agar membatalkan rencananya yang akan menangkap dan memenjarakan Fahriz karena kesalahannya. Namun, Husein terus terang menolak ucapan Kania.


Mereka menuju Indonesia tanpa keluarga Akbar, karena memang mereka tinggal di Belanda untuk tahun ini. Sedangkan keluarga kecil Revan kembali ke London-Inggris untuk mengurus beberapa keperluan perusahaan yang memang sedang ada beberapa kendala disana.


"Yah, ku mohon batalkan rencana Ayah. Bukankah Ayah mengajarkan kepadaku untuk saling memaafkan. Ayah sendiri yang pernah bilang sama aku kalau memaafkan adalah salah satu hal terpuji? Terus kenapa Ayah gak kayak gitu?" Ucap Kania tetap berusaha membujuk Husein agar memaafkan kesalahan Fahriz.


Husein menoleh kearah Kania. "Tentu Ayah maafkan mereka," ucap Husein. Senyum Kania mengembang mendengarnya.


"Tapi setelah Papah mertua kamu mendapatkan hukuman yang pantas atas perlakuannnya." sambung Husein yang membuat senyum Kania kembali luntur.


Kania beralih menatap Al-Fira. "Bunda, tolong berikan pengertian kepada Ayah, Bun." pinta Kania penuh harap.


"Tak ada yang bisa Bunda lakukan. Ayah kamu keras kepala jika keputusannya ditentang. Bunda 'pun setuju dengan keputusan Ayah kamu." Balas Al-Fira tak merubah apapun.


Kania bingung harus berkata seperti apa lagi agar kedua orang tuanya memaafkan kesalahan keluarga suaminya tanpa harus menghukum siapapun.


__________


Selang beberapa menit mereka sampai di kediaman Husein dan Al-Fira yang berada di Jakarta.


Husein langsung keluar dari dalam mobil dan membuka pintu masuk rumah. Di belakangnya di ikuti oleh Kania dan Al-Fira. Tak lama mobil yang dikendarai oleh bodyguard keluarga Daffa juga telah sampai di halaman rumah Husein.


Kania sedikit lega setelah melihat halaman rumah kedua orang tuanya belum berdatangan para pihak kepolisian. Tapi ia juga harus was-was karena mereka bisa datang kapan saja.


"Assalamualaikum." Ucap semua saat masuk ke dalam rumah yang ditinggalkaan selama tujuh bulan lebih lamanya.


"Waalaikumsalam." balas para asisten rumah tangga yang memang disuruh untuk mengurus rumah dan kucing peliharaan Kania.


"Selamat datang kembali di rumah ini, Pak Husein dan Bu Fira." Balas para asisten rumah tangga kepada pemilik rumah.


"Terima kasih." balas Husein dan Al-Fira serempak.


"Mbak Maya, tolong rapihkan kamar Kania, ya?" pinta Al-Fira kepada salah satu asisten rumah tangganya.


"Baik, bu." Balasnya langsung pergi menuju kamar Kania yang sudah lama sekali tidak ditempati.


Tak butuh waktu lama untuk membersihkan kamar Kania, asisten rumah tangga yang bernama Maya itu turun kembali ke lantai satu setelah membersihkan kamar Kania.


"Kamarnya sudah saya bersihkan, bu." ucap Maya kepada Al-Fira.


"Terima kasih. Nia, taruh Shasha dikamar kamu dulu. Ia masih kecil jadi gampang lelah, biarkan ia terbaring diatas tempat yang empuk dan nyaman." suruh Al-Fira kepada anaknya. Kania mengangguk setuju.


Kania berjalan menuju anak tangga dan menaikinya satu persatu diikuti oleh Maya dibelakangnya setelah diberikan izin untuk menyusul Kania.


Sampai di dalam kamarnya, Kania langsung merebahkan tubuh Shasha perlahan di atas ranjangnya dan memberikan sekat penghalang agar tidak terjatuh.


"Maaf dek," panggil Maya.


Kania berbalik badan. "Kenapa Bik?" tanya Kania.


"Bibi boleh peluk kamu?" Tanya Maya takut-takut. Maya adalah asisten rumah tangga paling lama dikeluarga Kania, semenjak Kania kecil. Ia juga suka bermain dengan Kania dan Revan kecil.


"Bibi kangen." Cicitnya pelan.


Kania tersenyum ketika mendengar pertanyaan yang menurutnya konyol. "Kenapa Bibi harus tanya?" Tanya Kania.


"Maaf-" ucapan Maya terpotong saat tiba tiba Kania memeluknya. Maya tersenyum bahagia, ia segera membalas pelukan dari Kania.

__ADS_1


"Bibi kangen." Cicit Maya ditengah pelukan mereka.


"Nia juga." balas Kania semakin memeluk erat tubuh wanita paruh baya yang mengurusnya sejak kecil.


Tak lama pelukan mereka terlepas dengan senyum yang tak luntur dari wajah mereka. "Apa itu anak kamu?" tanya Maya setelah pelukan mereka terlepas dan beralih menatap Kania.


Kania tersenyum dan mengangguk. "Iya. Namanya Shasha." Balas Kania menatap Shasha yang sedang menguap lebar walaupun posisinya sedang tertidur.


"Masya Allah, lucu banget." Komentar Maya setelah melihat Shasha menguap.


"Umur kamu udah berapa?" Tanya Maya yang mengingat Kania masih sangat muda.


"Aku sembilan belas tahun lima bulan, Bik. Kenapa memangnya?" Tanya Kania balik.


"Kamu sama suami kamu masih muda banget untuk jadi orang tua. Jadi ke inget waktu Bibi masih muda ...." ucap Maya menceritakan masa lalunya kepada Kania.


Seakan lupa dengan masalahnya saat ini, Kania sangat menikmati cerita dari Bik Maya. Cerita Maya terhenti saat mendengar suara ribut yang berasal dari lantai satu. Kania baru ingat jika Ayahnya akan memenjarakan Papah mertuanya.


"Maaf ya, Bik. Aku kebawah dulu." Pamit Kania langsung turun kebawah meninggalkan Maya yang masih berada di dalam kamarnya.


Baru sampai di pertengahan tangga, Kania sudah melihat banyak sekali orang dengan pakaian polisi yang mereka kenakan.


Kania melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga.


Sampai anak tangga terakhir Kania langsung menghampiri Ayahnya. "Ayah, kenapa Ayah gak bisa memaafkan Papah begitu saja?" Tanya Kania kepada Husein.


"Tangkap dia! Dia telah menyuruh orang untuk mengambil dana perusahaan saya! Saya punya buktinya!" Suruh Husein kepada polisi yang berada disana tanpa membalas pertanyaan dari Kania.


"Ayah ...."


"Tangkap dia dan bawa masuk ke dalam mobil!" Suruh salah satu polisi kepada rekannya.


Beberapa polisi yang mengepung Fahriz segera maju menghampirinya dan memborgol kedua tangan Fahriz. Fahriz hanya diam tak memberontak.


"Sudah, hentikan!" Suara itu membuat banyak polisi melepaskan borgol di kedua tangan Fahriz.


"Terima kasih atas kerjasamanya. Ini uang bayaran kalian." Lanjutnya yang mana membuat semua orang mengernyit tak mengerti.


Orang itu menjabat tangan Husein. "Terima kasih, tuan Husein. Hubungi kami jika anda memerlukan hal gila seperti ini lagi, kami akan datang membantu anda" ucapnya sedikit meledek. Husein tertawa mendengarnya.


"Noh, si Fahriz bingung. Jelasin ke dia sono. Gue pulang ya, assalamualaikum." pamitnya menepuk pundak Husein.


"Iya. Waalaikumsalam. Makasih, ya." ucap Husein kembali.


"Jangan bilang lu lupa sama gue?" tanya orang itu. Fahriz mengangguk tak paham.


Orang itu mencebik kesal, mengapa Fahriz bisa lupa tentang dirinya? Pikir orang itu. "Gue Andi. Gak lupa 'kan lu?" Ucapnya mengingatkan Fahriz.


"Andi? Kok? Maksudnya apa?" tanya Fahriz makin tak paham. Juga semua orang yang ada disana tak paham kecuali Al-Fira yang nampak dengan senyum menahan tawanya diujung ruangan.


"Oke, temen kuliah dilupain ternyata. Ya sudahlah ...." ucap Andi memasang wajah memelasnya.


"Oh, Andi .... Tapi kok-"


"Tanya sama besan lu aja. Gue gak mau ikutan,"


"Gue cabut ya. Yok gess." Pamitnya seperti anak muda jaman sekarang. Andi beserta teman temannya pergi meninggalkan kediaman Husein.


"Apa kamu pikir aku bener-bener mau memenjarakan kamu?" Tanya Husein merangkul pundak Fahriz.


"Apa kamu udah memaafkan aku?" Tebak Fahriz.

__ADS_1


"Tentu saja. Allah saja maha pemaaf, kenapa aku yang hanya hambanya tak memberikan maaf kepada sesama hamba Allah?" Balas Husein. Fahriz tersenyum mendengar penuturan dari Husein.


"Aku cuma pengen kamu berjanji kepadaku untuk tak mengulangi hal yang sama kepada siapapun." pinta Husein.


"Terima kasih. Aku berjanji tak akan mengulangi hal yang sama." Balas Fahriz memeluk erat besan sekaligus sahabatnya.


"Aku pegang janjimu." Ucap Husein membalas pelukan Fahriz.


"Jadi, tadi apa, Yah?" tanya Daffa juga tak paham.


Husein tersenyum. "Mereka bukanlah polisi sungguhan. Ayah menyuruh mereka untuk berpura-pura menangkap Papahmu." balas Husein enteng.


Daffa tersenyum bahagia dan menghampiri Husein. "Terima kasih, Yah." Peluk Daffa.


"Sudahlah, kalian jangan terus menerus berterima kasih kepadaku." Ucap Husein tak nyaman mendengarnya.


"Jadi Ayah tak akan melarangku untuk tinggal bersama mas Daffa kan, Yah?" tanya Kania takut-takut.


"Tentu tidak, Kania" balas Husein.


"Sandiwara kamu sungguh hebat, mas." Puji Al-Fira kepada Husein.


"Iya dong, mas juga bisa kayak gini doang." Balas Husein bangga.


"Ada ada aja kamu, mas." Al-Fira menggeleng heran. Semua tertawa dibuatnya.


Al-Fira menghampiri Kirana. "Tolong maafkan saya dan suami saya, mbak." ucap Al-Fira menyatukan kedua tangannya di depan dada.


Kirana menatap Al-Fira lalu memeluknya. "Terima kasih, mbak. Terima kasih karena telah memaafkan kesalahan suami saya." ucap Kirana memeluk Al-Fira.


"Tak apa mbak. Manusia pasti tak pernah luput dari kesalahan. Tergantung orang yang menyikapinya seperti apa. Kita sama sama saling memaafkan ya, mbak." ucap Al-Fira setelah pelukan mereka terlepas.


"Iya mbak. Terima kasih."


Kedua keluarga berdamai dan saling memaafkan. Menerima mereka kembali dan hidup dengan keluarga mereka masing masing.


[END]


__________


Huaa 😭 akhirnya novel pertamaku udh end. Tapi aku punya rencana mau bikin saquel tentang Shasha yang udh besar. Gmn? Setuju ga? Komen yaa ....


Makasih banget buat kalian yg udh ngikutin novel ini dari awal sampe akhir (end). Aku berterima kasih sebanyak banyaknya untuk kalian.


Walau sempat ada di beberapa bab yg lalu komen yg bikin aku males buat lanjutin novel ini, tapi ada yg tetap trs kasih aku semangat (makasih ya, aku terharu😭). Aku juga tau kalo di gantung itu ga enak banget, jadi aku tetep lanjutin novel aku.


Kalau kalian merasa ada yg ga jelas babnya blg ke aku, ntar aku revisi, tapi jgn d hujat ya😣 aku baperan org nya😁


Maaf juga karena aku jarang update🙏 semenjak msk sekolah tgs aku byk😅 jadi aku lebih fokus ke sekolah dulu karena aku kls akhir saat ini. Sekali lagi maaf ya😓


Kalau ada yg tanya, cerita ini terinspirasi dari mana? jawabannya itu ada beberapa kisah tentang aku😅 sisanya aku ngasal.


Kalau ada yg pengen kalian tanya selain itu 🔝 ke aku, komen disini ya, in syaa Allah aku jawab.


Juga jgn lupa mampir ke cerita aku yg lain. Judulnya "My Love Defense"


Sekali lagi aku berterima kasih sebanyak banyaknya kepada kalian yang selalu menanti cerita ini. Terima kasih readers😆


Aku pamit dari cerita ini ya .... Sampai ketemu di novel aku yg lainnya. Terima kasih.


Salam hangat,

__ADS_1


Araa.


__ADS_2