
" kak! " panggil Kania kepada Daffa dengan wajah nya yang terkejut
" hmm " balas Daffa
" mobil Nia gimana? masih di mall itu? " tanya Kania cemas
" astagfirullah, lupa " balas Daffa
" kok bisa lupa? gimana dong mobil Nia? " rengek Kania
" ya udah ntar di ambil. mana kunci nya? " tanya Daffa
" di situ " tunjuk Kania ke tas selempang kecil milik nya yang ia gunakan waktu pergi ke mall bersama dengan teman teman nya.
Daffa menoleh ke arah tas Kania dan langsung teringat akan kesalahan nya. Daffa menjadi merasa sangat bersalah dan menundukkan kepala nya
" kak, kenapa kok nunduk? " tanya Kania heran
" Nia, maafin gua " ucap Daffa seraya berjalan ke arah Kania.
" buat? "
" karena gua, lu jadi ada di sini. maafin gua karena gua terlalu banyak nyakitin lu. gua tarik tangan lu sekencang kencang nya dan membuat tangan lu memerah saat itu. gua ninggalin lu sendiri dan lu mengejar gua untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi. tapi saat itu lu malah... " ucap Daffa terhenti dan menangis. Daffa terduduk di lantai di bawah ranjang Kania.
" biarkan saja. itu sudah berlalu kak... tak semua itu salah lu, itu juga salah Nia karena membiarkan laki laki yang bukan mahram nya duduk di sebelah Nia. dan juga, Nia menyebrang tak melihat kanan ataupun kiri Nia apakah sudah aman atau belum sehingga mengakibatkan kecelakaan ini. Nia juga minta maaf ya " balas Kania
" untuk apa lu minta maaf kalau penyebab masalah lu itu gua? gua tau, semenjak ada gua di kehidupan lu, lu merasa gak nyaman deket sama gua karena gua orang yang selalu mengganggu lu melalui para penggemar gua "
" udah lah kak, Nia gak mau dengar lagi. ayo berdiri, ngapain duduk disitu " suruh Kania
" lu maafin gua? "
" iya, Nia juga minta maaf ya kak. kita sama sama saling memaafkan " balas Kania. Daffa mendongakkan kepala nya dan menatap Kania.
" mau kan? " tanya Kania seraya tersenyum manis. Daffa mengangguk setuju
" ya udah, ayo berdiri " suruh Kania dan Daffa menurut
" makasih " ucap Daffa seraya memeluk Kania. Kania terkejut karena Daffa langsung menarik tubuh nya ke dalam pelukan Daffa. Kania mematung dan tak membalas pelukan dari Daffa. Daffa menyadari akan kelakuan nya segera melepaskan pelukan nya.
" maaf " ucap Daffa. Kania melihat Daffa seraya mengagguk dan tersenyum.
....................
2 hari kemudian
Kania sudah di perbolehkan pulang ke rumah nya oleh dokter Angga. Kania sangat senang sekali karena akhirnya di bisa pergi dari rumah sakit dan melepaskan selang selang infus yang terpasang di tangan nya.
di rumah Daffa-Kania
" Daffa tolong bawa Nia ke dalam kamar dulu ya " suruh Fira yang ikut mengantarkan pulang Kania
" iya bunda " balas Daffa seraya menghampiri Kania menuntun nya berjalan.
" mah, kamar Nia yang mana? " tanya Daffa yang sedang berjalan dan melihat Kirana ada di depan nya.
" ya kamar utama lah " balas Kirana
__ADS_1
" oh... eh tapi, itu kamar aku mah " ucap Daffa
" iya mamah tau. kamu dan Nia kan satu kamar. kenapa harus tanya mamah? aneh kamu tuh " ucap Kirana seraya menggeleng gelengkan kepala nya terkekeh akan kelakuan anak nya.
" ya udah deh, Daffa naik ke atas dulu " pamit Daffa kepada Kirana
" iya "
Daffa berjalan ke atas untuk memasuki kamar Daffa, eh ralat maksudnya kamar mereka. setelah memasuki kamar mereka, Daffa mendudukkan Kania di sofa yang berada di dalam kamar mereka.
" kak " panggil Kania kepada Daffa
" hmm " balas Daffa yang hendak membuka lemari baju
" emang harus ya sekamar lagi? "
" terserah lu mau pindah atau enggak. tapi jangan sekarang " balas Daffa
" oke "
malam hari saat hendak tidur Kania mengambil bantal untuk ia tidur di sofa kamar mereka.
" mau ngapain? " tanya Daffa kepada Kania
" mau tidur "
" gak usah, tidur di sini aja " suruh Daffa seraya menepuk kasur yang ia duduki
" emm... " ucap Kania bingung mau balas apa kepada Daffa
" dah sana, lu juga tidur " suruh Daffa kembali dan Kania menurut saja. Kania duduk di atas kasur dan memperhatikan Daffa yang sedang tidur di atas sofa. Daffa membolak balikkan badan nya untuk mendapatkan posisi yang pas agar ia nyaman saat tidur. Kania yang melihat nya merasa kasihan kepada Daffa.
" kak " panggil Kania
" hmm... "
" tidur disini aja "
" terus lu dimana? "
" disini juga, tapi tidur nya di pisahin pake bantal guling. gimana, mau gak? "
" ya udah " balas Daffa menurut karena jika tidur di sofa, bangun nya akan susah nanti nya. Daffa pun merasa kasihan kepada Kania yang setiap hari nya selalu ia suruh tidur di sofa.
Daffa mengambil bantal guling dan di taruh di antara mereka berdua. cukup tegang karena mereka berdua baru pertama kali tidur bersama selama pernikahan mereka.
....................
hari minggu. saat ini kedua keluarga telah kembali ke rumah mereka masing masing dan yang tersisa hanya lah Daffa dan Kania di dalam rumah itu.
karena orang tua dan juga mertua nya sudah pulang ke rumah masing masing, Kania memindahkan barang barang nya ke kamar lain yang bersebelahan dengan kamar Daffa.
" Dek " panggil Daffa kepada Kania yang sedang makan malam di meja makan.
" hmm? " balas Kania yang sedang mengunyah makanan yang ada di dalam mulut nya seraya menatap Daffa
" lu gak usah masuk ke sekolah besok " suruh Daffa
__ADS_1
" kenapa? " tanya Kania kecewa
" lu baru pulang dari rumah sakit "
" memangnya kenapa kalau baru pulang dari rumah sakit? "
" besok hari senin dan pasti nya upacara. daripada nanti lu kelelahan, lebih baik di rumah aja dan istirahat yang cukup " suruh Daffa
" Nia kan sudah lama gak masuk sekolah, pasti sudah tertinggal jauh pelajaran nya. lagipula kalau Nia merasa tidak baik di sekolah, Nia bisa pergi ke UKS nanti nya "
" gua gak mau di bantah! " balas Daffa dingin
" tapi nanti bosen sendiri di rumah " rengek Kania
" ya udah, lakuin apapun yang lu suka "
setelah Daffa berkata seperti itu, terlintas dalam pikiran nya tentang para kucing nya yang ia tinggalkan di rumah orang tua nya.
" oke, gua turutin apa kata lu. tapi... "
" tapi apa?! "
" bawain semua kucing gua yang ada di rumah bunda dan ayah! " suruh Kania
" emang ada berapa kucing yang lu punya? " tanya Daffa
" emm... berapa ya? " tanya Kania kepada diri sendiri
" owh iya, ada tujuh " ucap Kania yang baru mengingat
" tujuh?!! " Daffa terkejut karena jumlah kucing yang dimiliki Kania
" iya. kenapa? dikit banget ya? gua sebenarnya mau ngadopsi tiga anak kucing lagi " ucap Kania bercerita
" nggak, kalau semua nya lu bawa kesini gua gak bakal setuju. kalau mau maximal dua kucing doang " suruh Daffa
" kenapa? kasian kalau mereka di pisahin " keluh Kania
" ya udah gak usah di bawa kesini kucing nya " balas Daffa. Kania yang mendengarnya semakin sedih
" udah gak usah sedih, besok gua anter lu ke rumah ayah dan bunda. mau gak? " tawar Daffa
" boleh? "
" boleh lah... "
" ya udah besok gua ke rumah ayah dan bunda setelah lu berangkat sekolah " ucap Kania merencanakan untuk hari esok
" gak, gua aja yang nganter sekalian berangkat sekolah " tolak Daffa
" kenapa? ntar bisa terlambat loh masuk sekolah nya " ucap Kania mengingatkan
" ya berangkat pagi lah "
" tapi... "
" gak ada tapi tapian, gak boleh ngebantah " tegas Daffa dan Kania akhirnya menurut saja apa yang di katakan oleh Daffa
__ADS_1