Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 34


__ADS_3

Daffa mengirimkan pesan kepada Kania untuk menemui nya di belakang sekolah saat jam istirahat pertama. Bagaimana pun Daffa harus menjelaskan kesalahpahaman ini.


Saat bel istirahat pertama berbunyi, dengan segera Daffa keluar kelas setelah guru yang mengajar di kelas nya keluar. Saat sampai di belakang sekolah, Daffa belum melihat keberadaan nya Kania. Daffa menunggu nya dengan sabar karena bagaimana pun ia akan menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka.


" Assalamualaikum. Maaf kak, Nia... " ucap Kania terpotong karena Daffa tiba tiba memeluk nya.


" Waalaikumsalam. Aku yang harus nya minta maaf. Maafin aku ya. Aku gak bermaksud kayak gitu " ucap Daffa masih memeluk Kania


" kenapa minta maaf? " Kania melepaskan pelukan nya


" aku tau kamu marah sama aku gara gara kejadian tadi pagi. aku gak ada niat-an sama sekali untuk seperti itu "


" Nia gak marah kok "


" beneran? " tanya Daffa seraya menaikkan satu alis nya


" Iya kak. Untuk apa Nia marah. Karena satu menit saja seseorang marah, maka dia telah kehilangan 60 detik kebahagiaan nya "


Daffa mematung sejenak sebelum Kania menegur nya. Daffa berfikir, selama ini ia marah bahkan benci kepada Kania, walaupun Kania tidak melakukan kesalahan apa pun. Bodoh sekali diri nya, fikir Daffa.


" Kak! " panggil Kania seraya melambai lambaikan tangan nya di depan wajah Daffa. Daffa tersadar dari lamunan nya dan menatap Kania.


" Jadi, tadi kamu gak marah? "


Kania menggeleng " kan tadi Nia udah bilang kalau Nia gak marah "


" terus kenapa gak angkat telpon aku?! "


" Nia cuma butuh waktu sendiri tadi, setelah sedikit lega, baru Nia balik lagi "


" kenapa kamu tiba tiba pergi tadi? "


" gak tau. Tadi itu sebenarnya Nia mau nyamperin kak Daffa, eh terus ngelihat para penggemar nya kamu, tiba tiba hati Nia nyeri lihat nya dan gak tau kenapa air mata Nia jatuh gitu aja " Kania bercerita dengan polos nya


Daffa tersenyum seraya membatin " itu nama nya cemburu Nia. Polos banget sih " setelah itu, dengan gemas Daffa mencubit keras pipi Kania hingga membuat si empu nya meraung kesakitan.


" aww sakit tau " Ucap Kania setelah tangan milik Daffa lepas dari pipi nya seraya mengelus pelan pipi nya yang memerah.


" lucu " gumam Daffa


" apa? kak Daffa barusan ngomong apa? maaf, Nia gak denger "


" nggak kok, gak ngomong apa apa "


" jadi kamu beneran gak marah kan? " lanjut Daffa memastikan

__ADS_1


Kania menggeleng " buat apa marah? kita kan temenan! "


Daffa sedikit terkejut dan menatap Kania tajam " temenan? " ulang Daffa di tekan-kan nada suara nya seraya menautkan kedua alis nya.


" iya " balas Kania singkat


" maksudnya? " tanya Daffa meminta penjelasan


" kita akan menjadi seorang teman. Teman yang selalu mengetahui semua tentang aku, bahkan sampai sifat buruk-ku, tetapi dia tetap mencintaiku "


Daffa tersenyum " kamu mau mencintaiku? "


Hening sementara karena pertanyaan Daffa. Lalu tak lama Kania mengangguk setelah itu menundukkan kepala nya dan menutup nya dengan kedua telapak tangan nya.


Daffa tersenyum setelah itu memeluk tubuh Kania. Kania sedikit memberontak kali ini, tapi tubuh Daffa jauh lebih besar sehingga tak berpengaruh apa pun.


Daffa melepaskan pelukan mereka " uh... lucu banget sih... tapi kayak nya aku udah suka sama seseorang deh! " goda Daffa


Kania mendongak-kan kepala nya menatap Daffa dengan sendu " oh " balasan Kania kepada Daffa.


" kamu mau tau gak siapa orang nya? "


" nggak deh, Nia mau balik ke kelas ya " balas Kania seraya melangkah kan kaki nya dengan langkah gontai, lemas karena ucapan Daffa yang membuat nya kecewa.


Daffa memegang lengan Kania setelah itu menarik nya kembali dan mensejajarkan dengan diri nya " itu kamu honey. Kamu yang sudah mengisi hati ku akhir akhir ini " ucap Daffa seraya memegang lembut dagu Kania dan mengangakat nya agar Kania menatap Daffa.


" kamu itu lucu banget sih " ucap Daffa setelah itu Daffa mengecup kening Kania.


" dah yuk kita ke kantin. Nanti keburu istirahat nya selesai loh " ucap Kania mengalihkan pembicaraan. Daffa hanya mengangguk seraya tersenyum.


----------


Dirumah Daffa-Kania


" Dek " panggil Daffa kepada Kania yang sedang menyiapkan makan malam.


" hmm? " tanya Kania menoleh kemudian balik lagi untuk mengangkat masakan nya yang sudah matang.


" ayo ke kamar " ajak Daffa menarik tangan Kania.


" iya. mbak aku tinggal bentar ya " pamit Kania kepada mbak Jum dan di balas anggukan oleh mbak Jum.


Daffa-Kania berjalan menuju kamar utama, yaitu kamar yang di tempati oleh Daffa. Daffa duduk di sofa yang ada di dalam kamar tersebut. Lalu Daffa menepuk nepuk sofa yang di sebelah nya, mengisyaratkan agar Kania duduk di sebelah nya dan Kania menurut.


" kenapa kak?! " tanya Kania yang sudah duduk di sofa sebelah Daffa.

__ADS_1


" boleh gak aku minta tiga permintaan? "


" apaan tuh? in sya Allah Nia turutin. Tapi jangan yang susah. Kalau Nia sanggup ntar Nia lakuin dan kalau Nia gak sanggup Nia gak bakal lakuin " balas Kania panjang lebar


Daffa tersenyum " beneran? " Kania mengangguk.


" oke. Yang pertama, besok dan seterusnya kamu sama aku berangkat bareng dan satu mobil yang sama " lanjut Daffa


Kania terdiam " kenapa? bisa gak? " tanya Daffa memastikan


Dengan suara yang lemah Kania menjawab " maaf kak, Nia gak bisa. Takut ada yang tau lagi tentang hubungan kita. Sekali lagi Nia minta maaf ya kak " ucap Kania merasa bersalah.


Daffa tersenyum " gak apa apa. Masih ada dua lagi, mungkin permintaan selanjutnya kamu sanggup " ucap Daffa seraya membelai lembut kepala Kania yang tertutup dengan hijab yang selalu ia kenakan.


" kamu kamar nya pindah ke sini lagi. Kita satu kamar lagi. Mau gak? " lanjut Daffa.


Kania langsung menatap Daffa dengan tatapan heran " buat apa? "


" Gak apa apa. Mau gak? "


" Nggak mau, Nia belum siap " balas Kania seraya menggelengkan kepala nya.


" Maaf " lanjut Kania


Daffa tersenyum " Gak apa apa. Berarti yang terakhir harus setuju ya " Dengan ragu Kania mengangguk menyetujui nya.


" Jangan Khawatir, gak sulit kok. Boleh gak mulai dari sekarang dan seterusnya kamu ubah panggilan kamu ke aku " suruh Daffa


" Jadi apa? " tanya Kania


" Kayak nya bagus kalau kamu manggil aku dengan panggilan ' mas ' berasa lebih romantis aja gitu " pinta Daffa dengan nada di tekan-kan saat mengatakan ' mas '


Kania tersenyum " Kalau itu dengan sepenuh hati Kania jalani " dengan mantap Kania menjawab.


" Good wife " ucap Daffa seraya membelai lembut kepala Kania setalah itu mencium kening nya.


" Dah yuk kita makan. Keburu dingin makanan nya " ajak Kania seraya menarik tangan Daffa.


Daffa-Kania berjalan menuruni tangga menuju ruang makan. Saat sudah sampai di sana, makanan nya sudah di tata rapih oleh mba Jum.


Mereka makan bersama di ruang makan. Setelah selesai makan Daffa-Kania masuk ke dalam kamar Kania untuk belajar bersama karena minggu depan mereka akan menghadapi UN.


-----


**MAAF YA BARU UPDATE🙏🙏

__ADS_1


AUTHOR NULIS INI SELANG SELING, SATU TUGAS SELESAI BARU PINDAH KE SINI, TAPI NULIS NYA GAK BANYAK DAN SETELAH ITU BALIK LAGI NGERJAIN TUGAS. SETERUS NYA SEPERTI ITU KARENA TUGAS NYA SUDAH HARUS DI SETOR KAN KE GURU MAPEL NYA.


MAAFKAN SAYA🙏😭**


__ADS_2