
braaak...
" NIA, SUPRISE "
" DAFFA??!!! "
Kania dan Daffa menoleh ke sumber suara. seketika mata Kania dan Daffa membulat sempurna.
" teman teman " ucap Kania hampir tersedak karena sedang makan. orang yang datang itu adalah teman teman Kania yaitu Nesya, Aina, Indah dan Kiara.
" ngapain lu disini!! " bentak Nesya
" Nia jelasin. apa maksud semua ini? kenapa Daffa di dalam ruangan lu dan sedang menyuapi lu makan? " tanya Nesya dengan nada di tekan kan
" kak, jawab " panggil Kania kepada Daffa dengan pelan
" kak? lu manggil Daffa dengan sebutan kak? " tanya Aina heran
" ah, itu... " ucap Kania bingung ingin menjelaskan apa
" huft... lu sih dek! " ucap Daffa menyalahkan Kania
" DEK?!! " ucap temen temen Kania semakin terkejut oleh panggilan Daffa yang memanggil Kania dengan sebutan DEK.
" kalian itu kakak beradik? " tanya Kiara
" kok gua yang di salahkan! kan lu yang maksa tadi " balas Kania saat Daffa menyalahkan nya
" cepet jelasin ada hubungan apa kalian berdua?! dan kenapa lu ada di sini untuk menyuapi Nia makan? " tanya Kiara semakin di buat bingung oleh Daffa dan Kania
" lu mau kasih Nia racun ya?! gak puas lu denger kabar Nia kecelakaan " ucap Kiara emosi
" ya nggak lah. ngapain gua kayak gitu " balas Daffa
" Nia, kenapa orang kayak Daffa lu sembarang izinin masuk ke dalam ruangan lu?! kalau lu di apa apain gimana. bisa aja dia manfaatin lu yang lagi gak berdaya begini " lanjut Indah dan teman Kania yang lain mengangguk setuju dengan ucapan Indah
" jangan asal tuduh lu ya! lu gak tau apa apa tentang gua dan Nia! " balas Daffa tak terima di tuduh begitu saja
" terus lu ngapain di sini?! pergi sana " usir Nesya
" kalau gua gak mau? " tanya Daffa menantang Nesya
" Nia, usir dia " suruh Nesya seraya menunjuk ke arah Daffa
" kak " mohon Kania kepada Daffa seraya menempelkan kedua tangan nya di depan dada nya.
" gak, gua gak mau pergi " balas Daffa
" sebenarnya Daffa itu siapa lu sih?! " tanya Aina semakin heran dan yang lain mengangguk
" seorang yang spesial " balas Daffa yang sedang duduk di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut seraya melipat kedua tangan nya di depan dada nya dan menaikkan satu kaki nya ke atas kaki yang satu lagi dan menyandarkan tubuh nya ke sandaran sofa.
" gua gak nanya lu! " bentak Aina
" Nia, ayo cerita. jangan diem aja! " suruh Nesya
" ah... emm... apa ya... " ucap Kania bingung ingin menjelaskan apa
" kenapa bingung? cerita aja biar mereka puas karena lu udah ceritain semua ke mereka " balas Daffa santai
" akh... " ucap Kania yang tiba tiba saja kepala nya sakit seperti di tusuk tusuk
" Nia kenapa? " tanya teman teman nya panik dan Daffa langsung berdiri dari duduk nya seraya menghampiri Kania
" sa-kit, aduh... " ucap Kania memegangi kepala nya.
" minggir. kalau kalian kesini cuma mau ribut, mending keluar dari sini! kalian cuma buat Nia makin parah " ucap Daffa dengan sangat kesal karena ulah teman Kania. Daffa menyalahkan teman teman Kania karena menurutnya kehadiran teman Kania malah memebuat Kania semakin parah. Daffa berjalan ke ujung kasur seraya menekan tombol untuk memanggil dokter atau perawat
" maaf Nia " ucap teman teman Kania hampir serempak dan merasa bersalah.
tak lama dokter Angga datang bersama dengan perawat.
" ada apa? " tanya dokter Angga
" tiba tiba kepala Nia sakit kak " balas Daffa mewakili Kania dengan sebutan kak, karena Daffa tau bahwa dokter Angga adalah teman baik kakak ipar nya.
" baik, permisi, akan saya periksa " ucap dokter Angga yang ingin memeriksa Kania. Daffa beserta teman teman Kania menggeser tubuh nya.
" dimana orang tua mu? " tanya dokter Angga
" mamah dan papah sedang ada urusan. sedangkan bunda dan ayah akan menuju kesini sebentar lagi " balas Daffa. teman teman Kania di buat bingung oleh jawaban Daffa dan menduga duga bahwa Daffa mempunyai orang tua tiri.
" lalu, kau sendiri yang menjaga nya? " tanya dokter Angga dan Daffa mengangguk
" kenapa kau tidak menjaga nya dengan betul? " tanya dokter Angga
__ADS_1
" maksudnya? " balas Daffa tak mengerti
" Nia belum meminum obat nya karena dia belum selesai makan, iya kan? " tanya dokter Angga seraya menunjuk makanan Kania yang belum habis
" dan lagi, kau membiarkan Nia banyak fikiran dan itulah yang menyebabkan nya sakit kepala. jangan buat dia banyak fikiran " jelas dokter Angga
" maaf " balas Daffa menunduk dan teman teman Kania semakin bingung, karena kanapa harus Daffa yang menjaga nya.
" kau harus menjaga nya dengan benar, Nia tanggung jawab mu sekarang karena kau suami nya " suruh dokter Angga. teman teman Kania yang mendengarnya membelalakan mata nya karena terkejut.
" iya, maaf " balas Daffa
" minta maaf lah ke istrimu, bukan kepada ku " suruh dokter Angga
" iya. Nia, maaf " ucap Daffa dan Kania mengangguk
" setelah ini suruh dia untuk menghabiskan makanan nya dan meminum obat nya " suruh dokter Angga
" saya pamit. kalau ada apa apa langsung tekan saja tombol nya " pamit dokter Angga
" baik kak "
setelah dokter Angga pergi bersama perawat yang tadi, teman teman Kania menghampiri Daffa untuk meminta penjelasan dari nya.
" Daffa jelasin! apa maksud dari ucapan dokter tadi? " suruh Nesya dan Indah
" aduh gua lupa kalau masih ada mereka. dan juga kenapa dokter Angga asal ngomong disini " batin Daffa kesal
" kenapa dokter tadi bilang kalau lu suami nya Nia dan Nia adalah istri lu? " tanya Kiara
" udah jelaskan, apa yang di katakan dokter tadi " balas Daffa santai
Kania menepuk jidat nya.
" lu kenapa sih kak? "
" udah biarin aja, jangan di pikirin. ayo makan. lu harus minum obat setelah ini " suruh Daffa seraya mengambil makanan nya Kania
" tunggu. jadi ini benar? yang di katakan oleh dokter tadi itu benar? " tanya Aina memastikan. teman teman Kania menunggu jawaban dari Daffa maupun Kania.
" jawab! " suruh Nesya tak sabar dengan jawaban nya karena Daffa maupun Kania tak menjawab.
" kalian butuh jawaban? iya kan? " tanya Daffa
" kalau lu pada mau tau jawabannya, nih " ucap Daffa menunjukkan tangan kanan nya dan tangan kanan Kania.
" maksudnya? " tanya teman Kania masih tak paham
" ish... lihat jari manis gua dan Nia " suruh Daffa
" maksudnya apa sih? " tanya Indah masih tak paham
" ya udah, kalau gak paham gak usah di perpanjang lagi " ucap Daffa mengakhiri
" tunggu! gua baru sadar kalau Daffa dan Nia pakai cincin yang sama motif nya " ucap Aina menyadari
" eh iya... " balas teman Kania yang lain
" teman teman, please jangan kasih tau yang lain. apalagi orang sekolah " mohon Kania seraya menyatukan kedua telapak tangan nya yang berada di depan dada nya.
" jadi bener? " tanya Kiara memastikan bahwa yang ia dengar itu tak salah
" iya lah! tanya mulu! " ucap Daffa kesal
" kenapa bisa? pasti gara gara lu kan! " tuduh Nesya dengan nada tinggi
" berisik! sembarangan kalau ngomong! " bentak Daffa
" jawab Daffa! " bentak Nesya yang sudah sangat kesal
" gua mohon ke kalian " ucap Daffa seraya menyatukan kedua telapak tangan nya.
" kalau kalian kesini cuma buat tanya tentang hubungan antara gua dan Nia atau membuat Nia tambah parah mending keluar dari sini. gua gak mau Nia tambah parah gara gara pertanyaan kalian yang gak penting " kesal Daffa pada akhirnya kesabaran nya telah habis
" kita gak bakal pergi kalau belum dapet jawabannya " ucap Indah mewakili teman nya yang lain
" lain kali bisa kan?! dateng lain kali ke rumah gua kalau Nia sudah sembuh total " suruh Daffa
" kenapa harus ke rumah lu? " tanya Aina
" karena lu bakal tau jawabannya di sana " balas Daffa
" gua aja gak tau rumah lu! lagian gua bisa ke rumah Nia, kenapa harus ke rumah lu! " tolak Kiara dan di setujui yang lain
" ya udah terserah. Nia, hp lu mana? " tanya Daffa
__ADS_1
" Dimana ya? " ucap Kania lupa kalau dia sudah tak melihat ponsel nya kembali.
" gak usah di cari " suruh Daffa seraya mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas sekolah nya.
" kenapa? " tanya Kania
" bentar " balas Daffa
Daffa memainkan ponsel nya dan menelpon seseorang.
" assalamualaikum om "
" ..... "
" tolong beli-in ponsel model terbaru dan langsung antar ke rumah sakit tempat Nia di rawat "
" ..... "
" makasih om. maaf sudah mengganggu waktu om "
" ..... "
" waalaikumsalam " ucap Daffa di akhir percakapan mereka sebelum memutuskan sambungan telpon nya.
" om Bian sebentar lagi kesini untuk membawa ponsel baru lu. ponsel yang lama gak usah di pikirin lagi " suruh Daffa kepada Kania
" dan suruh temen temen lu untuk menunggu sebentar lagi disini " suruh Daffa kepada Kania
" oke " hanya itu balasan dari Kania
berapa menit kemudian om Bian,
seketaris papah nya Daffa datang dengan membawa pesanan nya Daffa. om Bian tak lama lama berada di rumah sakit dan langsung balik lagi ke kantor untuk melanjutkan kerja nya kembali.
" nih buat lu. udah ada nomor nya juga. nomor gua, mamah, papah, bunda dan ayah udah ada di dalam nya. tinggal di tambah beberapa lagi " ucap Daffa memberikan ponsel mahal keluaran terbaru untuk Kania.
" makasih kak " balas Kania seraya mengambil ponsel nya dari tangan Daffa
" masukin nomor mereka semua sekalian " suruh Daffa menunjukkan teman teman Kania yang sedang duduk di sofa. Kania hanya menurut saja apa yang di katakan oleh Daffa. setelah mendapatkan nomor teman teman nya, Kania dimasukkan kembali ke dalam grup *the best friend* oleh Nesya selaku admin grup.
" tulis alamat rumah nya di grup " suruh Daffa kembali
" Nia gak tau alamat rumah nya. Nia belum hapal karena baru sebentar disana " balas Kania sejujur nya
" sini gua yang tulis " tawar Daffa dan Kania memberikan ponselnya kepada Daffa. Daffa menuliskan alamat rumah mereka di grup Kania.
" sudah. kalian pergi sekarang " usir Daffa kepada teman teman Kania
" gak. gua gak mau " tolak Nesya dan Aina
" iya. gua tau lu mau apa apain Nia " lanjut Indah dan Kiara
Daffa menatap Kania untuk memberi kode agar teman teman Kania segera pulang.
" gua gak apa apa kok. kalian pulang aja. dan tolong untuk masalah ini tidak cerita ke siapapun " mohon Kania
tampak teman teman Kania berfikir untuk pulang atau tidak.
" orang tua kalian pasti sudah menunggu mengingat sekarang sudah hampir jam 2 siang " ucap Kania mengingatkan
" owh iya " ucap Indah panik setelah melihat jam
" kenapa? " tanya Kania khawatir
" gua ada les. gua pulang duluan ya " pamit Indah
" aduh, gua juga ada les. kenapa bisa lupa sih. Nia gua pulang ya, cepet sembuh. bye bye " pamit Aina
dan akhirnya sisa Nesya dan Kiara yang ada di sana.
" lu gak ikut pulang juga? " tanya Daffa dengan tatapan sinis nya.
" ah nyebelin! ra, ayo pulang " ucap Nesya menyerah
" tapi inget, gua bakal ke rumah lu kalau Nia udah sehat " ucap Nesya mengingatkan
" Nia cepet sembuh ya " ucap Nesya dan Kiara yang berada di ujung pintu sebelum sosok mereka menghilang dari hadapan Kania dan Daffa.
" fiuuuhh " ucap Kania yang pada akhirnya bisa bernafas lega
" kak, kenapa lu mau kasih tau ke mereka! " kesal Kania
" udah biarin. mereka temen lu kan? gak usah di pikirin. cepet habiskan makanan nya dan minum obat "
" iyaaa "
__ADS_1