Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku
bab 57


__ADS_3

Daffa (POV)


" Assalamualaikum. Pah, Mah, buka pintu nya. Ini Daffa! " Aku menggedor gedor pintu rumah kedua orang tua ku.


Tak lama Mamah keluar membukakan pintu untuk ku. " Waalaikumsalam. Kamu kenapa sih Daffa? Gak sopan kayak gitu?! " tegur Mamah.


" Maaf Mah. Nia ada disini 'kan? " tanya ku to the point. Dari pulang kuliah, aku hanya menemukan Mbak Jum di dalam nya. Saat ku tanya kepada Mbak Jum 'kemana Nia?' Mbak Jum hanya menjawab dengan gelengan kepala dan setelah nya berkata kalau Nia pergi tadi siang dan ia tidak tau kemana pergi kemana.


Mamah mengerutkan kening nya dan menatap ku heran " Nia? Nia gak kesini. Kenapa? " Mamah bertanya balik.


" Beneran Mah? Nia gak ada di rumah. Hp nya juga di tinggal, jadi aku gak bisa hubungi dia!"


" Beneran Nia gak ada disini? Coba kamu ke rumah mertua kamu, mungkin Nia ada di sana " suruh Mamah.


" Aku udah cari kesana tapi gak ada, Mah " ucap ku frustasi. Memang sebelumnya aku udah ke rumah mertua ku dan di rumah itu tampak sepi tak berpenghuni.


" Coba hubungi teman teman nya. Emang Nia gak hubungi kami dulu?! " Mamah juga ikut khawatir.


" Gak ada sama mereka, Mah. Daffa juga udah tanya ke mereka tadi. Nia gak ngasih kabar sama sekali ke aku " ucap ku seraya menjambak rambut ku.


" Biasa nya Nia kemana?! "


" Gak tau. Nia jarang kemana mana kalo gak sama Daffa. Mobil Nia juga masih terparkir di garasi rumah ku. Kunci mobil nya pun ia tinggal di sana " balas ku.


Tak lama suara mobil Papah memasuki pekarangan rumah. Papah keluar dari dalam mobil dengan keadaan yang sangat kusut. Papah membanting keras pintu mobil nya.


Mamah dan aku menghampiri Papah yang terlihat seperti ada masalah. " Tumben pulang cepat, ada apa Mas? " tanya Mamah khawatir.


Papah tak menghiraukan pertanyaan dari Mamah dan langsung melenggang masuk ke dalam rumah. Aku dan Mamah mengikuti nya dari belakang karena heran dengan penampilan Papah kali ini yang tidak seperti biasa nya.


" Pah, Papah kenapa? " tanya ku.


" Diam kamu!! " bentak Papah seraya memijit kening nya. Baru kali ini Papah membentak ku.

__ADS_1


" Mas! " Mamah menegur Papah.


" Lepas sudah! " teriak Papah menggema se-isi rumah.


" Lepas apa Mas? " tanya Mamah.


" Istri mu dimana, Daffa?! Pasti gak ada kan?" tanya Papah sedikit menyindir ku.


" Papah tau? " aku terkejut mendengar nya. Kapan Papah tau? Pikir ku.


" Tentu. Papah yang melihat istri mu di bawa oleh keluarga nya! " ucap Papah.


" Hah?! Kemana? Ngapain? Nia gak hubungi aku?! " banyak pertanyaan yang aku lontarkan kepada Papah.


" Mereka udah tau semua nya "


" Tau apa Mas? " sekarang Mamah yang bertanya.


" Mereka tau rencana Papah. Rencana tentang memisahkan kalian setelah keturunan mu lahir "


" Apa yang Papah bilang kurang jelas?! Papah akan menceraikan kalian setelah keturunan mu lahir. Sudah lama Papah menyuruh kamu untuk memberikan keturunan kepada Papah, tapi kamu selalu menunda. Dan lihat sekarang? Mereka pergi tanpa memberikan keturunan kepada ku. Warisan kakek dan nenek mu tak akan pernah sampai di tangan kita!! JELAS?!! " Papah menjelaskan maksudnya.


" Apa Papah kira pernikahan itu adalah permainan?!!! Papah memaksa ku untuk menikahi nya dan aku menurutinya. Lalu setelah aku telah menerima nya dalam kehidupan ku, Papah akan memisahkan kami, begitu?!!! " Kemarahan ku meluap sampai ubun ubun. Sungguh panas sekali kepala ku saat ini. Pertama kali nya aku membentak orang tua ku tanpa rasa takut.


" Iya. Papah hanya ingin menuruti kemauan kakek dan nenek mu!! Itu semua demi kelangsungan keluarga kita, paham?! "


" Mas! Apa yang mas katakan? Benar kata Daffa, pernikahan itu bukan lah permainan yang dengan se-enak nya di mulai dan di selesaikan begitu saja. Kenapa kamu melakukan itu, Mas?! Kamu menghancurkan masa depan Daffa dan Kania. Kamu tega, Mas! " Mamah setuju dengan ucapan ku. Terlihat kilatan kemarahan terpancar dari wajah Mamah.


" Daffa benar benar kecewa sama Papah. Daffa benci Papah!! Daffa tak akan pernah kembali menemui Papah sampai Nia kembali kepada ku! Ingat itu, Pah!! " sungguh aku muak selalu di atur atur oleh Papah. Mulai detik ini aku tidak akan menemui Papah sampai Nia kembali kepada ku. Aku berjanji pada diriku sendiri.


" Maaf in aku, Mah. Aku akan pergi mencari Nia dan tidak akan kembali sebelum Nia ketemu dan kembali pada ku. Aku pergi, Assalamualaikum " pamit ku kepada Mamah.


" Daffa, jangan kamu pergi juga. Daffa jangan tinggalin Mamah, Daffa!! " Mamah menahan ku.

__ADS_1


" Maaf-in Daffa, Mah. Daffa kesini lagi kalau Nia udah ketemu. Assalamualaikum " Aku tak mempedulikan panggilan Mamah. Aku mulai berjalan meninggalkan ruang tamu.


" Berhenti!! Jika kamu mau keluar dari sini, serahkan semua barang pemberian dari Papah. Kamu gak boleh bawa apa pun termasuk mobil yang kamu bawa saat ini!" ancam Papah.


Aku membalikkan badan ku. " Oke, aku serahin semua barang pemberian Papah. Terima kasih selalu memberikan segala kebutuhan ku. Aku kembalikan " ucap ku seraya memberikan semua pemberian dari Papah mulai dari kunci rumah, kunci mobil, dan semua barang pemberian dari Papah.


" Udah kan, Pah? Kalau gak ada lagi Daffa pamit. Assalamualaikum " pamit ku seraya keluar dari dalam rumah orang tua ku.


" Daffa... Daffa jangan pergi, nak! " sayup sayup terdengar dari dalam rumah Mamah memanggil ku.


" Maaf-in aku, Mah. Aku tak akan meninggalkan Mamah seorang diri. Tapi untuk saat ini, aku akan mencari Nia dengan usaha ku sendiri " batin Daffa.


Sesuai dengan ucapan ku, aku keluar rumah tanpa membawa barang pemberian satupun dari Papah. Aku hanya membawa barang barang hasil jeri payah ku. Aku juga mempunyai tabungan yang cukup untuk mencari keberadaan Nia.


" Nia, maafkan aku. Aku janji akan membawa mu kembali kepada ku " batin Daffa kembali berjanji.


__________


**Banyak yg komen di bab sebelumnya alur nya ga jelas, ga nyambung, Dll.


Gpp, aku terima masukan kalian😊


Aku juga manusia, bukan robot yg ga punya kesalahan. Terkadang robot pun ada yg salah dalam sistem pengoperasian nya.


Kalau aku salah, tegur, bilang ke aku bagian mana yg harus aku betul-in.


Bikin cerita juga nguras otak dan tenaga, mikir kelanjutan cerita nya gmn lagi?


Ada juga yg bilang up nya yg banyak, up nya jgn satu, Dll. Tapi kalau aku minta tinggal jejak cmn bbrp yg ngasih😣


Aku ga tau hrs kyk gmn lagi😞


Pokoknya dari aku, makasih yg udah berbaik hati untuk dukung dan vote novel ini 🙏😊

__ADS_1


Makasih udh mampir kesini😊**


__ADS_2