
"Mereka yang dorong Kania sampe jatuh dan tenggelam bu!!" Tuduh salah seorang penggemar Daffa.
"Heh lo!! Sembarangan lo!!! Jangan nuduh, lo!!" Balas Nesya, tak terima.
"Udah jelas kalian yang dorong!! Pake nuduh kita yang dorong!!" Sambung Aina.
"Udah diam!!! CCTV dan saksi mata yang lain akan segera kemari!" lerai Bu Rita.
Jleb ....
Semua penggemar Daffa diam tak berkutik sedikitpun. Mereka tak tau jika ditempat tak beratap itu juga ada CCTV-nya. Kalau sudah berhubung dengan urusan CCTV, mereka tak bisa apa-apa lagi.
Berbeda dengan para penggemar Daffa, teman Kania merasa puas dan yakin dengan hasilnya kalau mereka yang akan terbukti bersalah.
Tok .... Tok .... Tok ....
Pintu diketuk dari luar.
"Masuk" intruksi Bu Rita.
Ceklek ....
Pintu dibuka dari luar dan nampaklah dua orang pria masuk ke dalam ruangan itu, mereka adalah Daffa dan Reza.
Tanpa disuruh Daffa dan Reza langsung duduk di sofa paling besar yang ada di dalam ruangan itu dengan gaya angkuh layaknya seorang bos besar.
"Tolong CCTV nya, Om." Pinta Daffa.
"Lagi disiapkan. Sebentar lagi mereka datang" balas Reza.
Tak lama datang orang yang Reza suruh dengan membawa rekaman CCTV ditangannya. "Permisi tuan. Ini CCTV yang anda minta" ucap orang itu.
"Langsung aja diputar" suruh Reza.
"Baik tuan" orang itu menurut. Ia membuka laptop yang ia bawa dan mulai memutar video rekaman CCTV tersebut.
Semua menonton videonya melalui laptop yang disambungkan pada infocus ruangan itu.
Dalam video itu, sangat jelas bahwa yang menjatuhkan Kania ke dalam laut adalah para penggemar Daffa dengan sengaja. Daffa sangat geram melihatnya. Ingin rasanya Daffa menc*bik c*bik mereka karena telah melukai Kanianya.
"Hentikan Om, aku tak mau lagi melihat videonya" suruh Daffa. Reza mengangguk ia setelahnya mematikan video tersebut.
"Kalian akan Ibu beri hukuman berupa-" ucap Bu Rita terpotong oleh Daffa.
"Maaf, biarkan saya yang akan menghukumnya" potong Daffa cepat.
__ADS_1
"Baiklah" Bu Rita langsung menurut dan membuat semua teman Kania mengerutkan keningnya karena heran mengapa Daffa diperbolehkan untuk mengambil alih hukumannya.
"Keluarkan mereka dari sekolah ini"
"A-apa?" tanya salah satu penggemar Daffa tak percaya.
"Keluarkan mereka dan buatkan mereka surat pengunduran diri. Blacklist nama mereka agar tak ada satupun sekolah yang akan menerimanya kembali" suruh Daffa.
"Izinkan aku, Om" pinta Daffa.
"Baik, semua keputusan ada ditangan kamu" Reza menyerahkan pimpinannya kepada Daffa.
"Akan saya urus surat pengunduran mereka" ucap Bu Rita menyetujui ucapan Daffa.
"Tidak. Daffa, siapa lo yang berani-beraninya nyuruh gue keluar dari sekolah ini" tolak salah satu dari mereka tak terima.
"Iya, siapa lo?" lanjut yang lain setuju.
"Pokoknya gue gak terima. Dua minggu lagi gue lulus, lo gak bisa kayak gitu!!"
"Bu, kenapa Daffa diperbolehkan untuk mengatur hukuman kita?"
"Daffa adalah anak pemilik sekolah ini" balas Bu Rita datar.
"A-apa?" Tak hanya para penggemar Daffa, melainkan teman Kania terkejut mengetahui kebenarannya.
Sekarang semua orang tau, mengapa Daffa bersikap sangat angkuh walaupun ada guru di depannya.
"Lo gak bisa ambil keputusan secepat ini cuma gara-gara seorang cewek, Daffa!!!"
"DIA ISTRI GUA. ASAL LO TAU, ORANG YANG LO CEBURIN ADALAH ISTRI GUA. KANIA FELLYTA ISTRI GUA. PUAS LO SEMUA HAHH?!!!" Daffa tak tahan dengan ocehan tak berguna dari mereka.
Para penggemar Daffa pastinya sangat terkejut mengetahui kebenarannya. Bagaimana bisa? Disaat mereka masih sekolah, Daffa dan Kania sudah menikah? Itulah yang ada di dalam pikiran mereka masing masing.
"Seharusnya lo pada bersyukur gua gak ngelakuin kayak apa yang lo lakuin ke Nia. Tapi gua gak bakal ngelakuin hal yang bakal buat tangan gua kotor karena hal itu"
"Bu Rita, saya minta tolong sekalian urus mereka ke dalam penjara" suruh Daffa.
"Nggak .... Jangan, saya mohon" tangis mereka.
"Daffa, bahkan lo pernah nyuruh kita untuk nge-bully Kania. Lo harus ikut kita ke dalam penjara"
"Gua udah pernah bilang stop untuk melakukan itu. Tapi otak kalian terlalu dangkal untuk mencerna kata-kata sederhana dari gua. Bahkan kalian mencoba melakukan pembunuhan yang tak pernah gua suruh untuk lakukan"
"Kalau kalian bilang gua juga salah, ya emang gua salah. Tapi apa yang kalian lakukan lebih bahaya karena bermain-main dengan nyawa. Kalian tau hukuman nya? Penjara seumur hidup adalah hukuman yang paling cocok untuk kalian"
__ADS_1
"Orang tua kalian pun akan kena dampak karena ulah kalian" lanjut Daffa seraya tersenyum jahat.
"Tidak, jangan bawa orang tua kami dalam masalah sepele ini"
"Sepele lo bilang?!! Berarti lo bakal siap dengan penderitaan yang sedang menunggu lo!!!"
"Om, siapkan penerbangan hari ini ke Jakarta. Kita bawa Nia ke Jakarta. Aku juga gak sabar membalas mereka." Suruh Daffa seraya bangkit dari duduknya.
"Persiapkan mental kalian untuk menuju kesengsaraan" ucap Daffa menyeringai jahat.
"Daffa, tunggu. Gua mau ikut ke ruangan Nia juga" panggil Indah.
"Gua juga." Lanjut Nesya, Kiara dan Aina.
"Ikut gua." Titah Daffa.
__________
Daffa, Reza dan Kania kembali ke Jakarta lebih awal dari waktu perpisahan yang mereka tentukan.
"Nia, kamu harus kuat ya, sayang" ucap Daffa menyemangati.
Saat sampai di bandara Soekarno-Hatta Daffa dan Reza langsung berjalan menuju rumah sakit terbaik di Jakarta tanpa pulang terlebih dahulu ke rumah mereka.
"Om, tolong urus administrasinya Nia. Daftarkan Nia di ruang VVIP. Berikan fasilitas selengkap mungkin untuknya. Aku akan hubungi orang tuaku dan orang tua Kania" suruh Daffa di perjalanan menuju rumah sakit.
"Oke."
Tak lama Daffa telah sampai rumah sakit terbaik yang berada di Jakarta. Daffa segera meletakkan Kania di atas brankar dan mendorongnya menuju ruang VVIP yang sebelumnya sudah di urus oleh Reza.
"Daffa bagaimana ini bisa terjadi?!" tanya Al-Fira histeris saat mendapatkan kabar bahwa anaknya terluka parah.
"Dia didorong oleh para penggemarku, Bunda. Ini salah Daffa, kalau Daffa gak ada di dunia ini maka penggemar Daffa juga gak bakal ada untuk melukai Nia" balas Daffa seraya menjambak rambutnya karena frustasi.
"Jangan salahkan diri mu, Daffa" ucap Husein.
"Ceritakan dengan jelas, Bunda mohon" pinta Al-Fira.
Daffa menurut dan menceritakan semuanya mulai dari awal rencananya untuk bertemu dengan Kania sampai Kania terjatuh karena sengaja di dorong oleh penggemarnya.
"Akan Papah buat perhitungan kepada mereka" ucap Fahriz yang tiba-tiba berada diambang pintu.
"Tentu Pah. Daffa sudah mengeluarkan mereka dari sekolah dan tak ada satupun sekolah yang akan menerimanya kembali. Mereka tak akan lulus sekolah dan akan Daffa masukkan mereka ke dalam jeruji besi"
"Perusahaan orang tua mereka juga sudah Daffa buat terancam bangkrut jika Nia kenapa-napa" Daffa menyeringai jahat.
__ADS_1
"Bagus. Papah setuju" Fahriz senang dengan keputusan yang diambil oleh anaknya.