
hari sabtu, Kirana mengirimkan ART dan kedua satpam ke rumah Daffa dan Kania agar bisa membantu mereka. mbak Jumarni atau di panggil juga mbak Jum adalah ART yang di kirimkan oleh Kirana. Mang Redo dan Mang Edi adalah dua satpam yang akan menjaga rumah Daffa-Kania setiap hari dengan bergantian dan tentu saja Kirana yang mengirimkan nya. Daffa-Kania sudah menolak akan tetapi itu Kirana menjadi sedih. akhirnya mereka berdua setuju dengan usulan Kirana.
hari ini, teman teman Kania datang ke rumah Daffa dan Kania untuk meminta penjelasan yang benar dari mereka.
tin... suara klakson mobil dari luar gerbang rumah Daffa-Kania.
dengan segera mang Edi yang sedang berjaga membukakan gerbang untuk teman teman Kania dan tentu saja atas perintah Daffa-Kania.
empat mobil berjalan memasuki halaman rumah Daffa-Kania yang luas nan megah itu. saat masuk teman teman Kania sedikit di buat tertegun atas kemewahan rumah Daffa (setau mereka). mereka mengira bahwa rumah mereka sangat luas, tapi perkiraan nya salah karena ada rumah yang lebih luas lagi di bandingkan rumah mereka yaitu rumah Daffa-Kania.
setelah teman teman Kania selesai memarkirkan mobil nya masing masing, mereka keluar dari dalam mobil menuju pintu masuk yang sudah terbuka lebar setelah mereka sampai. mereka memasuki rumah Daffa-Kania dengan salam dan di jawab oleh orang yang ada di dalam rumah itu.
" Nia kapan sampai nya? kayak nya gua gak lihat mobil elu " tanya Indah yang sudah di persilahkan duduk oleh Kania
" emm... udah lama gua disini "
" oh " Indah memanggut manggut kan kepala nya
" udah langsung aja. mana tuh orang? " tanya Nesya yang tak suka basa basi mencari Daffa
" lagi di atas " balas Kania
" Nia baju gua mana?! " tanya Daffa sedikit berteriak yang tiba tiba muncul di penyanggah tangga dengan hanya mengenakan handuk di bawah pinggang. Kania beserta teman teman Kania kaget bukan main melihat Daffa yang tidak mengenakan pakaian nya.
" sebentar " pamit Kania dengan menggunakan senyum paksaan
" masuk Daffa! " teriak Kania seperti memarahi anak nya seraya berjalan ke arah tangga. saat sudah sampai lantai dua dengan segera Kania menarik tangan Daffa agar ia mengikuti langkah nya Kania.
saat berada di dalam kamar Daffa di marahi oleh Kania karena kecerobohan nya. Daffa hanya menunduk seraya tersenyum karena secara tidak sengaja Kania menunjukkan kecemburuan nya terhadap Daffa. setelah selesai di marahi oleh Kania, Daffa di suruh masuk ke dalam kamar mandi untuk mengenakan pakaian lengkap yang telah di ambilkan oleh Kania. Kania tetap menunggu Daffa sampai selesai memakai pakaian nya.
sementara di lantai bawah, tepat nya di ruang tamu teman teman Kania terheran heran dengan sikap Daffa-Kania. mereka menunggu Daffa-Kania seraya memakan cemilan yang sudah di sajikan oleh mbak Jum.
" sebenarnya hubungan Nia dan Daffa itu apa sih? " tanya Kiara kepada teman nya yang lain.
" gak tau. kalau memang benar hubungan suami-istri tapi kenapa mereka memanggil dengan dengan sebutan kakak-adek? " balas Aina
" lagipun Daffa kan yang menyuruh para penggemar nya untuk membully Nia. kalau benar mereka sepasang suami-istri, sikap Daffa kepada Kania sudah benar benar kelewatan " lanjut Nesya
__ADS_1
" kalau gua sih gak sepenuh nya percaya. kita masih sekolah mana mungkin sudah menikah. masih terlalu dini untuk berumah tangga " Indah menimpali
mereka semua setuju dengan pendapat masing masing. mereka masih menduga duga selama menunggu Daffa-Kania keluar.
tak lama Daffa-Kania berjalan menuruni anak tangga hingga mereka sampai di lantai satu. teman teman Kania yang telah menunggu mereka pun memperhatikan kedua nya.
" ngapain lu pagi pagi udah dateng! ngeganggu tau gak! " ucap Daffa dingin seraya melipat kedua tangan nya.
Kania yang mendengarnya langsung menatap Daffa dengan tatapan tak suka. Daffa yang melihat Kania seperti itu hanya tersenyum lembut. kaum hawa yang melihat senyuman Daffa pasti akan meleleh seketika. tak terkecuali teman teman Kania yang mengakui bahwa Daffa memanglah ganteng. tapi Kania biasa saja, ia tak meleleh seperti teman teman nya saat melihat senyuman Daffa.
" gak jadi nih?! " tanya Kania sedikit kesal kepada teman teman nya karena tujuan awal mereka adalah mempertanyakan hubungan antara diri nya dengan Daffa
" jadi " balas teman teman Kania kompak.
" langsung aja " suruh Nesya
" bagus lah kalau gitu, kalian bisa pulang secepatnya " ucap Daffa mengusir
" diem " suruh Kania kepada Daffa
" mata lu di taro di mana sih?! jelas jelas ada orang di sini " balas Daffa
" maksud Indah lu itu tinggal sendiri gak tinggal bareng orang tua?! " jelas Kiara mewakili Indah
" apa urusan lu?! " sinis Daffa
" udah jangan basa basi lagi! gua gak suka basa basi. mending lu langsung jelasin " suruh Nesya
" gua bingung. otak kalian ada dimana sih?! sudah jelas dokter Angga sudah mengatakan yang sebenarnya " hina Daffa
" jadi betul kata dokter itu? " tanya Aina hati hati
" i-iya " balas Kania ragu dan teman teman Kania menutup mulut mereka.
" jelaskan secara detail kenapa kalian bisa menikah! " suruh Nesya
Kania menceritakan semua kejadian yang ia alami sampai akhir nya mereka bisa menikah tapi dengan syarat kalau mereka janji tidak akan cerita ke siapapun itu dan mereka sudah berjanji.
__ADS_1
" kenapa lu gak pernah cerita? " tanya Aina pelan
" gua pernah bilang ke kalian tapi gak ada yang percaya " jawab Kania
" jadi lu tinggal berdua? " tanya Indah yang sedari tadi sangat penasaran
" iya " balas Kania
" udah dapet jawabannya kan? sekarang kalian boleh pulang. pintu nya udah ke buka lebar tuh " usir Daffa seraya menunjuk pintu rumah mereka yang kebetulan terbuka.
" tunggu. gua masih penasaran dengan cerita kecelakaan lu waktu itu. kenapa lu bisa ketabrak? " tanya Aina
Kania menatap Daffa apakah ia boleh menceritakan nya atau tidak dan jawaban yang di berikan Daffa adalah anggukan kepala nya.
" dek, gua ke atas ya, mau belajar " pamit Daffa
" hmm... " balas Kania lalu Daffa langsung berjalan meninggalkan Kania bersama teman teman nya.
Kania menceritakan semua kejadian yang ia alami sewaktu di mall. dari mulai Daffa menarik tangan nya sampai ia mengejar Daffa dan berakhir di rumah sakit.
teman teman Kania merasa iba dengan apa yang di alami oleh Kania. mereka memeluk Kania dengan erat.
" udah ayo makan " ajak Kania seraya melepaskan pelukan teman teman nya.
" udah selesai? sana pulang " usir Daffa yang kebetulan turun ke bawah untuk mengambil air minum.
" gak boleh gitu! ayo makan dulu, gua udah masak banyak loh " ajak Kania
" jangan! " suruh Daffa
" kenapa? emang lu yang masak? enggak kan? jadi terserah yang masak lah " ucap Nesya mengejek. Daffa mendengus kesal karena ia kalah telak, mau beralasan apa lagi? memang itu kenyataan nya.
" ayo kak, makan bareng " ajak Kania kepada Daffa. Daffa yang memang belum sarapan pun mengangguk pasrah karena perut nya itu sudah sangat lapar.
akhirnya mereka makan bersama di meja makan. Kania berjalan menghampiri Daffa untuk melayani nya yaitu mengisikan piring Daffa dengan lauk pauk yang sudah di masak oleh nya dan dengan bantuan mbak Jum.
teman teman Kania yang melihat nya merasa tidak nyaman dan langsung fokus pada makanan masing masing dan saling membisu.
__ADS_1