Please Be Mine!

Please Be Mine!
EP. 18 - Diterima?


__ADS_3

...~ Diterima? ~...


...___________________________________________...


Baru saja Zea kembali ke rumahnya. Zea sudah dikejutkan kembali dengan kabar terbaru. Dimana Zea mendapatkan sebuah email yang isinya sangat mengejutkan jantungnya. Hatinya juga tidak karuan.


Karena senang sekali mendapatkan informasi seperti ini. Pengalaman pertama kalinya Zea mendapatkan email dari sebuah perusahaan seperti ini. Perusahaannya juga termasuk dibilang besar.


Mimpi apa Zea semalam. Sampai bisa mendapatkan keajaiban ataupun keberuntungan sampai seperti ini atau ini gara-gara dia bertemu dengan Gara saat di taman tadi.


Jadinya, dia mendapatkan sebuah keberuntungan. Oh tidak tidak, tidak mungkin. Tentu saja tidak mungkin dan tidak akan pernah mungkin.


Gara ya Gara saja sudah. Manusia si pencari gara-gara. Ini semua Zea dapatkan karena usaha kerja kerasnya. Bukan karena manusia si pencari gara-gara itu yang bernama Gara.


Isi email yang membuat jantung Zea terkejut : 


...Dwitara Group HQ...


Yth. 


Bapak/ibu Zeandra Bunga Sienna 


Jln. Bugis Denvile No.23


Dengan hormat, 


Berhubungan dengan perekrutan karyawan baru di perusahaan kami. Berkaitan dengan surat lamaran dan interview yang sudah dilakukan. Kepada bapak/ibu yang bersangkutan : 


Nama : Zeandra Bunga Sienna 


Alamat : Jln. Bugis Denvile No.23


Pendidikan : Lulusan Manajemen, Sarjana Manajemen/Ekonomi. 


Kami beritahukan dengan sebenar-benarnya kepada saudara bapak/ibu bahwa telah dinyatakan diterima menjadi karyawan tetap di perusahaan kami. Saudara ditempatkan pada bagian manajemen perusahaan, lebih khususnya manajemen pemasaran. Bagi yang bersangkutan sudah bisa mulai bekerja satu hari setelah mendapatkan informasi ini.


Demikian atas waktu dan perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.


---/__><♡                      ~₩||/||$~`


Arga S. Vaslehin       Revan A. Ardawijaya


CEO   President Director


Betapa senangnya Zea ketika mendapatkan email seperti itu. Pasti bisa dibayangkan ketika mendapatkan pengalaman diterima bekerja di perusahaan pertama kali.

__ADS_1


Namun, seketika Zea duduk terdiam di ranjangnya. Ketika baru menyadari sesuatu dalam email yang didapatkannya. 


"Revan?" Zea melihat nama Revan yang juga ikut tertera dalam emailnya.


"Perusahaannya banyak juga dia, konglomerat apa ya?" Gumamnya.


"Dulu ayah bekerja di Perusahaan AG saja sudah luar biasa yang sangat wow gitu. Aku disini wow juga tidak? Hehe..., maaf ayah, aku mau lebih dari ayah. Akan aku buktikan ayah. Semangat bisa Zea!" 


"Eh, tapi..." 


"Perusahaan AG sama Perusahaanku ini, dia sama-sama besarnya atau tidak ya..., ah aku tidak mengerti. Diterima saja sudah syukur. Apa sih maumu Ze?" 


Zea sudah puas dengan bicara sendirinya. Saatnya Zea segera mandi. Habih olahraga juga. Pasti keringatnya membasahi tubuhnya. Tidak akan nyaman kalau tidak mandi. Pasti terasa lengket tubuhnya. 


Pikirannya sekarang sudah lebih tenang. Apalagi setelah terkena air dingin. Tambah segar lagi kepalanya. Karena satu persatu rintangannya dapat dia lewati dengan baik. 


Sekarang saatnya bagaimana Zea menyambut hari pertama untuk dirinya bekerja diperusahaan besok. Yang dibutuhkan Zea pasti adalah pakaian kerja. 


Zea tidak memiliki pakaian kerja. Hanya kemeja putih dan rok hitam saja. Tidak mungkin kan Zea memakai warna dan pakaian yang sama setiap harinya. 


"Meta, saatnya kita shopping!" Seru Zea di dalam kamar mandi dengan semangatnya. 


Selesai mandi. Zea langsung memakai pakaian perginya. Lalu, mengeringkan rambutnya sampai benar-benar kering. Disisir hingga rapi.


"Sepertinya aku harus ke salon juga. Memotong dan merapikan rambutku sedikit." 


Zea dengan berbagai gumamnya. Seperti hari ini akan menjadi hari paling bahagianya dan akan terus diingat olehnya. 


Setelah selesai dengan semua kegiatannya. Tidak lupa membawa tas dan dompetnya. Ponsel juga tidak lupa. Zea keluar dari rumahnya. 


Sebelum jalan Zea mengirim pesan dahulu kepada teman kerja laknatnya untuk bertemu di salah satu mall yang tidak jauh dari rumah mereka berada. 


Satu lagi hal yang hampir Zea lupakan. Perutnya berbunyi. Zea lupa kalau dia belum sarapan. Menepuk dahinya pelan.


Sebelum berangkat ke mall. Akhirnya, Zea memutuskan untuk sarapan lebih dulu di tukang bubur ayam yang sering mangkal di depan jalan kompleknya. 


Setelah itu dia baru melanjutkan jalannya menuju mall terdekat. Lagipula Meta bilang dia baru bangun dan hendak mandi. Jadi, Zea tidak masalah kalau sarapan sebentar. 


...----------------...


Di dalam mall Zea ternyata sampai lebih dulu. Sedangkan, Meta katanya masih dalam perjalanan. Jadi, tunggu saja. 


Zea menunggu Meta di tempat duduk yang ada di dekat area air mancur area tengah mall. Disana juga lumayan ramai. Karena sedang ada festival musik di dalam. 


Zea tidak tertarik untuk melihatnya. Karena dia sendirian tidak ada temannya. Mungkin kalau ada temannya bisa lebih seru.

__ADS_1


Melihat ke kanan dan ke kiri. Siapa tahu Meta sudah datang. Melihat ke arah pintu masuk juga. Belum kelihatan batang hidung teman kerjanya itu. 


Saat sedang santai menunggu Meta. Ada-ada saja Zea dengan tubuh yang tentu saja terlihat. Karena dia sudah dewasa pasti tubuhnya akan terlihat. Dibandingkan tubuh anak kecil yang pasti akan mudah terlihat dan juga tidak. Karena tubuhnya kecil.


Brukk!!! 


"Yahh!" 


Zea reflek berdiri dengan wajah yang ingin marah. Tapi, nanti dia sendiri yang akan malu karena akan menjadi pusat perhatian. Zea menghela nafasnya pelan dan mengaturnya. Sembari menahan emosi.


"Duh..., maaf mba, saya tidak sengaja. Maaf mba, maaf banget..." Seorang wanita yang masih terlihat muda juga.


Mungkin sepantaran dengan Zea tidak sengaja tersandung kaki Zea yang sedang diam. Karena Zea sedang duduk. 


Sedangkan, wanita itu berjalan sambil melihat ponselnya. Alhasil, wanita itu yang tangannya sambil membawa minum juga tumpah dan mengenai pakaian yang Zea pakai. 


Zea hanya tersenyum saja. Senyuman yang terlihat pasrah karena bajunya juga sudah basah. Jadi, ya mau bagaimana lagi. Ingin marah tidak ada gunanya. Yang ada nanti Zea sendiri yang akan menanggung malu. 


"Iya mba, tidak apa-apa." Zea dengan senyuman setengah ikhlasnya sembari menatap wanita itu. 


"Kalau gitu saya pergi dulu ya mba." Wanita itu melenggang pergi. 


Zea menghela nafasnya lagi dan lagi sembari menatap kepergian wanita itu. Bagaimana sekarang? Bajunya sudah basah. Tumpahannya warna coklat lagi. Karena sepertinya minuman yang berbau coklat. 


"Sabar Zea sabar..., ini artinya memang harus beli baju baru. Huh, sabar sabar. Zea penyabar kan. Jadi, sabar ya. Dapat penghargaan wanita tersabar kan keren. Zeandra Bunga Sienna, pemenang nominasi wanita paling sabar sedunia. Gila kan keren!" Zea membanggakan dirinya sendiri akan kesabarannya.


"Ta-tapi ya tidak begini juga sih..., kan jadinya harus menanggung malu karena bajunya kotor terus dilihat banyak orang." 


"Aduh! mba mba tadi sih ah..., nyebelin banget. mba mbanya jodoh Gara mungkin. Cocok sama-sama suka mencari gara-gara." Cibir Zea menjadi kesal sendiri.


Zea pun menjadi dalam mood tidak bersahabat. Zea menunggu teman kerjanya menjadi sedikit kesal. Kesal karena bajunya basah terus kotor ditambah lagi Meta belum datang-datang juga. 


Berawal dari hari kesialan karena Gara datang menemuinya. Berubah menjadi hari keberuntungan karena mendapat kabar bahagia kalau dia diterima bekerja diperusahaan. Berubah kembali menjadi hari sial yang datang. Entah nanti apa lagi. Zea pasrah sekarang. 


Bersambung. 


Halo, apa kabar semua? Semoga kalian dalam kondisi sehat ya..., Amin.🙏🏻


Terima kasih semua yang sudah membaca karya terbaru ku... 


Mohon maaf jika ada kesalahan dalam pemilihan kata dan lainnya ya...


Boleh like dan votenya ya kakak-kakak semua... 


Kasih bunga juga boleh kok...hehe

__ADS_1


Komen, Kritik dan saran juga boleh kok...oke kakak


See u in the next episode 💕


__ADS_2