
... ~ Melamarmu ~...
..._______________________________________...
Selesai makan malam bersama. Revan izin untuk berdiri lebih dulu dan mengajak Zea untuk berdiri di hadapan mereka semua.
Masih di ruang makan. Revan berlutut di hadapan Zea. Dengan memegang sebuah kotak kecil yang berisikan cincin berlian dengan terang dan berkilaunya ditengah cincin itu.
"Di Hadapan Ayah, ibu dan adikku. Zea, maukah kamu menikah dengan ku?"
Zea tercengang dengan pertanyaan Revan yang begitu spontan. Tidak ada pemberitahuan untuknya sebelum hal ini terjadi.
Tersenyum senang dan akhirnya mengangguk cepat dengan memberikan tangannya. Revan memasangkan cincin indah itu.
Revan berdiri di hadapan Zea. Menggenggam kedua tangannya. Menatap kedua matanya dalam.
"Jadilah milikku selamanya."
Revan merapikan anak rambut Zea dengan tatapan yang tak luput terus menatap kekasihnya.
Zea meneteskan air matanya dan mengangguk. Revan tersenyum dan memeluk Zea erat. Menenangkan Zea yang sedang dalam tangis harunya dalam dekapannya.
"Wuih..., Kak Revan melamar Kak Zea di hadapan kita semua ceritanya ya." Ucap Renatha sembari menepuk tangannya.
"Bukan ceritanya Rena, tapi nyatanya." Sahut Ibu.
"Iya, iya. Aku sebut si tampan dan pemberani." Ucap Renatha
"Dia memang si tampan dan pemberani, siapa dulu ayahnya?" Ucap Ayah dengan percaya dirinya.
__ADS_1
"Suka-suka ayah saja."
Ayah dan ibu ikut berdiri menghampiri Revan dan Zea. Ibu menggantikan Revan memeluk Zea. Mengucapkan selamat dan terima kasih karena telah menerima Revan untuk berada di sisi Zea selamanya untuk kedepannya nanti.
Begitu pula ayah yang memberikan selamat kepada anaknya sendiri dan juga calon menantunya.
"Ayah hanya ingin mengingatkan kepada kalian berdua untuk tetap saling percaya satu sama lain ya. Karena, itu kunci dalam sebuah hubungan." Pesan ayah.
"Satu lagi, komunikasi kalian berdua harus tetap dijaga ya. Masalah mau kecil ataupun besar sudah pasti ada. Karena yang namanya pernikahan tidak luput dari yang namanya masalah. Jadi, saling percaya dan komunikasi harus dijaga ya, nak." Sahut Ibu menambahkan pesan ayah.
"Terima kasih..." Zea tersenyum dan menunduk kecil.
"Iya sama-sama, nak. Sekali lagi selamat ya." Ibu memeluk Zea lagi.
"Kakak kalau sudah menikah, jangan lupakan Renatha ya." Ucap Renatha kepada Revan.
"Iya, tidak akan."
"Heh, adik macam apa kamu ini." Revan mengusap pucuk kepala adiknya.
Malam ini sungguh sangat bahagia. Dengan kelengkapan keluarga yang berkumpul pada malam itu. Makan bersama di satu ruangan yang sama. Mengobrol dan bercanda tawa. Sungguh sangat hangat suasana malam ini.
...----------------...
"Apa harus secepat ini kita menikah?" Zea menatap Revan yang duduk di sebelahnya tengah menunggu rancangan busana pernikahan mereka di tempat perancang yang sudah dipercaya oleh keluarga Revan.
"Kenapa? Kamu merasa ragu?" Revan menatap mata Zea dalam.
"Bukan, bukan ragu. Aku hanya merasa terlalu cepat saja."
__ADS_1
Revan mengalihkan pandangannya ke depan. Zea yang tidak mendapatkan jawaban apapun lagi dari Revan merasa bingung. Adakah ucapannya yang salah hingga membuat Revan terdiam.
Zea memegang tangan Revan yang keduanya saling mengait. Keduanya saling menatap.
"Kamu kenapa? Apa ada yang salah dengan ucapanku?" Tangan Zea menyentuh pipi Revan lembut.
Revan menggenggam tangan Zea yang menyentuh pipinya. "Kamu ragu dengan pernikahan kita?"
"Tidak, Van. Aku tidak bermaksud begitu. Aku yakin, Van."
"Apa kamu belum siap menikah?"
"Van, aku hanya merasa terlalu cepat saja. Bukan karena belum siap ataupun ragu. Karena selama ini aku sendiri. Jadi, terasa terlalu cepat untukku. Aku mohon kamu bisa mengerti."
Revan yang mendengar perkataan dengan penuh kejujuran dari calon istrinya tersenyum dan mengangguk. Dirinya pun sadar kalau pernikahannya terlalu cepat rentang waktu diantara bertemu dengan Zea. Namun, tidak ada salahnya dilakukan segera mungkin. Lebih cepat lebih baik.
Bersambung.
Halo, apa kabar semua? Semoga kalian dalam kondisi sehat ya..., Amin.🙏🏻
Terima kasih semua yang sudah membaca karya ku...
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam pemilihan kata dan lainnya ya...
Boleh like dan votenya ya kakak-kakak semua...
Kasih bunga juga boleh kok...hehe
Komen, Kritik dan saran juga boleh kok...oke kakak
__ADS_1
See u in the next episode 💕