
... ~ Makan Malam Calon Keluarga Baru ~...
..._______________________________________...
Selesai berganti pakaian. Zea dan Renatha menggunakan waktu yang ada sebelum makan malam untuk mengobrol.
Pertama kalinya bagi Renatha mengobrol dengan kekasih sang kakak. Karena sebelumnya Revan memang tidak dekat dengan wanita manapun.
"Kak, nama panjang Kak Zea apa?"
"Zeandra Bunga Sienna. Kalau kamu?"
"Aaa..., bagus sekali. Aku Renatha Ariestya Ardawijaya."
"Nama kamu bagus juga kok."
"Sama-sama bagus yang tepat, hahaha..."
"Iya kamu benar. Oh iya, Rena kelas berapa?"
"Aku kelas satu SMA kak."
"Wah..., sudah SMA ya. Harus rajin belajarnya ya. Jangan pacaran dulu."
"Yah, kakak..., kenapa Kak Zea sama kaya Kak Revan sih? Sama-sama bilang jangan pacaran dulu."
"Karena masa-masa itu bagusnya untuk menambah prestasi yang ada. Juga menghindari hal yang tidak diinginkan."
__ADS_1
"Kak..., tapi aku itu mau merasakan pacaran seperti temen aku."
Renatha menunjukkan wajah cemberutnya. Merasa tidak adil karena teman-temannya tidak masalah untuk memiliki pacar. Sedangkan, dirinya berbeda.
"Rena, kamu percaya tidak? Kalau dulu aku juga pernah pacaran saat seusiamu. Tapi, akhirnya putus. Kamu mau merasakan sakit hati?"
"Aku tidak apa juga kok, kalau harus merasakan itu. Bukankah memang itu tujuan pacaran?"
Zea menelan salivanya mendengar jawaban Renatha atas pertanyaannya. Dengan mudahnya Renatha berkata seperti itu. Tidak habis pikir Zea dengan adik kekasihnya ini.
Tersenyum kecil dan menggaruk tengkuknya adalah jawaban atas perkataan Renatha. Entah bagaimana Zea harus menanggapinya. Hanya Renatha yang berbeda dari wanita lainnya di luaran sana.
...----------------...
Waktu makan malam pun datang. Revan dan Zea duduk bersebelahan di ruang makan. Disana juga sudah ada kedua orang tua Revan dan adiknya Revan.
"Ayo, kita makan malam bersama. Zea, ibu harap makan bersama kali ini bisa terulang lagi setiap malamnya ya." Ibu Revan memberikan senyuman bahagianya. Zea tersenyum dan mengangguk.
Benar-benar terasa seperti calon mantu. Zea
"Ya sudah sekarang ayo dimakan. Nanti katanya Revan mau ada sesuatu setelah kita selesai makan." Ayah Revan membocorkan sedikit dengan sengaja.
"Ayah..." Revan memperingati ayahnya.
Mereka semua pun makan malam bersama. Revan menawarkan semua menu yang tersaji di atas meja makan. Zea juga mengambilkan beberapa lauk yang ada di atas meja untuk Revan. Sudah cocok untuk disebut sebagai pasangan suami istri sesungguhnya.
"Aduh..., tolong kakak-kakakku yang ganteng dan yang cantik hargai manusia jomblo yang ada disini." Renatha sudah berwajah masam.
__ADS_1
"Tenang saja nanti kamu ayah jodohkan." Celetuk Ayah Revan.
"Tidak mau!" Tolak keras Renatha.
Tawa canda pun mengisi suasana makan malam yang hangat. Terasa lengkap pula malam ini anggota keluarga mereka. Jarang keluarga Revan mengikuti makan malam bersama keluarganya.
Pekerjaan yang membuatnya sibuk dan tidak memiliki waktu luang untuk berkumpul bersama keluarganya.
Rasa kesal Revan dengan ibunya yang hendak menjodohkannya dengan wanita pilihan ibunya. Sehingga memilih untuk bertahan di kantor seharian.
Sampai akhirnya bertemu dengan Zea pada hari itu yang merubah semuanya. Mulai dari waktu hingga keluarga berubah menjadi lebih baik dan terasa hangat kembali.
Bersambung.
Halo, apa kabar semua? Semoga kalian dalam kondisi sehat ya..., Amin.🙏🏻
Terima kasih semua yang sudah membaca karya ku...
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam pemilihan kata dan lainnya ya...
Boleh like dan votenya ya kakak-kakak semua...
Kasih bunga juga boleh kok...hehe
Komen, Kritik dan saran juga boleh kok...oke kakak
See u in the next episode 💕
__ADS_1