Please Be Mine!

Please Be Mine!
EP. 26 - Boleh


__ADS_3

...~ Boleh ~...


..._______________________________________...


Meta merasa tidak menyangka ketika Zea menagih jam merek mahal kepadanya. Seingat Meta, tantangannya itu harus punya pacar dalam waktu satu bulan. Tapi, Zea belum ada satu bulan. 


Hm..., hampir mungkin. Ternyata sudah memiliki pacar. Inilah yang tidak dipercaya oleh Meta. Bagaimana bisa? Bagaimana caranya bisa secepat itu? Bukankah selama Meta mengenalnya, Zea tidak pernah dekat dengan pria manapun? Tapi kok bisa. 


Meta terdiam saat Zea terus saja menagih jam tangan merek mahal itu kepadanya. Apalagi Zea dengan sebegitu niatnya mendatangi rumah Meta di akhir pekan yang biasanya Meta gunakan waktunya untuk bersantai dan menikmati waktunya seorang diri dengan ketenangan. 


Tapi, Zea datang ke rumahnya dengan menagih sesuatu yang mahal. Meta, are you ok? Apa yang akan terjadi dengannya setelah ini. Entahlah. 


Sekarang yang harus dipikirkan dengan matang dan sebaik mungkin adalah bagaimana caranya memelas kepada Zea kalau dirinya memang belum sanggup membelikan jam tangan merek mahal itu. 


Boro-boro beli jam tangan mahal. Tagihan belanja online spesial ulang tahun saja belum dibayar oleh Meta. Bagaimana caranya membelikan Zea jam tangan itu? Mungkin harus jual salah satu organnya dulu. Ck, tidak akan! Meta menggerutu dalam hatinya. 


Seharusnya Meta jangan bilang dalam waktu satu bulan. Tapi, satu atau dua minggu. Sudah pasti Zea akan gagal dan hadiah tantangan sudah tidak berlaku. 


"Meta!" Teriak Zea setengah kesal. 


Sedari tadi memanggil teman kerja laknatnya itu, tapi tidak ditanggapi sama sekali. Meta malah sibuk dengan pikirannya sendiri. Meta menatap Zea penuh tanda tanya. 


"Bagaimana sudah melamun nya?" Zea mendelik kesal.


"Hm..., Zea aku--" 


"Iya iya sudah tahu kok. Dari wajahmu saja terlihat sedang ada keperluan yang belum dibayar. Baiklah, tidak apa. Tidak usah buru-buru. Kita kan berteman baik. Jadi, kapan-kapan saja kamu membelikannya. Aku siap menunggunya kok." 


Meta pikir Zea akan mengatakan kalau tidak perlu dipikirkan lagi karena Zea yang baik hati membatalkan permintaannya. Ternyata tidak. Zea malah tetap minta. Tapi, ingin menunggu. 


Coba saja dipikir. Mau menunggu sampai kapan coba. Sampai Zea menikah dan memiliki anak juga mungkin Zea sudah bisa membelinya sendiri. 


"Hm..., Ze?" Meta menatap Zea memelas.


"Apa?" Perasaan Zea mulai tidak enak. 


"Bagaimana jam tangannya diganti dengan sesuatu yang lain?" Meta tersenyum manis.


"Heh! Mana bisa?" Zea melengos kesal.


"Bisa lah Ze, ayolah. Kamu mau makan apa saja aku boleh. Mau beli skin care, make up, body lotion, ayam geprek, bubur goreng, martabak polos, apa saja terserah. Ayo boleh, mau apa?" Meta menaik turunkan alisnya. 


Duh! Aku tergiur dengan bubur goreng. Kalau begini kan sama saja rugi. Hadeh... Zea


"Baiklah aku mau. Aku mau semuanya, tapi sesuai dengan apa yang aku mau. Bukan yang kamu sebutkan tadi ya?" Zea tersenyum licik. 


"Heh! Baiklah. Lima permintaan saja ya." Tawar Meta.


"Tidak!" Tolak Zea.


"Lalu, berapa? Jangan sampai kamu meminta jantung atau ginjalku! Aku ingin merasakan uwu uwu dulu." 

__ADS_1


"Hah? Apa tuh?" Zea mengernyitkan dahinya. Sekaligus penasaran. Baru dengar dia uwu uwu. 


"Itu lho uwu uwu." Meta menggaruk tengkuknya. 


Lupa kalau Zea itu masih seperti anak kecil yang polos. Tidak kecil juga sih. Hanya saja otak Zea lama nyambungnya kalau ke arah uwu uwu yang dimaksud Meta. 


"Apa uwu uwu?" Zea tidak mengerti.


"Ah! Sudahlah Ze. Kamu tidak akan mengerti. Anak kecil sekolah dulu yang benar." Nasehat Meta.


"Ck, aku sudah dewasa. Aku juga sudah bekerja. Tidak mau aku masih disebut anak kecil." Kesal Zea.


"Baiklah, bekerja dulu yang benar. Kalau sudah menikah pasti mengerti." 


"Tunggu, memangnya kamu sendiri sudah menikah?" Zea mengangkat satu alisnya.


"Belum sih." Meta menyengir saja.


"Heh, sudahlah. Aku mau sepuluh permintaan." Zea mengangkat tangannya dan menunjukkan sepuluh jarinya. 


"Apa?!" Meta melotot tidak percaya.


"Sepuluh permintaan, tapi yang murah kok. Tidak usah takut dan pucat begitu. Aku tidak akan meminta jantung ataupun ginjalmu juga kok. Tapi, aku minta mata dan hatimu saja." Zea tersenyum senang.


Meta kembali terdiam dengan perkataan Zea. Sungguh ternyata selain baik hati. Zea juga menyebalkan. Astaga, rasanya ingin menikahkan Zea dengan om-om kaya raya saja. Supaya tinggal meminta ke suaminya. Tidak kepadanya.


Melihat Meta yang tidak menanggapi perkataannya menjadi kesal. Lagi-lagi terdiam. Zea pun berteriak dengan kencang di dekat telingat Meta. 


"Meta!" Teriaknya lagi.


"Kapan mulainya?" 


"Heh, baiklah sepuluh permintaan. Kamu ingin apa Zea yang cantik dan baik hati?" Tanya Meta terpaksa dengan senyuman manisnya. 


"Jangan terpaksa begitu. Harus ikhlas." Zea mengingatkan.


"Heh, baiklah. Mau apa Zea?" Tanya Meta lagi dengan senyuman.


Zea tersenyum dan memberikan ibu jarinya. Zea terdiam berpikir sebentar ingin meminta apa saja. Tentunya jangan yang terlalu merugikan dirinya. Karena kesempatan bisa berpacaran dengan Revan ada gunanya juga. 


Kalau seandainya Zea menolak kan. Hari dimana Zea meminta sepuluh permintaan seperti ini kepada Zea tidak akan ada.


Berpikir dulu dengan benar, panjang kali lebar kali tinggi. Supaya puas dengan setiap permintaannya. Meta yang melihat Zea berpikir dengan begitu seriusnya menjadi dag dig dug der. 


Bagaimana kalau permintaan Zea mahal-mahal. Alamat dompetnya kritis. Tapi, Zea bilang kalau tidak akan meminta yang mahal-mahal. Meskipun begitu kan mulut seseorang kadang bisa dipercaya juga tidak. 


Meta hanya menunggu saja. Menunggu jawaban yang bisa mengganggu kesehatan jantungnya. Sepuluh permintaan Zea yang jangan sampai membuat dirinya berujung di rumah sakit karena kanker (kantong kering). 


Tiba-tiba Zea menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan tatapan berbinar. Sudah pasti Zea sudah memikirkannya dengan matang apa sepuluh permintaan yang diinginkannya. Meta membalasnya hanya dengan senyuman.


"Meta?" Panggil Zea. 

__ADS_1


"Iya?" Meta membalasnya.


"Aku mau Nasi Ayam telur asin sambal rica-rica." Pinta pertama Zea.


"Permintaan pertama mu ya itu Ze?" 


"Iya itu permintaan pertamaku, bolehkan?" 


"Boleh." Pasrah Meta. 


"Oke, lalu yang kedua aku mau bubble milk tea." Pinta Kedua Zea. 


"Boleh." 


"Oke, lalu aku mau kamu belikan aku mascara, lipstick, foundation sama jepit rambut. Tapi, jepit rambutnya jangan yang lucu-lucu dan imut. Maunya yang terlihat mahal padahal murah." 


"Boleh." 


"Lalu, bubur goreng boleh juga. Aku mau."


"Boleh." 


Dari setiap permintaan yang Zea ajukan. Meta hanya pasrah dengan menjawabnya dengan kata 'boleh' tidak yang lain. 


Banyak permintaan yang Zea ubah dan juga banyak yang aneh-aneh pula. Bahkan, ada beberapa yang harganya lumayan. 


Sepertinya suatu saat Meta harus membalasnya. Tidak mungkin kan hanya Zea saja yang memiliki kesempatan seperti ini. Apalagi Zea sudah bekerja di dua tempat. Salah satunya perusahaan besar. Bagian manajemen pemasaran pula. Pasti bayaran yang didapat Zea besar. Begitu anggapan Meta. Walaupun sebenarnya tidak tahu berapa. 


Setelah Zea selesai meminta kepada Meta dengan senyuman indah penuh kemenangan di wajahnya. Sedangkan, Meta berwajah pucat pasi. Seakan jantungnya sebentar lagi akan berhenti berdetak. Duh, jangan sampai. Karena Meta ingin merasakan uwu uwu dulu. 


"Ayo, belikan aku semua itu." Ucap Zea diakhirnya.


"Iya, boleh semuanya kok. Aku mandi dulu ya." Meta tersenyum. 


"Oke, jangan lama-lama ya mandinya." 


"Iya tidak." 


Lebih baik aku mati di kamar mandi sekarang daripada menepati sepuluh permintaanmu itu. Sudah aneh, banyak dan harganya ada yang fantastis pula. Walaupun cuma satu dan tidak semahal jam tangan keinginanmu. Tetap saja kesehatan dompetku kan menurun. Meta


Bersambung. 


Halo, apa kabar semua? Semoga kalian dalam kondisi sehat ya..., Amin.🙏🏻


Terima kasih semua yang sudah membaca karya ku... 


Mohon maaf jika ada kesalahan dalam pemilihan kata dan lainnya ya...


Boleh like dan votenya ya kakak-kakak semua... 


Kasih bunga juga boleh kok...hehe

__ADS_1


Komen, Kritik dan saran juga boleh kok...oke kakak


See u in the next episode 💕


__ADS_2