
...~ Menerima Saran Meta ~...
..._______________________________________...
Berbaring ditempat tidur dengan memutar-mutarkan ponsel di tangannya. Menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang entah kapan selesainya otaknya akan berpikir mengenai hal kemarin.
Zea ingin merasa lebih baik dari sebelumnya. Dengan memiliki waktu sendiri untuk berpikir sepertinya sudah cukup. Karena beruntungnya Zea belum terlalu jauh melangkah bersama Revan.
Apalagi ditambah dengan Revan yang meneleponnya beberapa kali kemarin malam. Namun, Zea tidak kunjung mengangkatnya.
Ingin rasanya Zea tidak percaya dengan semua ucapan Vano, tetapi ada buktinya. Mengenai foto Zea berpikir bisa saja editan, begitu juga dengan rekaman suara bisa saja hanya rekayasa yang memang sudah direncanakan sedemikian rupa.
Tapi, semuanya bisa dijawab dengan bertanya langsung kepada Revan. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat dikala Zea siap untuk bertanya kepada Revan. Sangat mengejutkan sekali memang saat mendapatkan bukti semua itu. Apalagi dari seseorang yang pernah dekat dengannya di masa lalu.
Sepertinya aku tidak boleh terlalu ketergantungan dengan dia.
Seharusnya aku juga harus pindah dari perusahaanku yang sekarang.
Lalu, aku akan mulai kembali rutin bekerja di cafe.
Mungkin lebih baik begitu.
Bekerja di perusahaan tapi serasa bekerja karena orang dalam.
Memiliki kekasih tapi dia pemilik perusahaan tempatku bekerja.
__ADS_1
Aduh..., Zea. Kenapa alur hidupmu begini. Melelahkan sekali. Untung kamu belum terlalu jauh jatuh cinta kepadanya Ze. Zea.
...----------------...
Pagi keesokan harinya Zea sudah siap dengan pakaiannya yang rapi dan selembar kertas dalam satu map yang akan diberikan kepada atasan di perusahaannya.
Zea melangkah masuk kedalam gedung. Menuju lantai dimana atasannya berada. Bukan Revan yang berada di dalam. Karena Revan ditempatkan pada perusahaan pusat.
Dengan seluruh keberaniannya Zea berbicara kepada atasannya. Beserta alasan masuk akal yang sudah Zea buat sedemikian rupa. Walaupun belum lama menjadi pegawai baru di perusahaan tersebut. Rasanya tidak nyaman dan tidak akan tenang. Lebih baik berada di cafe yang memang nyaman dan tepat untuknya. Karena ada teman baiknya juga disana.
"Baiklah, jika memang resign sudah menjadi keputusan akhir mu. Saya tidak bisa menahanmu berada disini dengan masalahmu yang ada. Jika, ingin kembali, silahkan kembalilah. Pekerjaanmu juga bagus selama kamu bekerja disini. Semoga suamimu bisa meringankan keputusan larangan untuk meraih karirmu ya." Terang atasan Zea yang tidak bertele-tele sehingga memudahkan Zea untuk resign dari perusahaan. Walaupun sedikit ada masalah di saat mengatakan alasan yang sebenarnya sedikit aneh tapi lumayan masuk akal.
"Huh..., akhirnya selesai juga urusanku." Gumamnya setelah keluar dari ruangan atasan.
Kembali pulang ke rumahnya. Karena rumah memang tempat paling nyaman dibanding tempat apapun di luar. Apalagi Zea sendiri di rumah. Tidak akan ada yang memperhatikannya.
Sesampainya di rumah. Zea duduk di sofa ruang tamu dan mengambil ponselnya. Terdapat sebelas panggilan dari Revan tidak terjawab pagi ini. Zea tersenyum miring. Pertama kali Zea ditelepon sampai berkali-kali oleh laki-laki. Apalagi dengan status calon suami. Kemungkinan statusnya sebentar lagi akan berubah.
"Apakah anda yakin ingin memblokir nomor ini?" Gumamnya membaca kalimat pada ponselnya.
"Yakin, sangat yakin. Sampai aku mengetahui yang sebenarnya."
...----------------...
Tok!, Tok!, Tok!.
__ADS_1
"Waduh, siapa itu?" Gumam Zea yang tengah bersantai di dalam kamar.
Berlari dari kamar untuk melihat siapa yang datang melalui jendela rumahnya di depan. Mengintip sedikit karena melihat mobil yang sangat dia kenali terparkir di depan rumahnya.
"Mampus!" Zea dengan segera mematikan lampu rumahnya seakan terlihat gelap tidak ada orang dirumah.
Jendela Zea menggunakan gorden yang tebal sehingga tidak akan ketahuan jika Zea mengintip dan mematikan lampu tiba-tiba.
Memeriksa kunci pintu yang ternyata juga sudah dikunci sebelumnya. Zea menghela nafasnya tenang. Rasanya bikin jantung ketar-ketir dengan kedatangan Revan yang tiba-tiba.
Bersambung.
Halo, apa kabar semua? Semoga kalian dalam kondisi sehat ya..., Amin.🙏🏻
Terima kasih semua yang sudah membaca karya ku...
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam pemilihan kata dan lainnya ya...
Boleh like dan votenya ya kakak-kakak semua...
Kasih bunga juga boleh kok...hehe
Komen, Kritik dan saran juga boleh kok...oke kakak
See u in the next episode 💕
__ADS_1