
BRUKK!
"Aduh!"
Lindsey terjatuh dari langit dan saat ini tengah terduduk di hamparan pasir putih. Ia terus saja mengelus bokongnya karena kesakitan.
Ketika ia beberapa kali menyentuh pasir itu, ia segera bangkit untuk berdiri dan melihat ke sekitarnya. Ia menyipitkan matanya untuk menghindari teriknya matahari yang menyilaukan mata.
"Pantai?" Lindsey bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Sepertinya ini dongeng putri duyung," ucapnya bermonolog, namun tidak terlalu yakin.
Tak lama setelah itu, Lindsey mendengar suara nyanyian yang terdengar sangat merdu. Suaranya sangat indah bagaikan melodi yang menembus hatinya. Ia tahu perasaan ini.
"Suara itu kan ...? tidak salah lagi, itu Ariel si putri duyung."
Ketika Lindsey mendengar suara nyanyian Ariel, ia langsung kembali bersemangat. Dan mulai mencari sumber suara itu.
"Ah, itu dia!" dengan kecepatan kilat Lindsey berlari ke arah Ariel dan pangeran Erick yang terlihat tak sadarkan diri.
"Ariel!" teriak Lindsey sambil terus berlari dan melambaikan tangannya.
Ariel menoleh ke arah Lindsey, karena terkejut seseorang melihat dirinya, ia pun kembali berenang ke dalam laut.
"Eh?! T-tunggu! Jangan pergi!"
Sesampainya di tempat pangeran Erick pingsan, Lindsey pun berusaha membangunkannya dengan cara menaburkan pasir ke wajah sang pangeran.
"Ugh! Apa ini?!" desih Erick yang mulai sadarkan diri.
"Bangunlah!"
"A-apakah kau yang telah menyelamatkanku? Siapa namamu?" tanya pangeran Erick.
"Eh? Bukan aku yang menyelamatkanmu, tapi seora--"
"Terima kasih sudah menyelamatkanku," pangeran Erick memotong ucapannya.
"Tunggu, aku belum selesai bica--"
"Kalau begitu, nanti malam datanglah ke istana di seberang sana. Oh iya, kau belum menjawab pertanyaanku, siapa namamu?" pangeran Erick kembali memotong ucapan Lindsey.
"Lindsey."
__ADS_1
"Baiklah, selamat tinggal Lindsey!"
Erick pun pergi dari hadapan Lindsey.
Lindsey mematung di tempatnya.
"I-iya,"
"Astaga! Bukan aku yang menyelamatkannya, aish!"
Lindsey pun dibuat bingung oleh Erick.
Apakah ia harus ke istana, atau mencari Ariel di bawah laut? Ah tak mungkin, dia itu manusia, tidak bisa bernapas di dalam air. Berenang saja tidak bisa.
Author POV
Ariel menjadi penasaran dan bertanya pada neneknya, apakah manusia bisa hidup selamanya. Nenek menjelaskan bahwa manusia memiliki umur yang jauh lebih pendek dari duyung yang bisa hidup sampai 300 tahun, tetapi ketika putri duyung mati, mereka berubah menjadi busa laut dan sirna, sementara manusia memiliki jiwa abadi yang hidup di surga.
Ariel, merindukan pangeran dan ingin hidup bersamanya. Karena keinginannya menjadi manusia dia mengunjungi penyihir laut di bagian lautan yang paling berbahaya. Penyihir itu dengan senang hati membantunya dengan imbalan pertukaran ramuan ajaib dengan lidah suara Ariel yang indah, karena Ariel memiliki suara yang paling mempesona di dunia.
Sang penyihir mengingatkan Ariel bahwa sekali dia menjadi manusia, dia tidak akan pernah bisa kembali menjadi duyung. Selain itu dia hanya akan menjadi manusia sejati jika berhasil mendapatkan cinta sejati. Jika tidak cinta sejatinya menikah dengan orang lain, maka dia akan mati dengan hati yang patah dan larut ke dalam buih laut di atas ombak.
Setelah dia setuju dengan peraturan dari penyihir laut, Ariel berenang ke permukaan dekat istana pangeran dan meminum ramuannya.
Setelah berubah menjadi manusia, Ariel tidak bertemu dengan pangeran Erick melainkan bertemu dengan Lindsey yang sudah sedari tadi menunggu kedatangan Ariel ke permukaan.
"Akhirnya kau datang juga," ucap Lindsey yang sudah menunggu kedatangan Ariel.
Ariel yang terkejut hanya bisa menatap Lindsey dengan datar.
"Aku tau saat ini kau bisu, kau melakukannya demi bertemu dan hidup bersama Pangeran kan?" ujar Lindsey, yang seakan tau segalanya tentang Ariel.
"Lindsey, Ariel memang bisu dan kau tidak bisa mendengar suaranya secara langsung, tapi kau bisa mendengar isi hatinya jika kau memegang tangannya." Kalung Lindsey bicara.
"Benarkah?" Lindsey pun memegang tangan Ariel karena penasaran dengan ucapan kalungnya.
"Kenapa dia memegang tanganku?" batin Ariel bingung.
"Oh? Aku mendengarnya!" ucap Lindsey terkejut.
"Mendengar apa?" sahut Ariel masih dalam hati.
"Aku mendengar apa yang baru saja kau ucapkan, wah ini hebat! Seperti kekuatan super yang bisa membaca pikiran seseorang," balas Lindsey yang terlihat kegirangan karena bisa membaca isi hati Ariel.
__ADS_1
"D-dia bisa mendengar suara hatiku?" Ariel bertanya-tanya.
"Iya, aku bisa mendengarnya," sahut Lindsey.
"Lindsey, kita tak punya banyak waktu lagi. Lebih baik kita ke istana pangeran," jelas kalung itu pada Lindsey.
"Ahh, benar juga,"
Mereka berdua pun berjalan menuju istana Pangeran Erick. Sesekali mereka berbincang untuk menghilangkan rasa canggung.
Lindsey yang suka bercerita pun menceritakan masa kecilnya, sedangkan Ariel hanya mendengarkannya dengan seksama. Ariel pun juga bercerita tentang masa kecilnya yang selalu hidup di istana bawah laut bersama ayah dan kelima saudarinya.
Setelah lama berjalan menyusuri pantai, akhirnya mereka sampai di depan istana megah Pangeran Erick.
Nampak juga orang-orang yang baru turun dari dermaga menuju istana. Seperti ada acara istimewa yang ingin diadakan di istana tersebut.
Lindsey yang penasaran pun bertanya pada salah satu orang yang berjalan menuju istana.
"Maaf mengganggu, apakah kau ingin pergi ke istana itu, Tuan?"
"Ya, kau benar."
"Untuk apa anda kesana?"
"Pangeran Erick akan diangkat menjadi Raja baru dan sang Raja akan menjodohkannya dengan seorang Putri dari negeri seberang."
"Menjodohkan katamu?"
"Ya, rencananya mereka akan melakukan proses lamaran hari ini,"
"Hari ini? Apa yang harus aku lakukan?"
Ariel yang berada di samping Lindsey hanya bisa tertunduk mendengar ucapan orang asing itu, wajahnya menjadi lesu dan tak bersemangat seperti tadi.
Lindsey yang menyadarinya langsung kembali memegang tangan Ariel dan mengatakan bahwa ia akan melakukan apapun agar Ariel bisa bertemu dan menikah dengan Pangeran Erick.
"Apa kau ingin tau sesuatu tentangku, Ariel?" ucap Lindsey tiba-tiba dalam perjalanan menuju istana.
"Hm?"
"Di duniaku, semua kejadian di sini adalah khayalan."
"Khayalan?"
__ADS_1