
"Jika kalian memberikan kalung Amethyst itu padaku, maka aku akan dengan mudah memulangkan kalian semua ke dunia nyata. Itu yang sebenarnya kalian inginkan bukan?" Suara berat terdengar jelas dari alat ucap Neil yang diutarakan oleh iblis bernama Erobos itu. Ia menyeringai melalui wajah tampan Neil.
"Apa?!" Lindsey terlonjak kaget. Pasalnya tidak ada yang bisa memulangkan mereka selain kalung permata. Itu pasti hanya pancingan semata.
"Persyaratan yang kuberikan sangat mudah, dan aku yakin kalau kalian sangat merindukan orang-orang yang kalian sayangi. Seperti orang tua--" Lanjutnya.
"Apa kau sungguh bisa melakukannya?" Heyna menyela.
"Tentu saja, aku bisa memulangkan kalian semua." Erobos mengiyakannya.
"Kami tak akan percaya dengan ucapanmu! Lebih baik kau kembalikan kalung permata pada kami!" Teriak Lindsey, suaranya hampir saja habis karena terlalu sering berteriak.
"Aku ingin pulang secepatnya, bisakah kau pulangkan kami?" Ujar Laurent yang ikut-ikutan dengan Heyna.
"Heyna, apa yang kau katakan? Kita sudah berjanji untuk bekerja sama agar bisa pulang ke dunia nyata. Kenapa kalian berubah pikiran?" Tanya Lindsey yang semakin heran dengan sikap kedua temannya itu.
"Maaf Lindsey, tapi aku dan Laurent sudah cukup lama berada di dunia dongeng. Kami akan pulang tanpa harus melawan Erobos," jawab Heyna.
"Aku juga akan pulang tanpa melakukan perlawanan, aku tidak peduli lagi dengan dunia dongeng," ungkap Laurent.
Mata Lindsey dan Antlers membulat dan terkejut bukan main ketika dua teman seperjuangannya mengatakan hal semudah itu. Seakan mereka sudah lupa dengan perjuangan yang telah mereka lalui bersama. Susah maupun senang.
"Bagus, kemarilah ... aku akan membuka portal antara dunia dongeng dan dunia nyata." Erobos mengulurkan satu tangannya, seolah mengajak Heyna dan Laurent untuk mendekatinya.
"Baik." Heyna dan Laurent menuruti ucapan Erobos dan mulai berjalan mendekatinya.
"Tidak, tunggu! Heyna, Laurent!"
Dengan cepat Antlers langsung menangkap pergelangan tangan Lindsey yang ingin meraih kedua tangan temannya itu, ia menggeleng dan Lindsey hanya diam tak berkutip.
"Sepertinya mereka berdua telah terbawa hawa nafsu. Mengingat kalau merekalah yang paling lama di dunia ini." Antlers angkat bicara.
Portal yang dibuat Erobos sudah terbuka. Tanpa berpikir panjang Heyna dan Laurent masuk begitu saja tanpa menoleh sedikit pun ke arah Lindsey maupun Antlers.
Apakah Heyna dan Laurent telah dirasuki kekuatan jahat? Atau ... berkhianat?
"Kenapa mereka melakukan hal itu ..." Lindsey tertunduk dan tak terasa hujan telah membasahi pipinya. Ya, air matanya sudah tak sanggup membendungnya lagi. Air yang jatuh semakin deras, membuatnya sangat terisak.
"Menarik sekali, mereka sangat mudah ditipu."
"Apa yang sudah kau lakukan pada mereka?!" Lindsey semakin murka dengan ulah Erobos yang menghasut Heyna dan Laurent dengan mulus.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya," jawab Erobos.
"Lindsey, kita harus tetap tenang. Erobos itu iblis yang jahat dan sangat kuat, kita tidak bisa melawannya hanya dengan tangan kosong." Antlers mencoba menenangkan amarah Lindsey.
"Lalu ... apa yang harus kita lakukan, Antlers? Kalung permata saat ini ada di genggamannya," ujar Lindsey.
"Akan kubuat kalian tertidur seperti batu!"
Lindsey dan Antlers terlonjak kaget mendengar ucapan Erobos secara tiba-tiba. Seketika serbuk emas keluar dari tangannya secara ajaib. Butiran emas itu turun dari langit dan menyentuh wajah seluruh orang yang ada di sekitar istana. Dengan cepat Antlers menggunakan kekuatan Amethyst untuk membuat pelindung agar melindungi dirinya dan Lindsey dari serbuk emas itu.
Tidak lama butiran emas itu menghilang, membuat semua orang sudah tergeletak di tanah seperti bangkai yang terbengkalai. Tidak, mereka hanya tertidur, bukan mati.
"Lihatlah mereka, Lindsey. Apa kau tega melihatnya seperti itu? Orang-orang tak bersalah yang saat ini tergeletak seperti bangkai. Hahaha!" Tawa Erobos pecah. Lindsey hanya bisa diam dan mulai putus asa.
"A-apa yang harus kulakukan ...?" Lindsey gemetar hebat. Saat ini ia benar-benar merasa takut, gelisah, dan putus asa.
"Jadi, apa kalian akan tetap melawanku? Setelah semua yang telah terjadi. Nasib teman-temanmu ada di tanganmu, Lindsey."
Tiba-tiba tangan lembut nan dingin itu menyentuh telapak tangan Lindsey. "Sejak pertama aku melihatmu, aku langsung percaya bahwa kau adalah bintang jatuhku," ujar Antlers.
__ADS_1
Lindsey terdiam dan mencerna maksud dari ucapan Antlers, "Bintang ... jatuh?"
Antlers mengangguk, "Kau datang dan menyelamatkanku dari penyihir di cerita Dorothy. Aku melihat kegigihanmu saat melawanku dan juga penyihir, dan aku sadar akan sesuatu. Bahwa kau adalah bintang jatuhku," ucap Antlers dari lubuk hati terdalam.
"Mungkin kau adalah malaikat penyelamatku, Lindsey. Aku sangat mempercayaimu," lanjutnya.
"Apa kau akan menyerah setelah berhari-hari berpetualang di dunia dongeng ini, begitu?"
"A-aku ...."
"Ikuti kata hatimu, aku akan membantumu. Kau tidak sendirian, Lindsey."
Lindsey kembali terdiam, memikirkan apa yang baru saja dikatakan temannya itu. "Kau benar, tidak ada waktu untuk mengeluh."
"Hebat! Tak kusangka bahwa kalian sangat pemberani," seru Erobos.
"Baiklah, akan kuperlihatkan kekuatan kalung permata ini pada kalian berdua. MANUSIA!" Lanjutnya.
Wush!
Lagi-lagi Erobos menggunakan kekuatan kalung permata. Setelah cahaya biru laut menghilang, muncul beberapa orang yang sudah di hadapan Erobos dengan wajah
marah yang menyeramkan. Seperti memendam sebuah dendam yang amat mendalam. Orang-orang itu adalah ....
Lindsey dan Antlers terkejut bukan main, mereka melihat beberapa tokoh jahat yang ada di beberapa cerita dongeng. Seperti penyihir di cerita Putri Salju, penyihir dari negeri Oz, penyihir dari cerita Hansel and Gretel, serigala dari cerita Little Red Riding Hood, Ratu merah dari Wonderland, dan beberapa bajak laut dari cerita Peterpan.
"Perkenalkan, The Antagonist dari negeri dongeng. Tentu kalian mengingatnya bukan? Hahaha!" Seru Erobos sambil tertawa.
"Mustahil," ucap Lindsey yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Keren sekali! Ini pertama kalinya aku melihat tokoh jahat dalam satu tempat," sambungnya kegirangan.
"Eh?" Antlers menatap Lindsey dengan tatapan aneh.
Apakah dia sudah gila? Batinnya.
"Jika aku tidak bisa memakan gadis berkerudung merah, maka aku akan memakan kalian berdua. Hahaha!" Sahut serigala berbaju nenek.
Lindsey dan Antlers tertawa geli melihat penampilan serigala yang masih mengenakan baju nenek-nenek. Mereka bertanya-tanya, mengapa serigala sangat betah memakai pakaian itu? Warnanya pun sangat mencolok, yakni merah muda.
"Kenapa serigala itu tidak melepaskan baju neneknya," ucap Antlers sambil tertawa kecil.
"Mungkin dia nyaman mengenakannya, hahaha!" Sahut Lindsey yang tawanya membuat serigala melotot.
"Apa yang kalian tertawakan,!" Teriak serigala murka.
"T-tidak ada," jawab Lindsey sambil terus menahan tawanya agar serigala tak semakin mengamuk.
"Aku akan mengubah kalian menjadi kue yang sangat lezat, hihihi!" Ucap penyihir dari cerita Hansel and Gretel.
"Sangat menarik bisa bertemu dengan kalian lagi, kali ini Jabberwocky akan memanggang kalian berdua!" Seru Ratu merah dengan kepala yang semakin membesar.
"Dasar anak-anak nakal! Akan kami masukkan kalian ke dalam laut dan menjadi santapan hiu " ucap Kapten Hook.
"Dan aku akan mengutuk kalian berdua menjadi buah apel!" Seru penyihir dari cerita Putri Salju.
"Eh? Kutukanmu biasa sekali, apa tidak ada yang lain?" Ledek Lindsey.
"Ugh, awas kau yaaa!"
Setelah panjang lebar para tokoh jahat mengoceh tak jelas di hadapan Lindsey dan Antlers, kini Erobos maju untuk kembali menghadap kedua gadis itu. Sebenarnya kekuatan Erobos belum cukup karena Amethyst masih ada di tangan Antlers. Erobos diam-diam merencanakan sesuatu untuk merebut kalung permata berwarna ungu itu dari Antlers.
Tanpa aba-aba, serigala berbaju nenek dengan cepat berlari ke arah Lindsey dan berusaha menyerang. Antlers yang menyadarinya langsung mengeluarkan kekuatan Amethyst untuk melindungi Lindsey.
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Antlers khawatir.
"Iya, aku baik-baik saja." Lindsey mengangguk pelan.
"Hei! Kalau kalian ingin menyerang, beritahu kami dulu, agar aku siap menghadapi kalian!" Teriak Lindsey sambil marah-marah.
"Untuk apa aku melakukannya? Lagipula kau tidak punya kekuatan untuk melawanku, dengan begini aku bisa memakanmu," ucap serigala sambil menjulurkan lidah dan meneteskan air liurnya.
Tokoh yang lain mulai ikut menyerang, yang pertama adalah penyihir Oz yang menggunakan tongkatnya dan mengarahkannya ke langit, seketika itu juga kerumunan burung gagak terbang dan mulai menyerang Lindsey dan Antlers. Burung-burung itu melemparkan batu kecil ke arah mereka, terlihat beberapa goresan mulai nampak pada kulit wajah, tangan, dan kaki mereka.
"Sial, mereka kuat sekali," decak Antlers sebal.
"Giliranku!"
Tiba-tiba serangan kembali menyerang kedua gadis itu, naga besar kepunyaan Ratu merah menyemburkan api ungunya. Namun, dengan cekatan Antlers kembali menggunakan kekuatan Amethyst untuk melindungi mereka berdua.
"Mortal ini tidak bisa bertahan lama, aku tidak sanggup lagi ... ugh ...."
"Antlers, kau pasti bisa menahannya. Sedikit lagi--"
"Aaakhh!"
Terlambat. Mortal Amethyst tidak bertahan lama dan membuat kedua gadis itu terpental jauh ke dalam hutan.
Rasanya mereka sudah tak sanggup melawan para tokoh jahat dari cerita dongeng. Kekuatan Amethyst semakin melemah, dan tokoh-tokoh jahat semakin kuat karena bantuan dari kekuatan kalung permata yang masih ada di genggaman Erobos.
"Apa kita akan berakhir seperti ini, Antlers? Aku sudah tak sanggup lagi."
"Aku tidak mengerti, kita sudah sejauh ini."
"Hahaha, kalian tadi masih bisa tertawa. Tapi kini sudah terkapar di tanah seperti keledai," ejek Ratu merah.
Ting!
Tiba-tiba cahaya ungu dari kalung Amethyst berkilau terang, membuat Antlers dan Lindsey kebingungan.
Tak disangka, setelah cahaya itu meredup, muncul sosok-sosok yang sangat mereka kenali.
"K-kalian?" Lindsey menatap tak percaya.
"Kami datang untuk membantumu, Lindsey." Ujar salah satunya.
"Kalian ingat aku? Tapi, bagaimana bisa?" Tanya Lindsey pada sosok itu.
"Berkat kalung ungu itu, kami bisa sampai di sini untuk membantu kalian."
"Amethyst, kenapa kau melakukan hal ini?"
"Sudah saatnya, Antlers. Aku menggunakan sisa kekuatan untuk memanggil mereka. Ini satu-satunya cara untuk mengalahkan Erobos."
"Ingat Antlers, kau harus percaya pada kemampuan mereka. Mereka adalah harapan kalian,"
"...."
"Amethyst!"
"Apa yang terjadi?"
"Amethyst menggunakan sisa kekuatannya untuk memanggil kami, dia sudah tidak memiliki kekuatan dan tak bisa hidup kembali," sahut salah satu orang itu.
"Maksudnya, kalung permata bisa mati?" Tanya Lindsey.
__ADS_1
"Ya, jika kekuatan mereka terkuras habis maka mereka akan mati."