Portal Menuju Dongeng

Portal Menuju Dongeng
Different Dimension – Chapter 2


__ADS_3

Marine pun menjelaskan semua mengenai perbedaan dimensi antara Lindsey, Antlers, Heyna, dan Laurent.


Selama ini mereka mengira bahwa mereka berada dalam satu dimensi yang sama. Namun kenyataan itu tidak sesuai dengan ekspetasi. Pantas saja Lindsey pernah sekali berusaha mencari keberadaan Antlers, Heyna, dan Laurent di internet tetapi tidak ada satu pun data yang menunjukkan ciri dari ketiganya. Banyak orang yang memiliki nama seperti mereka bertiga tetapi, semuanya tidak mirip dengan orang yang Lindsey kenal selama ini.


"Entah harus terkejut atau tidak karena kita berbeda dimensi, tetapi kita harus segera melanjutkan perjalanan ini karena waktu yang kita miliki sangat singkat." Ujar Heyna tiba-tiba.


"Kau benar, ini bukan waktunya untuk terkejut terlalu lama. Sekarang ke mana kita harus pergi, Amber?" Lindsey menyetujui ujaran Heyna dan langsung pada intinya.


"Aku akan memeriksanya terlebih dahulu." Kata Amber.


Amber memejamkan kedua matanya. Kedua telinga runcing miliknya bergerak secara perlahan seakan sedang mendengarkan sesuatu, padahal semua orang sedang terdiam dan suasana sekitar sangat hening, hanya suara hembusan angin atau binatang saja mungkin yang bisa didengar oleh Lindsey dan kawan-kawan.


Selang beberapa menit, Amber mulai membuka kedua matanya. Menatap Lindsey dan yang lainnya untuk beberapa detik kemudian mulai mengatakan bahwa Glory sedang mencari keberadaan lima batu permata. Yang berarti Marine, Emerald, Amethyst, Ruby, dan Amber sedang diincar oleh anak itu.


Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai tujuan Glory, Amber menunjukkan jalan menuju suatu tempat di perbatasan gunung Yoko dan Lembah Elf sebelum menghadapi Glory.


Nampaknya Amber tahu betul jika mereka tak bisa melawan Glory yang kekuatannya sudah hampir menyamai penguasa Forestopia, yakni Ratu Florist yang saat ini sedang melakukan proses reinkarnasi ke 155.


Lindsey dan yang lainnya tidak mengetahui tempat apa dan arah mana yang akan mereka lanjutkan.


"Sebelum kita menghadapi Glory, ada beberapa tempat yang wajib kita kunjungi. Aku yakin di sana aman dan kita bisa menyusun rencana selanjutnya untuk menyelamatkan Hesley." Ujar Amber menjelaskan.


"Apa kami boleh tau tempat apa itu dan di mana letaknya? Apa jauh?" Tanya Laurent sedikit cemas.


"Tempat tinggal para peri penjaga. Tidak terlalu jauh." Sahut Emerald, Amber mengangguk membenarkan ucapan Emerald.


Laurent mengangguk pelan sambil menghela napas. Dia menghela napas karena yakin bahwa setelah ini dia dan teman-temannya akan berhadapan dengan hal yang lebih berbahaya.


"Tapi, mengapa kau ingin kami ke tempat para peri penjaga tinggal?" Tanya Antlers penasaran.


"Aku ragu jika kita melanjutkan perjalanan langsung menuju bukit Dark Magic." Ucap Amber sedikit khawatir. Begitu mengerikan kah anak manusia bernama Glory ini?


"Bukit Dark Magic?" Mendengar hal lain yang asing di pendengarannya, Heyna bertanya-tanya.


"Bukit itu disebut Dark Magic karena di sana mengurung segala macam sihir hitam yang sangat berbahaya."


"Saat ini, Glory sudah berhasil mendapatkan tongkat kerajaan Silver Down dan mahkota Ratu Florist. Dia tau betul apa yang harus direnggut terlebih dahulu, kedua benda magis itu memiliki kekuatan yang sangat besar dan berbahaya jika disalahgunakan oleh orang yang tak bertanggung jawab." Ungkap Amber.

__ADS_1


"Itu benar-benar sangat mengkhawatirkan." Seru Marine setelah sekian lama terdiam.


"Kita harus bergerak lebih cepat." Ucap Lindsey dipenuhi rasa semangat tinggi. "Amber, kita pergi sekarang." Sambungnya. Ketiga teman dan para batu permata terkagum melihat semangat Lindsey yang membara.


"Baik, lewat sini." Amber mulai berjalan di depan untuk menunjukkan arah tempat tinggal para peri penjaga.


Di perjalanan saat sampai di sebuah hutan yang dipenuhi tanaman menjulang tinggi, mereka bertemu dengan dua sosok peri seperti wujud Marine. Namun peri yang mereka jumpai memiliki postur tubuh seperti manusia, dengan tinggi yang juga hampir mirip. Perbedaannya hanya dari sayap mereka, ada yang berwarna merah muda, hijau, dan ungu. Ketiga peri itu mencegat jalan Lindsey dan yang lainnya.


"Siapa kalian?" Tanya peri dengan dominasi warna ungu di tubuhnya.


"Apa tujuan kalian datang ke sini?" Tanya peri dengan dominasi warna merah muda di tubuhnya.


Para peri itu menggunakan bahasa yang tidak dimengerti oleh Lindsey dan kawan-kawan. Tapi, tidak bagi Laurent yang memahami ucapan para peri yang nampak marah itu.


"Tunggu...kami tidak berniat untuk melakukan kerusakan, kami datang bersama Amber."


"Amber?"


"Hai semua, maaf membuat kalian terkejut. Kita tidak punya banyak waktu, Forestopia dalam bahaya dan kita harus segera menghentikan orang yang akan merusaknya."


"Glory?"


"Cepat, ikuti kami." Para peri terbang di depan mereka untuk menunjukkan pintu masuk ke kerajaan peri penjaga.


"Kau memang pintar berbicara bahasa mereka, Laurent. Kali ini peri? Luar biasa." Puji Heyna sambil tertawa.


"Jangan memujiku secara berlebihan, kau pasti ada maunya, iya kan?" Ketus Laurent.


"Ahh, ternyata selain mengerti bahasa makhluk-makhluk di sini, kau juga bisa membaca pikiran seseorang." Heyna menyenggol bahu Laurent seakan meledek.


"Ishh, diamlah!"


"Kita mau di bawa ke mana?" Tanya Lindsey pada ketiga peri itu.


"Menghadap Ratu Lily. Pemimpin kerajaan Forbidden Pixie." Jawab salah satu peri.


"Dia mengerti apa yang aku ucapkan?"

__ADS_1


Salah satu peri dengan dominasi warna hijau di tubuhnya berhenti melayang di udara dan menghampiri Lindsey.


"Itu salah satu kemampuanku," katanya sambil mengambil sesuatu dari balik saku yang ada di tubuhnya. "Makan ini." Peri itu memberikan sebuah daun berwarna hijau kekuningan dan menyuruh Lindsey dan yang lainnya untuk memakannya.


"Ini untuk kalian bertiga, anak itu tidak perlu memakannya karena dia mengerti bahasa kami."


Tentu anak yang dimaksud peri itu adalah Laurent.


Lindsey, Heyna, dan Antlers memakan daun itu. Rasa yang ada di lidah mereka adalah pahit dan hambar.


"Kau harus menelannya." Kata Marine memberitahu.


Lindsey, Heyna, dan Antlers berusaha menelan daun itu agar mereka bisa memahami apa yang diucapkan para peri.


"Kalian sudah menelannya?"


"S-sudah...astaga pahit sekali daun itu." Gerutu Heyna.


"Kau belum menjawab pertanyaanku, apa itu Forbidden Pixie?"


"Kau orang yang sangat penasaran untuk ukuran manusia. Siapa namamu?"


"Namanya Lindsey Georgina Lane. Dia tinggal di tempat bernama London. Memiliki adik bernama Hesley Emily Lane yang saat ini juga berada di Forestopia. Dia dikurung di penjara Glory."


Lindsey terbengong dengan ucapan peri merah muda itu. Bagaimana dia mengetahui semua itu? Padahal dia belum mengatakan apa-apa.


"Ruinda, dia peri telepati."


"Telepati? Keren!" Seru Heyna.


"Aku akan menjawab pertanyaanmu, Lindsey. Jadi, Forbidden Pixie merupakan salah satu kerajaan termakmur di Forestopia. Kerajaan ini dipimpin oleh Ratu Lily, salah satu keturunan Ratu Florist yang agung." Jelas peri hijau.


"Keturunan?"


"Akan kujelaskan secara singkat. Ratu Florist membagi kekuatannya kepada para keturunannya yang dia buat melalui setiap helai rambutnya, dia melakukan itu dengan harapan para keturunannya dapat menjaga dan memimpin setiap kerajaan yang ada di Forestopia." Jelas Marine.


"Untuk lebih jelasnya, kalian akan mendengarnya langsung dari sang Ratu. Sekarang, ikuti kami." Potong peri ungu.

__ADS_1


Mereka pun dibawa oleh para peri-peri itu untuk masuk lebih dalam ke kerajaan Forbidden Pixie.


...***...


__ADS_2