Portal Menuju Dongeng

Portal Menuju Dongeng
The Down Kingdom – Chapter 2


__ADS_3

Para Siren mematuhi keinginan Glory dan mencari Hesley ke seluruh penjuru dunia yg ada di Forestopia. Termasuk Silver Down. Mereka dibebaskan oleh Glory menggunakan mahkota ratu Florist dan para Siren mulai menyebar ke seluruh penjuru Forestopia.


Para Siren mulai merusak berbagai kerajaan yang ada di bawah air, dan hal itu membuat makhluk laut lainnya merasa ketar-ketir dengan kehadiran mereka yang sangat membahayakan.


Sebuah suara peringatan tiba-tiba menggema, para penjaga Silver Down memberitahukan kepada para bangsa Mermaid bahwa para Siren yang terkurung itu telah bebas.


Sang Ratu pun menyuruh semua rakyatnya untuk segera berlindung di tempat yang sudah mereka buat.


"Bunyi apa itu?" Tanya Hesley kebingungan, dia melihat bangsa Mermaid begitu ketakutan setelah mendengar suara peringatan itu.


"Itu suara peringatan dari panglima Pan." Jawab Yves.


"Peringatan apa?"


"Itu suara peringatan Siren."


"Siren?"


"Hesley, kita harus segera pergi dari Silver Down." Yves menarik lengan Hesley untuk segera pergi.


"Tapi, bagaimana dengan kakakku? Bukankah sang Ratu mengatakan bahwa dia akan datang untuk menjemputku?" Ucap Hesley merasa was-was.


"Aku yakin kakakmu tau bahwa para Siren sudah terbebas dari kurungan, dan aku yakin ini pasti ulah Glory. Dia menggunakan para Siren untuk menangkapmu." Jelas Yves meyakinkan Hesley.


"Menangkapku? Lalu, sekarang kita harus bagaimana?"


"Kita harus segera pergi, sebelum pergi kita ke istana terlebih dahulu. Ada yang ingin aku sampaikan kepada ibu dan adikku."


"Baiklah." Hesley mengangguk dan mengikuti Yves menuju istana.


Suasana istana saat ini benar-benar kacau akibat suara peringatan Siren itu terdengar.


Yves dan Hesley melihat ibu dan adiknya sedang mengarahkan para rakyat untuk masuk ke sebuah ruangan yang disebut sebagai tempat berlindung paling aman dari serangan Siren.


"Ibu, Yvia!" Panggil Yves.


"Kak Yves?" Yvia berenang ke arah Yves dengan sangat cepat lalu memeluknya.


"Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja." Kata Yves berusaha menenangkan sang adik.


"Maafkan aku, karena hadirnya aku di sini sudah membahayakan para Mermaid." Ujar Hesley merasa bersalah.


"Kau tidak perlu minta maaf, Hesley. Kau tidak melakukan kesalahan apa pun, lebih baik kalian segera pergi ke Forbidden Pixie untuk menemui para peri dan Ratu Lily." Saran Ratu Yvette.


"Peri?"


"Ibu benar, kita harus ke Forbidden Pixie sekarang juga." Tanpa berpikir panjang Yves langsung menyetujuinya.


"Kak, jaga dirimu baik-baik, jangan sampai kau terluka." Lirih Yvia yang masih sangat khawatir.


"Aku tidak selemah itu, Yvia. Aku berjanji akan melindungi Hesley supaya Glory tidak bisa melakukan rencana jahatnya." Ucapnya penuh tekad.


Ini semua salahku, mereka sampai rela berkorban demi melindungiku dari Glory dan para Siren. Aku menyesal sudah membuka buku itu, seharusnya aku mendengarkan kata Lindsey untuk tidak menyentuhnya. Batin Hesley merasa sangat bersalah.


Setelah berbicara dengan ibu dan adiknya, Yves membawa Hesley pergi keluar dari air menuju daratan Forbidden Pixie.

__ADS_1


"Hesley, ada apa? Kenapa kau diam saja?" Yves membuyarkan lamunan Hesley.


Mereka saat ini sudah berada di daratan.


"A-aku hanya ...."


"Kau pasti sangat khawatir ya?" Tebak Yves.


"Iyaa, aku sangat khawatir dengan kalian semua. Aku takut semuanya terluka gara-gara aku." Takut Hesley masih menggebu-gebu.


"Hei, ibuku bilang semua ini bukan salahmu, ini murni kesalahan dan kejahatan yang dilakukan oleh Glory. Dia adalah orang yang harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya itu kepada rakyat Forestopia." Yves berusaha menenangkan dan menyemangati Hesley yang nampak lemah dan putus asa.


"Yves ...."


"Sekarang kita harus segera pergi sebelum para Siren itu menemukan kita."


Hesley menarik napas dalam-dalam dan mengangguk. "Baiklah."


Hesley dan Yves mulai bergegas melanjutkan perjalanan menuju Forbidden Pixie.


Setelah mereka sudah pergi, para Siren yang jumlahnya sangat banyak itu tiba di Silver Down. Mereka membuat banyak kerusakan dimana-mana, para Mermaid hanya berdiam di dalam persembunyian mereka yang memang dibuat secara khusus jika sewaktu-waktu ada bahaya mengintai.


"Kemana semua Mermaid itu?" Tanya salah satu Siren.


"Sepertinya mereka sembunyi di suatu tempat. Kalau tidak, bagaimana Silver Down menjadi sepi tak berpenghuni seperti ini?" Ujar lainnya.


"Kau benar, hmm ... bagaimana caranya membuat mereka keluar dengan sendirinya?" Salah satu Siren mulai memikirkan sesuatu.


"Aku tau." Ujar salah satu Siren. Ia pun memberitahukan idenya kepada Siren lainnya.


"Apa?!"


"Ssstt, tenanglah Yvia. Biar Ibu yang menghadapi mereka." Yvette menyuruh anak bungsunya untuk tetap menjaga para Mermaid lainnya.


"Tapi, Ibu ... mereka akan--"


"Yvia, semua akan baik-baik saja. Tetaplah di sini bersama yang lainnya, mengerti?"


"Ibu ...."


Ratu Yvette pun keluar dari persembunyian dan menemui para Siren yang memiliki jumlah yang sangat banyak itu. Bahkan bangsa Mermaid kalah dengan jumlah yang mereka miliki.


"Akhirnya kau datang juga, Yvette." Salah satu Siren berenang menuju Yvette dengan tatapan tajam dan dingin.


"Apa yang kau inginkan dari bangsa Mermaid, Drusilla?" Tanya Yvette pada Siren bernama Drusilla itu.


"Kau masih bertanya apa yang kami inginkan? Tentu saja gadis manusia itu, di mana dia sekarang?"


"Aku tidak mengerti apa maksudmu, Drusilla. Seorang manusia di Silver Down? Kalian pasti keliru." Dusta Yvette.


Pemimpin Siren bernama Drusilla itu semakin mendekat ke arah Yvette dan menatapnya dengan sangat tajam. "Jangan menguras kesabaran para Siren, Yvette. Katakan saja di mana anak itu maka hidup kalian tidak akan kami usik."


"Apa karena Glory yang menyuruh kalian? Untuk apa kalian mematuhi perintahnya? Dia hanya anak manusia biasa yang--"


Jleb!

__ADS_1


"IBU!!" Teriak Yvia yang histeris melihat ibunya ditusuk tiba-tiba.


"Drusilla? A-apa yang sudah--'"


"Itu akibat karena sudah menguras kesabaranku, Yvette. Sekarang katakan di mana anak itu, maka kau akan ku ampuni."


"Eughh ..." Yvette mengerang kesakitan saat pusaka Siren itu memasuki ranah perutnya.


"Yang Mulia, kau mau ke mana? Ratu Yvette menyuruhmu untuk tetap di sini." Salah satu Mermaid menghalau Yvia agar tetap bersama mereka.


"Aku tidak bisa membiarkan ibuku diserang oleh para Siren itu, kalian tetaplah di sini sampai kami kembali."


"Tapi, Yang Mulia--"


Tanpa menghiraukan para pengawalnya, Yvia bergegas menuju sang ibu yang sudah terpojokkan.


"Tunggu!!"


"Yvia? A-apa yang kau lakukan di sini?" Yvette terkejut melihat kehadiran Yvia.


"Ibu, kau baik-baik saja?" Yvia membantu sang ibu untuk tetap dalam keadaan seimbang setelah ditusuk secara tiba-tiba.


"Apa yang sudah kalian lakukan pada Ibuku!!"


"Yvia? Aku tau kau akan keluar dari persembunyian, sekarang beritahu kami di mana gadis manusia itu?" Desak para Siren kepada Yvia.


"Kami tau bahwa gadis itu mendengar nyanyian kami, cepat beritahu di mana dia?" Yvia terus didesak hingga ia menjadi sangat bimbang.


"D-dia ..."


"Jangan beritahu, Yvia." Yvette menggelengkan kepalanya memberi kode untuk tidak memberitahu.


"Ibu, tapi ..."


"Jangan membahayakan orang lain dan kakakmu." Lirih Yvette yang hampir diambang batas.


"Diam!! Cepat beritahu kami, atau Ratu kalian akan mati." Ancam Drusilla.


"J-jangan lakukan itu, a-aku akan memberitahu kalian." Ucap Yvia tiba-tiba.


"Yvia?" Yvette masih berusaha untuk memberikan kode agar putri bungsunya tak membeberkan hal tersebut.


"Maafkan aku Ibu, aku tidak bisa membiarkan kau terluka." Yvia menahan tangisnya sebelum memberitahu. "Hesley dan kakakku sedang menuju Forbidden Pixie." Ungkapnya.


"Yvia ...." Mata Yvette membulat sempurna.


"Begitu ya ... mereka tau kita akan datang ke sini untuk mencari anak itu, makanya kalian mengarahkan gadis itu ke daratan." Ucap Drusilla.


"Kalau begitu kita tidak bisa menangkapnya, Drusilla."


"Itu benar, tapi Glory bisa melakukannya. Aku akan memberitahu keberadaan gadis itu dengan nyanyian."


"Ayo pergi dari tempat ini."


Para Siren dengan rasa tak bersalah meninggalkan Yvette dan Yvia.

__ADS_1


...***...


__ADS_2