
Lindsey dan teman-temannya pun terpaksa menerima tantangan dari para Seeker itu. sebelum tanding kekuatan sihir, masing-masing dari mereka memperlihatkan benda paling berharga untuk dijadikan sebagai benda taruhan.
Ketiga Seeker memperlihatkan batu permata Selenite. Sedangkan Lindsey memperlihatkan sebuah cincin perak miliknya yang diberikan oleh sang ayah sebelum meninggal.
Heyna, Laurent, dan Antlers terkejut melihat Lindsey memperlihatkan benda berharga miliknya untuk dijadikan sebagai taruhan.
Antlers menghampiri Lindsey yang nampak ragu memperlihatkan cincin perak itu kepada ketiga Seeker.
"Lindsey, kenapa kau memperlihatkan cincinmu ke mereka?" Tanyanya.
"Tidak ada benda lain selain cincin perak ini, lagi pula kita pasti bisa mengalahkan mereka." Jawab Lindsey percaya diri.
"Tapi, Lindsey ... sepertinya cincin itu sangat berharga bagimu, kau yakin akan menjadikannya sebagai hadiah taruhan?" Kali ini Heyna yang bertanya.
"Sebenarnya aku ragu, tapi kita tidak mungkin menjadikan para batu permata sebagai hadiah taruhan, bukan?" Bisik Lindsey pada ketiga temannya.
"Kau benar." Laurent mengangguk singkat.
"Baiklah, kita harus bekerja sama untuk dapat mengalahkan mereka," ucap Lindsey menyemangati ketiga temannya sekaligus menyemangati dirinya sendiri.
Setelah berbincang-bincang dengan ketiga temannya mengenai strategi mereka untuk melawan ketiga Seeker itu, akhirnya pertandingan sihir pun dimulai.
Para Seeker akan melawan satu demi satu untuk melawan Lindsey dan kawan-kawannya.
Para Seeker mulai membagi sesi.
Nut melawan Heyna. Cruy melawan Antlers, dan Lindsey akan melawan Lou–ketua Stone Seeker. Sedangkan Laurent hanya menjadi penonton saja karena kekuatan Emerald yang ada di dalam dirinya bukanlah kekuatan sihir untuk bertanding.
Sebelum pertandingan berlangsung, para batu permata sudah menyamarkan identitas mereka agar para Seeker tidak menyadari kehadiran batu permata itu.
"Kira-kira benda apa yang cocok untuk menyamarkan identitas mereka?" Tanya Lindsey memulai diskusi.
"Laurent, ada saran tidak?" Tanya Antlers pada Laurent yang sejak tadi hanya terdiam.
"Ehm ... sedang kupikirkan."
"Lambat sekali." Celetuk Heyna.
"Hei! Kau sendiri juga bantu berpikir!" Erang Laurent.
"Aku sedang berpikir, tau!"
"Hei kalian jangan berdebat." Antlers melerai keduanya.
"Ehm ... bagaimana kalau Ruby ubah Marine menjadi sepatu, nanti Lindsey yang akan memakainya. Tapi, ubahlah sepatu yang jelek dan tidak menarik." Saran Antlers.
"Hmm ... boleh juga, idemu bagus, Antlers."
"Kalau begitu Emerald dijadikan rompi saja, nanti aku yang akan memakainya." Ujar Laurent.
"Rompi?"
"Yaa, rompi yang terlihat seperti milik Peterpan, sehingga para Stone Seeker tidak akan curiga kalau rompiku adalah sebuah batu permata."
"Memangnya Peterpan memakai rompi?" Tanya Heyna.
"Entahlah, tapi ubah saja menjadi rompi."
"Baiklah, kalau begitu tinggal Ruby, Amber, dan Amethyst yang belum ditentukan mau diubah menjadi apa?"
__ADS_1
"Ruby bisa menjadi ikat rambut Heyna, karena Heyna tidak pernah melepas ikatan yang ada di rambutnya." Kali ini Lindsey memberikan idenya.
"Ide bagus, Lindsey."
"Lalu, bagaimana dengan Amber dan Amethyst?"
"Aku masih memikirkannya, ahh apa ya?!" Teriak Lindsey mulai frustasi.
"Jepitan!" Sahut Laurent.
"Hah? Apa kau bilang?" Heyna mendelik ke arah Laurent.
"Jepitan. Sepertinya itu akan cocok dengan Antlers."
"Tapi, jepitan yang seperti apa?"
"Jepitan biasa yang jelek dan tidak menarik."
"Hanya tinggal Amber saja yang belum."
"Kenapa tidak dijadikan kalung saja?"
"Itu akan memancing kecurigaan mereka, payah!" Heyna memukul bahu Laurent setelah memberikan saran.
"Ahh benar juga, aku tidak terpikiran sampai ke situ. Jadi, bagaimana?" Ujar Laurent sambil meringis kesakitan setelah bahunya dipukul oleh Heyna.
"Amber, apa kau ada saran?"
"Aku tidak tau mengenai benda-benda yang kalian sebutkan tadi, jadi aku serahkan pada kalian berempat." Jawab Amber.
"Benar juga, Amber tidak mengetahui benda-benda yang ada di kehidupan kita sehari-hari."
"Tas!"
"Tas?"
"Amber bisa menjadi tas, iya kan?"
"Benar juga, idemu kali ini lumayan cemerlang, Lau." Heyna mengangguk dan merangku Laurent tanda bangga.
"Bagaimana, Ruby? Kau bisa melakukannya?"
"Bisa, kalau begitu kalian semua bersiaplah."
Criing!!
Semua batu permata menjadi benda yang sudah ditetapkan masing-masing.
Pertandingan akan dimulai oleh Heyna yang akan melawan Nut, penentuan pemenang dilihat dari bagaimana masing-masing pejuang melumpuhkan lawan dengan cara membuatnya tersungkur di tanah. Tiga poin untuk memenangkan pertandingan secara bergantian.
"Aku penasaran dengan sihir yang ada di dalam dirimu."
Duh, apa yang harus kulakukan? Bagaimana caranya aku melawan dia? Gumam Heyna sedikit gemetar.
Heyna, kau tenang saja, semua kekuatanku sudah aku transfer ke tubuhmu. Kau bisa menggunakannya sesuka hati, tapi ingatlah untuk tidak memakai secara berlebihan, karena nanti kekuatan transformasi yang mengubah para permata akan hilang dan mereka termasuk aku akan berubah menjadi batu permata. Ujar Ruby yang berbicara lewat telepati.
Heyna mengangguk memberi kode pada Ruby yang saat ini menjadi ikat rambut.
"Apa yang kau tunggu, gadis kecil?" Ledek Nut pada Heyna.
__ADS_1
Heyna melotot sambil menganga setelah dirinya dibilang gadis kecil oleh makhluk Pixie bernama Nut itu.
"Apa? Gadis kecil katamu?" Erang Heyna tak terima dirinya dipanggil gadis kecil.
Pertandingan pun dimulai, Heyna langsung menyerang Nut dengan kekuatan yang diberikan oleh Ruby padanya, yaitu kekuatan pengubah bentuk, dengan kekuatan itu Heyna bisa mengubah dirinya menjadi makhluk yang diinginkannya.
Heyna mengubah dirinya menjadi seekor beruang, besar, dan berwaena hitam kemerahan. Heyna menyerang Nut dengan membabi buta, tetapi Nut hanya menghindari serangan Heyna yang bisa dibilang sangat berbahaya.
"Astaga, Heyna sangat kuat ketika sedang marah." Ucap Laurent yang masih melihat dari kejauhan.
Antlers dan Lindsey yang sedang menonton juga merasa was-was, takut jika Heyna mendapat serangan balik dari Nut. Sejauh ini Nut hanya menghindar, sehingga mereka tidak tahu kekuatan apa yang sebenarnya yang ada pada dirinya.
Nut tersenyum miring melihat kekuatan Heyna yang luar biasa kuat.
"Kau cukup kuat bagi seukuran gadis kecil, tapi kau tidak akan bisa mengalahkanku."
Heyna, berhati-hatilah, Nut akan mengerahkan serangan balik ke kita. Ucap Ruby memperingati Heyna.
Nut mengeluarkan aura aneh dari tubuhnya, matanya berubah hitam pekat dan tiba-tiba saja ....
BUGH!!
Heyna terpental dan hampir tersungkur ke tanah, untungnya dia masih bisa berdiri walaupun sudah diserang secara tiba-tiba oleh Nut.
"HEYNA!!" Teriak Antlers dan Lindsey bersamaan.
"Aku baik-baik saja, tapi ... tadi itu apa?" Heyna menatap seseorang di hadapannya, dia tersentak sampai hampir kehabisan kata-kata.
"Apa yang terjadi?" Antlers mulai bertanya-tanya.
"Apa itu?" Lindsey memperhatikan Nut dan satu orang lain yang sedang bersama dirinya.
Heyna, ada apa? Kenapa kau melamun? Tanya Ruby.
Heyna tidak menjawab dan tiba-tiba tubuh beruangnya menghilang dan menjadi dirinya yang asli. "A-Ayah?"
"Ayah?!"
"Sepertinya kau mengenal orang ini, gadis kecil." Nut tersenyum puas melihat wajah terkejut yang terpampang di wajah Heyna.
"Seorang tentara angkatan darat, petarung terhebat dalam grupnya, dijuluki sebagai Alone Hyena karena mampu mencabik lawan tanpa kawanan. Sungguh fakta yang menakjubkan dari seorang tentara hebat bernama ... Halden Van Jorch." Papar Nut.
"Halden Van Jorch?"
"Apa yang kau lakukan pada Ayahku?!" Teriak Heyna murka.
"Oh? Dia bukan Ayahmu, gadis kecil. Dia adalah bayanganku dan ketakutanmu, tak kusangka bahwa kau sangat takut dengan ayah kandungmu sendiri."
"Jadi, orang itu ayahnya Heyna?"
"Aku mengerti, kekuatan Nut adalah manipulasi bayangan yang bisa dia ubah bentuk dan sifat-sifatnya sesuai dengan ketakutan yang ada di dalam diri lawannya. Sungguh, kekuatan yang mengerikan." Jelas Antlers yang mengerti semuanya.
"Kau memang hebat, Antlers Gardy. Bisa mengetahui hal tersebut hanya dengan sekali melihat." Sahut Cruy.
Aku harus mengetahui kekuatannya terlebih dahulu sebelum dia mengalahkanku di pertandingan selanjutnya. Gumam Antlers dalam hati sambil menatap Cruy.
Gadis itu tidak bisa dianggap lemah. Dia pasti memiliki kemampuan yang tidak aku duga-duga sebelumnya. Batin Cruy sambil mengeraskan rahangnya dalam hati.
Apa yang akan terjadi pada Heyna?
__ADS_1
...***...