Portal Menuju Dongeng

Portal Menuju Dongeng
Penjahat Baik


__ADS_3

"Hutan lagi ..." keluh Lindsey sambil memajukan bibirnya.


"Sepertinya aku mengenali tempat ini," ucap Heyna sambil mengingat.


"Ya, aku juga merasa begitu," sahut Antlers.


"Kalian berada di cerita Robin Hood, sekaligus tempat terakhir kalian berada di dunia dongeng," seru Ruby.


"Benarkah? Kau sedang tidak bercanda kan?" Tanya Heyna yang sedikit curiga.


"Tidak,"


"Jadi, apa yang harus kita lakukan? Hanya menyelamatkan Neil Scots saja?" Tanya Laurent memulai topik baru.


"Tugas kalian hanya menyelamatkan Neil Scots dari cerita ini," sahut kalung laurent.


"Baiklah,"


Apa Marine dan yang lainnya belum tau, kalau sebenarnya aku bermimpi bertemu dengan Mike Scots. Apa aku beritahu saja? Ah, tidak! Aku harus fokus untuk menyelamatkan Neil Scots. Batin Lindsey.


Mereka berjalan menyusuri hutan dan sampai di suatu desa. Namun, mereka dikejutkan dengan keadaan desa itu yang sudah sangat kacau.


Barang-barang di sekitar rumah warga hancur berkeping-keping, rumah yang sudah menyatu dengan tanah, pedang tertancap di mana-mana, dan anak panah yang menusuk beberapa dinding rumah para warga.


"Apa ini desa tempat Robin Hood tinggal?" Tanya Heyna terkejut sekaligus terheran dengan kondisi desa itu. "Tapi kenapa kacau seperti ini? Seperti terkena bencana alam semacam gempa," sambungnya.


"Kurasa bukan karena gempa atau semacamnya, di sini terlihat seperti bekas terjadinya peperangan," sahut Antlers.


Ada benarnya juga pendapat Antlers.


"Kalau ada peperangan, pasti ada korban yang berjatuhan. Di sini tak ada seorang pun," ujar Laurent yang bingung karena desa ini kosong bagai desa mati.


"Apa kita salah tempat?" Tanya Heyna pada kalungnya.


"Tidak, ini tempat yang benar. Cari tau apa yang sudah terjadi." jawab Ruby.


"Ah, kalian terlalu banyak tanya. Lakukan saja seperti ini. HALLOOO! APA ADA ORANG?!" teriak Lindsey.


Heyna yang tepat di sebelahnya langsung menutup mulut Lindsey. Sedangkan Laurent dan Antlers menutup telinganya rapat-rapat.


"Hei! Jangan sembarangan berteriak seperti itu," ucap Heyna memperingatkan Lindsey yang asal berteriak seperti itu.


"Kalian takut?" Ledek Lindsey sambil terkekeh.


"Lihat, ada yang datang."

__ADS_1


Antlers menyadari sesuatu, ia pun menunjuk seseorang yang terlihat sedang mengendap-endap.


Sontak ketiganya kompak mengarahkan pandangannya pada seorang gadis kecil yang berjalan sambil mengumpat.


Mereka berempat pun menghampiri gadis kecil itu.


"Jangan sakiti aku!" Kata gadis itu seraya menutup matanya dengan kedua telapak tangannya yang mungil.


"Tenang saja, kami tidak akan menyakitimu, kenapa kau berjalan seperti orang ketakutan? Apa yang sudah terjadi pada desa ini?" Tanya Antlers, ia pun mencoba bicara pelan agar  gadis itu tidak semakin ketakutan.


"Kalian bukan prajurit kerajaan?" Tanyanya.


"Bukan, kami hanya anak-anak yang tersesat," jawab Lindsey, berbohong.


"S-sebaiknya kalian pergi dari negeri ini. Keadaan di sini sangat kacau, kalian tak akan bertahan," ucap gadis itu semakin ketakutan.


"Eh? Kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Laurent mulai penasaran.


"Desa kami diserang oleh prajurit kerajaan negeri seberang dan semua harta kami dirampas," jawab gadis itu kembali.


"Raja itu bernama Neil Scots," lanjut gadis itu.


"APA?!" sahut keempatnya kompak. Saking terkejutnya dengan ucapan gadis itu. Mereka melotot.


"Apa kau yakin, kalau namanya Neil Scots?" Tanya Heyna memastikan. Gadis itu mengangguk pelan.


"Semuanya mengungsi di tempat persembunyian. Kalian juga harus bersembunyi, jika tidak para pengawal pribadi Raja Neil akan menangkap kalian." Gadis itu kembali memperingatkan.


"Di mana tempat persembunyian itu? Kami ingin menanyakan secara langsung pada kepala desa."


"Baiklah, ayo ikuti aku."


Mereka pun mengikuti gadis itu menuju tempat persembunyian.


Sesampainya di tempat persembunyian ....


"Kalian bersembunyi di goa?" ucap Lindsey yang terkagum sekaligus terkejut dengan tempat persembunyian mereka.


"Ini tempat yang dibuat Robin untuk persembunyian kami jika sewaktu-waktu ada peperangan," jawab gadis itu.


"Ayo masuk, di dalam ada keluargaku dan kepala desa." Gadis itu mempersilahkan keempatnya untuk masuk.


"I-iya,"


Di dalam goa, sungguh mengenaskan. Tak ada udara yang masuk dan itu membuat siapa pun merasa pengap. Ditambah beberapa kelelawar yang menghinggapi di setiap sudut bebatuan, dan itu cukup mengganggu.

__ADS_1


"Siapa mereka? Kenapa kau membawanya ke sini?" Tanya pria yang terlihat berusia di atas 60-an.


"Mereka anak-anak yang tersesat, dan mereka juga ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada kepala desa," jawab gadis kecil.


"Baiklah, silahkan duduk." Kepala desa mempersilahkan duduk Lindsey dan kawan-kawan.


"Fiuh, di sini panas sekali. Sudah berapa lama kalian berada di sini?" ujar Lindsey sambil mengibaskan tangannya ke arah wajah.


"Sudah satu tahun," jawab pria itu.


"H-hebat,"


"Apa yang sebenarnya terjadi pada desa kalian?" Tanya Heyna memulai percakapan.


"Desa kami diserang oleh prajurit kerajaan negeri seberang. Dan desa kami sudah di ambang kehancuran, kami tak bisa berbuat apa-apa selain berada di tempat ini. Di sini kami aman dan tak terusik oleh prajurit-prajurit itu," jawab kepala desa.


"Aku dengar Raja bernama Neil Scots yang telah melakukannya, apa itu benar?" Tanya Laurent kembali memastikan.


"Ya, dialah orang yang telah membuat desa kami hancur. Harta kami diambil dan seseorang yang sangat penting bagi kami juga telah ditangkap." Kepala desa kembali menjawab, tapi kali ini wajahnya terlihat sangat kesal.


"Siapa orang yang penting itu?" Tanya Antlers.


"Salah satu warga kebanggaan kami, Robin Hood," jawab kepala desa.


"Robin Hood?"


"Ya, tanpa Robin keadaan desa kami memburuk. Dia adalah pahlawan bagi desa kami."


"Tunggu sebentar, aku dan teman-temanku membutuhkan udara segar." Heyna menyudahi pembicaraan dan menarik ketiga temannya untuk keluar goa.


Di depan goa ....


"Apa-apaan ini? Kenapa tokoh utamanya malah ditangkap?" Gerutu Heyna, sedikit kesal dengan alur tempat ini.


"Dan yang tak kalah anehnya, Neil Scots lah penyebab semua ini," ucap Laurent.


"Kalung permata, apa kalian benar-benar tidak tau?" Tanya Antlers.


"Maaf, kami juga baru mengetahuinya."


"Lindsey, kenapa sejak tadi kau diam saja? Apa ada hal yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Antlers pada Lindsey.


"Hm? Ah, tidak, aku hanya sedang bingung saja dengan semua yang telah terjadi di sini," tukas Lindsey.


Ini berlebihan, kenapa Neil Scots sejahat itu? Dan kenapa dia dianggap Raja? Robin Hood juga ditangkap. Apa ini ada hubungannya dengan mimpiku saat itu? Gumam Lindsey.

__ADS_1


Disaat semua sedang berdebat, Lindsey hanya menyimak dan diam seribu bahasa.


Apakah misi kali ini lebih sulit dari apa yang ia bayangkan sebelumnya?


__ADS_2