Portal Menuju Dongeng

Portal Menuju Dongeng
Stone Seeker – Chapter 1


__ADS_3

Sampai di dalam kerajaan ....


Lindsey dan yang lainnya terkesima melihat penampakan kerajaan Forbidden Pixie yang begitu mewah dan megah. Tapi tidak bagi para batu permata yang sudah mengetahui kerajaan Forbidden Pixie dengan segala hal-hal magis yang begitu memukau mata.


Mereka di antar ke suatu ruangan oleh ketiga peri itu. Lindsey dan yang lainnya diminta untuk menunggu di ruangan itu sampai ketiga peri itu kembali menemui mereka dengan membawa Ratu Lily.


Ketika sedang menunggu ketiga peri dan Ratu Lily menghadap mereka, Marine dan batu permata lainnya mendapatkan pendengaran dari Ratu Florist secara tiba-tiba. Sontak saja hal tersebut membuat kelimanya terkejut.


Marine, Ruby, Emerald, Amethyst, dan Amber. Berhati-hatilah dalam melakukan perjalanan menuju penjara Glory, kalian harus menghindari para Stone Seeker yang diperintahkan oleh Glory kepada mereka untuk menculik kalian.


"Apa?!" Kelima batu permata berucap bersamaan setelah penuturan dari Ratu Florist yang entah dari mana bisa mengetahui keberadaan para batu permata.


Lindsey dan yang lainnya menoleh secara bersama ketika lima batu permata tersentak oleh sesuatu hal.


"Ada apa?" Tanya Antlers pada kelima batu permata itu.


Laurent menghampiri Emerald yang raut wajahnya terlihat sangat pucat. "Hei, kau terlihat pucat." Tanyanya sambil mengelus kepala Emerald.


Melihat para batu permata mencemaskan sesuatu, Lindsey dan yang lainnya mendekati kelima batu permata masing-masing untuk sekadar menenangkannya.


"Marine, kau baik-baik saja?" Tanya Lindsey pada Marine yang masih terdiam. "Amber, bagaimana denganmu? Kau tidak apa-apa kan? Apa yang terjadi?" Lindsey juga bertanya pada Amber.


"Kenapa kalian diam saja?" Heyna mengernyit bingung.


"Kau mendengarnya, Amethyst?" Tanya Marine. Ruby, Emerald, dan Amber menoleh.


"Kita semua mendengarnya." Sahut Amber.


"Apakah yang tadi itu--"


"Yaa, suara yang kalian dengar adalah sebuah peringatan dari Ratu Florist." Ucap seseorang yang memasuki ruangan ditemani ketiga peri yang tadi mengantar Lindsey dan kawan-kawannya.


"Ratu Lily?" Para batu permata langsung menghampiri sang Ratu yang begitu cantik dan mempesona.


Dia adalah Ratu Lily. Seorang peri dengan sayap emas yang besar, cantik, dan berwibawa. Dia adalah pemimpin kerajaan Forbidden Pixie, salah satu keturunan Ratu Florist yang sangat dihormati oleh semua rakyat Forestopia.


"Apa kita harus menundukkan kepala?" Bisik Laurent pada Heyna yang ada di sampingnya.


"Tentu saja, dia itu seorang Ratu di sini. Cepat tundukkan kepalamu dan beri hormat." Balas Heyna.


"Baiklah." Laurent mengikuti ucapan Heyna, dan yang lainnya pun mulai menundukkan kepala serta memberi hormat kepada sang Ratu.


"Yang Mulia Ratu Lily." Lindsey dan yang lainnya menunduk memberi hormat. Seperti yang dilakukan oleh orang-orang ketika bertemu atau berpapasan dengan pemimpin suatu negara.


"Lindsey Georgina Lane, seorang gadis yang tengah mencari keberadaan saudarinya. Gadis pintar, rendah hati, penyayang, penolong, optimis, ekspresif, dan leader yang bertanggung jawab. Kedatanganmu ke Forestopia adalah untuk menyelamatkan adikmu yang dikurung di penjara Glory." Ungkap Ratu Lily mengetahuinya tanpa diberitahu.


"Bagaimana kau bisa tau? Aku bahkan belum memberitahumu."


"Semua yang memasuki Forbidden Pixie akan dibaca pikirannya oleh Yang Mulia Ratu Lily." Jawab salah satu peri penjaga sang Ratu.


"Keren, membaca pikiran adalah salah satu kekuatan terhebat yang pernah ada."


"Tunggu, bukankah kau bisa telepati?"


"Telepati adalah salah satu kekuatan Ratu Lily, Heyna."


"Ahh, begitu rupanya."

__ADS_1


Ratu Lily tersenyum ke arah Heyna yang begitu penasaran dengannya. "Heyna Van Jorch. Gadis pemberani, baik hati, periang, sangat berambisi pada tujuan, dapat diandalkan dan optimis. Kedatanganmu ke Forestopia adalah membantu temanmu yang sedang mengalami kesulitan untuk menemukan saudarinya yang terjebak di penjara Glory."


"Yap, dia sudah tau ternyata."


"Jadi, apa kau bisa membaca pikiranku?" Tanya Laurent penasaran.


"Tentu, Laurent Gang." Sang Ratu tersenyum seakan menandakan banyak pujian yang akan dilontarkan oleh Ratu Lily untuk Laurent.


"Penakut, sensitif, dan pesimis. Tetapi kau adalah orang yang bisa diandalkan oleh teman-temanmu." Sambung Ratu Lily. Ekspresi Laurent seketika berubah drastis, yang tadinya excited menjadi menganga usai mendengar pujian yang sebenarnya bukanlah pujian untuknya.


"Wow, itu pujian yang sangat mengagumkan. Terima kasih Ratu Lily." Laurent tersenyum kecut.


Heyna menyenggol bahu Laurent. Sepertinya sifat jahilnya akan keluar.


"Hei, sepertinya kau harus banyak bersabar supaya sifat-sifatmu itu tidak melekat dalam dirimu sampai ajal menjemput." Ucap Heyna dengan nada meledek.


"Hei! Jaga ucapanmu, baru dipuji oleh sang Ratu saja kau sudah sombong." Ketusnya. "Yang Mulia, seharusnya sifat sombong juga kau masukkan ke dalam list sifatnya yang buruk itu." Adunya pada sang Ratu penguasa hutan peri.


"Hahaha! Ratu Lily tidak akan mengatakan hal konyol seperti itu." Tawa Heyna.


"Laurent benar, terkadang kau menyombongkan diri dengan kemampuan yang kau miliki." Ujar Ratu Lily tiba-tiba.


"A-apa? T-tapi kan ...."


"Wleeee ..." Laurent menjulurkan lidahnya untuk meledek Heyna.


Heyna menyiapkan tinju di salah satu tangannya yang siap menghantam wajah Laurent. Laurent menghindar.


Ratu Lily menghampiri Antlers saat ini.


"Bagaimana perasaanmu setelah tau bahwa kalian berbeda dimensi?" Sambungnya bertanya pada Antlers.


"A-aku ...?" Bingung Antlers saat tiba-tiba ditanya oleh sang Ratu. "T-tentu saja terkejut, karena kupikir dunia paralel itu tidak ada."


"Di sekolah pernah membahasnya, walaupun hanya pada saat percakapan biasa. Itu tidak nyata." Sahut Laurent.


"Tapi sekarang, kalian mengetahui bahwa dunia paralel itu nyata bukan?" Tanya Ratu Florist.


"Ya, itu benar."


"Marine, seharusnya kau tidak memberitahu dunia paralel kepada manusia. Apa kau tidak ingat konsekuensinya?"


"Tentu saja aku tau, tapi mereka adalah sahabatku dan aku percaya pada mereka." Jawab Marine dengan santai.


"Memangnya apa yang akan terjadi jika kita mengetahui bahwa dunia paralel itu nyata?" Tanya Lindsey.


"Salah satu dari kalian akan berusaha mengakses dimensi yang lain, dan itu tidak boleh dilakukan karena bisa merusak sistem alam semesta lainnya." Balas peri hijau.


"Kami tidak secerdas itu." Sahut Heyna.


"Itu benar, aku bahkan selalu mendapatkan nilai nol saat pelajaran astronomi, dan geologi." Ujar Laurent.


"Apa hubungan semua itu dengan alam semesta, bodoh?!"


"Memangnya tidak ada hubungannya, ya?"


Semua tertawa kecuali para ketiga peri penjaga.

__ADS_1


"Kau lihat? Mereka tidak akan bisa mengakses dunia paralel yang lain." Kata Marine percaya pada teman-temannya.


"Untuk saat ini memang tidak, Marine. Tapi apa yang akan terjadi jika mereka mampu melakukannya setelah keluar dari dunia kita?" Tanya peri ungu.


"Ehm itu ...."


...***...


"Bagaimana kalian bisa membuktikan bahwa kalian layak menyandang nama Stone Seeker? Batu permata apa yang sudah pernah kalian curi?"


Salah satu Stone Seeker menyeringai dan mengambil sesuatu dari balik tasnya. "Apa ini cukup membuktikan?"


"Bukankah itu?"


"Ini adalah batu Erobos, Selenite, Moonstone yang berhasil kami dapatkan."


"Begitu ya? Jadi, nama Stone Seeker memang pantas kalian dapatkan."


"Sebelum itu aku ingin mengetahui nama kalian bertiga." Ucap Glory.


"Namaku Lou, aku adalah pemimpin kelompok ini."


"Aku Nut."


"Dan aku Cruy. Aku yang mendapatkan batu Erobos saat menyelinap ke portal dunia dongeng."


Glory terdiam sejenak setelah mendengar nama-nama para Stone Seeker. Mudah diingat.


"Tugas kalian mudah, dapatkan kelima batu permata yang ada pada keempat anak ini." Glory menunjukkan wajah Lindsey, Heyna, Antlers, dan Laurent kepada para Stone Seeker.


"Bukankah mereka?"


"Yaa, batu permata itu adalah sebagian dari kekuatan Ratu Florist. Aku ingin kalian mendapatkannya, dengan cara apa pun."


"Kau ingin kami mencuri batu itu dari tangan anak-anak? Cih, mudah sekali."


"Kalau begitu lakukan sekarang, jangan kembali sampai kelima batu itu kalian dapatkan."


"Baiklah, serahkan saja semua pada kami."


....


"Mereka sudah bergerak."


...***...


Ilustrasi Kerajaan Forbidden Pixie



Ilustrasi Fairy Forbidden Pixie



Ratu Lily


__ADS_1


__ADS_2