
Para peri penjaga yang berhasil menyelamatkan Lindsey dan teman-temannya langsung membawa mereka ke tempat yang aman. Namun, mereka harus menelan kepahitan bahwa Hesley tak dapat diselamatkan.
Setelah menyelamatkan Lindsey dan teman-temannya, para peri penjaga mulai membuatkan pelindung kerajaan yang baru agar Glory atau pun Stone Seeker menemukan mereka.
Para peri penjaga mengantarkan Lindsey dan teman-temannya ke suatu ruangan khusus, di mana tempat itu untuk mengobati seseorang.
Tiba di hadapan Ratu Lily, peri penjaga melaporkan kejadian yang terjadi saat misi menyelamatkan Lindsey dan teman-temannya.
"Yang Mulia, kami tidak bisa menyelamatkan Hesley. Posisinya saat itu dapat membahayakan kami semua, sehingga kami mengurungkan niat kami untuk menyelamatkannya." Jelas Ruinda mewakili peri penjaga lainnya.
Ruinda merupakan salah satu peri penjaga sekaligus pemimpin tim saat mereka mendapatkan sebuah misi yang langsung diberikan oleh Ratu Lily.
"Aku mengerti, terima kasih Ruinda. Lalu bagaimana kondisi anak-anak itu saat ini?" Tanya Ratu Lily sedikit cemas.
"Mereka masih tak sadarkan diri, Yang Mulia. Selain itu kami juga membawa seseorang dari kerajaan lain." Papar Ruinda. Tak lama kemudian Yves muncul dari belakang para peri penjaga lalu memberi hormat kepada Ratu Lily.
"Hormatku kepada Yang Mulia Ratu Lily." Ucap Yves sambil bersikap hormat.
"Apa yang membuatmu datang ke kerajaan kami, Yves? Apa kerajaan bawah air baik-baik saja?" Tanya Ratu Lily sedikit khawatir.
"Aku rasa tidak sesederhana itu, Yang Mulia. Mengingat bahwa semua Siren sudah terbebas dari kurungan itu, mereka datang mengacaukan kerajaan Silver Down. Itu sebabnya ibu menyuruhku untuk membawa Hesley ke kerajaan kalian. Tetapi di tengah perjalanan rencana kami teralihkan oleh pertempuran antara Stone Seeker dan keempat anak itu." Jelas Yves.
"Ternyata seperti itu kejadiannya. Memang benar kondisi Hesley tidak memungkinkan para peri penjaga untuk menyelamatkannya, dia sudah terpengaruh sihir hitam milik Glory."
"Jadi, Hesley akan ..."
Ratu Lily mengangguk singkat. "Dia sudah berkomplot dengan Glory."
"Tapi, sihir hitam yang ada di dalam dirinya bisa dihilangkan, kan? Pasti ada cara." Kata Yves yakin.
"Kau tau betul bahwa Forestopia di ambang kehancuran saat ini. Para manusia dari dimensi lain berdatangan dan membuat dunia paralel menjadi tidak berada pada dasar yang semestinya. Kemungkinan terburuknya, orang-orang dari dimensi lain bisa datang ke sini kapan saja karena portal sedang tidak stabil."
"Lalu, bagaimana dengan para batu permata? Aku yakin Stone Seeker itu akan terus mencarinya. Mengingat bahwa para batu itu adalah sumber portal menuju dimensi lain." Tanya Yves.
Saat Ratu Lily hendak menjawabnya, tiba-tiba dia merasakan aura lain berada di depan kerajaan mereka. "Sepertinya mereka sudah tiba, Yves." Ucapnya.
"Eh? Apa maksudmu?" Bingung Yves.
"Yang Mulia, jangan bilang kalau--" Potong Ruinda.
"Perketat penjagaan, informasikan kepada seluruh peri lain untuk mengungsi ke tempat yang aman, kita akan bersiap-siap untuk berhadapan dengan pemburu batu permata terhebat sepanjang masa." Titah Ratu Lily pada para peri penjaga.
"Baik, Yang Mulia." Tanpa berbasa-basi para peri penjaga langsung mengangguk menuruti perintah sang Ratu.
__ADS_1
"Mereka ada di sini? Bagaimana bisa? Bukankah kerajaan kalian sangat sulit dilacak?" Yves mulai bertanya-tanya.
"Sepertinya semakin besar sihir hitam Glory yang dimasukkan ke dalam tubuh Hesley, semakin lemah sihir murni kita, Yves." Jawab Ratu Lily.
"T-tidak mungkin."
Yves terlonjak kaget mendengar ucapan Ratu Lily yang mengatakan bahwa sihir murni Ratu Florist sudah mulai melemah, dan tak lama lagi sihir hitam akan menguasai dunia ini. Tak hanya itu saja, sihir hitam bisa menguasai dan menghancurkan dunia lain.
"Tapi kita tak boleh menyerah begitu saja, kita akan menghadapi mereka." Ujar Ratu Lily dengan yakin.
"Kalau begitu apa aku akan mengirimkan pejuang tambahan dari kerajaan Silver Down." Ujar Yves.
"Kau yakin ingin menawarkan pejuang tambahan dari kerajaan kalian untuk melindungi kami?" Ratu Lily memastikan.
"Bukan hanya kerajaanmu saja, Yang Mulia. Pejuang-pejuang kerajaan Silver Down juga ingin melindungi Forestopia."
"Kau benar, baiklah." Ratu Lily mengizinkan Yves untuk membantu kerajaannya.
Lagipula apa yang dikatakan Hesley pada Yves saat di penjara itu benar. Bahwa semuanya harus bekerja sama untuk saling melindungi demi bertahannya Forestopia.
Di ruang rawat Lindsey terbangun karena mendengar suara gemuruh yang begitu memekakkan telinganya. Dia menengok kanan dan kiri untuk melihat apa yang terjadi, karena rasa penasarannya yang sangat tinggi dia pun beranjak dari ranjang nya dan mulai mencari tahu. Dia juga melewati beberapa temannya yang masih tak sadarkan diri.
Saat keluar ruangan, Lindsey menemukan bahwa semua peri sedang kalang kabut. Berterbangan tak beraturan seperti ada sebuah bencana hebat menghantam mereka.
"Lindsey, syukurlah kau sudah sadar." Ucap Marine tiba-tiba.
"Marine?"
"Apa kau sudah merasa baikan?"
"Ehm ... ya, sebenarnya aku masih sedikit pusing." Jawabnya.
"Marine, apa yang sudah terjadi? Kenapa semua peri ini berterbangan dan nampak sangat ketakutan?" Lindsey yang penasaran mulai mempertanyakannya kepada Marine.
"Aku dengar ada musuh yang berusaha menyerang kerajaan ini, Lindsey."
"Musuh?!"
"Mereka adalah Stone Seeker."
"A-apa? Bagaimana mereka bisa sampai di sini? T-tunggu dulu ..." Lindsey berbalik melihat satu persatu ranjang yang masih ditiduri oleh teman-temannya. Tapi, ada satu yang tidak ia lihat.
"Di mana Hesley?" Paniknya mulai menggebu.
__ADS_1
"Lindsey?" Panggil seseorang.
Lindsey membalikkan badannya. "Ruinda?"
"Kapan kau sadar? Apa lukanya masih terasa sakit?" Tanya Ruinda.
Lindsey melihat ke arah lengannya yang diperban. "Eugh ... sudah tidak terlalu sakit. Tapi, di mana adikku? Kenapa dia tidak ada di sini bersama kita?"
"D-dia ...."
"Lindsey." Antlers memegang pundak Lindsey.
"Antlers?" Lindsey menoleh ke arah Antlers yang masih tertatih saat berjalan.
"Kenapa kau beranjak dari kasur? Kau masih terluka, Antlers." Timpal Ruinda.
"Aku terbangun karena mendengar suara ribut-ribut, ada apa sebenarnya Lindsey?" Jawab Antlers masih terlihat lemas.
"Aduhh berisik sekali, aku tidak bisa istirahat dengan tenang kalau begini." Keluh Laurent yang juga baru sadar.
"Hei, ada apa sih? Kenapa wajah kalian tegang begitu? Apa kita sudah berhasil mengalahkan Glory dan Stone Seeker itu?" Tanta Heyna.
"Saat ini kerajaan kami tengah di serang oleh Stone Seeker yang berniat merebut para batu permata dari kalian." Jelas Ruinda.
"Apa?!" Semuanya terkejut bukan main mendengar penuturan Ruinda barusan.
"Keluar kalian! Kalau tidak akan kami hancurkan kerajaan kecil ini menjadi rata oleh tanah." Teriak salah satu Stone Seeker itu.
"Eh? Itu suara ..."
"Lou."
"Lindsey Georgina Lane, berikan permata-permata itu pada kami!" Ucap Lou kembali. Kali ini dia benar-benar serius dengan perkataannya.
"Sekarang mereka sudah tau kalau batu permata ada pada kami." Kata Antlers.
"Duhh, bagaimana ini?" Panik Laurent.
"Hei Lindsey ... apa kau ingin tau apa yang terjadi pada adikmu?" Ucap Lou.
Mata Lindsey terbelalak mendengar adiknya disebut-sebut oleh Lou.
...***...
__ADS_1