Portal Menuju Dongeng

Portal Menuju Dongeng
Queen of Forestopia – Chapter 1


__ADS_3

Keesokannya ....


Lindsey dan ketiga temannya hendak memutuskan untuk mencari kembali keberadaan Hesley, namun sebelum itu Lindsey di arahkan oleh Ratu Lily menuju istana Ratu Florist untuk dapat memastikan bahwa reinkarnasi sang Ratu berada di garis yang semestinya.


Sebelum keberangkatan keempat anak itu, Ratu Lily dan bangsa Peri lainnya mengantar mereka sampai ke depan gerbang pintu masuk Forbidden Pixie. Ruinda selaku ketua Peri penjaga mewakili bangsa Peri lainnya untuk memberikan salam perpisahan sekaligus terima kasih kepada Lindsey dan teman-temannya karena kehadiran mereka mampu membantu menyatukan para bangsa di Forestopia hingga berhasil mengalahkan Stone Seeker yang selama ini menjadi ancaman bagi mereka.


"Lindsey, Antlers, Heyna, dan Laurent. Kami sangat bersyukur kalian datang ke Forestopia. Kami selalu berdoa untuk keselamatan kalian dalam perjalanan mencari Hesley. Kami semua yakin kalian pasti berhasil." Ucap Ratu Lily.


"Terima kasih, Yang Mulia." Lindsey dan ketiga temannya menunduk memberi hormat kepada sang Ratu hutan utara.


Setelah ucapan perpisahan itu, Lindsey dan yang lainnya langsung melanjutkan perjalanan menuju istana Ratu Florist.


Di tengah-tengah perjalanan mereka yang masih sangat panjang, Yves menyusul dari arah belakang. Sontak hal itu membuat semuanya terkejut bukan main.


"Yves?" Lindsey dan yang lainnya terkejut dengan kehadiran Yves.


"Kenapa kau mengikuti kami?" Tanya Antlers.


"Aku ingin ikut dengan kalian menyelamatkan Hesley." Jawab Yves.


"Kau ... yakin? Tapi, bagaimana dengan keluargamu yang ada di Silver Down?" Tanya Heyna.


"Aku sudah mendapat kabar dari pihak kerajaan bahwa ibu, adik, dan bangsa Mermaid Silver Down baik-baik saja. Izinkan aku untuk membantu kalian, Hesley adalah temanku ..." Pinta Yves dengan nada memohon.


"Yves ...,"


"Aku rasa kau bisa ikut, bagaimana pendapat kalian teman-teman?" Tanya Antlers menyambut Yves ke dalam kelompok dengan gembira.


Laurent dan Heyna mengangguk. "Kami setuju!"


"Waahh, kalian sangat kompak akhir-akhir ini." Ledek Antlers.


"Ishh, itu tidak benar!" Sergah Laurent. "Aku tidak mau dibilang kompak dengan monster perubah wujud ini." Lanjutnya.


"Apa katamu?! Coba ... katakan sekali lagi, Laurent Dink?" Heyna memasang wajah kesal sambil tersenyum kapitalis yang menakutkan.

__ADS_1


"T-tidak, aku salah bicara. Maafkan aku, Heyna ..." Laurent berlari menghindari amukan Heyna.


"Astaga kalian ini ..." Lindsey dan Antlers hanya bisa tertawa melihat tingkah keduanya.


"Kalau begitu ayo lanjutkan perjalanan menuju istana Ratu Florist." Ujar Lindsey.


"Kau benar, waktu kita tidak banyak."


"Baiklah, ayo berangkat semuanya!" Heyna berseru kencang penuh semangat.


"YAAAA!!"


Dengan suara yang menderu kencang dan penuh semangat membara, kelima anak itu akhirnya berjalan menuju istana sang Ratu Forestopia. Memastikan bahwa proses reinkarnasi berlangsung dengan semestinya.


...***...


Di kediaman Glory yang berada di belantara hutan berduri dan dipenuhi semak belukar, Hesley tengah duduk di salah satu singgasana Glory yang dibuat dan dirancang khusus hanya untuk dirinya dan Hesley.


Hesley nampak diam. Tatapannya kosong dan seakan tidak memikirkan apa pun dalam otaknya. Entah akibat pengaruh sihir hitam yang masuk ke dalam dirinya, atau memang Hesley tidak memikirkan apa pun dari lubuk hatinya.


Beberapa menit kemudian setelah berdiam diri tanpa berpikir apa pun, sedikit demi sedikit Hesley melirik ke seluruh penjuru ruangan dan mulai mempertanyakan apa yang ia lakukan di tempat seperti itu.


Sampai ia bertemu dengan salah satu pengawal yang berjaga, dia pun langsung mempertanyakan keberadaan Glory.


"Apa kau tahu di mana Glory?" Tanya Hesley pada pengawal itu.


"Glory ada di ruang ramuan, dia ada di sebelah sana." Jawab pengawal sambil menunjukkan lokasi ruangan itu.


Hesley pun menuju ruangan yang dimaksud.


Ketika Hesley membuka pintu ruangan ramuan itu dia menemukan Glory sedang bereksperimen pada salah satu ramuannya. "Glory, ada hal yang ingin aku tanyakan padamu." Ucap Hesley yang masih berada di ambang pintu.


Glory menoleh tanpa membalikkan badannya karena sedang menuangkan salah satu ramuan ke dalam tungku. "Silakan tanyakan saja, asal jangan membahas Lindsey dan kawan-kawannya." Jawabnya.


"Baiklah." Hesley mengangguk pasrah.

__ADS_1


Seakan tak bisa mengelak dari ucapan yang langsung dikeluarkan dari mulut Glory, Hesley hanya mengiyakan apa yang diminta oleh gadis itu untuk tidak membicarakan apalagi menyebut nama Lindsey di hadapannya.


"Aku ingin tahu, apa yang kau ambil dari tubuh Drusilla? Dia adalah makhluk laut bernama Siren, kan?" Tanya Hesley to the point.


"Itu benar, dia menjadi salah satu makhluk laut yang ditakuti semua orang. Termasuk manusia seperti kita." Balas Glory yang sibuk mengambil beberapa ramuan dari raknya.


"Kita?" Hesley mulai bertanya-tanya.


"Ya, kau dan aku adalah tamu di negeri ini." Jawabnya.


"Jadi, apa yang kau lakukan pada Siren bernama Drusilla itu?" Hesley mengalihkan topik pertanyaan yang diajukan sebelumnya.


Sebelum menjawab pertanyaan itu, Glory nampak menghela napas. "Aku mengambil sihir yang ada di dalam tubuh Drusilla."


Hesley mengernyit. "Kenapa kau melakukan itu?"


"Kau harus tau, Hesley, di dunia ini tidak ada yang gratis." Kata Glory sambil terus mengaduk ramuan yang ada di tungku.


"Apa maksudmu?"


"Sebenarnya kita adalah pendatang di negeri ini, dan semua makhluk hidup memiliki sihir yang menakjubkan. Karena itulah kekuatan mereka bisa mengembalikan kita ke dunia asli." Ungkap Glory. Entah itu benar atau hanya karangannya saja untuk mengelabui Hesley.


"Dunia asli kita? Maksudmu ... kita bukan berasal dari dunia ini?"


"Itu benar. Untuk bisa kembali ke dunia asli, kita harus mengumpulkan sihir dari berbagai makhluk hidup yang ada di dunia ini. Perlu kau ketahui Hesley, sihir yang kusimpan di dalam dirimu itu yang nantinya akan membuka portal ke dunia asli kita."


"Jadi itu alasanmu mengumpulkan sihir hitam, untuk dapat kembali ke dunia asli?"


"Jika sudah tidak ada pertanyaan lagi, bisakah kau meninggalkanku sendirian? Aku harus membuat ramuan untuk bekal kita menuju istana Ratu Florist."


"Baiklah, aku akan pergi ke kamarku saja." Hesley pun pergi menuju ruangan yang sudah disiapkan Glory untuknya.


Hesley menutup pintu ruang ramuan dan menuju ke kamarnya.


...***...

__ADS_1


Ilustrasi istana Ratu Florist



__ADS_2