
"Mengaku kalah atau kalian semua akan kulenyapkan!" Teriak Lou begitu menantang.
"Diam kau!" Lindsey kembali menyerang tanpa ampun. Dia tidak mampu mengendalikan kekuatan Marine yang ada di dalam dirinya karena seluruh pikirannya kalang kabut akibat marah dan dendam.
"Teman-teman, ada yang ingin aku beritahukan mengenai kondisi Lindsey." Ucap Antlers memanggil semua temannya termasuk peri penjaga, Ratu Lily, dan Yves.
"Apa maksudmu?" Heyna bertanya-tanya. "Memangnya Lindsey kenapa?" Sambungnya.
"Aku dan Amethyst telah memperhatikan dan mengamati pergerakan serta pola penyerangan Lindsey kepada Lou, kami menyimpulkan bahwa dia telah dirasuki sihir hitam milik Glory." Jelas Antlers. Semua terkejut setelah mendengar fakta mengejutkan itu.
"Apa?" Kaget Laurent dan Heyna.
Ratu Lily mengangguk seakan paham maksud Antlers. "Ternyata dia memang sudah terpengaruh. Orang yang terpengaruh sihir hitam tidak akan ingat apa pun, jika dibiarkan terus menerus seperti itu maka akan membahayakan kekuatan murni dari dalam batu permata, dan yang paling mengerikan Lindsey akan kehilangan nyawanya jika terus menyerang Lou tanpa menyadari apa pun." Ungkapnya.
"Kalau begitu, kita harus segera menghentikan Lindsey." Timpal Heyna.
"Tapi, bagaimana caranya? Kekuatannya begitu besar dan hampir menyamai kekuatan Lou." Laurent bertanya-tanya.
"Aku dan Amethyst sudah memikirkannya, mendekatlah aku akan memberitahu strategi kita." Antlers menyuruh semuanya untuk mendekati dirinya agar strategi yang sudah ia susun bersama Amethyst bisa dimengerti dan dijalankan dengan tepat.
Antlers pun mulai memberitahukan rencananya, dia yakin sekali bahwa strategi ini akan berhasil menghentikan Lindsey sekaligus menghentikan Lou dan para Stone Seeker itu.
"Jadi, begitu ya? Baiklah, aku sudah mulai mengerti." Heyna mengangguk pertanda mengerti dengan yang direncanakan oleh Antlers.
"Apa langsung eksekusi saja, Antlers?" Tanya Yves sambil tersenyum percaya diri.
Antlers mengangguk. "Ya, kali ini jangan biarkan Stone Seeker memenangkannya." Ucapnya percaya diri.
"Ruinda, Mursy, dan Ery. Aku mengandalkan kalian bertiga." Titah Ratu Lily tanpa mengatakan apa yang dititahkannya.
"Baik, Yang Mulia." Ketiga peri penjaga terbang meninggalkan Ratu Lily bersama ketiga anak itu.
"Yang Mulia, apa kau sudah siap?" Tanya Antlers memastikan.
"Aku selalu siap." Ratu Lily mengangguk singkat.
"Heyna, aku membutuhkan kekuatan pengubah bentukmu untuk mengalihkan perhatian Lou. Setelah itu Ratu Lily akan menyegel tubuh Lindsey dengan kekuatannya dan aku akan menarik sihir hitam dalam tubuh Lindsey." Ucapnya mengingatkan startegi yang sudah dibuatnya.
"Lalu, aku bagaimana?" Tanya Laurent menunjuk dirinya, ia bingung karena Antlers tidak melibatkan dirinya dalam strategi itu.
"Demi keselamatanmu, sebaiknya tetap berada di belakangku, saat aku mengeluarkan sihir hitam itu dari dalam diri Lindsey pastikan bahwa kedua Stone Seeker tidak ikut campur. Kau mengerti?" Jelas Antlers.
"Hanya itu?"
__ADS_1
"Yaa, karena kau satu-satunya yang tak memiliki kekuatan super seperti kami." Sahut Heyna dengan nada meledek.
"Apa katamu?!" Kesal Laurent.
"Antlers, bagaimana denganku? Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Yves.
"Yves, tugasmu adalah melindungi Ratu Lily saat menyegel Lindsey. Pastikan Lou tidak menyerang Ratu Lily saat proses menyegel." Jelasnya.
"Baik, aku mengerti." Yves mengangguk singkat, lalu bersikap jaga dengan para pengawal yang ada di kerajaan.
"Heyna, kami mengandalkanmu." Ucap Antlers memulai aba-aba untuk melangsungkan rencananya.
"Iya, aku siap!"
Dengan kekuatan Ruby yang sudah menyatu di dalam dirinya, Heyna mulai berubah menjadi makhluk yang jauh lebih kuat. Ya, kali ini dia mengubah dirinya menjadi seekor monster. Monster yang memiliki ekor sembilan. Itu rubah ekor sembilan.
"B-bagaimana dia melakukannya?" Kaget Laurent dari kejauhan melihat perubahan drastis pada Heyna.
Heyna pun nampak terkejut dengan perubahan yang terjadi dalam dirinya. "Ruby? A-aku bisa--"
"Ya, Heyna. Kekuatanmu dan kekuatanku sudah menyatu dengan sempurna, dengan imajinasi liarmu kau bisa mengubah dirimu menjadi makhluk yang kau inginkan dengan kekuatanku." Jelas Ruby.
"H-hebat sekali." Kagum Yves.
"Makhluk itu ... gadis itu sudah berkembang pesat rupanya." Nut tersenyum sinis.
"Gadis? Maksudmu gadis yang melawanmu waktu itu?" Cruys bertanya-tanya.
"Coba saja kau lihat, kekuatan itu hanya dia yang memilikinya." Jawab Nut mengiyakan.
"Cih! Aku juga ingin kekuatan seperti itu."
"Tidak usah bermimpi terlalu tinggi, Cruy. Lagi pula Lou bisa menandinginya."
Heyna mulai menyerang dengan tubuh yang sudah berubah bentuk menjadi makhluk yang ada di dalam imajinasinya. Dia berusaha semaksimal mungkin untuk mengalihkan perhatian Lou dari Lindsey, sementara Ratu Lily menyegel tubuh gadis itu dan Antlers menyerap energi jahat yang ada di dalam tubuh Lindsey untuk menyadarkannya.
"Jangan main-main denganku, bocah ingusan!" Geram Lou.
"BOCAH INGUSAN?!"
Heyna yang marah langsung menyerang Lou tanpa ampun, yang Lou lakukan hanyalah menghindari serangan itu tanpa balik menyerang.
Sial! Kekuatanku hampir di ambang batas, aku memerlukan bantuan mereka. Batin Lou dalam hati.
__ADS_1
Hanya dengan melihat saja, Cruy dan Nut langsung paham dan melesat cepat ke arah Lou untuk membantunya.
"Mereka lagi ..." Heyna mengeraskan rahangnya kesal dengan kehadiran keduanya di hadapan dirinya.
"Sudah kuduga kau akan membutuhkan bantuan kami, Lou." Ucap Cruy dengan bangga.
"Diam, dan cepat urus gadis ini. Jangan lupa untuk merebut permata Ruby yang ada di dalam dirinya, gunakan cara apapun untuk mendapatkannya. Sementara itu aku yang akan merebut permata Aquamarine."
"Baiklah, Lou."
"Tidak akan kubiarkan!" Yves sudah berada di samping Heyna.
"Kau? Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Heyna.
"Membantumu, akan kuperlihatkan cara bangsa Mermaid bertarung yang sesungguhnya. Karena kalian ... keluarga dan rakyat Mermaid di ambang kehancuran, tidak bisa dimaafkan." Ucap Yves dengan lantang.
Yves mendapat kabar dari salah satu tentara bangsa Mermaid, bahwa Ratu Yvette sedang mengalami kritis akibat serangan Siren. Mendengar kabar tersebut dia menyalahkan Glory dan juga ketiga Seeker yang saat ini ada di hadapannya.
"Bangsa Mermaid?" Heyna menoleh ke arah Yves yang sedang melakukan sesuatu di tangannya.
Yves menyerang ketiga Seeker itu dengan kekuatan air. Kekuatan itu memang didapatkan secara alami oleh Mermaid, bahkan sejak mereka lahir. Namun, kekuatan elemen air yang ada dalam diri Yves berbeda dengan Mermaid lainnya, karena merupakan keturunan kerajaan Yves bisa menggabungkan dua elemen dalam dirinya. Elemen alami yang ia dapatkan, dan elemen yang ia kembangkan sendiri secara otodidak.
"Kekuatan apa ini?!" Erang Cruy sambil terus menghindar dari serangan Yves yang super cepat.
Yang Yves lakukan barusan adalah menembakkan peluru air kepada ketiga Seeker. Peluru itu memiliki kecepatan di atas rata-rata dan berbahaya bila menyentuh tubuhmu. Air itu sangat tajam dan bisa merobek kulit dan daging. Selain itu di dalam peluru terdapat elemen lainnya sehingga efek darinya jauh lebih membahayakan.
"H-hebat." Heyna terkesima dengan kekuatan Yves.
"Yang Mulia! Ini saatnya!"
"Baiklah."
Karena lengah, Lindsey berhasil disegel oleh Ratu Lily menggunakan kekuatan alamnya. Saat ini Lindsey memberontak dan hendak menyerang siapa pun yang menghalangi jalannya.
Antlers langsung menghampiri Lindsey dan menyerap sihir jahat itu.
Duar!!
"Eh? I-itu, Cruy!" Teriak Laurent.
"Tidak akan kubiarkan kalian menyerap sihir hitam itu."
...***...
__ADS_1