Portal Menuju Dongeng

Portal Menuju Dongeng
Dark Magic Vessel – Chapter 1


__ADS_3

Hesley membuka matanya perlahan. Cahaya terang yang menyorot matanya dari pantulan cermin membuatnya menyipitkan kedua matanya. Ia beranjak dari tempat yang mirip dengan ranjang, matanya melirik ke segala arah tanpa menggerakkan kepala. Beberapa pertanyaan mulai berisik di kepalanya.


"Sist?!" Panggilnya memanggil sang kakak. Nihil, tak ada yang menjawabnya.


Ia berdiri dan langsung berjalan menuju sebuah kurungan. "Tunggu...apa aku di penjara?" Paniknya.


"Ada yang bisa mendengar ku?! Help me!" Teriaknya meminta tolong.


Hesley Lane. Gadis malang yang terjebak dalam sebuah kurungan titanium yang dihiasi dengan dark spell milik Glory. Bukan tanpa alasan Hesley berada di sana. Buku terkutuk yang seharusnya dimusnahkan oleh kakaknya justru menariknya masuk ke dalam dunia magic.


Hesley tak dapat berbuat banyak. Selain berteriak meminta pertolongan, ia hanya berdiri menatap ke arah luar jendela, berharap akan ada orang atau seseorang yang bisa menyelamatkannya. Tentu ia berharap bahwa kakaknya lah yang akan menyelamatkannya.


Glory tiba-tiba datang dan sudah berada di depan Hesley dengan tongkat sihir dan mahkota yang berkilauan di atas kepalanya.


"Hesley Emily Lane, bagaimana kabarmu saat ini?" Ujar Glory tersenyum ke arah Hesley. Bagi Hesley senyuman itu tidak memberi kesan hangat, melainkan hendak membunuh.


Hesley mengerutkan keningnya sambil menatap Glory dengan sinis, ia diam karena enggan untuk menjawab sapaan Glory.


"Apa kau tidak diajarkan sopan santun oleh keluargamu? Kenapa tidak menjawab sapaanku? Aku berniat baik dengan menanyakan kondisimu saat ini, Hesley." Ucap Glory kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh Hesley padanya.


"Dan aku juga tidak berniat menjawab sapaanmu yang--"


Ucapan Hesley tiba-tiba berhenti negitu saja, mulutnya nampak tertutup sangat rapat dan tak dapat dibuka. Gadis itu bingung dan panik sambil memegang mulutnya yang seperti terkunci.


"Oh ya?" Glory tersenyum puas. Hesley menatap Glory dengan tatapan takut.


"Kau tau Hesley Lane...aku bisa melakukan apa pun dengan tongkat dan juga mahkota ini." Kata Glory sambil menunjukkan benda-benda yang tengah dia pakai seperti mahkota ratu Florist yang berhasil ia dapatkan di hutan bunga dan tongkat dari Sungai perak.


Hesley melotot menandakan ia terkejut dengan ucapan Glory barusan.


"Setelah aku mentransfer setengah kekuatanku ke dalam dirimu, aku akan menghentikan proses reinkarnasi ratu Florist. Sehingga akulah yang akan menjadi penguasa di dunia ini." Glory tertawa senang.


Mentransfer kekuatan? Reinkarnasi ratu Florist? What the hell is that? Batinnya karena mulutnya tak bisa digerakkan.

__ADS_1


Hesley benar-benar tidak menduga jika perbuatannya yang hanya iseng membuka buku milik sang kakak malah membawanya ke dunia lain yang aneh, membingungkan, mengerikan, dan hal-hal tak logis yang terus saja menimpa dirinya.


Contohnya saja saat ini, dia terkurung di penjara berbahan titanium yang tebal dan sulit dimusnahkan. Dan sosok gadis dengan wajah jahat yang terus mengatakan hal-hal yang tidak ia pahami. Sihir, kekuatan, mahkota, sungai perak. Apa ada hal-hal semacam itu di dunianya?


Apa saat ini Hesley sedang bermimpi? Ia menampar pipinya untuk memastikan, dan tentu saja hanya rasa sakit yang ia dapatkan. Semua murni nyata dan hal itu membuat perasaan Hesley semakin tak karuan.


"Sepertinya kau mengatakan sesuatu di dalam kepala kecilmu itu...sayangnya aku tidak bisa mendengarnya. Tapi, aku tidak peduli, yang aku butuhkan adalah kau, wadahku." Glory mengulurkan tangannya ke arah Hesley.


Memundurkan langkahnya saking takut dan bingung. Pembicaraan ini membuatnya pening.


Glory melepas sihir dari mulut Hesley sehingga ia bisa berucap menggunakan mulutnya kembali.


"Aku tidak mengerti, kenapa kau menjadikanku sebagai wadah?" Tanya Hesley penasaran.


"Ternyata kau sangat penasaran...baiklah akan kuberi tau."


Mendekat ke arah Hesley. "Pertama, kau satu-satunya orang yang tidak mempercayai sihir. Kedua kau memiliki potensi yang kuat dalam mengendalikan sihir. Ketiga secara tidak sengaja kau telah membuat perjanjian denganku saat kau menyentuh buku itu." Jelasnya.


"Buku? Buku apa yang kau maksud?"


"Seharusnya kau bersyukur dan berterima kasih padaku karena telah berbaik hati membagi setengah kekuatan yang ada di dalam diriku saat ini untukmu."


"Untuk apa aku berterima kasih pada orang yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tidak mau menjadi wadah atau apapun itu sebutannya. I wanna go home! MY HOME!" Erang Hesley menolak dengan tegas.


"Okey, rileks Hesley Lane. Kau masih punya waktu untuk berada di kurungan ini," ucap Glory lalu bergegas pergi. "Sampai aku mendapatkan semua yang ku butuhkan." Sambungnya.


"Aku tidak mau menjadi wadah mu, aku mau pulang!" Tolaknya kembali.


Glory menoleh dengan tatapan mematikan setelah Hesley berteriak meminta dipulangkan. "Tentu saja aku akan memulangkan mu, setelah proses mentransfer dark spell ke dalam tubuhmu."


"Dark spell? Apa lagi itu?"


"Dengar baik-baik! Aku tidak mengerti apa-apa tentang sihir, mahkota, tongkat, ratu Florist, atau apapun itu. Bukankah sudah jelas? Jika kau mentransfer kekuatanmu aku tidak akan bisa mengendalikannya, aku tidak tau apa-apa soal sihir." Ungkap Hesley jujur.

__ADS_1


"Tentu, aku paham kekhawatiranmu saat ini, namun yang perlu kau ingat adalah...perjanjian yang tak sengaja kau buat adalah mutlak."


"Nikmati saja takdir barumu, Hesley Lane." Glory tertawa kencang dan pergi begitu saja.


"Oh satu hal lagi. Mengenai cara mengendalikan dark spell, kau akan menguasainya suatu haru nanti. Dan di saat itulah kau akan mulai merasakan penderitaan." Lanjutnya sebelum benar-benar pergi meninggalkan Hesley.


"Baiklah, sampai jumpa. Jangan lupa berdoa untuk kakakmu yang sedang bersusah payah mencari adiknya yang hilang."


Mendengar hal tersebut Hesley terkejut. "Lindsey? Dia ada di sini?" Tanyanya. Ia bernapas lega karena sang kakak tidak melupakan dirinya.


"Tentu saja, dan kau harus tau...jika dia berhasil melewati semua rintangan yang ada di negeri ini, itu tandanya dia menyerahkan apa yang aku butuhkan untuk menjadi penguasa di Forestopia." Tawa Glory semakin kencang.


"Jangan pernah coba-coba menyentuh kakakku!" Titah Hesley.


"Oh ya?" Glory tersenyum miring dan itu membuat nyali Hesley menciut. "Jangan takut, Hesley...aku akan membunuhnya tanpa menyentuh."


"APA?!"


"Selamat tinggal, simpan energimu untuk hari mentransfer dark spell. Hahahaha!!"


"TUNGGU! KELUARKAN AKU DARI SINI!" Erang Hesley sambil menggedor-gedor besi titanium yang menjeratnya agar tidak bisa lolos.


Hesley menghela napas kasar, merasa bahwa semua yang saat ini sedang terjadi adalah kesalahannya. "Sist, kau di mana? Tolong keluarkan aku dari tempat aneh ini...kumohon..."


...***...


Ilustrasi penjara



Ilustrasi mahkota Ratu Florist


__ADS_1


Ilustrasi tongkat sihir Sungai Perak



__ADS_2