
Setelah menyelesaikan misi di cerita The Little Mermaid, Lindsey di arahkan kembali oleh Marine ke cerita lainnya.
Namun, sebelum melanjutkan misi, Lindsey tengah berada di sebuah ruangan hampa yang hanya dilengkapi dengan warna putih, tak ada jalan keluar dan tak berujung. Hanya ada ia sendiri bersama dengan kalungnya.
"Marine, kenapa kita ada di tempat seperti ini?" tanya Lindsey.
Criingg!
"Maaf, aku membawamu ke ruang dimensi, aku ingin memberitahumu tentang misi selanjutnya." balas Marine.
"Misi apa lagi?" tanta Lindsey, ia merasa akan mendapat misi baru. Yang pastinya tidak ia inginkan.
"Aku akan memberitahumu. Lima belas tahun yang lalu, seorang penulis bernama Mike Scots membuat buku tentang nyatanya dunia dongeng, ia menulis kembali beberapa dongeng ke dalam bukunya dan mengatakan bahwa dongeng akan menjadi nyata jika diberi sedikit keajaiban. Karena di dunia nyata tidak ada keajaiban, akhirnya Mike Scots membuat penelitian tentang cara untuk masuk ke dalam dunia dongeng." jelas Marine.
"Kau bilang penelitian untuk masuk ke dunia dongeng?" sela Lindsey.
"Ya, dan saat itu juga ia berhasil mewujudkannya." sahut Marine.
"Apa?! Jadi, karena ulah penulis itu aku bisa masuk ke dunia dongeng?" tanyanya kembali.
"Ya. Anak dari Mike Scots menjadi kelinci percobaan untuk mencoba alat yang sudah ia ciptakan. Namun, anaknya tidak dapat kembali. Sang anak terjebak di dunia dongeng selama empat belas tahun."
"Kejam sekali, lalu bagaimana nasib anak itu sekarang?" tanya Lindsey.
__ADS_1
"Kemungkinan sudah mati, tetapi Mike Scots berusaha untuk menutup portal itu agar bisa mengembalikan anaknya dari dunia dongeng. Buku itu merupakan buku terkutuk yang mampu membawa seseorang masuk ke dalam dunia dongeng. Siapapun yang membaca setidaknya satu baris dalam buku tersebut, maka ia akan ditetapkan sebagai orang yang akan masuk ke dalam dunia dongeng."
"Buku apa maksudmu? Bukankah aku masuk ke dunia dongeng karena dirimu?" Lindsey bingung dengan maksud ucapan 'buku terkutuk' yang dikatakan Marine.
"Bukan, aku hanya perantara, kau ditetapkan sebagai orang yang selanjutnya akan masuk ke dunia dongeng karena kau membeli buku itu."
Mata Lindsey membulat dan mengingat sesuatu. "Astaga! Jadi, buku itu yang sudah membawaku ke dunia dongeng? Aakhh! Dasar buku terkutuk! Aku tidak akan memaafkan penulis itu! Di mana dia sekarang?!" teriaknya.
"Dia sudah meninggal, pada tahun 2005."
"Hah?"
"Mike Scots meninggal karena gagal membuat portal yang akan digunakan untuk mengembalikan anaknya. Tapi, ia berhasil menemukan sesuatu bahwa buku miliknya adalah buku terkutuk, ia pun mencoba menghancurkan buku itu dengan membakarnya, tapi sayangnya ia pun ikut terbakar dan meninggal. Buku itu justru masih utuh tanpa terbakar dan rusak sedikit pun."
"Ya."
"Lalu, kau ini siapa sebenarnya? Kenapa kau berpura-pura menjadi kalung?" Lindsey terheran.
"Saat ini wujudnya memang seperti ini, aku diturunkan dari langit untuk membawa dan membantumu di dunia dongeng. Karena kau adalah satu-satunya orang yang akan menyelamatkan anak dari Mike Scots dan juga beberapa anak yang sudah terjebak di dunia dongeng."
"Ada anak lain di dunia dongeng?"
"Ya, ada empat anak yang gagal menyelesaikan misinya. Di antaranya, Heyna Van Jorch, Laurent Gang, Antlers Gardy, dan anak sang penulis, Neil Scots. Masing-masing dari mereka terjebak di cerita dongeng yang berbeda-beda. Untuk itu aku akan membawamu ke cerita di mana Heyna Van Jorch terjebak selama empat tahun." ujar Marine.
__ADS_1
"Empat tahun? Itu bukan waktu yang sedikit. Lalu kalau aku berhasil menyelamatkan mereka semua, apa yang akan terjadi?"
"Kalian semua akan kembali ke dunia kalian, dan dunia dongeng akan berakhir. Karena buku terkutuk itulah dunia dongeng menjadi tidak beraturan, ada beberapa alur yang berubah dan itu dapat mempengaruhi masa depan."
"Lindsey, jika kau gagal dalam misi ini, kau sudah tau risikonya kan?" lanjut Marine memperingatkan.
Lindsey mengangguk pelan.
"Tidak hanya itu, cerita dongeng akan musnah, dan tak ada lagi cerita dongeng."
"Aku tidak tau kalau hal itu akan terjadi jika aku gagal menyelesaikan misiku." Lindsey tertunduk dan mulai merenung.
"Jangan takut, aku akan membantumu. Apa kau sudah siap?"
"Baiklah aku siap, memangnya sejak kapan aku tidak siap? Kau selalu membawaku ke manapun tanpa bertanya terlebih dulu padaku." ucap Lindsey dengan raut wajah sedikit memerah.
Apa dia sedang marah pada Marine?
"Maaf atas perbuatanku yang tidak menyenangkan." Lindsey meminta maaf.
"Tidak apa-apa lupakan saja, ayo berangkat dan selamatkan anak bernama Heyna."
"Baik."
__ADS_1
Criing!