Portal Menuju Dongeng

Portal Menuju Dongeng
Bermain di Neverland


__ADS_3

Hutan. Salah satu tempat yang sering didatangi oleh Lindsey setelah menyelesaikan misinya di cerita dongeng.


"Kuharap aku dengan cepat menyelesaikan misi di cerita ini, apa kita sudah masuk ke salah satu cerita dongeng, Marine?" tanya Lindsey pada Marine, ia berjalan menyusuri hutan untuk menemukan Peter dan Heyna.


"Sekarang ini kita ada di Neverland." jawab Marine.


"Apa aku harus menyelamatkan salah satu tokohnya?" tanyanya lagi.


"Ya, selain itu kau akan bertemu dengan Heyna, dia gadis yang seumuran denganmu, yang selama ini tinggal bersama Peter."


"Peter? Anak laki-laki yang bisa terbang itu?" Lindsey terus bermonolog sepanjang perjalanan.


Lindsey berhenti setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan. Tepat di sebuah pohon besar, di sana terlihat seseorang sedang duduk termenung.


"Apa dia Heyna Van Jorch?" Lindsey bertanya-tanya pada dirinya.


"Tepat sekali," sahut Marine.


Dengan cepat Lindsey berlari menghampiri gadis yang sedang duduk itu. "Hai," sapanya ramah.


"Kau siapa?" tanya Heyna nampak kebingungan.


"Aku? Ahh, perkenalkan namaku Lindsey Lane, panggil saja Lindsey. Apa kau Heyna?" jawab Lindsey sambil mengulurkan tangannya pada Heyna.


Gadis bernama Heyna itu langsung terkejut sambil membulatkan kedua matanya dan berdiri menghadap ke arah Lindsey. "Kau tau namaku?"


"Tentu saj--"


"Kalung itu kan ..." Heyna memotong ucapan Lindsey.


"Ada apa?"


Heyna pun menunjukkan sebuah kalung yang hampir sama dengan milik Lindsey, kalung dengan permata Ruby yang berkilau sangat merah.


"Woah! Kau juga punya?"


"Iya," sahut Heyna.


"Heyna, bisakah kau menceritakan kenapa kau bisa terjebak di cerita ini? Dan aku juga ingin tau di mana keberadaan Peter. Aku tidak melihatnya," ujar Lindsey mulai serius.


Heyna menundukkan kepalanya dan kembali terduduk, ia diam termenung di tempatnya.


"Ada apa? Kenapa kau diam?"


...***...


Heyna POV


Awalnya aku berada di perpustakaan nasional Australia untuk membaca buku. Di sana aku menemukan buku yang sangat menarik. Judulnya "Open Me" Dilihat dari covernya buku itu terlihat sudah sangat usang, tapi aku tak peduli. Aku duduk di salah satu kursi dan mulai membaca, baru satu halaman aku membacanya, seorang wanita menghampiriku dan memberikan kalung permata Ruby. Aku sangat tergiur dengan keindahannya dan langsung menerima tanpa merasa curiga.


Namun, hal aneh mulai terjadi, tiba-tiba aku masuk ke dalam sebuah portal dan seketika semua yang ada di sekitarku berubah menjadi hutan. Aku sangat bingung dan hampir tak bisa berpikir. Kupikir ini hanya mimpi, tapi ternyata ini nyata.


Kalung Ruby menjelaskan padaku, bahwa saat ini aku berada di salah satu cerita dongeng yaitu Hansel and Gretel. Aku mengetahui cerita itu, dan aku dimintai tolong untuk untuk menolong Hansel dan Gretel dan menyelesaikan alur ceritanya. Aku pun bersedia menolong.


Sudah lebih dari delapan cerita yang kuselesaikan dengan sempurna. Dan akhirnya aku dipertemukan di cerita Peterpan, aku pun melakukan apa yang kubisa. Namun, aku gagal saat berusaha menyelamatkan Wendy dan kedua adiknya dari kapten Hook. Peter yang ikut merasa bersalah pun hanya bisa diam dan memutuskan untuk mengurung dirinya di bawah tanah pohon berlubang.


Bagaimana dengan Tinkerbell? Dia mati karena kehilangan kekuatannya, itu sebabnya Peter tidak mau keluar dari bawah tanah.


Ruby berkata, bahwa akan ada seseorang yang datang untuk mengembalikan alur cerita ini seperti semula. Di satu sisi aku merasa lega, namun di sisi lain aku harus menunggu beberapa tahun lamanya. Kini aku sudah berada di Neverland selama empat tahun.


Sementara itu, aku terus berusaha untuk bertahan hidup di Neverland. Tak banyak yang bisa kulakukan di cerita ini selain menunggu kedatangan orang tersebut.


...***...


"Jadi, selama ini Peter ada di bawah tanah pohon ini?" tanya Lindsey yang masih tidak percaya pada cerita Heyna.


"Iya, aku sudah berusaha untuk membuatnya keluar, tapi dia tetap tidak mau karena masih merasa bersalah," balas Heyna

__ADS_1


"Jangan khawatir, Heyna, aku akan berusaha untuk menyelamatkan alur cerita ini. Kurasa aku juga akan membutuhkan bantuanmu," ujar Lindsey meyakinkan Heyna.


"Benarkah?" Heyna menatap Lindsey tak percaya.


"Iya, aku berjanji akan mengeluarkan kita dari dunia dongeng yang sangat menyebalkan ini."


"Terima kasih Lindsey, aku tertolong." Heyna memegangi tangan Lindsey dan tersenyum bahagia.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan?" tanya Lindsey dan melihat ke arah kalung yang tengah dipakainya.


"Sebentar lagi, kau juga akan tau."


Tiba-tiba, seseorang keluar dari pohon berlubang tersebut, tak lain dan tak bukan ialah Peter. Ia keluar dengan langkah tergesa-gesa.


"Peter?" panggil Heyna dengan mata membesar.


"Eh? Siapa kalian? Dari mana kalian berasal?" tanya Peter yang terlihat kebingungan dengan kehadiran Lindsey dan Heyna.


Kenapa dia tidak mengenaliku? Gumam Heyna dalam hati.


"Heyna, saat ini Marine sudah menggunakan kekuatannya untuk mengembalikan alur cerita ini seperti semula, itu sebabnya Peter tidak mengenalimu sama sekali. Semuanya kembali dari awal." jelas Ruby pada Heyna.


"Baiklah aku mengerti,"


"Kau mau kemana?" kini giliran Lindsey yang bertanya pada Peter.


"Ke tempat perompak jahat, mereka telah menculik Wendy, dan anak-anak lainnya. Aku tidak akan membiarkan mereka disakiti," jawabnya dengan nada kesal.


"Tapi, aku merasa aneh." Peter kembali diam dan mengingat.


Lindsey dan Heyna saling tatap.


"Aku merasa kalau aku sudah pernah melakukan hal ini sebelumnya." sambung Peter.


Marine, apa semua itu karena kalung Ruby pernah melakukan hal yang sama sepertimu? Gumam Lindsey.


"Ooh,"


"Peter, izinkan kami ikut membantumu menyelamatkan anak-anak itu dari Kapten Hook." ujar Heyna.


"Kalian tau tentang Kapten Hook? Sudah berapa lama kalian tinggal di sini?" tanya Peter penasaran.


"Sedikit. Ayo kita berangkat sekarang!" Heyna menarik tangan Peter.


"Baiklah, ayo!"


Dengan cepat Peter terbang bersama Tinkerbell, sedangkan Lindsey dan Heyna ditinggal. Mereka berdua berlari menyusul Peter yang sangat cepat.


"Peter, tunggu!" teriak Lindsey.


Peter yang mendengar teriakan Lindsey berhenti dan turun ke bawah. "Astaga, apa yang kalian lakukan? Ini Neverland, kalian harus terbang." ujar Peter.


"Tink, kenapa kau tidak memberikan mereka serbuk peri?" protes Peter pada Tinkerbell. 


"Huh, baiklah." desih Tinkerbell.


Akhirnya Lindsey dan Heyna diberi debu peri oleh Tinkerbell dan seketika tubuh mereka melayang.


"Astaga, ini pertama kalinya aku terbang, sulit sekali mengendalikannya," ucap Lindsey terkagum.


"Kau akan segera terbiasa," balas Heyna yang juga nampak senang ketika bisa terbang kembali.


"Baiklah, ayo kita selamatkan Wendy dan anak-anak lainnya!" seru Peter dengan bersemangat.


Mereka pun terbang sambil menyusuri Neverland. Di sana ada peri yang hidup di puncak pohon dan putri duyung berenang di laguna. Ada orang Indian merah asli di sebuah desa di tebing dan hutan penuh binatang liar.


Dan tibanya mereka di dekat pantai, mereka melihat Kapten Hook sedang mendekatkan pedangnya tepat di leher Wendy yang terikat di tiang kapal. Anak-anak hilang lainnya juga diikat dalam satu ikatan.

__ADS_1


"Kapten Hook benar-benar jahat," seru Lindsey kesal.


"Aku tau kalau Kapten Hook bukan berasal dari Neverland, dia datang bersama awak kapalnya dari bintang kedua." jelas Heyna.


"Wah, kau tau banyak tentang Kapten Hook," seru Peter terkejut dengan pengetahuan Heyna.


"Baiklah ini rencananya." Heyna mulai membisikkan sebuah strategi.


Kapten Hook memutuskan untuk membuang Wendy dari kapal jika Wendy tidak mau menceritakan cerita pengantar tidur padanya. Wendy berusaha menolak permintaan Kapten Hook, namun ia mengancam akan membunuh Peter dan anak hilang lainnya termasuk Wendy. Wendy yakin bahwa Peter akan menyelamatkan mereka.


Pada menit terakhir, Peter muncul bersama Tinkerbell. Dia menyerang Kapten Hook, sedangkan Lindsey dan Heyna membebaskan semua teman-teman Peter.


Peter yang sedang melawan Kapten Hook sedikit kewalahan dan hampir terbunuh, semua teman-temannya yang sudah dibebaskan berteriak untuk menyemangati Peter yang tengah melawan Kapten Hook.


"Kau akan mati Peter!" cela Kapten Hook.


"Jangan senang dulu, orangtua jelek!" ejek Peter pada Kapten Hook.


"Apa kau bilang?!"


Kapten Hook sangat marah ketika Peter mengatakan bahwa dirinya jelek. Dengan cepat ia terus mengayunkan pedangnya ke arah Peter hingga Peter benar-benar tak sanggup lagi untuk melawan.


Akhirnya Peter tersungkur dan terjatuh di lantai kapal dengan beberapa luka di bagian wajah dan tangannya.


"Peter!" teriak Wendy yang sangat khawatir.


"Habislah kau Peter! Kau akan mati!" ucap Kapten Hook yang siap menancapkan pedangnya pada tubuh Peter.


Namun, ia gagal saat Heyna tiba-tiba datang dan menahan pedang Kapten Hook dengan sebuah pedang. Lindsey tercengang ketika melihat Heyna mahir memakai pedang.


"Berani sekali kau anak ingusan,"


"Cih! Siapa yang kau maksud itu, huh?" geram Heyna tak terima dikatakan sebagai anak ingusan.


"Tentu saja kau, untuk apa kau menyelamatkan Peter? Bocah laki-laki sombong dan tak pernah mau menjadi dewasa. Ck!" ejek Kapten Hook pada Peter.


"Lebih baik menjadi bocah selamanya daripada menjadi dewasa sepertimu!"


"Dasar anak ingusan, menyingkir dari hadapanku!"


"Lindsey, sekarang!" teriak Heyna.


"Marine, mohon bantuannya,"


Lindsey pun melemparkan kalung Marine ke arah Kapten Hook, dan seketika kalung itu berubah menjadi gurita raksasa yang menyerang Kapten Hook dan perompak lainnya.


Para perompak jahat itu melompat ke laut dan mendayung pergi dengan perahu kecil mereka.


"Peter, kau tidak apa-apa?" tanya Lindsey khawatir pada keadaan Peter yang wajahnya sudah berlumuran darah.


"Iya, aku tidak apa-apa. Terima kasih," ucap Peter berusaha menahan rasa sakit di wajah dan tangannya yang sudah berlumuran darah.


Wendy dan anak lainnya menghampiri Peter dan memeluknya dengan erat. Di kejauhan, Heyna terlihat tersenyum memandangi wajah bahagia Peter dan teman-temannya.


"Kurasa kita bisa pergi sekarang, iya kan, Lindsey?" seru Heyna.


Lindsey mengangguk. "Ya, kita harus menyelamatkan anak lainnya yang terjebak di cerita dongeng."


"Semuanya, terima kasih sudah mau menjadi temanku. Aku sangat bahagia bertemu kalian semua. Kuharap aku bisa bertemu dengan kalian di lain waktu, entah nyata maupun di dalam mimpi." ucap Heyna sebagai kata perpisahan.


"Apa kalian mau pergi? Tinggallah di Neverland bersamaku," tutur Peter.


"Maaf Peter, tapi kami harus pergi, ada misi yang harus kami selesaikan."


Kalung Ruby dan Aquamarine bersinar bersamaan, seketika itu juga Lindsey dan Heyna menghilang dari pandangan semua orang.


...***...

__ADS_1


__ADS_2