
Ratu Lily memperingati kelima batu permata untuk tetap waspada dan hati-hati karena saat ini mereka sedang diincar oleh Glory. Setelah memberitahu kabar buruk tersebut, Ratu Lily juga memberitahu apa yang dia lihat, sang Ratu melihat bahwa Hesley dan temannya sedang berusaha untuk melarikan diri dari penjara Glory.
"Yang Mulia, apakah adikku saat ini baik-baik saja?" Tanya Lindsey khawatir.
"Sejauh ini dia baik-baik saja, salah satu bangsawan Silver Down juga sedang bersamanya." Balas Ratu Lily.
"Bangsawan Silver Down?" Sahut Antlers.
"Sepertinya yang ada di penjara Glory bukan hanya adikmu, Lindsey." Ucap Marine.
"Benarkah? Jadi, siapa yang saat ini sedang bersama adikku?" Lindsey bertanya-tanya.
"Kau akan mengetahuinya nanti." Sahut Ratu Lily. "Ruinda, apa kau sudah mengirim pesan itu ke Silver Down?" Tanyanya pada salah satu peri penjaga.
"Sudah, Yang Mulia."
"Kau mengirim pesan apa ke sana?" Tanya Laurent penasaran.
"Aku mengirim kode peringatan dan perlindungan kepada Ratu Yvette untuk waspada terhadap ancaman Glory dan untuk menjaga adikmu jika dia sudah tiba di sana."
"Jadi, adikku ada di sana?"
"Belum, mereka masih dalam perjalanan."
"Syukurlah, kalau begitu kita harus segera ke sana. Terima kasih Yang Mulia." Lindsey dengan senyum sumringah meninggalkan tempat setelah mendengar pernyataan sang Ratu.
Sang Ratu dan para peri penjaga hanya tersenyum.
"Lindsey, tunggu!" Antlers dan yang lainnya mengejar.
"Dia sangat bersemangat sekali untuk bertemu dengan adiknya." Ucap Marine.
"Marine ..."
Marine menoleh menghadap sang Ratu. "Ya, Yang Mulia?"
"Bawa benda ini, memang tidak seberapa, tetapi aku harap ini bisa membantu kalian suatu hari nanti." Ratu Lily memberikan sebuah benda kepada Marine.
"Ini kan ..."
"Mungkin kau benar, Marine, kehadiran keempat anak itu adalah takdir Forestopia." Ucap Ery--peri hijau.
"Kami akan berusaha agar Forestopia bebas dari kejahatan Glory."
"Ingat, Marine, janji adalah hutang. Kau berhutang pada kami." Ucap Ruinda.
"Baiklah."
"Marine! Ayo!" Ajak Lindsey bersemangat.
"Aku datang!"
__ADS_1
Setelah Lindsey dan yang lainnya meninggalkan Forbidden Pixie, Marine masih terus memperhatikan benda pemberian Ratu Lily. Dia pernah mendengar bahwa benda yang ada di genggamannya ini merupakan salah satu sihir terkuat yang ada di kerajaan Forbidden Pixie. Lantas, mengapa Ratu Lily memberikannya kepada Marine?
Saat sedang beristirahat, Antlers memberikan sebuah usulan yang bisa dibilang sangat berharga untuk ke depannya.
"Teman-teman, aku punya usulan."
"Apa itu?"
"Aku khawatir para batu permata akan terlihat jelas saat kita menuju Silver Down. Menurut kalian, apakah seharusnya para batu permata menyamarkan identitas mereka?"
"Tapi, mereka kan sudah menyamar. Marine menjadi peri, Ruby menjadi ... ya, dia sekarang menjadi kadal merah, Amethyst menjadi kucing, dan Emerald seekor anak anjing. Serta Amber yang menjadi Elf." Sahut Laurent.
"Kalian tidak ingat perkataan Ratu Lily?" Antlers membuka ingatan teman-temannya.
Stone Seeker itu terdiri dari tiga makhluk. Pertama Lou, dia adalah pemimpin Stone Seeker yang agresif dan peka dengan lingkungan sekitar, dia lah pencetus terbentuknya para Seeker, sampai saat ini kekuatannya tidak bisa dideteksi. Kedua Nut, dia adalah keturunan Elf yang berkhianat kepada bangsanya demi menjadi anggota Stone Seeker bersama Lou, dan ingatlah bahwa Nut memiliki indera pendengaran yang tajam, bahkan dia bisa mendengar suara hati seseorang. Dan yang ketiga adalah Cruy, dia adalah makhluk setengah iblis yang sangat kejam dan arogan. Berhati-hatilah jika kalian bertemu ketiga Seeker ini.
"Astaga, menyusahkan sekali Stone Seeker ini. Jadi, apa idemu?" Keluh Heyna.
"Apakah kalian bisa merubah diri menjadi benda lain yang sederhana?" Pinta Antlers.
"Kenapa harus sederhana?" Tanya Laurent.
"Supaya tidak dicurigai sebagai benda magis oleh makhluk-makhluk yang ada di sini, dan lagi kita tidak tau para Stone Seeker itu seperti apa wujudnya." Jawab Antlers.
"Kau benar."
"Hmm ... apa ya ...?"
Semuanya terdiam sejenak untuk berpikir.
"Apa?"
"Ruby bisa merubah orang lain menjadi apa yang diinginkannya, bukan begitu?" Kata Heyna.
"Yaa itu benar, tapi aku tidak bisa mengubah aura dari benda yang aku ubah, jika Marine ku ubah menjadi kacang, maka komponen molekulnya akan tetap batu Aquamarine." Ucap Ruby.
"Tunggu, apa kita bisa memakai ini?"
Marine menunjukkan benda yang diberikan oleh Ratu Lily sebelum pergi dari Forbidden Pixie.
Dalam perjalanan menuju Silver Down untuk menjemput Hesley, beberapa makhluk yang ada di Forestopia mengatakan bahwa Stone Seeker sedang bergerak mencari batu-batu permata yang sangat berharga. Para pemburu Stone itu memiliki kekuatan unik yang tidak tertandingi oleh ahli sihir manapun, dan hal tersebut membuat semua makhluk Forestopia takut padanya. Rumor mengenai mereka mengatakan bahwa ketiganya mampu mendapatkan batu permata magis dengan sangat mudah.
Mendengar kabar tersebut Lindsey dan yang lainnya melanjutkan perjalanan dengan lebih waspada agar keberadaan mereka tidak diketahui oleh ketiga Stone Seeker itu.
Tiba di pedesaan yang berisi makhluk-makhluk Pixie, Lindsey dan kawan-kawan memutuskan untuk melewatinya karena hanya itu akses jalan yang terdekat untuk menuju Silver Down.
Namun saat di tengah-tengah perjalanan, mereka melihat kerumunan di depan mereka dan itu menghalangi jalan mereka menuju luar desa. Tiba-tiba, tiga makhluk menghadang mereka. Mereka adalah para Stone Seeker.
Tetapi sepertinya para Seeker itu tidak menyadari bahwa lima permata ada pada lindsey dan yang lainnya. Ketiga Seeker menantang Lindsey untuk melakukan sebuah taruhan besar. Yang kalah harus menyerahkan apa pun yang berharga kepada si pemenang.
Awalnya Lindsey dan yang lainnya menolak karena harus segera menuju ke Silver Down dengan cepat, tapi sayangnya ketiga Seeker itu mengancam akan membunuh keempatnya jika menolak taruhan itu.
__ADS_1
...***...
Suasana penjara Glory saat ini hening. Hanya ada obrolan yang sulit dimengerti oleh Hesley.
Yves dan Hesley saling melirik seperti memberikan kode yang sangat rahasia.
"Tolong!! Siapa pun tolong!" Teriak Hesley tiba-tiba dengan histeris.
Para penjaga itu terkejut dan langsung menuju tahanan Hesley. "Hei, kenapa kau teriak-teriak?!" Bentaknya.
"Tolong makhluk yang ada di sana, cepat!" Pinta Hesley menunjuk ke arah Yves yang nampak kesakitan.
"Memangnya dia kenapa?" Para penjaga itu bertanya-tanya.
"Dia butuh air!" Jawab Hesley to the point.
"Apa? Untuk apa aku menurutimu, dasar manusia!" Tolak para penjaga.
"Kalian tidak mengerti, makhluk itu adalah mermaid, dan dia sangat membutuhkan air saat ini. Apa kalian mau membiarkan mermaid itu mati karena kekurangan air? Jika Glory tau maka kalian lah yang bersalah." Ungkap Hesley dengan berbagai alasan.
"Apa? Kenapa kami yang bersalah?"
"Karena kalian membiarkan mermaid itu mati sebelum Glory membunuhnya. Kalian tidak ingat?" Sambung Hesley mengingatkan para penjaga.
"Dia benar! Jika mermaid itu mati sebelum Glory membunuhnya, kita yang akan dibunuh!" Para penjaga itu akhirnya ingat dan langsung menuju tahanan Yves untuk memberikan air.
"Cepat!"
Saat kedua penjaga itu membuka besi tahanan, Yves dengan cepat menghajarnya hingga keduanya pingsan.
"Woaw!" Hesley terkejut dengan kemampuan Yves.
Setelah menghajar penjaga, Yves mengambil kunci yang ada di saku salah satu penjaga lalu mengeluarkannya Hesley dari tahanan.
"Terima kasih, Yves."
"Tidak. Seharusnya aku yang berterima kasih, berkat rencanamu aku bisa bebas, dengan begitu aku bisa menemui ibuku dan para rakyat yang ada di kerajaan Silver Down." Ungkap Yves berterima kasih pada Hesley.
"Sepertinya kita harus berpisah di sini, terima kasih karena kau mau mempercayaiku untuk mau bekerja sama." Kata Hesley lalu berjalan untuk segera mencari keberadaan Lindsey.
"Tunggu, Hesley!" Yves memanggil.
"Ada apa?"
"Aku berniat untuk mengajakmu ke Silver Down, kau mau?"
"Kau sungguh ingin mengajakku ke Silver Down?"
"Yaa, lagi pula kau pasti tidak tau cara menuju jalan pulang bukan? Ikutlah denganku dan kita akan mencari tau cara agar kau bisa kembali pulang ke duniamu."
"Ahh benar juga, aku sama sekali tidak memikirkan hal itu, baiklah aku akan ikut denganmu."
__ADS_1
Yves dan Hesley berjalan menyusuri penjara untuk keluar dari kediaman Glory.
...***...